Assalamualaikum Bujang Eh Beijing

DSCN0382
Tiananmen Gate (Gate of Heavenly Peace) dengan simbol foto Mao Zedong

Perasaan gue berkecamuk campuran antara senang dan takut menciptakan rasa deg-deg kan gimana gitu, coba bayangkan gue pergi solo backpacking ke Negara China yang bahasa dan tulisannya kagak tau sama sekali dengan budget pas-pasan pula ditambah lagi gue cewek perawan ting-ting takut kenapa-kenapa, misalnya gue diculik trus organnya di cungkil dan dijual di pasar gelap aw…aw membuat gue stress dan perut rasanya seperti digelitiki, belum lagi rasa takut dideportasi karena visa China gue yang gue urus di travel agen seharga 600 ribu ternyata palsu misalnya.

Karena sifat impulsif gue yang gak suka mikir panjang saat membeli tiket promo seharga 1,1 juta pp KL-Beijing di musim dingin awal bulan Januari (Horee gue tahun baruan di Beijing cuy) namun kebahagiaan gue lenyap karena akhirnya gue keluar duit lebih besar dari harga tiket promo cuma untuk membeli perlengkapan musim dingin dari ujung rambut sampai ujung kaki berlapis-lapis. Untunglah gue membeli sebagian perlengkapan baju musim dingin di Kuala Lumpur yang saat itu lagi banyak diskon di mall, walaupun diskon tetep saja harganya bikin sesek di hati adek bang.

Pesan moral pertama: berhati-hatilah membeli tiket promo, salah membeli maka akan keluar lebih banyak uang pada akhirnya. Pertimbangkan juga musim dan waktu liburan di negara tujuan.

Tiap kali gue akan solo backpacking selalu saja dihantui perasaan ngeri-ngeri sedap, apakah gue akan baik-baik saja selama di perjalanan, bagaimana kalau begini bagaimana kalau begitu hadeuhh rasanya ingin gak jadi aja berangkat tapi kan sayang tiketnya hehehe.

thumb105832
bukan sok gaya difoto, emang dingin banget cuy dan kocek yang dirogoh buat beli baju musim dingin dari atas ke bawah dan dari luar ke dalam berlapis-lapis itu emang gak murah, anggap aja investasi #menghiburdiri

Alhamdulillah gue check in lancar dan sudah duduk manja di ruang tunggu bandara KLIA 2 menunggu pesawat boarding, sambil menunggu gue ngobrol dengan keluarga Malaysia yang juga akan berlibur tahun baru di Beijing dan mereka akan dijemput agen perjalanan sesampainya di Beijing. Mereka merasa takjub ada cewek berani pergi sendirian ke negara lain yang jauh dan tidak bisa berbahasa Mandarin. Gue sendiri takjub atau ngeri ya sama kenekatan gue backpacking sendirian di musim dingin pula padahal gue punya alergi dingin, kalo kena dingin dada gue jadi sesek dan menyut-menyut tapi sudahlah tiket sudah terlanjur di tangan, visa terlanjur di stempel dan sudah pamer sana-sini kalau bakal pergi ke Beijing, membuat kenduri selametan 3 hari 3 malam dan dadah-dadah sok imut ke tetangga masa gak jadi karena takut, jangan cemen lah jadi cowok eh salah cewek.

Akhirnya gue naik pesawat Air Asia X, pesawatnya lebih besar daripada pesawat Air Asia yang sering gue naikin ke berbagai destinasi seperti Bangkok, Hongkong ataupun Makau. Gue duduk di line tengah yang terdiri dari 3 tempat duduk, disebelah kiri gue cewek cantik dari Australia dan di samping kanan gue cowok cool berkacamata asal Tiongkok (duh gue kayak ngenalin peserta cerdas cermat ya).

Coba tebak gue asyik ngobrol sama siapa??? Hahaha benar sekali karena gue cewek normal dan jomblo kiyut tapi ngeness ya tentulah ngobrol sama cowok di sebelah kiri, masa sih ada yang bening di sebelah dicuekin. Kebetulan yang manis tuh cowok cool bisa berbahasa Inggris. Tuh cowok cool berkacamata namanya Leon (nama internasionalnya) dan dia bekerja di firma hukum di Kuala Lumpur sebagai lawyer internasional bisnis yang ngurusin kontrak bisnis antar negara terutama kontrak proyek Tiongkok dengan negara lain termasuk kontrak beberapa proyek dengan Indonesia, pantesan bahasa Inggrisnya lancar. ย Banyak sekali topik yang kami bicarakan, selama penerbangan 6 jam gue habiskan ngobrol sama Leon, sungguh waktu cepat sekali berlalu tidak terasa pesawat akan mendarat. Gue berpisah dengan Leon dan berharap kisah ini akan seperti di film-film romantis mungkin seperti atau setidaknya mirip sedikit dengan film Assalamualaikum Beijing hahaha tapi ternyata itu cuma fiksi yang ada di novel ataupun drama. Kenyataanya kami berpisah (ya iyalah beda tujuan), gue melangkah ke bagian imigrasi dan dia transfer ke penerbangan domestik karena tujuannya bukan ke kota Beijing. Assalamualaikum Bujang Eh Beijing gue ngomong dalam hati sih. Kalau berjodoh kita akan ketemu lagi kok #baperparah.

Pesan moral kedua : orang yang duduk disebelahmu di pesawat akan mempengaruhi moodmu selama penerbangan apalagi kalau penerbangannya lama jadi berdoalah biar dapat teman ngobrol yang asyik plus cute plus bisa pake satu bahasa sama kita dan yang penting masih jomblo dan bukan penyuka sesama jenis ๐Ÿ˜€

Urusan imigrasi ternyata lancar, segala bayangan buruk bahwa sebagai cewek berhijab gue akan diperiksa secara terpisah di ruang khusus lalu diinterograsi pihak imigrasi musnah sudah, gue melenggang dengan mudahnya.

Karena gue nyampe jam 2 pagi tentu semua kendaraan umum telah berhenti beroperasi, mau naik taxi pasti mahal lagipula gue takutlah tengah malam naik taxi. Gue juga baca kalau naik taxi di Beijing rawan kena scam alias di tipu dan dijebak. Kejadian scam oleh taxi di Beijing pernah dialami temen gue di bandara Beijing yang digetok harga sangat mahal, dari bandara ke hostel di area Wangfujing seharga 800 ribu dan terpaksa harus bayar karena gak berani macam-macam sebagai orang asing di negeri orang.

thumb108803
Plat Taxi pelaku scam teman gue di Beijing

Jadi gue sudah berniat untuk tidur di bandara dari awal. Karena gue traveling di musim dingin, sungguh menginap di bandara adalah sebuah siksaan berat bagi cewek tropis yang seumur-umur bermain dengan matahari. Ternyata dinginnya Lembang Bandung mah lewat, tubuh gue menggigil bok, ya iyalah dari prakiraan cuaca Beijing suhunya 4 Derajat Celcius dinginnya sama kayak kulkas. Meskipun sudah pake long john, baju kaos plus jaket ternyata kagak mempan, akhirnya gue ke toilet buat nambah pake baju hangat merk Uniqlo, sehingga total gue pakai baju 4 lapis ditambah scarf leher dan selimut kain Bali. Gue tidur-tiduran di kursi bandara sambil memeluk badan sendiri tetap menahan dingin meskipun agak mendingan dari sebelumnya.

Gue bangun jam 5 pagi terus menuju gerai KFC untuk menghangatkan badan dengan segelas kopi yang perlu usaha untuk membelinya karena keterbatasan bahasa, gue merelakan uang seharga sekitar 50 ribu untuk segelas kopi berukuran kecil yang penting badan gue hangat, itu adalah segelas kopi termahal yang pernah gue minum selama ini. Gue gosok-gosokkan gelasnya ke telapak tangan agar menjadi hangat lalu gue buka bekal biskuit dari tanah air sebagai sarapan, gue lahap sekali makan biskuit karena cuaca dingin membuat orang jadi kelaperan. Biskuit sebagai bekal sementara sangat tepat sekali karena gue tidak menemukan makanan halal di bandara.

IMG_20151231_064410
Arrival Gate Bandara Internasional Beijing
IMG_20151231_063841
KFC Bandara tempat gue membeli segelas cup kecil kopi yang mahal

Gue nongkrong di KFC sampai jam 06.30 pagi (tapi kondisi masih gelap seperti subuh karena musim dingin waktu malam menjadi lebih panjang) lantas gue keluar menuju lift ke lantai bawah dimana kereta express menuju pusat kota akan mengantarkan gue ke pelaminan eh kota Beijing. Dengan membayar uang 25 Yuan atau setara 50 ribu di konter kereta, gue bisa ke pusat kota kurang lebih hanya dalam waktu 30 menit saja.

thumb105787
Kondisi dan interior kereta ekpress ini mirip kereta dari Jakarta-Bandung

Di dalam kereta ekspress gue bertemu dengan 2 pemuda dari Indonesia yang juga akan berlibur ke Beijing dan mereka kaget bertemu seorang cewek solo backpacker macam gue, akhirnya kami mengobrol kemudian berpisah di stasiun Dongshimen, stasiun tempat transfer menuju berbagai line subway.

Gue sudah mengeprint peta subway di Beijing sebelumnya dan mempelajari line subway, intinya kurang lebih sama seperti MRT di Singapura atau Hongkong. Kalau pernah naik MRT pasti bisa naik metro/subway di Beijing. Di setiap stasiun disediakan papan peta metro yang bisa kita pelajari dimana harus turun atau naik stasiun.

thumb108392
Contoh pintu MRT
thumb108452
Peta yang dipasang di setiap stasiun metro/subway
thumb108553
Keterangan nama jalan di display di setiap stasiun
thumb108275
Kepadatan penumpang di metro kota Beijing padahal bukan jam sibuk

Gue keluar dari stasiun tujuan gue yaitu Zhangziezonglu Exit C menuju Dragon Hostel alias Hostel Naga tempat gue menginap, saat itulah gue melihat kota Beijing dari dekat dan merasakan belaian angin musim dingin yang menggigit pipi dan jari-jari tangan. Dengan noraknya gue beberapa kali menghembuskan napas ke udara sehingga terbentuk asap keluar dari mulut lalu hembus lagi keluar asap lagi begitu seterusnya, gue sih seneng banget hahahaha, lalu gue mencubit pipi yang dingin takut kalau ini hanya mimpi, ulala gue beneran udah nyampe ke Beijing, negeri film aktor kungfu kesukaan gue yaitu abang Jet Li.

Matahari mulai muncul kekuningan di langit, pagi merekah dan dimulailah aktivitas warga di pagi hari, gue mengamati dengan seksama kegiatan mereka.

thumb105817
Meski kota besar banyak penduduk yang menggunakan sepeda di Beijing sepeda listrik tapinya
thumb108441
Sepeda listrik dan motor listrik menunggu di lampu merah
thumb108444
Parkiran sepeda di dekat stasiun subway/metro
thumb105821
Kondisi lalu lintas di kota Beijing pada pagi hari

Beijing aku dataaang, tiket promo dan segala pengorbanan ini terbayarkan sudah, be good to me ya karena gue anak sholehah yang rajin menabung, minum susu dan cuci kaki sebelum tidur. Percayalah traveling dengan duit sendiri lebih berasa haru-birunya dibandingkan trip anggota DPR #eh

Nantikan kelanjutan kisah gue di Beijing pada postingan berkutnya….

Iklan

20 thoughts on “Assalamualaikum Bujang Eh Beijing

  1. omnduut 18 Mei 2016 / 1:55 pm

    Endingnya oke. Bener, jalan pake duit sendiri lebih membanggakan ketimbang pake duit rakyat. Kalo duit rakyat negeri lain gakpapa #eh hahaha

    Disukai oleh 1 orang

  2. Alid Abdul 19 Mei 2016 / 10:57 am

    Heeeeeeemms aku belum kesampaian ke Tiongkok ๐Ÿ˜ฆ cuma mampir ke Hong Kong sama Makau doang ๐Ÿ™‚

    Nanti deh bobol tabungan ๐Ÿ™‚

    Suka

  3. Deddy Huang 19 Mei 2016 / 11:34 am

    Wow,, suka sama nyali buat solo travelling ๐Ÿ˜€

    Suka

  4. haris - ketimpringan.com 20 Mei 2016 / 1:03 pm

    Wah, jadi ingat traveling pertamaku ke luar negeri, sendirian pula…. maju terus pantang mundur ya…. salam sama abang jet li….

    Suka

  5. Pink Traveler 20 Mei 2016 / 2:52 pm

    nanti disampaikan, padahal ini bukan pertamakalinya saya backpacking ke luar negeri tp tetep saja deg2kan

    Suka

  6. Emakmbolang 20 Mei 2016 / 4:09 pm

    Solo travelling memang deg deg nya waktu sebelum berangkat. kepikiran dan bagaiman klo a,b, c. Tapi klo sudah jalan semua baik baik saja. Yang penting harus bujang, eh Bijak, hehehe

    Suka

  7. Pink Traveler 21 Mei 2016 / 11:47 am

    iya mbak emang pas diawal perasaanya campur aduk klo udah sampe mah lebih rileks

    Suka

  8. Jejak Parmantos 25 Mei 2016 / 5:15 pm

    Walah berani banget, orang sana pada ngerti bahasa inggris gak sih mbak?

    Suka

  9. Pink Traveler 26 Mei 2016 / 1:06 pm

    nggak ngerti bahasa inggris mas, saya banyakan oake bahasa isyarat kok, kalo mau komunikasi bahasa inggris cari anak muda mas

    Suka

  10. Indrakurniadi Travel Blog 30 Mei 2016 / 11:16 pm

    Keren mba! Saya ke Beijing saat musim panas..kayanya jadi lebih panas dari jakarte hehehe..ngeliat foto2nya jadi pengen balik kesana saat musim dingin untuk dapet suasana yang berbeda..thanks for sharing ya dan salam kenal ๐Ÿ™‚

    Suka

  11. Pink Traveler 1 Juni 2016 / 9:13 am

    iya pas musim dingin bisa lihat salju juga disana lumayan murah dibandingkan harus ke eropa hehehe, salam kenal juga

    Suka

  12. @eviindrawanto 1 Juni 2016 / 10:33 am

    Hebat banget deh Mbak Ina, solo traveling ke negeri antah berantah. Aku membayangkannya saja sudah mules perutnya ๐Ÿ™‚

    Suka

  13. Pink Traveler 1 Juni 2016 / 2:44 pm

    hahaha emang kayak gitu awalnya jadi senewen, mau mulai cari informasi darimana, trus nanti gimana klo gini klo gitu pas nyampe tapi disanalah seninya solo backpacking

    Suka

  14. siti nurjanah 11 Agustus 2016 / 8:12 pm

    wow, keren ms pink solo travelernya. destinasi beijing ngak kepikiran kalau saya yang pergi sendirian kesana pasti rasanya takut banget sendirian di negri orang . tapi setelah baca pengalaman ms pink memotivasi banget terutama buat para muslimin yang takut pergi sendirian. good luck ms pink ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜‰

    Suka

  15. sarah 10 November 2016 / 5:29 am

    Wow, keyen lah ms pink nih. Btw, Abang L nggak kasih kartu kreditnya non? Eh, salah kartu nama?#baperceritaberlanjut
    Udah nyobain sepeda Beijing?

    Suka

  16. Pink Traveler 14 November 2016 / 9:11 pm

    Nggak nyobain sepeda di sana, dingin gak kuat bersepeda

    Suka

  17. njleb 26 Desember 2016 / 4:55 pm

    keren sekali mbak, kalo boleh, di share dong bagaimana membaca peta menggunakan KRL ana aja busway trans jakarta udeh belibet

    Disukai oleh 1 orang

  18. Pink Traveler 27 Desember 2016 / 1:26 am

    Klo bisa keliling singapur pake MRT pasti biso keliling beijing jg, ada bhs inggris petunjuknya utk nama stasiun dan arah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s