Asus ROG Strix GL502 Notebook Idaman Untuk Teman Perjalanan

gl502vs_black_-6
ASUS ROG (Republic of Game) STRIX GL502

Sebagai traveler seringkali gue merasa mati gaya musti ngapain untuk mengisi waktu kalau pesawat lagi delay, long flight, atau naik kereta api yang tentu saja bisa berjam-jam lamanya. Kalau sudah begini yang ada cuma buka sosial media stalking timeline mantan #eh terus bengong lalu browsing tempat-tempat wisata, bengong lagi akhirnya balik buka socmed terus saja berulang dan nggak kelar-kelar sampai bosen sendiri.

Kepikiran buat main game selama waktu nunggu di bandara atau di perjalanan panjang saat di pesawat atau di kereta api, tapi gue inget adek gue yang suka main game di rumah pake notebooknya, dia sering uring-uringan saat main game karena notebook-nya cepet banget panas, tiba-tiba program not responding, atau pas lagi seru-serunya main online game layarnya goyang dan patah-patah gitu padahal ini notebook bukan penyanyi dangdut.

Gue jadi males mau ngisi waktu untuk main game takut mood rusak selama perjalanan gara-gara notebook nggak support buat main game. Jadilah selama nunggu di bandara atau perjalanan, aktivitas yang gue lakukan ya itu lagi itu lagi, main socmed terus stalking, browsing, bengong lagi sampai film Warkop DKI udah reborn sementara gue masih belum move on juga.

Adek gue yg seorang gamer sejati ngasih kabar kalau ASUS launching produk baru namanya Asus ROG (Republic of Game) Strix GL502 yang compact and potent. Apa benar nih notebook ASUS tsb bisa diandalkan buat main game? jangan-jangan cuma PHP (pemberi harapan palsu) saja sama kayak notebook yang lain, sudah cukup hati gue di PHP sama kamu jangan ditambah sama notebook juga, hayati sudah lelah #curhat.

img_20160922_174316
Logo Asus yang glowing merah menyala

Kalau mau membeli notebook atau gadget baru gue biasanya browsing dulu di internet untuk membaca review dari buyer yang sudah memakai atau nanya ke temen-temen dulu biar dapat gambaran performa dan kualitas notebook yang gue mau beli jangan sampai kecewa udah beli mahal-mahal eh dapetnya zonk.

img_20160922_170314
Keyboardnya empuk, glowing dengan warna merah menyala

ASUS sebagai produsen notebook ternama mengeluarkan notebook seri ROG Strix GL502 untuk gamers sejati, gue berkesempatan untuk mencoba notebook ini yang dari pandangan pertama sudah membuat hati gue berucap nih “notebook desainnya elegan dan mewah”. Tapi penampilan bisa menipu, musti dicoba dulu deh buat dipake baru ketahuan bener-bener bagus atau nggak.

20160922_173437-011

Ada beberapa hal yang dimiliki Asus ROG Strix GL502 yang menjadikan notebook ini idaman gue:

1. Bermain game dimana saja

Profil tipis hanya 23,5 mm dan bobot ringan 2,2kh memiliki desain portabel membuatnya mudah dimasukkan ke dalam tas, jadi gue bisa main game dimana saja.

2. Kombinasi sempurna antara kekuatan dan portabilitas

Laptop gaming kompak dilengkapi dengan prosesor quadcore Intel Core i7 terbaru dengan grafis terdedikasi hingga Nvidia Gforce GTX 980 GPU.

3. Bermain game dengan lancar

Jangan khawatir bakal patah deh main game atau nge-hang karena teknologi Nvidia G-Syinc membuat bermain game lancar

4. Panel IPS yang indah

Menggunakan panel 15.6 inci dengan teknologi IPS untuk memberikan anda sudut pandang hingga 178 derajat, bisa lirik sana sini sambil main game.

5. Spesifikasi yang Berani di adu

Ram 32 Giga dengan baterai tahan lama, bisa main game sampai 4 jam nonstop dan 10 jam jika dipakai buat ngetik dan nonton film. Dengan dukungan program windows 10 membuat notebook ini dapat mendukung gamer maupun pengguna biasa dengan kualitas maksimal.

Ini spesifikasi lengkap yang bikin kamu pada mupeng pengen punya notebook ini.

Main Spec. ROG GL502VS G-Sync
CPU Intel® Core™ i7-6700HQ Processor (6M Cache, up to 3.50 GHz)
OS Microsoft Windows 10 Home
Memory DDR4 2133 MHz 32GB
Storage 2,5” SATA 1TB 7200rpm + 256GB PCIEx4 SSD NVMe PCIe SSD
Display 15,6”  Non-glare IPS Full HD (1920 x 1080)
Graphics NVidia GeForce GTX1070M 8GB DDR5 (G-Sync), VR Ready
Input/Output 3x USB 3.0, 1x USB 3.1 Type-C, 1x HDMI port, 1x Mini port, 3-in-1 cardreader (SD/SDXC)
Camera Built-in HD Camera and array mic
Connectivity 802.11AC+BT
Audio Dual Array Microphone, Bang & Olufsen ICEpower with SonicMaster
Weight 2.2Kg
Dimension 39.0(W) x 26.6(D) x 3.01 (H) cm
Keyboard Anti-ghosting Illuminated chiclet keyboard, 1,6mm of key travel distance, specially designed WASD cursor keys
Special Design Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
Battery 4 cells, 4120mAh
MSRP Rp30.299.000 (free ROG mouse)
Warranty 2 years full global warranty

Dengan segala keistimewaan Asus ROG Strix GL502 notebook ini dibanderol Rp. 33. 299. 000. Mahal banget sih harganya tapi sepadan dengan spesifikasi yang mumpuni di kelasnya. Apakah cuma itu yang ditawarkan Asus?. Ternyata untuk hobi gue yang suka traveling Asus memberikan global garansi selama 2 tahun, jadi dimana saja gue traveling jika notebook ini bermasalah gue bisa benerin di service center di negara tersebut. Sungguh membuat gue mupeng pengen punya notebook ini.

20160922_1738281

Traveling bisa nggak ngebosenin kalau punya Asus ROG Strix GL502, pengen nabung buat beli ini (doain ya).

Duo Nenek, Tempat Makan Enak dan Instagramable di Jambi

dscn0154
Duo Nenek Tampak Dari Luar

Mendengar nama Duo Nenek, pikiran gue langsung mengira ini nama duet penyanyi untuk genre oldies sama seperti Duo Maia dengan genre pop atau Duo Serigala dengan genre dangdutnya. Ternyata gue salah mengira, Duo Nenek ini nama tempat makan yang manja dan menggoyang lidah pengunjungnya, tak kalah sama kemanjaan Duo Maia dan goyangan Duo Serigala.

Rara host gue di Jambi merekomendasikan Duo Nenek ini sebagai tempat makan yang harus dicoba saat gue tanya tempat makan yang menyajikan menu makanan tradisional. Pink yang mengaku sebagai generasi youtube sudah bosan dengan menu kekinian.

Berbekal rasa penasaran akan cita rasa menu dari Duo Nenek, gue sengaja belum makan siang walaupun sudah jajan #makansiangitunasi. Sampailah gue di depan sebuah rumah warna putih dengan tulisan Duo Nenek di atas pintunya. Gue agak nggak yakin ini tempat makan, soalnya dari luar tampak seperti rumah hunian biasa.

Masuk…enggak…masuk…enggak, gue hitung kancing dan yang menang itu masuk #ngeles. Sudah datang jauh-jauh masa gak jadi masuk ya, bagaimana gue yakin ini tempat makan kalau nggak mampir memeriksa ke dalam?. Setelah masuk tampaklah display sayur dan lauk di lemari kaca ala warteg yang membuat gue yakin ini memang tempat makan.

dscn0156
Menu makanan rumahan di Duo Nenek

Gue nggak tahu, Duo Nenek ini lebih cocok disebut sebagai cafe, restoran, rumah makan atau warteg karena konsep bangunan, desain interior, menu makanan dan penyajiannya yang unik. Dibilang restoran tapi mirip cafe, disebut cafe tapi ada unsur wartegnya. Apapun namanya tempat ini cakep bener. Menurut gue Duo Nenek ini tempatnya instagramable banget, perpaduan style retro dan vintage.

dscn0159
Barang-barang jadul di Duo Nenek
dscn0161
Meja diambil dari daun pintu bekas, peralatan dapur jadi hiasan dinding

Bangunan Duo Nenek ini mengubah rumah hunian menjadi tempat makan, terdapat 3 bagian area makan, terdiri dari ruangan ber-AC. ruangan dengan  kipas angin dan halaman belakang dengan AC (angin cepoi-cepoi)..

dscn0178
Interior di ruangan be-AC
dscn0172
Ruangan dengan kipas angin dihiasi testimoni pengunjung di potongan kayu
dscn0165
Tempat makan di area halaman belakang dengan AC (angin cepoi-cepoi)
dscn0176
Pantry tempat pesan minuman

Biasanya tempat makan berdesain cakep sering berbanding terbalik dengan rasa makanan, karena tempat makan yang seperti itu menjual suasana bukan rasa, tetapi Duo Nenek ini pengecualian bagi gue, rasa makanan dan tempatnya sungguh patut dipujikan #bukanbuzzer.

Melihat ada sambal Jengkol Cabe Hijau di display kaca membuat air liur gue menetes-netes, gemesss pengen gigit tuh jengkol #vampirjengkol. Selain Jengkol Cabe Hijau, gue juga menunjuk Sayur Sambung dan Dendeng Sapi Cabe Hijau (gue ngefans dengan cabe hijau soalnya). Pelayan mempersilahkan gue mencicip dulu Sayur Sambung sebelum memesan karena menu ini unik, takutnya nggak cocok sama lidah gue. Bagi gue Sayur Sambung ini enak banget.

Selain memilih lauk dan sayur di display kaca kayak di warteg, ada juga menu yang bisa dipilih di buku menu baik itu menu satuan (ala carte), minuman atau menu paket hemat. Duo Nenek tampaknya menyasar semua kalangan untuk makan di tempatnya.

Apa saja menu-menu otentik yang gue pesan di Duo Nenek?

 Sop Ikan Nila

Gue belum pernah makan atau masak sop ikan, selama ini sop yang gue kenal ya sop ayam atau sop daging sapi. Oleh karena itu gue pesan Sop Ikan Nila, sop ini rasanya gurih, pedas dan sedikit asam ditambah lagi daging ikannya terasa manis karena ikan dimasak dalam kondisi segar. Meskipun kuahnya berwarna pucat namun rasa bumbunya nendang terutama rasa pedasnya. Gue pengen bisa memasak menu ini di rumah karena susah kalo kangen masa gue harus ke Jambi dulu.

dscn0179
Kuahnya boleh pucat tapi rasanya pedas (penampilan bisa menipu)

2. Pindang Kelapa

Sebagai orang Palembang, makan pindang itu sudah biasa tapi kalau yang disajikan di dalam kelapa belum pernah, jadi pesan menu ini karena penasaran lebih tepatnya, duh sama makanan aja sampe segininya apalagi sama kamu huahahaha.

Gue bisa pilih, mau ikan Nila, Patin atau Gabus untuk dipindang. Karena gue sudah pesan Sop Ikan Nila maka untuk pindang, gue pilih ikan Gabus #banyakmaunyaemang. Ikan Gabus digoreng lalu dipindang, kemudian saat ada pembeli, pelayan akan membuka kelapa muda, mengerok isinya dan mengeluarkan airnya digantikan dengan kuah pindang.

Pindang Kelapa ini rasanya lezat dengan sensasi rasa sedikit manis dikuahnya, sangat otentik kerena kita memakan daging kelapa muda yang kenyal-kenyal bersama kuah pindang yang gurih manis. Kayaknya gue bakal susah masak Pindang Kelapa ini karena bumbunya banyak sekali jenisnya terlihat dari kuahnya yang penuh asesoris daun-daunan dan juga rempah-rempah.

dscn0189
Pindang Kelapa ini menggoyang lidah gue maksimal

3. Ikan Bakar Bambu

Gue juga asing dengan menu ini, biasanya ketan alias lemang yang dibakar di dalam bambu, kali ini ikan. Ikan gabus digoreng dan dibumbui dengan bumbu bersantan lalu dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar. Rasa ikan bakar ini khas dengan aroma bakaran bambu. Ikan bakar ini dimakannya dengan dicocol dua jenis sambel yaitu sambel kecap dan sambel terasi, kedua sambel sama nampol pedasnya.

dscn0181
Ikan Bakar Bambu yang sambelnya pedes nonjok

4. Trio Bikin Nafsu (Sambung, Jengkol dan Dendeng)

Sayur Sambung ini adalah tumisan ikan teri dengan cabe hijau, cabe merah, bawang putih, bawang merah dan yang istimewa adalah bunga kecombrang. Semua bumbu diiris lalu ditumis bersama teri, wah…wah bikin nafsu makan Sayur Sambung ini.

dscn0168
Sayur Sambung yang berwarna merah karena bunga kecombrang

Nah kalo Jengkol Cabe Hijau kayaknya kelezatannya nggak usah dideskripsikan lagi dah, penggemar jengkol pasti ngerti kalau makan ini, mertua lewat aja nggak ketahuan, aduh maaf ya calon mertua masa depan, nanti gue inget kok kalo kalian lewat #janjipalsu.

Dendeng Sapi Cabe Hijau nggak usah diragukan lagi, pasti enak. Sebagai pecinta cabe hijau, gue nafsu banget lah kalo lihat apa-apa di sambelin cabe hijau, mungkin sendal jepitpun bakal gue kira dendeng kalo di cabein dengan cabe hijau hahaha.

dscn0196
Semua menu pesenan gue di Duo Nenek ludes tak bersisa

Menu lezat, manja dan menggoda ini berasal dari racikan tangan 2 nenek yang mendirikan tempat makan ini. Dua nenek ini bernama nenek Efni Deti dan nenek Nurmaini. Kedua nenek ini sering memenangkan lomba masak dan memiliki resep-resep otentik sehingga mereka memutuskan untuk membuka rumah makan atau restoran bernama Duo Nenek karena digawangi oleh mereka berdua.

dscn0197
Nenek Efni, satu dari dua nenek yang mendirikan tempat makan Duo Nenek

Gue bangga telah mencicipi kuliner tradisional Jambi dengan resep otentik dari dua nenek, sudah seharusnya kuliner warisan dari orang tua bisa dilestarikan oleh generasi muda agar tak hilang ditelan kemajuan zaman.

Jika traveler berkesempatan jalan-jalan ke Jambi, gue merekomendasikan  untuk makan di Duo Nenek ini, selain menunya enak, tempatnya kece dan yang sangat mengejutkan gue, harganya terjangkau banget.

Untuk semua menu diatas yang gue pesen segitu banyaknya, cukup membayar Rp. 148.000 sudah termasuk pajak. Murah bukan?

Pink’s Info:

Alamat : Duo Nenek Jambi

Jalan Hayam Wuruk No 53 Simpang Royal Jelutung Jambi

Price Range : Rp.5000 – 25.000

Happy Traveling😀

11 Fakta Menarik Di Ho Chi Minh City

Seminggu berada di Ho Chi Minh City atau kota Saigon membuat gue cukup memiliki waktu untuk mengobservasi dan kepo terhadap kota dan masyarakatnya. Sayangnya tetep gak cukup waktu buat dapat gebetan cowok Vietnam hahaha#cowokIndonesiatiadaduanya. Bak mengumpulkan bola ajaib di film kartun Dragon Ball, akhirnya 11 fakta menarik di HCMC ini gue temukan selama backpacking di HCMC, boleh ditambahkan di kolom komen apabila teman-teman juga menemukan bola eh fakta ajaib lainnya.

1. Cewek Vietnam Cantik dan Langsing

Cowok-cowok Indonesia pasti bakal demen dan gampang banget naksir cewek –cewek  Vietnam, karena mereka memenuhi ekspektasi cowok Indonesia yang sebagian besar menyukai cewek cantik, kutilang (kurus, tinggi, langsing) dan berkulit putih ditambah lagi cuaca di HCMC ini panas sepanas melihat mantan jadian dengan orang lain trus posting di socmed #bukangue menyebabkan cewek-cewek Vietnam senang berpakaian kurang bahan disamping penghematan juga sih. Nah buat cewek tolong kalau ke Ben Than market jangan ajak cowok atau suami elo karena disanalah gudangnya cewek-cewek cakep yang pake tank top dan rok mini atau hot pants. Cowok yang biasanya gak demen belanja dijamin jika ke Ben Than market langsung semangat empatlima hahaha.

Karena cewek-cewek Vietnam ini kutilang membuat gue yang bodynya bak gitar spanyol KW ini kesusahan nyari baju karena ukurannya nggak muat tapi karena gue #generasioptimis biasanya tetap beli sambil menghibur diri kalau gue bakalan diet habis pulang dari sini, sayang seringnya cuma wacana aja dan gue tetap gak pernah kurus #inisalahpempek.

Kalau di Indonesia mungkin HCMC ini seperti kota Bandung yang banyak banget cewek cakep plus bening-bening gitu dan setelah gue perhatikan struktur kota dan jalan raya di HCMC ini memang mirip Bandung, banyak sekali jalan tapi sebenarnya cuma muter-muter di kawasan yang sama #hasilblusukan.

IMG_20160628_123939.jpg
Cewek Vietnam selain cantik, kutilang dan putih juga rajin berdoa (calon istri idaman)

Gue beli juga produk-produk kosmetik dan skin care lokal Vietnam karena harganya cukup murah, paling banyak gue beli masker wajah dengan harapan setelah masker dilepas wajah gue berubah jadi cantik kayak Song Ha Kyo, eh itu artis Korea ya bukan Vietnam. Tapi ternyata wajah gue gak berubah sih tetap manis kek Dian Sastro hahaha #ditimpuktomat.

Note: cowok bakalan serba salah juga sih di HCMC ini, nggak dilihat pasti kelihatan dan juga rezeki, dilihat bikin sesak itunya #siapaitunya

2. Obat Kuat Dari Hewan Berbisa

Segala hal tentang seks dan printilannya selalu berhasil menarik minat manusia termasuk gue yang memang bukan malaikat apalagi jika melihat sesuatu yang beda dan berhubungan dengan seks seketika rasa ingin tahu begitu tinggi. Mendengar kata obat kuat cowok-cowok langsung tajem kupingnya dan kepo pengen tahu sekuat apa obat tersebut apakah bisa bertahan lama sampai semalam suntuk karena mungkin mau dipake untuk nonton petunjukan wayang atau pertandingan bola #masihlugu.

Rasanya ditiap negara atau daerah memiliki ramuan sendiri untuk obat kuat misalnya ramuan dari daerah Madura yang dipercaya bisa membantu keharmonisan rumah tangga atau biar disayang istri katanya, sebaiknya tanyakan sama istri yang suaminya meminum ramuan Madura sebab gue belum bersuami apalagi bersuamikan orang Madura.

Ramuan obat kuat dibuat dari bahan-bahan yang lazim sampai bahan yang tak lazim alias aneh dan menjijikkan, bagaimana enggak, sering kali di Palembang atau di kampung di Lahat, setiap ada pemotongan kambing bapak-bapak akan memperebutkan alat kelamin kambing yang dipercaya bisa bikin kuat, gue maklum sih kalau di kampung mungkin infotainment eh salah entertainment emang kurang jadi wajarlah hiburannya dengan rajin membuat anak #eh.

Tak terkecuali di Vietnam, ramuan obat kuatnya ekstrim banget yaitu hewan-hewan berbisa dan menyeramkan seperti ular, kalajengking atau tokek yang direndam di dalam botol berisi alkohol, kalau di Laboratorium Biologi itu proses pengawetan hewan yang nantinya menjadi koleksi di Lab untuk praktik mata kuliah anatomi hewan dan zoology. Sementara untuk orang Vietnam cairan rendaman hewan tersebut diminum, sungguh yang meminumnya kuat alias berani banget.

DSCN3869.JPG
Obat Kuat Ala Vietnam

Minuman ekstrim ini gue lihat disalah satu kedai minum di Pham Ngu Lao street (area backpacker) dan di tur Mekong Delta.  Jika elo berniat membelinya, gue nggak tau berapa harganya dan apakah diperbolehkan dibawa di bandara. I have no idea dude, jadi nggak bisa bantu ya.

Note: Pastikan untuk meminum obat kuat jika sudah punya pasangan halal, cukup umur dan kondisi jantung sehat, resiko silahkan ditanggung sendiri. Penulis tidak bertanggung jawab jika ada efek samping atau tuntutan dikemudian hari.

3. Sinetron Di TV Vietnam Lebay

Selama nginep di Eco Backpacker Hostel, gue pernah upgrade ke kamar private dengan fasilitas televisi sehingga gue bisa nonton TV sambil leyeh-leyeh cantik, gue pencet remote tv untuk gonta-ganti chanel yang kebanyakan isinya adalah sinetron lokal, drama Korea (penggemar K-Pop juga ternyata) dan drama India tapi bukan Uttaran. Sinetron lokal ini aktris ceweknya cantik-cantik sementara aktor cowoknya nggak cakep jadi kebanting banget penampilannya (jadi bayangkanlah jika pemain sinetron aja nggak cakep gimana cowok yang jadi rakyat jelata).

Inti cerita dari sinetron Vietnam ini sebelas-dua belas sama sinetron di Indonesia berkisar antara perebutan harta, tahta dan wanita (Angling Dharma dong), ketidakharmonisan mertua dan menantu serta hubungan yang tidak direstui orang tua. Hadeuh kayaknya drama dan sinetron di Asia Tenggara udah janjian untuk pake plot cerita yang sama ala-ala sinetron Tersanjung atau Cinta Fitri.

4. Cinta Sama Kopi Dan Kedai Kopi Dimana-mana

Penduduk Vietnam sadar betul akan keunggulan hasil sumber daya alamnya yaitu kopi sehingga kopi itu menjadi minuman nasional yang mungkin hukumnya wajib diminum bagi penduduk Vietnam, siapa tahu memang ada undang-undangnya kali yang mewajibkan untuk minum kopi karena dimana-mana gue melihat penduduk lokal minum es kopi terutama setelah makan layaknya minum es teh manis di indonesia.

IMG_20160628_105402
Kopi Vietnam dijual sebagai oleh-oleh di Ben Than Market

Kopi ini menjadi minuman rakyat yang sudah membudaya dan mendarah daging dalam keseharian orang Vietnam sehingga  loe bisa temukan penjual kopi dimana saja mulai dari jualan pake sepeda, warung tenda, sampai di cafe atau restoran semua menyajikan menu kopi Vietnam yang tentu saja tanpa sianida, jadi nggak perlu parno minum kopi Vietnam dan menjadi drama panjang kayak sidang Jessica yang belum juga selesai. Mungkin jika darah orang Vietnam diambil, warnanya hitam seperti kopi bukan biru seperti sebagian orang Indonesia.

DSCN4386.JPG
Penjual kopi pinggir jalan sedang meracik kopi Vietnam tanpa sianida
DSCN3979
Kopi yang merakyat

Banyak warung kopi atau istilah internasionalnya coffee shop berdiri dan melayani orang-orang yang ingin minum kopi dengan mengusung konsep-konsep yang berbeda, orang marketing sih bilangnya diferensiasi (embuhlah artinya pokoknya tampil beda gitulah) demi menarik pengunjung tentu saja jaminan free wifi (bukan wife) yang kenceng.

DSCN3703.JPG
Segelas kopi dan buku, 2 hal yang membuat gue betah
DSCN4540.JPG
Coffee shop lokal berdesain kece
thumb208365
Coffee shop lokal yang cabangnya dimana-mana

Banyak coffee shop lokal yang keren mengalahkan gerai kopi Amrik yang banyak diincer tumblernya, jadi kalo lagi di Vietnam jangan lupa untuk nongki-nongki cantik di warung kopi lokal seperti Book Cafe. Starbucks memang favorit turis buat nongki tapi di Indonesia kan ada, jadi menurut gue lebih otentik jika nongki di warung kopi lokal berbaur dengan penduduk Vietnam, siapa tahu disuruh mampir ke rumahnya dan dijadikan calon mantu hehehe.

5.Taman Kota Tempat Hiburan Favorit

Taman kota menjadi semacam oase di padang pasir bagi kaum urban di HCMC , mulai dari pagi hingga malam hari penduduknya gemar melakukan banyak kegiatan di taman, tapi yang paling rame itu disore sampai malam hari, mungkin karena pagi hari disibukkan oleh kerja, kerja dan kerja seperti jargon pak Jokowi.

Gue mengagumi fasilitas yang disediakan di taman seperti area bermain anak, gajebo (gak jelas bo), peralatan fitnes sampai bangku taman buat pacaran dan mesra-mesraan. Sungguh pemerintahnya sangat perhatian dalam menyediakan kebutuhan rakyatnya, kalau seperti ini dugaan gue pasti di HCMC ini tidak banyak yang berstatus jomblo #eh.

DSCN3537.JPG
Tempat bermain anak

Kegiatan penduduk lokal di taman kota ini beragam mulai dari senam bersama, latihan bela diri, fitnes, bermain bersama anak, bernyanyi sambil menari dan juga pacaran tentunya. Sebagai jomblo menjadi musibah datang ke taman karena melihat pemandangan pasangan yang pacaran dan mesra-mesraan di taman sungguh mengiris hati, kok ya nggak ngajak-ngajak gitu, ya iyalah kalo lagi pacaran dunia milik berdua yang lain cuma ngontrak. Sebagai orang yang ngontrak gue memutuskan untuk tabah menghadapi cobaan ini dan terus move on berjalan ke sisi taman yang lain bersama sesama pengontrak lainnya.

DSCN3966
Senam bersama di sore hari
DSCN3541.JPG
Dua sejoli dimabuk asmara, duduk berdua di taman kota

Dari sekian banyak aktivitas menyenangkan di taman kota selain pacaran dan bermesraan yaitu melihat penduduk lokal bernyanyi dan berdansa berpasangan (duh gak enak kan jadi jomblo main ke taman),  jadi baik tua mapun muda akan bernyanyi bersama mengikuti lagu dan berdansa atau menari berdua seperti tarian salsa atau tango secara berpasangan, jadi jangan heran jika melihat kakek-kakek dan nenek-nenek sekalipun masih semangat untuk bernyanyi dan berdansa bersama.

DSCN3539
Gazebo tempat bernyanyi dan berdansa di malam hari

Pengen gabung sih sama mereka untuk berdansa bersama tapi gue gak bisa dansa dan gak bawa pasangan juga (nasibmu Pink emang ngenes). Jadi pengen belajar dansa kalau begini hahaha. Acara menyanyi dan berdansa seru ini bisa disaksikan saat malam hari jadi sebaiknya menikmati taman kota itu sore dan malam hari karena suasana lebih meriah.

Kegiatan seru lainnya di taman yaitu bermain badminton ala Vietnam, apa sih istimewanya main badminton di HCMC?.  Main badmintonnya pake kaki,  iya elo nggak salah baca mainnya pake kaki. Jadi shuttle cock nya itu seperti cock badminton biasa hanya saja lebih ramping, bola bulu angsa ini dimainkan pake kaki dengan cara ditendang.  Jadi sendal yang mereka pakai berfungsi sebagai raket, sungguh hebat penemu olahraga ini menjadikan main badminton di Vietnam lebih hemat biaya.

Gue nyoba ikutan main badminton pake kaki ini bersama penduduk lokal namun tak pernah berhasil, tampak mudah sih kalo dilihat tapi susah banget ternyata mainnya, gue harus menendang cock menggunakan telapak kaki bagian dalam agar telapak kaki bisa berfungsi menjadi raket. Gue sedih sih, main badminton normal pake tangan aja gue kalah apalagi pake kaki.

Gue melihat tatapan iba dari penduduk lokal yang melihat kemampuan gue belajar badminton tak juga ada kemajuan, untunglah gak ada gebetan disitu sehingga gue gak perlu gengsi kelihatan tidak pintar (bodoh diperhalus). Akhirnya penjual asongan shuttle cock menghampiri gue dan merayu-rayu agar gue beli shuttle cock untuk belajar main badminton pake kaki secara serius setelah pulang ke Indonesia, siapa tahu gue nanti bisa ahli main badminton pake kaki dan mampu menarik hati calon mertua di Indonesia.

Note: cewek yang jago masak udah banyak jadi apa salahnya kalo punya kelebihan lain yaitu bermain bulutangkis pake kaki, apalagi baru saja Butet dan Owie menang olimpiade bulutangkis tapi pake tangan kan belum ada yang pake kaki. Jadilah yang pertama dan pionir dalam mengerjakan sesuatu, itu salah satu kunci kesuksesan…..

Masih ada 6 lagi hal menarik di HCMC, sayangnya harus to be continued….

Badaling Great Wall, Sebuah Perjalanan Panjang Untuk Jadi Pahlawan

DSCN0764
Badaling Great Wall

Gue mengira untuk disebut sebagai pahlawan, gue mesti berperang melawan penjajah, berjuang berdarah-darah atau maju ke medan perang. Ternyata syarat bisa disebut pahlawan di negara Tiongkok cukup sederhana, jika elo berhasil mendaki tembok besar China hingga ke tower tertinggi maka gelar pahlawan bisa elo dapat beserta piagam dan medalinya. Apakah semudah itu menjadi pahlawan?

Di musim dingin menyusuri tangga demi tangga di Great wall ini sungguh tak mudah, batu-batu penyusun tangga tidak rata dan jarak antara satu tangga dengan tangga lainnya begitu lebar membuat kaki terasa berat melangkah, ditambah lagi gue baru pertama kali menggunakan sepatu booth seumur hidup (life goal) dan harus berjalan mendaki Great Wall yang tangganya semakin lama semakin curam saja. Napas gue berasa kayak mau putus, megap-megap bak ikan lele keluar dari kolam tapi gue nggak mau menyerah begitu saja sama seperti petugas pemadam kebakaran yang pantang pulang sebelum padam. Kepalang basah sudah jauh-jauh ke Great Wall, maka opsi menyerah itu gue buang jauh-jauh. Gue harus berhasil naik sampai ke tower tertinggi, begitulah tekad gue yang lemah ini. Masa kalah dengan anak-anak ataupun nenek-nenek yang telah berhasil mendaki sampai ke atas tower tertinggi #gengsi.

DSCN0695
Dari anak-anak hingga orag tua life goal mereka berhasil mendaki Great Wall

Setelah berjalan melewati beberapa tower yang tidak mudah, di depan gue sekarang ada tower tertinggi, gamang rasanya mau lanjut atau tidak karena mendaki ke atas jalannya semakin sempit dan tangganya semakin curam, sungguh gue takut jatuh tergelincir lalu menggelinding seperti bola karena keberatan badan. Gue memutuskan istirahat dulu meregangkan otot kaki yang seperti mau copot saking pegalnya, sekalian mengambil foto-foto Great Wall. Di atas Great Wall ini gue memang tidak mau banyak minum karena khawatir akan kebelet pipis, mencari toilet di dalam Great Wall bukanlah hal mudah, kalaupun ada pasti antreannya panjang dan you know lah bagaimana Nerakanya Toilet di China.

DSCN0717
Seperti inilah kecuraman tangga menuju tower tertinggi
DSCN0720
Butuh tekad yang kuat dan stamina yang bugar untuk bisa sampai ke tower tertinggi

Pelan-pelan dan hati-hati selangkah demi selangkah naik tangga yang sangat curam sambil tangan berpegangan erat dengan pegangan besi di tangga karena takut jatuh, pada akhirnya membuat gue berhasil juga sampai ke tower tertinggi. Jangan tanya bagaimana rasanya, sangat terharu seperti berhasil jadi pemenang olimpiade layaknya Butet dan Owie. Pemandangan dari atas tower juga sangat indah, yaitu gugusan perbukitan berwarna abu-abu yang meliuk-liuk dengan dibelah oleh Great Wall yang sangat panjang, tampak manusia begitu kecil bak semut warna-warni berjalan menyusuri tangga demi tangga di dalam Great Wall.

DSCN0730.JPG
Pemandangan indah dari atas tower tertinggi

Pantaslah Great Wall ini masuk ke dalam salah satu keajaiban dunia dan gue bangga pernah menginjakkan kaki di sini. Gue begitu takjub membayangkan bagaimana benteng sepanjang dan sebesar ini bisa dibuat oleh manusia biasa, bukan seperti kisah Bandung Bandowoso yang bersekutu dengan jin dalam membangun candi untuk Roro Jonggrang dan itupun dia gagal, sungguh Bandung Bondowoso seorang jomblo ngenes.

DSCN0727.JPG
Hebat ya manusia dulu yang membangun benteng sepanjang dan sebesar ini
DSCN0757.JPG
Bisa turun ke bawah pake seluncuran jika capek tapi biayanya mahal

Gue berhak dapat medali dan sertifikat sebagai bukti gue berhasil jadi pahlawan negara, tentu saja ada medali dan sertifikat yang bisa gue miliki tetapi harus bayar karena medali dan sertifikat itu dijual di atas tower. Gue nggak beli sertifikat dan medali karena tidak ada gunanya juga, lha wong foto wisuda saja gue nggak pajang di rumah apalagi sekedar medali dan sertifikat ke Great Wall karena gue udah punya banyak sertifikat #songong. Pada saat pulang, di dekat parkiran banyak toko-toko yang berjualan salah satunya toko penjual medali dan sertifikat ke Great Wall, jadi bagi yang ingin membeli medali dan sertifikat nggak usah sampai naik ke tower tertinggi kalau nggak kuat toh medali dan sertifikatnya asli dan nggak ada yang bakalan mengaudit juga macam ijazah palsu pejabat.

thumb108154
Pahlawan negara masa kini

Sebelum sampai ke Badaling Great Wall perjalanan gue cukup panjang, dimulai dari bangun pagi-pagi sekali, bangun pagi di musim dingin bukanlah perkara mudah ditambah gue juga mandi karena kebiasaan dari tanah air.  Jam 7.30 pagi waktu Beijing, gue keluar hostel di saat kabut dan angin dingin berhembus yang mampu membekukan tulang,  gue mempercepat langkah menuju stasiun untuk naik subway menuju stasiun kereta api North Railway Station lalu melanjutkan perjalanan ke Badaling.

Sampai stasiun kereta api North Railway, antrian sudah mengular di pintu stasiun dan pintu stasiun akan dibuka jam 9 pagi, bayangkanlah selama satu jam gue mengantri ditengah udara dingin yang menggigit tulang, untung gue beli kartu Beijing Smart Card (sejenis Ez-Link Singapur) sehingga pas masuk stasiun tinggal tap ke mesin tanpa ribet harus beli tiket. Sesudah pintu stasiun dibuka, gue antri bersama calon penumpang lainnya selama satu jam lagi menunggu kereta ke Badaling datang, jadi memakai sistem buka tutup pintu peron.

Setelah kereta datang dan pintu peron dibuka, ratusan penumpang berlari-lari untuk memperebutkan kursi di dalam kereta, jadi penumpang bebas untuk duduk di kursi mana saja. Lari di musim dingin itu susah, badan terasa sangat berat apalagi harus bersaing dengan ratusan penduduk lokal China yang kebanyakan posturnya kurus-kurus membuat gue pasrah jika tidak kebagian tempat duduk di kereta. Alhamdulillah ya traveler sholehah mendapatkan kursi, tak jadi berdiri selama satu jam di kereta dari Beijing ke Badaling.

DSCN0655.JPG
Kereta yang mengantarkan ke Great Wall

Pengalaman pergi dengan kereta api yang membuat gue mengantri lama, membuat gue memutuskan pulang naik bis ke Beijing dan ternyata ini kesalahan yang sangat fatal. Gue yang tidak tahu ada shuttle bus dari Great Wall menuju terminal bis harus bersusah-payah jalan kaki sekitar 1 kilometer menuju terminal bis dan setelah di terminal harus berebut tempat duduk dan tidak kebagian, jadinya gue harus berdiri berdesak-desakan di dalam bus, ditambah lagi jalanan macet karena bertepatan dengan jam pulang kerja menambah penderitaan gue yang semakin lama tersiksa berdiri di dalam bus.

Masih belum cukup juga derita ini, bus baru memasuki kota Beijing saat malam hari, suasana gelap membuat gue nggak tahu sudah di daerah mana bus ini lewat, alhasil gue berulang kali nanya ke sopir apa sudah sampai ke Dongshimen, penumpang bus semakin berkurang memasuki pool bus 919 tujuan Badaling ini, rupanya Dongshimen ini tempat berakhir dan berawalnya dari trayek ke Badaling.

Masalah gue belum selesai sampai di sini karena tempat ini sepi dan gue harus menemukan stasiun subway terdekat, gue nggak bisa bahasa Mandarin dan orang Tiongkok juga nggak bisa bahasa Inggris, bertanya ke warung-warung yang buka di sekitar pool bus tidak ada satupun yang paham, hingga seorang cewek cantik yang masih muda dan mengerti kata subway menolong gue mengantarkan ke stasiun subway. Alhamdulillah gadis manja nan sholehah ini berhasil juga pulang ke hostel di malam hari dengan cuaca yang sangat dingin dan tidak bisa bahasa Mandarin bukanlah hal mudah untuk mencari alamat hostel jika tersesat.

Pesan moral dari cerita ini adalah penampilan bisa menipu, wajah gue boleh keibuan tapi betis gue kebapakan alias kayak laki pulang dari Great Wall ini, tak perlu olahraga berat, Tembok Besar China berhasil menciptakan otot yang kekar di kaki seperti ada telur angsa nempel di betis hiks..hiks.

 

Pink’s Note:

Cara ke Badaling Great Wall bisa naik bis atau naik kereta api. Gue memadukan keduanya, perginya naik kereta api lalu pulangnya naik bis no 919. Jika naik kereta api maka caranya dengan naik subway line 2 stop di stasiun Xizhimen, stasiun Xizhimen ini stasiun besar, beberapa line subway transfer di stasiun ini. Keluar menuju exit North Railway Station, ada panah maupun petunjuk jelas menuju North Railway Station jadi gak bakal kesasar.

Jika naik bis maka pergi atau pulangnya naik subway line 2 stop di stasiun Jishuitan exit B, carilah gate abu-abu besar dimana bus no 919 tujuan Badaling Great Wall mangkal, patokannya adalah fly over, berjalanlah di jalan bawah fly over sekitar 500 meter (cukup jauh dan sepi apalagi jika malam dan musim dingin) lalu belok kiri sampai ketemu gate abu-abu besar seperti gerbang kerajaan.

Harga kereta api maupun bus sama saja sekitar 6 yuan, kalau pergi berkelompok lebih baik sewa van dari hostel dan pilih jalur Mutianyu Great Wall karena relatif lebih sepi turis.

Perjalanan ke Great Wall memakan waktu satu hari penuh maka jika berencana ke Great Wall, sediakan satu hari khusus yang itenarynya hanya ke Great Wall saja.

 

5 Tempat Shopping Murah Di Hongkong Yang Kamu Harus Tahu

IMG_0506
Salah satu lapak yang menjual souvenir di Temple Street Market

Traveling rasanya tidak lengkap kalau pulangnya tidak membawa oleh-oleh apalagi kalau destinasinya memang dikenal sebagai tempat shopping seperti Hongkong. Kalau gue ditanya dimana saja tempat shopping di Hongkong maka jawabannya dimana-manaaaa, saking banyaknya tempat shopping mungkin tak ada jengkal tanah di Hongkong ini bebas dari tempat shopping, mulai dari street market yang menjual barang murah dan KW (palsu), mall, departement store dan toko-toko barang branded seperti Louis Vuitton bertebaran seantero Hongkong ini membuat siapapun yang berkunjung ke Hongkong dapat memuaskan hasrat shoppingnya #tapinafsutakpernahpuas. Istilahnya ‘you can shop untill drop’ asal kuat kaki dan dompet pastinya.

Pengen shopping untuk diri sendiri, oleh-oleh untuk kerabat dan teman-teman di Hongkong tapi takut mahal, eits dah nggak boleh pesimis dulu, Pink akan kasih info tempat-tempat shopping murah dan agak murah di Hongkong sehingga loe bisa pamer kalo abis shopping di Hongkong hehehe #untukOKB.

Nah 5 tempat belanja ini merupakan street market (kaki lima) atau grosir semacam di pasar 16 kalau di Palembang atau Tanah Abang di Jakarta. Untuk mendapatkan harga yang murah tentu keterampilan menawar diperlukan, asal tahu saja penjual kaki lima di Hongkong itu galak-galak, kalau harganya tidak cocok dan loe mo pura-pura pergi ke tempat lain gak bakal dipanggil, kalau berani menawar di harga tertentu dan dikasih harus jadi dibeli ya jangan nawarnya iseng doang.

Tips dari Pink lihat-lihat dulu ke beberapa lapak yang menjual barang yang sama lalu tanya harganya jika semua penjual harganya sama baru deh ditawar di harga yang kita inginkan untuk membeli jangan setelah ditawar dan dikasih sama pembelinya kita nggak jadi beli karena cuma iseng saja menawar, yang kayak gini yang bakal kena semprot pedagang.

Gue urutkan 5 tempat belanja ini berdasarkan dari harga yang paling murah dan paling favorit buat gue berdasarkan pengalaman gue belanja dan mengunjungi street market ini.

1.Sham Shui Po

Gue tahu street market dan toko-toko grosir murah di Sham Shui Po ini dari hasil ngobrol dengan mbak-mbak TKW di masjid Kowloon setelah curhat pengen beli payung karena pas jalan-jalan ke Hongkong tiap hari hujan tapi harga payung baik itu di toko pinggir jalan atau di mall sama saja mahal banget, kalau dirupiahkan sekitar 100 ribuan (seharga satu malam hostel di KL). Mbak-mbak TKW ngasih tau Pink kalau orang-orang Indonesia terutama TKW kalau belanja di Sham Shui Po karena harganya murah #curhatitupenting.

Mendengar kata murah gue langsung tancap gas buat shopping di Sham Shui Po, di sini itu banyak toko-toko grosir dan kaki lima mirip pasar Tanah Abang atau Lorong Basah di Pasar 16 Palembang, tak heran kalau yang belanja di sini berjubel dan pengunjungnya sebagian besar orang Indonesia yang kebanyakan bekerja sebagai TKI, jadi loe bakal denger banyak orang ngomong pake bahasa jawa atau bahasa Indonesia di sini atau malah loe disangka sebagai TKI juga.

IMG_20150627_141512
Sham Shui Po yang ramai dan padat pengunjung

Toko-toko grosir kebanyakan toko mainan anak-anak, asesoris, pernak-pernik lucu dan barang-barang fashion. Harga di toko-toko grosir ini harga pas tetapi murah dan juga kita masih bisa menawar kalau membeli banyak. Sementara di bagian kaki lima menjual segala barang aneka rupa persis seperti pasar-pasar di Indonesia, loe mau cari apa saja bisa, mulai dari cemilan, makanan, baju, sepatu, sendal dan segala macam ketebelece yang loe cari ada, kecuali jodoh kagak ada yang jual.

IMG_20150627_142533
Bawa trolley kalau mau borong jangan nanggung kalau belanja
IMG_20150627_132841
Ada Indomie lho di sini

Pink jadi kalap belanja di tempat murah kayak gini, gue sampe memborong 6 buah jam tangan seharga 25 HK$ perbuah, kacamata warna pink, asesoris dan pernak-pernik cewek yang murah meriah, tas dan masih banyak lagi kalau dirupiahkan harga barang-barang yang gue beli di range 10- 50 ribu rupiah per item dengan kualitas bagus dan tidak tampak murahan meski harganya murmer (murah meriah).

Sham Shui Po ini ada di wilayah Kowloon, cara ke sini dengan naik MRT di line merah tujuan Tsuen Wan stop di stasiun Sham Shui Po keluar Exit B atau C1

2. Li Yuen Street East and West di Central Hongkong Island

Pink nggak sengaja nemu tempat shopping di gang kecil ini sewaktu blusukan jalan kaki di daerah Central Hongkong Island. Di gang ini banyak dijual barang-barang fashion seperti baju dan sepatu yang harganya cukup murah, gue iseng tanya sepatu high heel yang cantik harganya 200 ribuan jika dirupiahkan dan itu belum ditawar, selain barang-barang fashion ada juga penjual sovenir dan toko kelontong semacam minimarket lokal yang menjual sembako dan bahan makanan untuk keperluan dapur.

IMG_0557

Ada toko souvenir yang gue suka di sini karena souvenirnya sangat lengkap koleksinya disertai harga sehingga gue tak perlu capek menawar plus harganya masuk akal. Toko ini menjual dengan fixed price tetapi harganya tidak beda jauh dengan di Ladies Market ditambah lagi variasi souvenirnya sangat banyak. Gue beli  banyak souvenir di sini dari magnet kulkas, gantungan kunci, payung lucu bentuk boneka Jepang, asesoris dan lain sebagainya sehingga akhirnya tergesek juga kartu kredit ketika belanja di toko ini #belanjadulumikirbelakangan.

IMG_0556
Gang kecil tapi lapak-lapaknya kece-kece dan murah

Cara ke Li Yuen Street naik MRT turun di stasiun Central Exit C. Berjalanlah menuju Des Voeux Road Central kearah Sheung Wan.

3. Ladies Market

Pasar malam Ladies Market ini buka mulai dari sore hari, berada di area Mongkok yang memang dipenuhi tempat belanja sehingga sangat padat. Pada malam hari area ini sengaja ditutup untuk pengendara kendaraan bermotor sehingga pengunjung Ladies Market dapat leluasa berjalan kaki untuk belanja di pasar kaki lima ini. Banyak sekali barang yang dijual di pasar ini mulai dari tas, baju, sepatu, suvenir, asesoris dan lain-lain.

Menurut gue harga yang ditawarkan oleh pedagang di Ladies Market cukup tinggi sehingga loe harus menawar sampai sepertiga atau setengah dari harga yang ditawarkan tapi loe harus cukup berani untuk bersitegang tawar-menawar dengan pedagang karena loe mo pura-pura pergi nggak bakalan di panggil maklumlah pasar ini yang paling terkenal diantara para turis sehingga pedagang nggak bakalan lapaknya sepi pembeli #pedagangsongong.

IMG_0504
Gimana kece-kece kan tas di Ladies Market ini

Menurut gue barang yang menarik di pasar ini adalah tas, beragam tas KW alias palsu dari merk-merk terkenal ada di sini dan kualitasnya bagus. Harga tas KW berkualitas di pasar ini berkisar 400 ribuan keatas, mungkin banyak toko-toko tas di Indonesia termasuk olshop yang mengambil tas-tas KW dari Hongkong selain dari Bangkok tentunya.

IMG_0507
Abang sayang, beliin adek tas dong gak papa sih KW hihihi

Kalau gue sih ketimbang beli barang KW mending beli barang merk lokal Hongkong atau China yang desainnya lucu dan unik, karena modelnya nggak bakalan pasaran dan barang-barang lucu ini bertebaran di Ladies Market.

Cara ke Ladies market naik MRT line merah tujuan Tsuen Wan stop di stasiun Mongkok ambil exit E2 atau D3

Ulasan lengkap tentang Ladies Market baca Tentang Ladies Market

4. Temple Street Market

Pasar malam ini terletak di Temple Street sehingga dinamakan Temple Street Market, sama seperti Ladies Market pasar ini juga bukanya sejak sore hari. Dibandingkan Ladies Market maka Temple Street Market ini jumlah lapak yang berjualan tidak sebanyak di Ladies Market.

IMG_0498
Temple Street Market yang cuma selurusan jalan doang pasarnya

Barang-barang yang dijual di Temple Street Market kebanyakan adalah souvenir, asesoris, tas dan barang fashion namun jenisnya tidak begitu banyak. Harga di Temple Street Market sebelas dua belas alias hampir sama dengan Ladies Market jadi kita harus pandai menawar.

IMG_0511
Abang mau mampir ke warung yang mana?

Temple street market ini sekali jalan udah kelar karena memang jalannya pendek jadi tidak begitu memuaskan sebagai tempat belanja tapi pasar ini memiliki keistimewaan yaitu banyak warung makan yang menyajikan menu Chinese food dan seafood segar jadi cocok untuk yang ingin wisata kuliner.

IMG_0509
Seafood segar tinggal pilih
IMG_0510
Rumah makan dengan menu Chinese and Seafood di Temple Street Market

Cara ke Temple Street Market naik MRT line merah tujuan Tsuen Wan stop di Jordan station ambil exit A lalu belok kanan ke Jordan Road belok kanan lagi ke Temple street atau stop di MRT Yau Mei Tei Exit C

5. Jardin’s Crescent Bazaar

Street market ini berada di Causeway Bay Hongkong Island tak jauh dari lokasi KJRI Indonesia, di Causewaybay juga banyak ditemukan toko-toko dan restoran yang menjual menu makanan Indonesia.

index
Source Pic : http://www.discoverhongkong.com

Di pasar ini banyak dijual barang-barang fashion terutama baju, asesoris dan tas. Koleksi baju-bajunya banyak sehingga pembeli memiliki lebih banyak pilihan dengan harga bervariasi dari yang murah sampai yang cukup mahal. Tas-tas yang dijual di Jardin’s Crescent tidak sebanyak seperti di Ladies Market dan harganyapun tergolong mahal.

Jardin Crescent ini tidak sebesar dan selengkap Ladies Market tetapi jika loe hobi belanja atau cuma sekedar window shopping bolehlah karena lokasinya juga berdekatan dengan mall besar yaitu T Galleria, Sogo dan Times Square, seperti kata pepatah sekali berjalan 2-3 mall tersinggahi hehehe.

Cara ke Jardin Bazaar naik MRT ke Hongkong Island stop di stasiun Causeway Bay exit F

 

Happy shopping gaess, tolong jangan salahkan gue kalau dompetmu jebol atau kartu kreditmu jadi sering digesek karena Hongkong memang surga belanja🙂

 

Mengirim Postcard Pertamakali Di Kantor Pos Central HCMC

DSCN3633
Kantor Pos Central HCMC

Selalu ada yang pertama untuk suatu hal yang elo lakukan, mungkin rasanya seperti waktu pertama kali loe naik pesawat, pertamakali mo ketemu calon mertua atau pertamakali mo nikah (emang mo nikah berapa kali). Rasanya exited dan grogi gitu campuran antara senang tapi juga bingung, begitulah yang gue rasakan waktu akan mengirim postcard untuk dua orang temen gue di Indonesia untuk pertama kalinya (lebay…).

DSCN3691
Pengaruh Perancis kental sekali dari gedung kantor pos Central HCMC ini

Gue kagum dengan kantor pos central HCMC ini, walaupun gedung tua peninggalan kolonial Perancis yang dibangun dari tahun 1886-1892 namun kondisinya masih terawat dan masih digunakan sampai sekarang. Tidak heran kalau kantor pos central ini sering dijadikan objek foto maupun lokasi pemotretan karena memang gedungnya instagramable sekali.

DSCN3637
Ada yang sedang berfoto untuk foto angkatan di sekolah atau kampus
DSCN3666
Interior campuran antara gothic, Renaissance dan Perancis
DSCN3668
Lukisan peta Vietnam Selatan dan Kamboja, terdapat 2 peta di sisi kiri dan kanan di dalam gedung

Masuk ke gedung ini yang pertamakali gue lakukan adalah mengamati interior dan fasilitas serta pelayanan di kantor pos terutama bagian pengiriman postcard. Di koridor kiri dan kanan terdapat tempat penjualan suvenir dengan harga pas namun cukup murah. Selain di koridor, di tengah ruangan juga terdapat tempat penjualan barang-barang keperluan surat-menyurat seperti sepaket perangko untuk koleksi, postcard dan bermacam suvenir.

DSCN3674
Suvenir dan barang-barang pos untuk keperluan surat menyurat
DSCN3681
Loket-loket yang ada di kantor pos

Rame juga kantor pos ini didatangi turis dan warga lokal yang ingin mengirim surat, paket, postcard ataupun sekedar berkunjung dan berfoto-foto. Selain fasilitas untuk keperluan surat menyurat, di dalam kantor pos ini juga disediakan beberapa bilik ATM dan tempat duduk jika pengunjung merasa capek habis keliling objek wisata disekitar kantor pos. Gue pun menarik uang disalah satu mesin ATM di dalam kantor pos ini karena tempatnya lebih aman.

DSCN3678
Loket tempat mengirim paket dan parcel

Gue membeli beberapa postcard yang harga perlembarnya 4 ribu VND, lalu mengantri di loket pengiriman , setelah bertemu penjaga loket postcard, gue membeli perangko sesuai harga yang tertera di loket. Gue mengirim postcard ke Indonesia yang termasuk wilayah Asia sehingga untuk satu postcard dibutuhkan perangko seharga 11 ribu VND, setelah itu perangko dioleskan air yang terdapat pada spons di dalam mangkok lalu di tempel ke postcard jangan lupa menulis alamat rumah temanmu dengan lengkap termasuk kode pos nya terus pesan yang kamu tulis untuk teman atau pacarmu misalnya “semoga kamu bahagia dengan dia yang jadi pilihan orang tuamu dari aku mantan terindahmu”.

DSCN3669
Contoh postcard yang gue beli di kantor pos HCMC
DSCN3682
Bangku dan meja tempat menulis ucapan, sampai ada yang terlalu serius mikirin kata-kata yang pas untuk pujaan hati
DSCN3672
Loket khusus untuk mengirim kartu pos
DSCN3670
Harga perangko untuk mengirim postcard dan surat ke luar negeri, celupin tangan ke mangkok lalu oleskan ke perangko dan tempel ke postcard
DSCN3671
Ibu penjaga loket postcard nya galak lho

Selain mengirim postcard untuk teman, pacar, gebetan atau temen tapi demen ada juga traveler yang gue temui yang mengirim postcard untuk dirinya sendiri katanya sebagai bentuk menghadiahi diri sendiri karena berhasil sampai pada tempat yang dia kunjungi, sah-sah saja yang penting happy.

DSCN3677
Tua atau muda masih senang berkirim surat atau postcard dijaman serba internet seperti sekarang

Ceritanya gue pengen ngasih kejutan untuk kedua temen gue itu dengan tidak memberi tahu mereka kalau gue mengirim postcard, sudah dua minggu gue tunggu kok mereka belum mengirim pesan kalau dapat postcard dari gue, akhirnya gue duluan yang ngomong sudah mengirim postcard, yah kejutannya gagal deh hahaha ternyata postcard nya belum sampai. Setelah nunggu sebulan lebih, baru dapat kabar dari temen kalau postcard nya nyampe, gue seneng banget soalnya berasa kayak udah PHP in bilang ngirim postcard tapi nggak nyampe udah sebulan lebih (gue bukan cewek tukang PHP ya apalagi PHPin cowok yang senyumnya manis kayak kamu hihihi).

Ini pengalaman pertamaku mengirim postcard, bagaimana pengalamanmu? Share dong guys…

Tur Delta Sungai Mekong Harga 10 Dolar

DSCN3877
Perahu berisi turis menyusuri delta sungai Mekong

Kalau di Palembang ada sungai Musi dengan ikon jembatan Amperanya yang cakep dari semua sisi namun gak ada yang jual paket wisata Musi tur maka Ho Chi Minh City di Vietnam yang juga memilki sungai, Mekong namanya telah lebih dulu sadar wisata dengan menjual paket tur wisata Mekong Delta seharga 10 US Dolar atau 220 ribu VND yang bisa dibeli dengan mudah di area backpacker Pham Ngu Lao, travel agent dan hostel atau hotel tempat kita menginap.

Tur Mekong Delta sudah masuk list aktivitas yang ingin gue lakukan selagi traveling di HCMC ini, gue tinggal pesan saja dengan resepsionis di Ecobackpacker hostel tempat gue menginap di Pham Ngu Lao Street untuk ikut tur Mekong Delta dan membayar uang 220 ribu VND atau 10 US Dolar kalau pegang uang dolar. Mbak resepsionisnya memberikan gue secarik kertas kuitansi tanda bukti ikut tur dan berpesan untuk berada di lobby hostel jam 8 pagi karena travel akan menjemput jam 8 teng.

Gue paling susah bangun pagi tapi demi ikut tur dan gak mau telat gue rela bangun meskipun ngantuk, jam 8 pagi teng gue sudah duduk manis di lobby hostel menunggu pacar eh mobil travel yang akan menjemput. Sebuah van abu-abu berhenti di depan hostel lalu keluarlah seorang kakek tua yang ternyata seorang tur guide di tur Mekong Delta ini, dia mendatangi gue dan meminta gue masuk ke dalam van. Selanjutnya gue masuk ke dalam van yang penumpangnya hanya 10 orang saja, masih banyak kursi kosong.

DSCN3954
Inilah van yang digunakan untuk tur Mekong delta kelompok gue, menurut loe gimana?

Sebenarnya gue sedikit kecewa dengan tur rekanan hostel gue ini, sudahlah datangnya telat, tur guide nya kakek tua yang nyebelin tingkahnya ditambah kondisi van yang dipakai juga butut sementara gue melihat van yang seliweran untuk tur ini banyak yang bagus kondisinya (rumput tetangga memang terlihat lebih hijau). Seandainya tur guidenya cakep dan gagah macam abang Jhony Depp, van butut ini akan termaafkan hehehe.

Menuju sungai Mekong ini perjalanan ditempuh selama 2 jam dengan satu kali berhenti di rest area selama 30 menit. Sebelum sampai di tempat peristirahatan, van butut ini mogok karena mesin terlalu panas hingga mengeluarkan asap hitam yang membuat seantero van berbau sangit mesin. Semua penumpang yang berjumlah 10 orang buru-buru keluar mencari udara segar.

Pink mengingat-ngingat ceramah ustad dan para motivator beken tentang pentingnya sabar dan berpikir positif agar hidup lebih sukses dan nanti masuk surga, sabaar…sabaaar….lalu tarik napas dalam-dalam sambil membayangkan Jhony Depp membawakan segelas es jeruk dicuaca sepanas ini. Untunglah mogoknya van butut ini tidak begitu lama sehingga khayalan Pink tidak menjalar kemana-mana (orang Indonesia selalu merasa untung disegala suasana).

Sampai juga van butut ini di rest area, semua peserta tur Mekong Delta ini berasa lega soalnya sudah hampir 2 jam perjalanan sehingga hasrat pengen ke toilet begitu menggelora. Rest area ini berada di pinggir jalan raya dan cukup luas untuk menampung banyaknya jumlah peserta tur hingga ratusan orang. Di rest area ini disediakan toilet, restoran, minimarket, toko suvenir dan bakery. Harga makanan dan cemilan di restoran dan minimarket sangat mahal jadi sebaiknya bawalah makanan, cemilan dan air minum sendiri jika ingin mengikuti tur Mekong ini. Makanan yang murah dan terjangkau cuma roti dan Banh Mi saja.

DSCN3840
Rest area untuk tur Mekong delta
DSCN3841
Restoran di rest area

Setelah 2 jam perjalanan sampailah gue ke dermaga Mekong Delta, nama-nama peserta tur akan dicatat lalu dilaporkan ke petugas yang ada di dermaga. Semua peserta tur yang berjumlah 10 orang ini terdiri dari 5 orang asia dan 5 orang bule dan gue satu-satunya orang Indonesia diantara 10 peserta tur ini.

DSCN3846
Dermaga kapal di sungai Mekong
DSCN3850
Jembatan di atas sungai Mekong

Naiklah semua peserta tur ke dalam kapal kayu dan semua peserta tur harus memakai pelampung (safety sangat diperhatikan). Kapal kayu pelan-pelan meninggalkan dermaga menyusuri sungai Mekong, kakek tua yang jadi guide mulai menjelaskan dengan bahasa Inggris yang terdengar aneh tentang sungai Mekong yang mengalir di 3 negara yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja.

DSCN3897
Peserta tur didalam kapal kayu menyusuri sungai Mekong
DSCN3900
Inilah sungai Mekong yang lebar dan luas, mengalir di 3 negara yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja

Sampailah kami di delta pertama, lalu kapal kayu merapat di dermaga. Semua penumpang turun dan kami menuju ke sebuah peternakan madu sekaligus tempat mencicipi madu. Kakek mengajak peserta tur untuk mencoba memegang kayu yang berisi sekumpulan lebah. Gue pun tak mau kalah mencoba memegang kotak kayu tersebut sambil berdoa semoga kawanan lebah ini tidak berontak dan beralih menggigit gue sehingga membuat badan gue menjadi beneran pink.

DSCN3852
Bule peserta tur antusias memegang kotak lebah
DSCN3855
Kakek tua yang jadi tur guide Mekong delta meminta Pink memegang kotak lebah

Setelah pertunjukan memegang lebah selesai, peserta tur diajak duduk mencicipi madu tapi buat suami janganlah memadu istri,  diatas  meja makan disediakan cemilan keripik pisang dan jeruk kunci lalu pelayan dengan cekatan membuat air jeruk hangat ditambah madu. Rupanya ini tempat penjualan madu dan keripik pisang, jamuan yang diberikan pelayan ini hanyalah tester hehehe.

IMG_20160629_111843
Jeruk kunci, madu dan air hangat di atas meja yang disediakan
DSCN3859
Pelayan cekatan membuatkan air jeruk ditambah madu agar kuat mengikuti tur Mekong Delta
DSCN3858
Pelayanan maksimal di tempat penjualan madu

Gue akhirnya membeli madu sebotol akua kecil seharga 80 ribu VND (yang nantinya disita di bandara KL, jadi sedih adek bang), beli karena merasa gak enak karena tak ada satupun peserta tur yang membeli jualan pemilik kedai yang memberikan tester minuman dan cemilan gratis ini (orang indonesia emang gitu, suka gak enakkan ya). Tester keripik pisangnya gue habiskan, sayang sudah dikasih gratis hehehe (orang indonesia memang suka yang gratis kalau bisa refill dan dibawa pulang).

Kemudian peserta tur diajak melihat dan menyentuh ular, hiii Pink nyerah deh kalau sama ular, badan panas dingin saking takutnya meskipun si kakek tur guide menjamin kalau ular tersebut tidak berbahaya. Teringat Irma Bule seorang penyanyi dangdut yang biasa nyanyi bawa ularpun akhirnya digigit ular.

DSCN3862
Traveler asal Perancis ini selain cakep juga pemberani, doi mirip Lindsey Lohan ya

Setelah bermain dengan ular, peserta tur diajak untuk duduk manja dan bersantai sambil ngerujak buah. Selagi peserta tur makan buah-buahan yang dicocol cabe garam mereka akan dihibur dengan nyanyian gadis-gadis vietnam yang berbaju tradisional Ao Dai yang berwarna cerah, panjang namun ketat. Setelah selesai dihibur oleh nyanyian lagu berbahasa Vietnam yang gak gue ngerti, peserta tur dimintai tips alias saweran yang diletakkan di dalam keranjang kecil.

IMG_20160629_114032
Dihibur dengan nyanyian lagu Vietnam dari gadis-gadis yang memakai baju Ao Dai
IMG_20160629_113911
Aneka buah-buahan tropis yang disuguhkan
DSCN3867
Ular kobra di dalam minuman beralkohol yang dijual, minuman ini banyak dijual di Vietnam sebagai obat kuat tradisional

Acara inti tur Mekong Delta pun dimulai, 10 orang peserta dipecah menjadi 2 tim yang terdiri dari 5 orang dan akan naik perahu kecil menyusuri delta sungai Mekong. Masing-masing perahu berisi 5 orang ditambah 2 pendayung, kakek guide menyusun tim yang bisa menyeimbangkan perahu agar tak oleng, campuran antara yang berbadan kecil dan besar dalam satu perahu.

DSCN3871
Trip menyusuri delta sungai Mekong berawal di dermaga ini

Sebelum naik perahu kakek guide berpesan kepada semua peserta tur untuk tidak mengeluarkan tangan ke dalam sungai nanti tangannya hilang, semua peserta tur nurut saja meskipun ada yang bertanya mengapa, pokoknya tangan tidak boleh keluar dari perahu dan dicelupkan ke sungai titik, pesan kakek mengultimatum (di negara komunis “silent is a gold” berlaku).

DSCN3876
Inilah acara inti tur delta sungai Mekong, menyusuri sungai kecil dengan pemandangan pohon-pohon sejenis palem sepanjang sungai
DSCN3885
Banyak ibu-ibu yang jadi pendayung perahu, berilah tips setelah selesai trip

Gue terkagum-kagum sama kemasan paket wisata di Vietnam ini, anak sungai Mekong seuprit yang berwarna coklat keruh ini bisa dijadikan objek wisata dan ramai sekali yang datang. Menyusuri delta sungai Mekong yang panjangnya tak sampai 2 kilometer cuma membutuhkan waktu paling lama 15 menit dengan pemandangan pinggir sungai tanaman sejenis palem dan lalu lalang perahu –perahu tur.

DSCN3894
Trip menyusuri delta sungai Mekong berakhir di gerbang ini

Setelah itu peserta tur naik kembali ke kapal dan menyusuri sungai Mekong kembali lalu berhenti di sebuah delta/daratan yang cukup luas untuk beristirahat makan siang dan melihat pabrik pembuatan coconut candy atau dodol. Makan siang gratis diberikan di dalam restoran dengan paket nasi yang sudah ditentukan jika ingin menambah menu maka dipersilahkan bayar sendiri.

DSCN3906
Restoran tempat makan siang
DSCN3902
Teman-teman sesama peserta tur menikmati makan siang mereka

Paket nasi yang diberikan tidak halal karena lauknya daging babi dan menu restoran juga tidak ada untuk vegetarian justru menunya banyak yang esktrim seperti ular, penyu dan daging buaya (berani nggak loe). Satu yang pasti harga makanan di tempat wisata berlipat-lipat di Vietnam ini yang membuat turis enggan untuk membeli makanan.

DSCN3904
Paket makan siang gratis yaitu nasi campur berlauk daging babi (tidak halal)

Karena gue nggak bisa makan siang dan juga tidak dapat kompensasi jadi melipir untuk keliling tempat ini dan membidikkan kamera ke berbagai objek. Setelah itu gue memperhatikan cara pembuatan coconut candy disini.

DSCN3901
Beneran ada buaya darat di sini
DSCN3920
Ikan di kasih minum pake dot coba
DSCN3918
Entahlah apa yang dilakukan Pink di sini, mungkin dia lelah
DSCN3910
Taman di depan kuil yang ada di delta tepat makan siang

Kelar makan siang dan jalan-jalan melihat pembuatan coconut candy, peserta tur diajak naik ke kapal untuk berhenti ke delta terakhir yaitu pabrik pembuatan coconut candy kedua. Di pabrik ini si kakek menunjukkan cara pembuatan coconut candy yang dimulai dari pengupasan dan pemarutan kelapa secara tradisional. Si kakek memperagakan cara pengupasan dan pemarutan kelapa dengan bangga sambil meminta peserta tur mencobanya, gue dalam hati ngebatin (ya elah yang kayak beginian mah dari kecil gue dah familiar, di kampung banyak hehehe).

                                                                         Proses pembuatan coconut candy
DSCN3931
Si Mbak serius sekali membuat kue semprong
DSCN3930
Cara melipat kue semprong, tangan dipakein sarung tangan biar gak panas

Pink memperhatikan pembuatan crispy waffle alias kue semprong dengan alat yang lebih modern dibandingkan dulu saat Pink masih kecil yang juga pernah belajar membuat kue semprong menggunakan cetakan besi yang dipanggang diatas kompor (Pink memang tangannya gak bisa diem sejak kecil hehehe). Kue semprong inilah menu makan siang gue di tur Mekong Delta ini, harganya 10 ribu VND untuk 4 buah kue semprong (mencintai kearifan lokal)

Kakek tur guide ini tentu saja dapat fee dari pabrik coconut candy ini karena mengajak peserta tur datang ke sini padahal di tempat sebelumnya kami sudah melihat pembuatan coconut candy (bikin sebel nggak sih si kakek).

DSCN3936
Coconut candy yang bisa dijadikan oleh-oleh

Traveler cewek asal Perancis, teman di dalam tur ini bertanya pendapat gue tentang tur Mekong delta ini yang gue jawab turnya cukup menarik tapi sebagai sesama orang Asia bagi kami menyusuri sungai, melihat proses pembuatan dodol dan lain-lain di tur ini adalah hal yang biasa bagi orang Indonesia terutama gue yang berasal dari Palembang salah satu daerah di pulau Sumatera. Kalau melihat dari ekspresi si traveler, sepertinya dia juga tidak begitu terkesan dengan tur Mekong delta ini, entahlah itu cuma tebakan gue aja.

Akhirnya tur Mekong delta ini selesai, kami naik kapal kembali ke dermaga awal dan naik van butut lagi untuk diantarkan ke Ho Chi Minh City dengan lama perjalanan 2 jam. Hal unik yang gue lihat dalam perjalanan selama di van yaitu banyaknya sawah di pinggir jalan yang ditengahnya terdapat kuburan, hiii…..mungkin itulah rahasia kelezatan beras Vietnam.

Menurut gue pribadi sih coba aja ikut tur Mekong delta ini, harga 10 US Dolar cukup sepadan dengan apa yang kita dapat yaitu naik mobil travel/van 4 jam pp, ngerujak buah sambil dinyanyiin cewek-cewek Vietnam, naik kapal dan perahu, dapet makan siang gratis dan melihat pembuatan coconut candy.

Sampai tur selesai gue tetap bertanya dalam hati, mengapa peserta tur tidak boleh mengeluarkan tangannya dari perahu???.