Mencoba ETS Platinum, Kereta Cepat Dan Mewah Ala Bullet Train Di Malaysia

12113429_396062573937760_8738455403823899084_o
Mirip Bullet Train ya kereta ETS ini (source : railtravelstation.com)

Menjadi traveler memang harus siap jika terjadi sesuatu di luar rencana seperti gue yang terpaksa harus mengeluarkan biaya lebih mahal akibat tidak browsing jadwal kereta api dari KL ke Butterworth karena di tahun 2013 sudah pernah ke Butterworth naik kereta api dari KL Sentral sehingga yakin jadwal kereta tidak berubah (pengalaman aja tidak cukup ternyata, Pink masih butuh browsing juga kali…)

Sampai di KL Sentral sudah sore karena pesawat jadwal terbangnya diundur selama 4 jam untung pesawat AA sudah memberi tahu lewat SMS malamnya, jadi nggak begitu sebel. Gue langsung ke counter kereta api dan berniat membeli kereta malam jam 23.00 ke Butterworth sehingga gue bisa berhemat budget menginap di hostel karena sampai ke Butterworth (Penang) pagi hari. Ternyata jadwal kereta api sudah berubah (cuma status gue aja yang belum berubah hehehe) kereta malam adanya jam 9 malam yang jam 11 malam udah pensiun sehingga jika gue ambil kereta yang jam segitu maka gue akan sampai di Butterworth jam 2 atau 3 pagi. Sebagai cewek yang traveling sendirian jelas nyampe stasiun pagi buta membuat nyali ciut, Pink takut diculik hiiiii.

Akhirnya gue memutuskan menginap saja di KL dan stay di hostel satu malam dan naik kereta besok pagi saja. Lirik lagu Uut Permatasari “Pacarku memang dekat lima langkah depan pintu, gak perlu kirim surat sms juga gak usah” pas untuk menggambarkan lokasi Marquee Guesthauzze, hostel tempat gue nginep satu malam yang tinggal ngesot ke Pasar Seni seharga 32 Ringgit untuk kamar dorm.

Di hostel gue memberi tahu Farah teman blogger asal Malaysia (alamat blognya http://www.thatsofarah.com) yang akan menjemput gue di stasiun bahwa gue gak jadi naik kereta malam dan mengambil kereta pagi karena gak mau sampai di Penang pagi buta, Farah justru menyayangkan keputusan gue untuk stay di KL karena dia bersedia jemput tengah malam buta itu, gue kan serba gak enakan merepotkan orang yang berbaik hati mengundang gue main ke rumahnya jadi gue bilang ke Farah jemputnya siang hari saja.

Esok pagi jam 08.00 gue sudah ke KL Sentral dan membeli tiket kereta ETS (Electronic Train Service) terus di counter tiket gue minta ke petugasnya kereta yang paling cepat lantas gue dikasih tiket kereta seharga 79 Ringgit (dalam hati gue mikir, gila ya tiketnya mahal abis, naiknya 2 kali lipat dari dulu yang cuma 35 ringgit). Gue beli aja tuh tiket kereta karena terpaksa harus sampai ke Penang hari ini karena sudah janji dengan Farah.

Setelah menunggu di ruang tunggu, jam 9 kurang penumpang dipanggil untuk masuk ke dalam kereta ETS ini yang katanya kereta cepat Malaysia, gue masuk ke dalam gerbong kereta yang mewah dengan desain futuristik minimalis, kursi yang empuk, layar monitor plus AC yang sangat dingin dan masih banyak lagi plus-plusnya.

Kereta ETS berangkat tepat waktu jam 09.00 pagi, Pink merasa bak princess menjadi penumpang di kereta ETS mewah ini, bukan cuma Princess Syahrini yang bisa duduk manja di pesawat yang mahal, Pink juga bisa meskipun baru kereta api (serupa tapi tak sama) hahaha.

DSCN2432
Gerbong dan tempat duduk di dalam ETS Tipe Platinum

Harga tiket 79 Ringgit alias 250 ribuan yang harus gue bayar untuk naik ETS ini sepadan dengan kualitasnya baik fasilitas maupun servicenya. Gue terkagum-kagum dengan kereta ETS ini setidaknya meskipun belum pernah naik bullet train di Jepang atau negara lain, bisa naik ETS ini saja Pink udah bersyukur sekali (mudah sekali Pink bersyukur ya).

thumb207608
Kursi kereta yang empuk

Karena kereta ini sepi penumpang, gue dapat tempat duduk yang kosong di sebelahnya, jadi enak buat duduk manja, ditambah lagi ada cowok bule cakep yang duduk di depan Pink, sendirian lagi, duh kok jadi enak gini ya hahaha. Kami berdua berasa kayak orang lagi pacaran, duduk berdua berhadap-hadapan (astaghfirullah ini ujian tapi ya menikmati). Inilah yang membuat gue seneng traveling sering dipertemukan sama cowok bening-bening kek gini disuasana yang romantis dramatis hahaha (yuk lah jangan takut solo traveling nih buat cewek-cewek diluar sana).

Gue penasaran sama toilet kereta ETS ini jadilah gue masuk kedalamnya padahal kebelet pipis juga karena AC yang terlalu dingin sih. Toiletnya cukup luas, bersih dan kondisinya kering serta tidak berbau ditambah lagi peralatan toiletnya lengkap ada westafel, tisu, tempat sampah dan sabun pencuci tangan plus ramah alias bisa digunakan oleh penyandang cacat (kereta yang perhatian).

DSCN2435
Kloset bersih, lantai kering dan bisa digunakan oleh penyandang cacat
DSCN2436
Westafel Toilet

Selain mencoba toilet, Pink juga masuk mushola yang disediakan di dalam kereta tentu saja untuk sholat dhuha bukan numpang tidur. Mushola memang berukuran kecil tapi disediakan keran untuk berwudhu, sejadah dan mukena putih bersih seputih cinta Pink untuk abang plus kursi bagi orang tua/penyandang cacat yang hendak sholat (banyak kan  plus-plusnya).

DSCN2438
Keran tempat berwudhu di mushola ETS
DSCN2437
Mushola di kereta ETS Platinum

Sholat di dalam kereta yang sedang melaju memang butuh perjuangan juga karena goyang-goyang tapi hati tenang bila selalu ingat Tuhan dimanapun berada (edisi lagi sholehah ini)

Waiter datang ke meja gue mengantarkan bungkusan kertas coklat yang rapi dan setelah dibuka isinya makanan bukan kado ulang tahun,isinya yaitu sekotak Milo dan 2 buah cake yaitu Banana Cake dan Brownies. Pink benar-benar dimanjakan sebagai penumpang. Kalau kurang kenyang kita juga bisa pesan makanan, kebetulan kursi Pink dekat pantry sehingga bisa melihat makanan yang disajikan di pantry yaitu beragam sandwich (menunya bule banget ya).

DSCN2441
Snack yang dibungkus rapi dengan kertas
DSCN2439
Isi bungkusan yang dibagikan ke penumpang
DSCN2430
Keren ya pantry di dalam kereta ETS Platinum ini
DSCN2429
Pantry bersih dan desainnya cakep
DSCN2440
Waiter dan waitress yang melayani di pantry, kelihatan enak ya sandwichnya

Selama perjalanan kereta ETS ini tidak banyak berhenti di stasiun dan berhentinya pun hanya dalam hitungan sekian menit saja jadi jangan sampai terlewat stasiunnya, kita bisa memantau dari layar monitor yang disediakan sudah sampai di stasiun mana. Gue melihat pemandangan dari kaca jendela kereta selama perjalanan, kurang lebih mirip dengan daerah Sumatera banyak kebun kelapa sawit juga.

DSCN2451

DSCN2454

DSCN2456
Ada danau juga
DSCN2455
cantik ya pemandangannya

Setelah 3,5 jam perjalanan, gue sampai ke stasiun Bukit Mertajam, satu stasiun sebelum Butterworth, tempat gue janjian bertemu Farah karena rumah Farah ada di Kulim City Kedah bukan di Penang tetapi dekat jika ingin ke Penang.

DSCN2462
Stasiun Bukit Mertajam yang bersih dan tampak baru, iri ya lihat stasiun keren seperti ini

Gue masih penasaran dengan harga tiket kereta yang mahal dan jenis kereta yang gue naikin karena mewah sekali sehingga gue bertanya sama Farah berapa harga tiket kereta api sekarang kok mahal banget. Setahu Farah harga tiket kereta ETS itu sekitar 59 ringgit dan dia juga heran kenapa tiket yang gue beli bisa mahal sekali. Ah perkara tiket kereta yang mahal ini sejenak gue lupakan karena ingin menikmati perjalanan gue, disamping itu kereta ETS ini memang fasilitasnya oke banget dan keretanya cepat tanpa banyak berhenti di stasiun jadi gak begitu membuat sesak di hati cuma kantong aja jadi tambah tipis.

Sepulang traveling  16 hari ke tiga negara gue browsing tentang kereta ETS, kereta yang gue naikin ini kelas Platinum (ini tipe kereta ETS termahal ternyata). Salah gue juga minta ke petugas konter tiket yang paling cepat hehehe ya dikasih yang mahal lah. Pantes gak banyak yang naik ini, duh berasa jadi orang kaya, amiin #berdoayangkhusyuk. Meskipun mahal gue menghibur diri anggap saja ini membeli pengalaman, kalo tidak kejadian seperti ini kan gak bisa jadi cerita tentang ETS Platinum.

Pink info:

Sekarang perusahaan kereta api Malaysia KTMB mengeluarkan kereta super cepat ETS  (Electric Train Service) yang melayani rute semenanjung Malaysia dari KL Sentral, Gemas dan menyusul Johor Bahru (JB Sentral). Kecepatan kereta 160 km/jam, kereta ETS ini menghemat waktu perjalanan sampai setengahnya jadi wajar sekarang ke Butterworth dari KL Sentral hanya 3,5 jam saja.

Ada 3 tipe kereta ETS:

ETS Platinum Service memiliki sedikit sekali pemberhentian dan paling cepat sampai ke tujuan sehingga harga tiketnya paling mahal.
ETS Gold Service pemberhentiannya sedikit dan paling banyak kereta tipe ini.
ETS Silver Service berhenti di setiap stasiun dan paling murah harganya tentu saja sampainya yang paling lama.

Informasi tentang ETS dan transportasi di Malaysia silahkan klik http://www.train36.com

Nah gimana jadi bisa milih kan mau naik ETS tipe yang mana?

 

Iklan

24 thoughts on “Mencoba ETS Platinum, Kereta Cepat Dan Mewah Ala Bullet Train Di Malaysia

  1. @eviindrawanto 11 Agustus 2016 / 11:46 am

    Bagus Ya keretanya Mbak pink. Dan lebih bagus lagi semangat Solo traveling nya, Acung jempol 12. Jadi memang setiap perjalanan gak boleh take it for granted ya, mesti browsing dulu 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Pink Traveler 11 Agustus 2016 / 12:07 pm

    iya mbak evie, Pink kepedean akhirnya gitu deh membayar lebih mahal akibat malas nyari info tapi tetap merasa untung dengan pengalaman naik ETS Platinum ini

    Suka

  3. Jejak Parmantos 11 Agustus 2016 / 1:40 pm

    Keren ya keretanya… jakarta-bandung jadi dibangun enggak ya?

    Disukai oleh 1 orang

  4. Pink Traveler 11 Agustus 2016 / 1:48 pm

    semoga nanti jadi jakarta-bandung jgn cuma wacana aja

    Disukai oleh 1 orang

  5. Ervina Fasha 11 Agustus 2016 / 5:10 pm

    Keren banget keretanya Ms. Pink! Emang kalo udah takdir mah nggak kemana ya. Gara-gara ketakutan, jadi naik kereta kelas vip deh hihii

    Disukai oleh 1 orang

  6. reuhan 11 Agustus 2016 / 5:28 pm

    Wahhh^^ Jadi pingin ikutan nih Ms. Pink 🙂 Pengalaman yang pastinya nggak bakal pernah dilupakan. keberanian Ms. Pink untuk pergi sendirian harus jadi contoh bagi yang lain. Good luck, Ms pink^^

    Disukai oleh 1 orang

  7. siti nurjanah 11 Agustus 2016 / 7:57 pm

    keren buk. train nya berkualitas banget . khusus buat para traveler muslimah ini solusi yang tepat kan ngak usah takut dan repot repot lagi kalau traveler trus melaksanakan kewajiban . sipp banget deh buk. jadi pengen jalan jalan keluar negri 🙂 . doa nya ya buk

    Disukai oleh 1 orang

  8. Aas Mega Firsty 11 Agustus 2016 / 8:21 pm

    Wow it’s so nice bu 🙂 kapan ya Indonesia punya yang kayak gitu hihihi

    Disukai oleh 1 orang

  9. ahmadrifai10 11 Agustus 2016 / 8:31 pm

    What a wonderful train :). The price is also wonderful :v. I hope there will be many scientists that can make trains that is faster than this train, and also I actually want to go abroad as well like you ms. pink. Spirit, never give up!!

    Disukai oleh 3 orang

  10. pujismarinda 11 Agustus 2016 / 8:35 pm

    amazing banget, tunggu kami 10 tahun lagi, kami bakal bangun kereta api yang lebih dari itu di indonesia.
    keren banget keretanya, fasilitasnya apalagi. cocok banget buat travellingnya para princess, kayak kita ^^ hehe..
    nanti kalo udah bisa ngasilin uang sendiri mau deh travelling kayak ms.pink. kebetulan saya juga pecinta pink.
    request buat bagi bagi tips travelling aman dan asyik ala ms.pink dong :v

    Disukai oleh 3 orang

  11. Pink Traveler 12 Agustus 2016 / 7:35 am

    oke nanti requesnya dipikirin dulu makasih sudah mampir

    Suka

  12. winnymarlina 12 Agustus 2016 / 5:15 pm

    ada tempat sholatnya juga cakepp moga indonesia juga punya ya kak

    Disukai oleh 2 orang

  13. Pink Traveler 13 Agustus 2016 / 8:12 am

    amiin semoga suatu hari indonesia punya, minimal ke bandung, btw asyik ya bisa ke Padang bareng om Cumi yang seru abis, kulinernya enak-enak banget semoga suatu hari kak Winny diundang untuk datang ke Palembang juga

    Suka

  14. Eky 21 Agustus 2016 / 6:34 am

    Wah ternyata udah beroperasi ya kereta cepat KL-Penang-nya!

    Harganya lumayan affordable juga (79 ringgit) untuk yang paling cepet. Harus coba nih kalo main ke KL, belum pernah ke Penang juga soalnya :))

    Suka

  15. Pink Traveler 22 Agustus 2016 / 9:12 am

    iya udah beroperasi, kalau mau yg ceper ya yg Platinum ini tapi ada yg gold harga 59 lebih murah sedikit, ntar kalo ke Penang coba naik ini ya

    Suka

  16. Setiawan_Djodi 29 Agustus 2016 / 12:00 pm

    itu kereta atau apa mbak pink? kereta kayak hotel, ada musolah ada toilet ada makanan juga yang dibagikan. waw keren banget tuh kereta mbak.nggak kalah kerennya dengan kereta wong kito yang ado di kertapati wkwk. doa in aja mbak pink bisa ngerasakn bgaimna enaknya kereta ETS platinum tuh atau yg lebih bguslh dri ETS platinum tuh…hehehe Aamiin ::))

    Suka

  17. Artdiva 20 Oktober 2016 / 9:15 pm

    Keren dan Islami banget keretanya, ada musolanya. Saya baru naik KLIA Express dan itu sangat memuaskan, apalagi kereta ini ya.

    Suka

  18. Pink Traveler 22 Oktober 2016 / 7:53 am

    coba saja pas ke KL mau ke Penang atau Gemas ngerasain bullet train KW, lumayanlah

    Suka

  19. Shukri 4 November 2016 / 10:01 pm

    ETS ada 3 jenis ETS Platinum dan gold ( Gemas – KL – Padang Besar ), ETS Silver ( KL- Ipoh)… kalau nak jimat masa naik ETS Platinum dapat free makanan, kalau ETS Gold makanan kena beli sendiri di Koc C. ETS adalah perintis kepada jaringan kereta api laju ke China pada masa akan datang… Jaringan kereta api laju KL- Singapura dalam pembinaan yang akan beroperasi tahun 2026 ( 10 tahun lagi )..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s