Serba Jumbo di Pasar Pagi Dongsi Beijing

DSCN0321
Beli sebuah sawi bisa untuk seminggu coy

Siapa sih yang tidak suka benda berukuran jumbo (sangat besar) jadi wajarlah kalau mak Erot tak pernah sepi peminat #oopss tapi tulisan ini bukan tentang mak Erot dan praktek ajaibnya melainkan cerita tentang pasar pagi. Gue perlu tegaskan ya ini blog traveling bukan buzzer atau endorser si emak #maafmembuatmukecewa bro.

Gue kepagian datang ke Hostel, jadi belum boleh check in jadinya nitip ransel dulu ke resepsionis. Gue mati gaya mau ngapain pagi-pagi di Beijing, tempat wisata pasti belum pada buka dan gue juga terlalu capek untuk jalan-jalan yang jauh maklum saja gue kurang tidur akibat baru nyampe bandara jam 2 pagi dan menginap di sana sambil menahan dingin.

Berhubung perut laper (musim dingin akan membuat kita cepat lapar), gue harus cari sesuatu yang bisa ganjel mulut agar tak nyinyir alias makan karena biskuit sudah habis. Setelah menengok kanan-kiri sekitar hostel tidak ada tempat membeli makanan (mungkin belum buka saja) akhirnya gue memutuskan untuk naik subway dan berhenti di stasiun terdekat siapa tahu gue ketemu Dao Ming Tse #korbanmeteorgarden eh bukan tempat makan atau pasar tradisonal.

“Ya Allah tolong gue laper banget, tuntunlah kaki gue menuju jodoh gue eh pasar” doa yang gue lantunkan di dalam hati. Gue menentukan akan berhenti di stasiun apa secara random saja, akhirnya gue memilih stasiun Dongsi setelah hitung kancing lalu keluar melalui exit sembarangan yaitu exit B, kaki gue melangkah beberapa meter dan tadaaa gue melihat sebuah gerbang jalan berwarna merah yang banyak kerumunan orang di sana, gue sambangi jalan tersebut yang ternyata sebuah pasar pagi yang sangat ramai.

DSCN0307
Gerbang pasar pagi Dongsi

Di sini pedagang berjualan secara kaki lima dengan membuka lapak baik di atas lantai, gerobak, meja ataupun mobil. Jam 10 pagi pedagang akan membereskan dagangannya dan jalan yang digunakan akan berfungsi sebagai jalan umum seperti biasanya.

DSCN0309
Lapak-lapak yang berjualan
DSCN0308
Seandainya ada Pol. PP kardusnya bisa langsung diangkut 😀
DSCN0310
Jaket dan mantel musim dingin dijajakan di pinggir toko, ditawar saja harganya

Gue tidak tahu nama pasar pagi ini jadi gue sebut saja sebagai pasar pagi Dongsi karena letaknya dekat dengan stasiun subway/metro Dongsi. Gue menemukan hal-hal unik di pasar pagi ini seperti ukuran sayuran dan buah-buahan yang jumbo dengan harga yang murah, penjual obat yang semangat merayu pembeli persis seperti di Indonesia serta campur aduknya barang-barang yang dijual di pasar tanpa penataan yang jelas, duh gue membayangkan kalau ada razia Satpol PP versi China, pasti pedagang-pedagang ini akan lari tunggang-langgang menyelamatkan jualannya persis seperti di…..ah sudahlah.

DSCN0312
Aksi tukang jual obat sedang merayu konsumennya
DSCN0322
Dao Ming Tse dari pasar pagi Dongsi #korbanmeteorgarden

Gue membayangkan ibu-ibu di Indonesia pasti akan senang sekali jika melihat sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo, kondisi segar dan harganya murah. Sebuah sayur sawi dan seikat daun bawang mungkin baru habis dimasak selama seminggu saking besarnya tuh sayuran. Emak-emak yang suka ribut kalau harga-harga bahan dapur naik  apalagi menjelang bulan puasa bakal mingkem kalo sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo ini dijual juga di Indonesia karena mereka bisa ngirit pengeluaran, sehingga saat anak-anak minta duit jajan jawabannya tidak akan seperti ini  “emak lagi gak ada duit, sana minta aja sama bapak” #pengalamanwaktukecil

DSCN0339
Lobak Jumbo
DSCN0316
Seledri dan Toge Jumbo (mendukung program kesuburan)
DSCN0570
Daun bawang jumbo
DSCN0334
Kalo cabe segede ini gak usah pusing kalo harga naik menjelang puasa bisa ngirit, dipotong kecil-kecil atau satu cabe untuk satu hari 😀

Harga barang di pasar ini ada yang bisa ditawar dan ada yang harga pas (namun percayalah hati adek gak bisa ditawar bang), umumnya sayuran dan buah-buahan harganya pas tetapi produk fashion seperti baju, topi, syal dan lain-lain bisa ditawar.

 

Gue membeli sekilo anggur, sekilo pisang dan sekilo apel untuk bekal makanan selama beberapa hari, padahal gue ngiler dengan jajanan seperti kue-kue dan makanan hangat lainnya di udara yang sangat dingin tetapi gue takut makanan tersebut tidak halal, kalaupun tidak berbahan daging babi bisa jadi ada kandungan minyak babi jadi untuk amannya lebih baik tidak dibeli saja.

DSCN0325
Crepe aja segede gini, puas banget kan makannya
DSCN0315
Kue-kue hangat yang di jual
DSCN0314
Berbagai cemilan, kue dan gorengan yang dijual sungguh menggoda

Gue pulang dari pasar dengan hati riang, persediaan makanan sudah ada untuk beberapa hari dan gue mendapatkan pengalaman menyenangkan belanja di pasar tradisional Beijing.

Gue serius penasaran dan pengen tau kira-kira menurut elo apa yang membedakan ukuran sayuran di China dan Indonesia padahal di China gak ada Mak Erot lho? #tanyapadarumputyangbergoyang.

 

Iklan

10 thoughts on “Serba Jumbo di Pasar Pagi Dongsi Beijing

  1. farizalfa 3 Juni 2016 / 1:09 pm

    Itu cabenya gede banget, cabe yang kecil biasa aja saya takut mengkonsumsinya apalagi cabe segede itu ya. hahaha

    Suka

  2. Pink Traveler 3 Juni 2016 / 3:30 pm

    iya serba gede sayuran dan buahnya, bakalan puas dan ngirit tentunya, tapi biasanya kalau cabe gede rasanya kurang pedas tapi gak tau juga ya gak nyobain

    Suka

  3. Pink Traveler 7 Juni 2016 / 2:10 pm

    biasanya cabe yang besar gak pedas kak, beberapa kali nyobain
    masakan china pedasnya bukan dari cabe tapi dari merica kak

    Suka

  4. vinna 12 Agustus 2016 / 11:23 am

    stasiun dongsi line apa? rencana taon depan mau kesana, makasi

    Suka

  5. Pink Traveler 12 Agustus 2016 / 3:34 pm

    line 5 warna ungu kak, semoga perjalanannya lancar ya

    Suka

  6. sarah 8 November 2016 / 2:46 pm

    Cabe hijau nya asli gede, tak kirain itu tadi terung telunjuk (terung panjang seukuran jari). Asli serba jumbo semua ya. Trus pas balik ke hostelnya inget nggak ? Gak pake nyasar kan? Kan tadi turun nya ngasal aja tuh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s