Antara Jodoh dan Perjuangan Berbuka Puasa di Masjid Wanchai

IMG_20150624_171515
Bangunan Masjid Tampak Depan

Niat gue ke masjid Wanchai ini awalnya ingin makan dimsum halal yang sangat terkenal enak di kantin masjid, ternyata saat bulan puasa kantin ini tidak berjualan tapi justru menyediakan buka puasa gratis, ya sudahlah ini namanya rezeki traveler sholehah yang gak boleh ditolak.

Sebagaimana jodoh yang harus di cari, dideketin dan dilamar dengan kemungkinan resiko ditolak, begitu pula hal yang indah atau enak itu pasti perlu proses dan perjuangan untuk mendapatkannya seperti itulah perumpamaan perjuangan menemukan alamat Masjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre Wanchai ini tidak mudah dan penuh tantangan. Gue bolak-balik menyusuri jalan Wanchai masih gak ketemu juga, gue bawa peta yang  diprint dari google map sewaktu di tanah air (niat banget kan) dan bertanya ke beberapa orang di pinggir jalan justru membawa gue tambah menjauhi lokasi masjid sampai akhirnya gue nyerah, kalau gak ketemu juga gue pulang saja dengan membawa kegagalan yang pahit persis seperti seorang gadis cantik yang ditolak calon ibu mertuanya karena tak pandai memasak #eh. Sementara waktu berbuka puasa semakin dekat, harapan bisa makan besar di kantin pupus sudah dan gue gak tau mau makan makanan halal dimana selain di kantin masjid dengan sisa waktu berbuka yang menjelang injury time.

 

IMG_20150625_202315
Patokan jalan besar sebelum masuk ke jalan yang lebih kecil dari sini ambil jalan ke kanan
IMG_20150625_202257
Jika menyusuri jalan Wan Chai akan bertemu sevel belok saja ke kanan, masjid tak jauh dari sini

Dengan sisa harapan yang kecil gue masuk ke minimarket yang kasirnya cowok brondong yang masih unyu dan kiyut, ternyata memang gue berjodoh dengan cowok brondong ini hehehe setelah lelah mencari kesana-kemari pada akhirnya dialah yang bisa menolong gue menemukan masjid ini. Lokasi masjid ini memang agak susah untuk ditemukan karena tidak terletak di jalan utama melainkan kita harus masuk ke jalan-jalan kecil di antara pemukiman, gedung tinggi dan ruko-ruko. Bangunannya juga tidak berbentuk masjid seperti di tanah air dengan kubah dan menara tinggi jadi wajarlah jika penduduk sekitar tidak begitu mengetahui dimana letak masjid ini.

Alhamdulillah ya jodoh memang tak kan kemana eitss maksudnya gue emang ditakdirkan berbuka puasa di kantin masjid ini meskipun kantinnya tutup tetapi buka untuk melayani buka puasa bersama jemaah masjid.

Masjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre Wanchai terdiri dari beberapa lantai menurut Wikipedia sih ada 8 lantai tapi seinget gue waktu itu ada 6 lantai yang gue datangi, tiap lantai memiliki fungsi berbeda. Disediakan tangga dan lift bagi pengunjung masjid agar tak ngos-ngosan menuju lantai yang diinginkan. Lantai 1 berfungsi sebagai tempat informasi, lantai 2 tempat sholat laki-laki, lantai 3 tempat sholat perempuan, lantai 4 aula tempat belajar mengaji, lantai 5 kantin tempat menjual dimsum dan makanan china halal dan lantai 6 berfungsi sebagai aula pertemuan.

IMG_20150624_171531
Gedung masjid memang kecil tapi bertingkat 8 karena terbatasnya tanah di Hongkong

Jadi antara jemaah laki-laki dan perempuan dipisah tempat sholatnya, di bagian jemaah permpuan inilah gue bertemu banyak TKW dan berbagi kisah dengan mereka, sungguh gue salut dengan perjuangan dan kerja keras mereka dalam bekerja dan menafkahi keluarga di kampung halaman. Bahkan ada TKW yang bekerja sambil kuliah di Hongkong agar ketika pulang nanti memiliki masa depan yang lebih baik.

 

IMG_20150624_184825
sharing cerita dengan para perempuan tangguh, pejuang keluarganya

Sebagaimana cewek-cewek pada umumnya kalau ngumpul selain bergosip kami juga berbagi resep masakan, karena tahu gue berasal dari Palembang, mereka minta diajarkan cara membuat pempek, sebenarnya gue jarang sekali membuat pempek sendiri kebanyakan beli hehehe, tapi gue gengsi dong sebagai orang Palembang tapi gak bisa membuat pempek jadilah mengingat-ngingat resep pempek yang pernah diajarkan oleh tante gue (kalau gak enak salahkan Cinta, tante gue dan teman-temannya ya). Gue mencatatkan dan mengajarkan cara membuat pempek baik yang menggunakan ikan dan tanpa ikan, mereka senang sekali dan gue simpan rahasia bahwa gue sebenarnya gak begitu pinter membuat pempek melainkan pinter mengingat cara membuat pempek 😀

Waktu berbuka puasa tiba, teman-teman TKW membuka bekalnya masing-masing, gue dikasih sekantung leci dan bakwan dengan cabe rawit, sungguh gue terharu sampai hampir menangis karena makan bakwan dengan cabe rawit di negeri orang adalah suatu anugrah terindah buat gue, ternyata memberi sesuatu ke orang lain bukan dilihat dari mahalnya tapi pas waktu memberikannya dengan kebutuhannya sehingga pemberian kecil menjadi berarti bagi penerimanya.

IMG_20150624_194011
Mengantri masuk ke kantin

Selesai makan ta’jil puasa lanjut sholat maghrib, setelah sholat barulah kami antri di kantin (jangan dibalik ya) untuk makan besar. Antriannya panjang banget sampe ke lantai bawah, tapi karena rame-rame sambil ngobrol tidak terasa lamanya mengantri. Akhirnya setelah 15 menit kami masuk ke kantin dan mendapatkan sepiring nasi kari yang sangat-sangat lezat, di atas meja kantin yang bundar sudah terhidang buah-buahan dan cemilan seperti kue dan lumpia udang yang lagi-lagi sangat-sangat lezat, wajar jika kantin ini sangat terkenal di Hongkong.

IMG_20150624_195946
Kantin sangat ramai dengan jemaah dari berbagai negara
IMG_20150625_184603
Ta’jil diatas meja kantin, ini enak banget lho
IMG_20150624_195101
Nasi Kari yang sangaaat lezat tak terlupakan
IMG_20150624_195107
Kebersamaan saat makan, kangen suasana ini

Gue ketagihan dengan kelezatan makanan kantin ini sehingga besoknya gue kembali buka puasa di sini (hahaha nyari alasan). Kedua kali datang ke sini gue dapat pengalaman unik yaitu melihat seorang gadis China cantik dan masih muda sedang belajar sholat, tampaknya dia baru menjadi muslim. Dia sholat pakai baju dan celana panjang sedangkan kepalanya di tutupi selendang. Memakai mukena adalah budaya orang Indonesia sementara muslim dari belahan dunia yang lain tidak memakai mukena karena bukan budaya mereka, tidak berarti yang memakai mukena adalah yang paling benar dalam etika berbusana untuk sholat. Tuntunannya adalah menutup aurat dari ujung rambut sampe kaki kecuali muka dan telapak tangan, mau modelnya seperti apa tergantung budaya dan kebiasaan ditiap negara.

Di kantin kali ini gue duduk di meja bundar sebelahan sama cowok China yang cakep banget mirip Andy Lau waktu masih muda. Dia muslim dan bisa sedikit berbahasa inggris. Hati gue dilema dan galau, tegur gak ya…tegur gak ya…hahaha ya udah gue tegur nih (yes…sorak hati gue). Sayang kan ada yang cakep disebelah tapi dicuekin saja :D.

Gue       : “Can you speak English?”

Dia          : “Yes, but little”

Gue       : “Where are you from?”

Dia          : “Guangzhou”

Gue       : “bla…bla###@@@$$$&&%%*** (mulai modus)

Dia         : “bli…bli###@@@$$$&&%%***

Dan seterusnya obrolan kami berlanjut sampai sepiring nasi kari gue dan dia habis, ya Tuhan please hentikan waktu saat ini, gue gak mau saat indah seperti ini segera berakhir, gue ingin lebih lama bersamanya (doa yang lebayyy contoh korban drama Korea). Begitulah efek samping kebanyakan nonton drama Korea, nona Pink inget ya ini bulan puasa jangan mikirin cowok terus, Astaghfirullahalaziim tapi..kan..tapi kan dia cakep mirip Andy Lau hahaha.

Jadi nih cowok jauh-jauh datang dari Guangzou untuk berbuka puasa di masjid Wanchai Hongkong ckckck…masih jauhan gue yang datang dari Indonesia, hidup Indonesia!!!. Seadik nama muslim cowok China yang cakep ini, bekerja sebagai karyawan disalah satu perusahaan perdagangan di Guangzhou China dan kampung halamannya ada di Yunnan. Mengetahui gue traveler dari negeri yang jauh dia memberikan alamat kantor dan kontak pribadinya sambil berpesan untuk tidak sungkan menghubunginya jika gue melanjutkan perjalanan ke Guangzhou atau Yunnan. Bagaimana Seadik bisa mengenal islam dia dapatkan saat kuliah di Rusia. Thanks ya Seadik membuat gue belajar sesuatu dari cerita-ceritamu, buka puasa gue jadi bertambah-tambah nikmatnya karena dimakan didekatmu:D

Sungguh hati gue tertinggal di masjid Wanchai, pada persaudaraan dan kehangatan TKW dan saudara sesama muslim yang gue temui di masjid dan pada makanan kantin yang sangat enak hingga sulit untuk dilupakan.

Jika kalian berkesempatan ke Hongkong, gue rekomendasikan makan di kantin masjid Wanchai ini dan semoga bertemu jodoh bagi yang jomblo hehehe.

Alamat Masjid Wanchai: 40 Oi Kwan Road, Wanchai Hong Kong

Cara ke sini: naik MTR stop di stasiun Wanchai atau ferry dari Kowloon menuju Wanchai pier, harus jalan kaki menyusuri Wan Chai Road sampai ketemu sevel lalu belok kanan, lokasi masjid ada di belakang sevel ini.

 

 

Iklan

17 thoughts on “Antara Jodoh dan Perjuangan Berbuka Puasa di Masjid Wanchai

  1. omnduut 7 Juni 2016 / 6:20 pm

    Aku ke sini mau makan ditolak. Padahal jauh, pake nyasar, kaki bengkak hwhw. Hanya hari2 tertentu dibuka untuk umum. Hiks

    Suka

  2. nyonyasepatu 7 Juni 2016 / 8:48 pm

    Kapan ya ke HK lg biar main kesini hehe

    Suka

  3. Pink Traveler 8 Juni 2016 / 7:42 am

    semoga kak Noni bisa ke Hongkong lagi trus main ke kantin masjid, makanannya emang enak banget kak terutama bagi penggemar dimsum

    Suka

  4. Pink Traveler 8 Juni 2016 / 7:44 am

    iya emang butuh perjuangan ke masjid wanchai ini, alhamdulillah aku bisa makan di sini meskipun bukan menu2 yang dijual di kantin tapi makanannya enak banget omnduut

    Suka

  5. evrinasp 9 Juni 2016 / 6:24 pm

    Kerenlah dirimu mbak solo traveling sendiri ke sana ya, sudah merasakan buka puasa dan puasa di negeri orang, kangen Indonesia gak? hehe

    Suka

  6. Pink Traveler 10 Juni 2016 / 8:30 am

    kebetulan saja jatah liburnya di bulan puasa dan ada tiket promo, mau gak mau tetap traveling di bulan puasa, iya kalo lagi di luar negeri emang berasa kangennya terutama makanan

    Disukai oleh 1 orang

  7. @eviindrawanto 10 Juni 2016 / 11:40 am

    Aku nunggu kelanjutan kisah dengan Andy Lau muda ini nih. Mudah-mudahan dia masih jomblo ya hahaha

    Suka

  8. Pink Traveler 10 Juni 2016 / 11:45 am

    susah mbak komunikasinya, di China medsos yg kita pake gak dipake disana, pernah lewat sms-an tapi gak efektif, ya sudahlah Andy Lau pun berlalu hahaha

    Suka

  9. evrinasp 11 Juni 2016 / 6:53 am

    keren beranian nih mbaknya, jadi pengalaman spiritual tersendiri

    Suka

  10. Katerina 23 Juni 2016 / 2:10 pm

    moduss Andi Lau haha

    Suka

  11. Pink Traveler 21 Juli 2016 / 4:22 pm

    mumpung masih jomblo mbak bisa tebar pesona ma cowok2 cakep hehehe

    Suka

  12. Fitria wulandrai 7 Agustus 2016 / 10:38 am

    Wihhh. Keren bnget!! Salut buat pink traveler yg sllu ngsih info tmpt yg kren2. Nona pink beruntung skli bisa ke masjid wanchai dan bisa menikmati hidangan buka puasa grtis. Walaupun harus lama nunggu hidngan ny smbil berbaris-baris . lanjut ktmu TKW yg berjuang optimis. Dan smpe ktmu cowok yg cool abis(mungkin bu*krna sya jg gk tau siapa itu andy lau hheh)
    .. *di tunggu trip2 kren selnjutnya nona pink^^

    Suka

  13. Nasirullah Sitam 23 Agustus 2016 / 8:09 am

    Sensasinya mesti beda, di tempat yang jarang kita datangi terus menemukan masjid dan bisa berbuka bareng di sana sesama muslim tetap menjadi cerita yang menarik dan tak terlupakan 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  14. Pink Traveler 23 Agustus 2016 / 9:01 am

    iya rasanya terharu bisa berbuka puasa di masjid dimana muslim minoritas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s