Jus Mangga Termahal Ada Di Heli Bar Ho Chi Minh City

DSCN4427
View kota HCMC dari Heli Bar Di Sore Hari

Besok lusa trip gue selesai di Ho Chi Minh City (HCMC) tapi gue belum ada ide mau ngapain lagi di sini, untuk trip di bulan puasa kali ini gue santai abis sama sekali tidak pakai itenary selama 16 hari backpacking,  pokoknya berjalan mengikuti kemana langkah kaki membawa, duileh sampe segitunya ya. intinya sih gue gak dikejar-kejar target musti ke sana atau ke sini, capek kali main kejar-kejaran kan niat ngetrip buat liburan dan bersantai jadi lakukan saja yang membuat gue happy tanpa beban karena pakai duit sendiri #bukantripDPR

Kepikiran mau ke Sky Deck di gedung paling tinggi di HCMC biar bisa ngeliat kota HCMC dari ketinggian tapi gak jelas dimana tempat pastinya dan bagaimana ke sana termasuk biayanya, maklum saja Pink khawatir dikenakan tiket masuk yang super mahal #malasbrowsing. Tapi dasar sudah jodoh ya gue bertemu 2 traveler cewek asal Malaysia di tempat pembuatan coconut candy alias dodol pada saat tur Delta Mekong, nah 2 traveler ini berceritalah tentang Sky Deck di Bitexco Financial Tower gedung tertinggi alias pencakar langit di HCMC, mereka menganjurkan lebih baik ke Heli Bar lantai 51 daripada ke Sky Deck (lantai 49) karena pemandangannya sama  saja tetapi kalau di Heli Bar bisa sambil nongkrong manja dengan harga lebih hemat dengan cara memesan minuman paling murah lalu nongkrong sepuasnya di Heli Bar sambil memandangi kota HCMC dari ketinggian daripada membeli tiket Sky Deck seharga 200.000 VND. Sebuah ide cemerlang yang membuat gue bersemangat untuk ke Heli Bar.

DSCN4294
Bitexco Financial Tower Desainnya Terinspirasi Dari Bunga Lotus (Bunga Bangsa Vietnam) Yang Didesain Oleh Mr. Carlos Zapata

Gue sudah menyusun rencana malam ini akan ke Heli Bar setelah berbuka puasa di Masjid Central HCMC karena lokasi masjid dan gedung Bitexco Financial Tower ini berdekatan, tapi apa mau dikata kenyataan tak seindah rencana, hujan turun membuyarkan semua angan sehingga gue menunggu hujan reda sambil makan Pho Sapi dan Vietnam Spring roll di restoran D’Nyonya (halal resto) di samping Masjid Central HCMC, setelah hujan berhenti gue pulang ke hostel berjalan kaki menyusuri keramaian kota HCMC di malam hari.

DSCN4435
Heli Pad Di Depan Heli Bar

Hari ini gue menyusun rencana kembali ke Heli Bar yang sempat gagal semalam, ini adalah malam terakhir gue di HCMC dan besok harus balik ke Kuala Lumpur, sehingga gue memutuskan untuk ke Heli Bar di sore hari jam 5 sambil menunggu sunset dan berbuka puasa. Gue sengaja memilih jam 5 sore karena akan mendapatkan 3 view sekaligus untuk satu kali kunjungan (gak mau rugi), pertama saat sore hari dimana matahari masih bersinar cukup terang, kedua saat sunset dan ketiga saat malam hari dimana bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota asalkan mau bersabar nongkrong cukup lama, yaelah nongkrong manja di Heli Bar pastilah gue betah berjam-jam juga demi hunting foto pemandangan kota HCMC dari ketinggian.

DSCN4438
Sungai Saigon Di Lihat Dari Heli Bar
DSCN4447
Benh Than Market Di Lihat Dari Ketinggian

Gue jalan kaki aja dari hostel menuju gedung Bitexco Financial Tower ini hitung-hitung olahraga, sampai di gedung yang ternyata lantai dasar dan beberapa lantai diatasnya digunakan sebagai shopping mall, langsung gue bertanya ke mbak-mbak di bagian informasi dimana arah menuju ke Heli Bar, gue diberi tahu arahnya dengan naik lift satu lantai lantas belok ke kiri nanti akan bertemu mbak-mbak dan mas-mas berseragam kantoran serba hitam yang rapi dan elegan yang tugasnya akan mengantarkan ke lift khusus yang langsung terhubung ke Heli Bar, wah…wah berasa kayak orang penting ya tamu Heli Bar ini. Gue yang cuma pakai sendal jepit dan busana kasual yaitu jeans dan kaos pun berasa ciut mental takut dipandang sebelah mata sama petugasnya, ternyata gue salah sangka mereka memperlakukan gue dengan sangat hormat meskipun pakaian gue sama sekali gak sesuai untuk datang ke tempat berkelas macam Heli Bar ini.

DSCN4409
Lantai Dasar Gedung Bitexco Financial Tower Digunakan Sebagai Shopping Mall

Sebelum masuk lift gue ditanya sama petugasnya berapa orang yang datang, ya gue cuma datang sendiri lalu si mbak menelpon mungkin konfirmasi ke bagian reservasi, ternyata gue diperbolehkan masuk lift lalu diantarkan mbaknya ke lift dan dipencetkan pula ke lantai 51. Gue kira dari lantai 2 ke lantai 51 bakal nunggu lama dan pusing selama di lift ternyata gue salah lagi, lift naik dengan kecepatan super-duper cepat gak berasa apapun bagaikan hanya beberapa kedipan mata gue sudah sampai di lantai 51. Sampailah gue ke Heli Bar lalu diantar menuju tempat duduk oleh waiter lantas gue duduk dengan manjanya hehehe.

Waiter datang memberikan daftar menu yang isinya didominasi minuman yang bernama aneh dan hanya sedikit menu makanan ringan. Kebanyakan minumannya diracik menggunakan beragam alkohol. Minuman paling murah yang halal gue minum adalah Coca Cola seharga 120 ribu VND, lalu air mineral sebotol seharga 165 ribu VND, jus buah seharga 185 VND dan milkshake seharga 240 ribu VND. Asli gue pusing milih minuman apa yang membuat gue gak rugi-rugi amat membelinya, akhirnya gue memutuskan membeli jus mangga saja seharga 185 VND atau sekitar 100 ribu lebih jika di kurs ke rupiah. Ini jus mangga termahal yang pernah gue beli dengan pertimbangan jus buah baik untuk kesehatan dan cocok untuk menu buka puasa karena manis (mencoba menghibur diri karena terbayang-bayang harganya).

thumb213899
Jus Mangga Termahal Harus Difoto Agar Selalu Diingat

Setelah membayar di kasir barulah jus mangga disajikan dengan anggun oleh waiter,  gue bisa melihat proses pembuatan minuman langsung dari meja bartendernya karena mejanya terletak di samping gue duduk. Gue yang masih puasa hanya bisa menelan air liur melihat jus mangga dingin gue ada di atas meja. Sambil menunggu jam berbuka gue mengelilingi Heli Bar ini, membidikkan kamera ke berbagai objek terutama pemandangan gedung tinggi dan membuat video suasana di dalam Heli Bar.

DSCN4431
Bisa Melihat Langsung Minuman Pesanan Kita Dibuat

 

Kelar jeprat-jepret untuk sesi foto sore hari gue duduk manja di kursi, rasanya gak enak kayak ada yang kurang kalau nongkrong di tempat tertinggi dan romantis seperti ini tetapi hanya sendirian. Rupanya Tuhan mendengar doa kecil gue, tiba-tiba datanglah cowok cakep berwajah oriental duduk di samping gue, waduh kok bisa ya?. Terjadilah perkenalan standar  yang dimulai dari pertanyaan yang juga standar.

Gue                          : Are you Korean? Karena look nya oriental dan gue paling sering ketemu traveler dari Korea kemanapun gue pergi backpacking sehingga gue berasumsi seperti itu

Cowok oriental     : I am from US

Hening sesaat karena jawaban dia diluar dugaan gue

Gue                            : I am from Indonesia

Cowok oriental      : Actually my parents from Surabaya but I was born and grew up in US

and my name is Patrick

Gue                                : Gubraaaakkkkk…..(hahahaha ngakak guling-guling ternyata doi orang Surabaya)

Jadi Patrick ini tinggal di Colorado US, bapak ibunya asli orang Surabaya tapi dah lama tinggal di US sehingga  Patrick tidak bisa bahasa Indonesia. Ibunya Patrick masih suka masak makanan Indonesia di rumah dan masih sering ngumpul bareng mungkin semacam arisan gitu dengan orang-orang Indonesia di Los Angeles #orangIndonesiademenarisan. Patrick ke HCMC dalam rangka solo backpacking ke Vietnam dan Kamboja.

Senang rasanya mendapatkan teman baru dan bisa ngobrol asik karena kami berdua sama-sama solo backpacker di HCMC dan berdarah Indonesia pula sehingga percakapan jadinya nyambung.

Tidak terasa waktu berbuka puasa tiba, gue minum jus mangga termahal ini dengan penuh perasaan karena ingat akan harganya hehehe sementara Patrick yang duduk di samping gue minum segelas Tiger (merk bir). Gue dan Patrick emang berbeda tapi itu bukan alasan untuk tidak menjalin pertemanan bukan?

Obrolan beralih dengan hunting foto, gue dan Patrick sibuk jeprat-jepret pemandangan saat sunset dan menjelang malam lalu Patrick meminta gue untuk mengambilkan foto dirinya berlatar belakang pemandangan kota HCMC di malam hari, gue mengarahkan gaya Patrick agar dia mendapatkan foto terbaiknya, tampaknya dia puas dengan hasil fotonya lalu kami asyik memandangi keindahan kota HCMC di malam hari.

DSCN4451
View Kota HCMC Di Sore Hari
DSCN4471
View Sunset Dari Heli Bar
DSCN4485
View Sunset Dari Heli Bar
DSCN4494
View Kota HCMC Menjelang Malam
DSCN4484
View Benh Than Market Menjelang Malam
DSCN4517
View Kota HCMC Di Malam Hari
DSCN4526
View Kota HCMC Yang Dibelah Sungai Di Malam Hari

Setelah puas memfoto kota HCMC dari berbagai sudut karena Heli Bar ini 360 derajat viewnya alias bentuk barnya lingkaran, gue dan Patrick berpisah menuju tujuan masing-masing sambil saling berucap “nice to meet you”.

Gue turun dari lantai 51 menuju lantai 50 yang ternyata terdapat Sky Cafe yang ramai orang makan lalu gue bertanya sama petugasnya apa bedanya Heli Bar dan Sky Cafe, kata petugasnya Sky Cafe khusus tempat makan rame-rame untuk segmen keluarga. Jadi kalau mau melihat pemandangan kota HCMC dari ketinggian secara group lebih baik ke Sky cafe saja karena pilihan makanan dan minuman kemungkinan lebih banyak.

Jus mangga termahal yang gue minum di Heli Bar sepadan dengan pemandangan kota HCMC dari ketinggian yang gue saksikan mulai dari sore hari, sunset dan malam hari. Gue pengen memberikan penghargaan untuk jus mangga tersebut sebagai jus mangga termahal yang diminum di tempat tertinggi dan teromantis di HCMC, boleh kan?

Malam terakhir di Ho Chi Minh ditutup dengan manis sebelum besok pulang ke Kuala Lumpur……

 

Secuil info:

Bitexco Financial Tower adalah gedung tertinggi di HCMC dengan tinggi 262 meter terdiri dari 68 lantai yang berfungsi sebagai hunian, kantor, tempat shopping, Sky Deck, tempat makan dan Heli Pad. Mulai dibuka sejak tahun 2011 dan menjadi gedung tertinggi nomor 124 di dunia.

Sky Deck :Operation hour = Monday-Sunday, 09:30 – 21.30 HTM: 200.000 VND

http://www.saigonskydeck.com

Address : Ho Tung Mau Street No 36 District 1 HCMC

Heli Bar : Opening Hour = 10:00-02:00

Address: 51st Floor, Bitexco Financial Tower

Tel: +84 86 291 8751

14 thoughts on “Jus Mangga Termahal Ada Di Heli Bar Ho Chi Minh City

  1. Fajar Permana 27 Juli 2016 / 3:26 pm

    Widiih.. Jus mangga 100rbu.. Bisa beli 10 cup lebih di kita.. Hehe

    Tapi tempatnya mantaapp…

    Itung2 sewa tempat, dapet gratis jus mangga aja ya mbak 😀

    Suka

  2. Deddy Huang 27 Juli 2016 / 3:26 pm

    Mantep ulasannya. Terus dak foto berdua sama Pattrick

    Suka

  3. Pink Traveler 27 Juli 2016 / 3:45 pm

    kakak pink terlalu malu koh karena si Patrick ini cakep banget dan hmm lebih muda dari pink hehehe

    Suka

  4. Pink Traveler 27 Juli 2016 / 3:46 pm

    iya mending ke Heli Bar lah dapet minum plus duduk lha kalo di sky deck 200 ribu VND cuma berdiri doank

    Suka

  5. cumilebay.com 27 Juli 2016 / 3:50 pm

    Manja nongkrong nya kekinian sangat.
    Jus mangga di deket rumahku harga nya 12 rebu.

    Tiap hari gw beli jus, mulai sirsak jambu mangga belimbing dll dengan harga antara 8 – 15 rebu.

    Kalo ngafe atau ngemall, pantang buat gw beli jus, mending beli deket rumah

    Disukai oleh 1 orang

  6. Pink Traveler 27 Juli 2016 / 3:55 pm

    apalah daya om gak ada yang bisa diminum selain jus, coca cola dan air putih selain itu minuman beralkohol terpaksa beli jus karena sekalian buka puasa

    Suka

  7. Salman Faris 30 Juli 2016 / 9:51 pm

    walahhh jus seharga dua malam penginapan itu bikin gimana gitu hahaha tapi untungnya pemandangannya bagus banget ya

    Suka

  8. Pink Traveler 1 Agustus 2016 / 9:09 am

    yah ke Heli Bar ini dipaksain demi hunting foto budget makan dan transportasi dikurangin hehehe

    Suka

  9. Firsty Chrysant 8 Agustus 2016 / 11:11 am

    weeeeww. keren ngetripnyaa… 🙂

    Anggap aja biaya masuk bar dapet minum gratis… lah kalau di menara kembar naik bayar juga kan ya

    Disukai oleh 1 orang

  10. Pink Traveler 8 Agustus 2016 / 11:37 am

    iya daripada beli tiket ke sky deck gak dapet minum mending beli minum dapat lihat kota HCMC dari atas

    Suka

  11. niee 9 Agustus 2016 / 2:24 pm

    Patrick itu kayak anaknya mas arman ntar gede ya.

    Aku jadi membayangkan dia bilang my parent from jakarta. Aku juga lahir dijakarta tapi gedenya di LA 😆

    Suka

  12. Pink Traveler 9 Agustus 2016 / 2:32 pm

    hahaha iya bener itulah dilema anak indonesia yang lahir dan besar di luar negeri pasti mengalami penyesuaian bahasa dan budaya kayak cinta laura yg dibully gara2 logat bahasa indonesianya yg kebarat-baratan padahal dia gak sengaja emang bawaan asal

    Suka

  13. siti nurjanah 11 Agustus 2016 / 8:22 pm

    wow jus mangga 100. gimana tuh rasanya ms pink mirip nggak sama yang ada di indonesia. enakan yang mana tuh.? wah kalau saya sih nggak tega minumya kalau terbayang harganya
    good luck ms.pink

    Disukai oleh 1 orang

  14. Pink Traveler 12 Agustus 2016 / 7:39 am

    ya rasa mangga sama aja, makasih sudah mampir ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s