Badaling Great Wall, Sebuah Perjalanan Panjang Untuk Jadi Pahlawan

DSCN0764
Badaling Great Wall

Gue mengira untuk disebut sebagai pahlawan, gue mesti berperang melawan penjajah, berjuang berdarah-darah atau maju ke medan perang. Ternyata syarat bisa disebut pahlawan di negara Tiongkok cukup sederhana, jika elo berhasil mendaki tembok besar China hingga ke tower tertinggi maka gelar pahlawan bisa elo dapat beserta piagam dan medalinya. Apakah semudah itu menjadi pahlawan?

Di musim dingin menyusuri tangga demi tangga di Great wall ini sungguh tak mudah, batu-batu penyusun tangga tidak rata dan jarak antara satu tangga dengan tangga lainnya begitu lebar membuat kaki terasa berat melangkah, ditambah lagi gue baru pertama kali menggunakan sepatu booth seumur hidup (life goal) dan harus berjalan mendaki Great Wall yang tangganya semakin lama semakin curam saja. Napas gue berasa kayak mau putus, megap-megap bak ikan lele keluar dari kolam tapi gue nggak mau menyerah begitu saja sama seperti petugas pemadam kebakaran yang pantang pulang sebelum padam. Kepalang basah sudah jauh-jauh ke Great Wall, maka opsi menyerah itu gue buang jauh-jauh. Gue harus berhasil naik sampai ke tower tertinggi, begitulah tekad gue yang lemah ini. Masa kalah dengan anak-anak ataupun nenek-nenek yang telah berhasil mendaki sampai ke atas tower tertinggi #gengsi.

DSCN0695
Dari anak-anak hingga orag tua life goal mereka berhasil mendaki Great Wall

Setelah berjalan melewati beberapa tower yang tidak mudah, di depan gue sekarang ada tower tertinggi, gamang rasanya mau lanjut atau tidak karena mendaki ke atas jalannya semakin sempit dan tangganya semakin curam, sungguh gue takut jatuh tergelincir lalu menggelinding seperti bola karena keberatan badan. Gue memutuskan istirahat dulu meregangkan otot kaki yang seperti mau copot saking pegalnya, sekalian mengambil foto-foto Great Wall. Di atas Great Wall ini gue memang tidak mau banyak minum karena khawatir akan kebelet pipis, mencari toilet di dalam Great Wall bukanlah hal mudah, kalaupun ada pasti antreannya panjang dan you know lah bagaimana Nerakanya Toilet di China.

DSCN0717
Seperti inilah kecuraman tangga menuju tower tertinggi
DSCN0720
Butuh tekad yang kuat dan stamina yang bugar untuk bisa sampai ke tower tertinggi

Pelan-pelan dan hati-hati selangkah demi selangkah naik tangga yang sangat curam sambil tangan berpegangan erat dengan pegangan besi di tangga karena takut jatuh, pada akhirnya membuat gue berhasil juga sampai ke tower tertinggi. Jangan tanya bagaimana rasanya, sangat terharu seperti berhasil jadi pemenang olimpiade layaknya Butet dan Owie. Pemandangan dari atas tower juga sangat indah, yaitu gugusan perbukitan berwarna abu-abu yang meliuk-liuk dengan dibelah oleh Great Wall yang sangat panjang, tampak manusia begitu kecil bak semut warna-warni berjalan menyusuri tangga demi tangga di dalam Great Wall.

DSCN0730.JPG
Pemandangan indah dari atas tower tertinggi

Pantaslah Great Wall ini masuk ke dalam salah satu keajaiban dunia dan gue bangga pernah menginjakkan kaki di sini. Gue begitu takjub membayangkan bagaimana benteng sepanjang dan sebesar ini bisa dibuat oleh manusia biasa, bukan seperti kisah Bandung Bandowoso yang bersekutu dengan jin dalam membangun candi untuk Roro Jonggrang dan itupun dia gagal, sungguh Bandung Bondowoso seorang jomblo ngenes.

DSCN0727.JPG
Hebat ya manusia dulu yang membangun benteng sepanjang dan sebesar ini
DSCN0757.JPG
Bisa turun ke bawah pake seluncuran jika capek tapi biayanya mahal

Gue berhak dapat medali dan sertifikat sebagai bukti gue berhasil jadi pahlawan negara, tentu saja ada medali dan sertifikat yang bisa gue miliki tetapi harus bayar karena medali dan sertifikat itu dijual di atas tower. Gue nggak beli sertifikat dan medali karena tidak ada gunanya juga, lha wong foto wisuda saja gue nggak pajang di rumah apalagi sekedar medali dan sertifikat ke Great Wall karena gue udah punya banyak sertifikat #songong. Pada saat pulang, di dekat parkiran banyak toko-toko yang berjualan salah satunya toko penjual medali dan sertifikat ke Great Wall, jadi bagi yang ingin membeli medali dan sertifikat nggak usah sampai naik ke tower tertinggi kalau nggak kuat toh medali dan sertifikatnya asli dan nggak ada yang bakalan mengaudit juga macam ijazah palsu pejabat.

thumb108154
Pahlawan negara masa kini

Sebelum sampai ke Badaling Great Wall perjalanan gue cukup panjang, dimulai dari bangun pagi-pagi sekali, bangun pagi di musim dingin bukanlah perkara mudah ditambah gue juga mandi karena kebiasaan dari tanah air.ย  Jam 7.30 pagi waktu Beijing, gue keluar hostel di saat kabut dan angin dingin berhembus yang mampu membekukan tulang,ย  gue mempercepat langkah menuju stasiun untuk naik subway menuju stasiun kereta api North Railway Station lalu melanjutkan perjalanan ke Badaling.

Sampai stasiun kereta api North Railway, antrian sudah mengular di pintu stasiun dan pintu stasiun akan dibuka jam 9 pagi, bayangkanlah selama satu jam gue mengantri ditengah udara dingin yang menggigit tulang, untung gue beli kartu Beijing Smart Card (sejenis Ez-Link Singapur) sehingga pas masuk stasiun tinggal tap ke mesin tanpa ribet harus beli tiket. Sesudah pintu stasiun dibuka, gue antri bersama calon penumpang lainnya selama satu jam lagi menunggu kereta ke Badaling datang, jadi memakai sistem buka tutup pintu peron.

Setelah kereta datang dan pintu peron dibuka, ratusan penumpang berlari-lari untuk memperebutkan kursi di dalam kereta, jadi penumpang bebas untuk duduk di kursi mana saja. Lari di musim dingin itu susah, badan terasa sangat berat apalagi harus bersaing dengan ratusan penduduk lokal China yang kebanyakan posturnya kurus-kurus membuat gue pasrah jika tidak kebagian tempat duduk di kereta. Alhamdulillah ya traveler sholehah mendapatkan kursi, tak jadi berdiri selama satu jam di kereta dari Beijing ke Badaling.

DSCN0655.JPG
Kereta yang mengantarkan ke Great Wall

Pengalaman pergi dengan kereta api yang membuat gue mengantri lama, membuat gue memutuskan pulang naik bis ke Beijing dan ternyata ini kesalahan yang sangat fatal. Gue yang tidak tahu ada shuttle bus dari Great Wall menuju terminal bis harus bersusah-payah jalan kaki sekitar 1 kilometer menuju terminal bis dan setelah di terminal harus berebut tempat duduk dan tidak kebagian, jadinya gue harus berdiri berdesak-desakan di dalam bus, ditambah lagi jalanan macet karena bertepatan dengan jam pulang kerja menambah penderitaan gue yang semakin lama tersiksa berdiri di dalam bus.

Masih belum cukup juga derita ini, bus baru memasuki kota Beijing saat malam hari, suasana gelap membuat gue nggak tahu sudah di daerah mana bus ini lewat, alhasil gue berulang kali nanya ke sopir apa sudah sampai ke Dongshimen, penumpang bus semakin berkurang memasuki pool bus 919 tujuan Badaling ini, rupanya Dongshimen ini tempat berakhir dan berawalnya dari trayek ke Badaling.

Masalah gue belum selesai sampai di sini karena tempat ini sepi dan gue harus menemukan stasiun subway terdekat, gue nggak bisa bahasa Mandarin dan orang Tiongkok juga nggak bisa bahasa Inggris, bertanya ke warung-warung yang buka di sekitar pool bus tidak ada satupun yang paham, hingga seorang cewek cantik yang masih muda dan mengerti kata subway menolong gue mengantarkan ke stasiun subway. Alhamdulillah gadis manja nan sholehah ini berhasil juga pulang ke hostel di malam hari dengan cuaca yang sangat dingin dan tidak bisa bahasa Mandarin bukanlah hal mudah untuk mencari alamat hostel jika tersesat.

Pesan moral dari cerita ini adalah penampilan bisa menipu, wajah gue boleh keibuan tapi betis gue kebapakan alias kayak laki pulang dari Great Wall ini, tak perlu olahraga berat, Tembok Besar China berhasil menciptakan otot yang kekar di kaki seperti ada telur angsa nempel di betis hiks..hiks.

 

Pinkโ€™s Note:

Cara ke Badaling Great Wall bisa naik bis atau naik kereta api. Gue memadukan keduanya, perginya naik kereta api lalu pulangnya naik bis no 919. Jika naik kereta api maka caranya dengan naik subway line 2 stop di stasiun Xizhimen, stasiun Xizhimen ini stasiun besar, beberapa line subway transfer di stasiun ini. Keluar menuju exit North Railway Station, ada panah maupun petunjuk jelas menuju North Railway Station jadi gak bakal kesasar.

Jika naik bis maka pergi atau pulangnya naik subway line 2 stop di stasiun Jishuitan exit B, carilah gate abu-abu besar dimana bus no 919 tujuan Badaling Great Wall mangkal, patokannya adalah fly over, berjalanlah di jalan bawah fly over sekitar 500 meter (cukup jauh dan sepi apalagi jika malam dan musim dingin) lalu belok kiri sampai ketemu gate abu-abu besar seperti gerbang kerajaan.

Harga kereta api maupun bus sama saja sekitar 6 yuan, kalau pergi berkelompok lebih baik sewa van dari hostel dan pilih jalur Mutianyu Great Wall karena relatif lebih sepi turis.

Perjalanan ke Great Wall memakan waktu satu hari penuh maka jika berencana ke Great Wall, sediakan satu hari khusus yang itenarynya hanya ke Great Wall saja.

 

Iklan

43 thoughts on “Badaling Great Wall, Sebuah Perjalanan Panjang Untuk Jadi Pahlawan

  1. Nasirullah Sitam 5 September 2016 / 2:20 pm

    Wah yang udah jalan kaki mengarungi Great Wall, hahahha. Berarti ntar kalau mengarungi hidup udah kuat dong *kaburrr

    Disukai oleh 1 orang

  2. Pink Traveler 5 September 2016 / 2:28 pm

    iya Great Wall aja aku berani mas mengarungi sendirian apalagi hidup berdua hahaha

    Suka

  3. omnduut 5 September 2016 / 2:36 pm

    Masuk list nih, dulu gak pernah tertarik buat ke Cina daratan, tapi sekarang malah penasaran. Kayaknya challenging banget.

    Suka

  4. Pink Traveler 5 September 2016 / 2:40 pm

    China daratan cantik om, tapi skip aja beijing sm shanghai polusinya tinggi, china kan luas banget dan masing2 tempatnya eksotis

    Suka

  5. @eviindrawanto 5 September 2016 / 4:29 pm

    Aku biarlah tidak jadi pahlawan masa kini karena melihat temboknya saja dada sudah ngos-ngosan. Apalagi kalau harus mendaki, maaapppp….

    Dan Tembok Cina adalah hasil karya tersedih dari umat manusia. Musuh tidak perlu mendaki atau berperang bergerilya untuk masuk, cukup sogok para penjaga pintu dengan kebutuhan dasar manusia yaitu pangan sandang atau mungkin wanita ๐Ÿ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  6. omnduut 5 September 2016 / 5:28 pm

    Iya, pingin ke Xi an nih.

    Suka

  7. z. imama 6 September 2016 / 9:19 am

    Halo Mbak, salam kenal. Saya kunjungan pertama nih ๐Ÿ˜€
    TBC (Tembok Besar China) memang seru Mbak, dan sebenernya harga barang atau oleh-oleh di sana bisa murah selama pantang menyerah dalam menawar. Tapi memang yaaa toilet umumnya itu amit-amit bikin mau nangis :))) Bahkan waktu saya dulu pas ke Beijing, ada ibu-ibu yang nyuruh anaknya pup di sudut gerbong subway….

    …dan nggak ada penumpang yang protes X”)))
    nggak ngerti lagi deh sama budaya sana hahahaha…

    Disukai oleh 1 orang

  8. Avant Garde 6 September 2016 / 10:59 am

    wow… tangan keringetan liat foto2nya… keren banget, pengen nianlah kesano haha

    Suka

  9. Pink Traveler 6 September 2016 / 1:07 pm

    kok keringetan kak??? harusnya jantungnya berdegup kencang soalnya pink jadi pahlawan wanita hahaha, semoga bisa ke great wall ya kak dan mengukir sejarah

    Disukai oleh 1 orang

  10. Pink Traveler 6 September 2016 / 1:09 pm

    salam kenal juga makasih udah mampir, gak kepikiran buat beli oleh2 karena napas saja di Great Wall ngos2 an trus musim dingin pengen cepat sampai hostel

    Suka

  11. Pink Traveler 6 September 2016 / 1:13 pm

    gak usah mendaki gak apa mbak cukup foto2 saja setelah masuk tembok, wah baru tahu ya mbak tentang penjaga tembok cina ini gampang disogok, buat apa ya susah2 bangun tembok sampai banyak nyawa yg mati kalo kisahnya jd begitu

    Suka

  12. rohmaherlina02 7 September 2016 / 1:05 pm

    seru juuga ya, berjalan kaki mendaki puncak tertinggi emang susah. tapi, hasilnya terbalaskan dengan pemandangan di great wall. jadi tertantang untuk kesana pink

    Disukai oleh 1 orang

  13. Pink Traveler 7 September 2016 / 1:19 pm

    semoga bisa ke Great Wall suatu hari nanti

    Suka

  14. Pink Traveler 7 September 2016 / 1:20 pm

    seru kak, kalo Badaling memang rame turis jadi begitulah keadaanya crowded banget

    Suka

  15. winnymarlina 7 September 2016 / 2:11 pm

    sayang waktu kesana hujan terus cuma kuat naik 2 naikan 2 turunan aja haha

    Suka

  16. Pink Traveler 7 September 2016 / 2:37 pm

    iya winny emang susah naik ini, berhubung penasaran apa bedanya kalau nyampe atas ternyata gak beda jauh juga, naiknya susah apalagi turunnya

    Suka

  17. Pink Traveler 7 September 2016 / 4:03 pm

    iya aku sempat jatuh sih tersandung untung gak gelinding ke bawah, cuma gores sedikit di lutut dan telapak tangan soalnya belum adaptasi pake booth

    Suka

  18. rapidaharrusli 8 September 2016 / 1:14 pm

    wah,,seru bangett yah miss pink….jadi semangat mau kesana..hehehe tapiiii tunggu waktu yang tepat ^^ (doain yah miss pink)

    Disukai oleh 1 orang

  19. Yopie Pangkey 8 September 2016 / 3:14 pm

    Kebayang deh apa rasanya jalan di tanjakan curam menuju tower tertinggi. Kalau aku mungkin sudah nyerah, bisa alasan motret2 dari bawah aja ๐Ÿ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  20. Pink Traveler 8 September 2016 / 4:11 pm

    nanggung bang sudah disana penasaran ada apaan diatas kok rame banget, ternyata sama aja sih dgn tower yg dibawah

    Suka

  21. tom 8 September 2016 / 5:48 pm

    Wah.. Jadi pengen ke Badaling Great Wall. Tapi emang crowded gitu ya? Kan kalau di foto biasanya sepi :3

    Suka

  22. ahmadrifai10 8 September 2016 / 5:57 pm

    wah pingin juga nih ke great wall. pingin aja ngerasaian suasana yang beda di sana dan sekalian sebagai laporan perjalanan hidup gue

    Suka

  23. Pink Traveler 9 September 2016 / 1:18 pm

    Kalo Great Wall yg dari Badaling emang banyak turis karena paling mudah akses ke sana kalau mau sepi di Great Wall Mutianyu

    Suka

  24. HIPNOTIS SEMARANG 27 September 2016 / 11:09 am

    emang bukan sembarang tembokkk …
    Tapi kok kayaknya tandus gitu yak ?

    Suka

  25. Pink Traveler 27 September 2016 / 1:05 pm

    ini musim dingin kak, makasih ya sdh mampir

    Suka

  26. Pemutih Wajah Terbaik 19 Oktober 2016 / 2:44 pm

    tembok cina memang panjang sekali ya tapi selalu di penuhi dengan para wisatawan lokal maupun luar..

    Disukai oleh 1 orang

  27. Pink Traveler 19 Oktober 2016 / 3:56 pm

    karena tembok cina sdh jd ciri khas

    Suka

  28. Jalan2Liburan 6 November 2016 / 9:57 pm

    keknya terlalu ambisius gak sih kl transit 12 jam dan pengen kelur untuk ke Great Wall ?

    Suka

  29. Pink Traveler 7 November 2016 / 9:04 am

    nggak cukup mbak waktunya, aku ke sana pagi sampainya malam karena naik kendaraan umum kalau sewa van/mobil terkejar. Kalau mau pilih yang sepi ke jalur Mutianyu tapi pp 2,5 jam dengan sewa mobil, makasih kak sudah mampir

    Suka

  30. poeZpieta D-Wi 21 Januari 2017 / 4:41 pm

    HAI MBA… MAU TANYA KEMARIN PAS KE CHINA PAKE PROVIDER INTERNETNYA DR KARTU LOKAL SANA ATAU GIMANA… TERUS GOOGLE MAPS ATAU SEJENISNYA BISA DIPAKAI NGGAK

    Disukai oleh 1 orang

  31. Pink Traveler 21 Januari 2017 / 4:55 pm

    Pake wifi di hostel, semua socmed berbasis google gak bisa kecuali whatsap, klo mau pake socmed pake VPN dulu untuk membuka blokiran

    Suka

  32. poeZpieta D-Wi 21 Januari 2017 / 4:56 pm

    terus mb kemaren selama disana kemana2 pake apa dong? biar ga nyasar… hehe…

    Suka

  33. Pink Traveler 21 Januari 2017 / 5:00 pm

    Pake subway/metro kan sudah dicatat rute dan stasiun stop sblm berangkat, peta sudah di print atau screenshoot waktu msh ditanah air, sisanya nanya sm orang, pilih dgn anak muda mereka bs bhs inggris walau sedikit

    Disukai oleh 1 orang

  34. poeZpieta D-Wi 21 Januari 2017 / 5:06 pm

    terima kasih masukannya mba…saya harus extra print kalo begetho…

    Suka

  35. Pink Traveler 21 Januari 2017 / 5:08 pm

    Iya, beijing bener2 akan menguras tenaga dan kesabaran ๐Ÿ™‚

    Suka

  36. bitebybite2017 16 Februari 2017 / 2:51 pm

    baru pertama nemu travel blogger muslimah yang lengkap kap dan ceritanya ga jaim. menarik banget mbak. thanks for sharing.

    Disukai oleh 1 orang

  37. Dennis regina 21 Februari 2017 / 12:56 pm

    Halo mbaa, mba naik train dri stasiun akhir jauh ga ke great wall nya ? Trimakasih hehhee

    Disukai oleh 1 orang

  38. Pink Traveler 21 Februari 2017 / 1:12 pm

    Masih jauh sekitar 1 Kilometer jauh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s