Beranda · kuliner

Duo Nenek, Tempat Makan Enak dan Instagramable di Jambi

dscn0154
Duo Nenek Tampak Dari Luar

Mendengar nama Duo Nenek, pikiran gue langsung mengira ini nama duet penyanyi untuk genre oldies sama seperti Duo Maia dengan genre pop atau Duo Serigala dengan genre dangdutnya. Ternyata gue salah mengira, Duo Nenek ini nama tempat makan yang manja dan menggoyang lidah pengunjungnya, tak kalah sama kemanjaan Duo Maia dan goyangan Duo Serigala.

Rara host gue di Jambi merekomendasikan Duo Nenek ini sebagai tempat makan yang harus dicoba saat gue tanya tempat makan yang menyajikan menu makanan tradisional. Pink yang mengaku sebagai generasi youtube sudah bosan dengan menu kekinian.

Berbekal rasa penasaran akan cita rasa menu dari Duo Nenek, gue sengaja belum makan siang walaupun sudah jajan #makansiangitunasi. Sampailah gue di depan sebuah rumah warna putih dengan tulisan Duo Nenek di atas pintunya. Gue agak nggak yakin ini tempat makan, soalnya dari luar tampak seperti rumah hunian biasa.

Masuk…enggak…masuk…enggak, gue hitung kancing dan yang menang itu masuk #ngeles. Sudah datang jauh-jauh masa gak jadi masuk ya, bagaimana gue yakin ini tempat makan kalau nggak mampir memeriksa ke dalam?. Setelah masuk tampaklah display sayur dan lauk di lemari kaca ala warteg yang membuat gue yakin ini memang tempat makan.

dscn0156
Menu makanan rumahan di Duo Nenek

Gue nggak tahu, Duo Nenek ini lebih cocok disebut sebagai cafe, restoran, rumah makan atau warteg karena konsep bangunan, desain interior, menu makanan dan penyajiannya yang unik. Dibilang restoran tapi mirip cafe, disebut cafe tapi ada unsur wartegnya. Apapun namanya tempat ini cakep bener. Menurut gue Duo Nenek ini tempatnya instagramable banget, perpaduan style retro dan vintage.

dscn0159
Barang-barang jadul di Duo Nenek
dscn0161
Meja diambil dari daun pintu bekas, peralatan dapur jadi hiasan dinding

Bangunan Duo Nenek ini mengubah rumah hunian menjadi tempat makan, terdapat 3 bagian area makan, terdiri dari ruangan ber-AC. ruangan dengan  kipas angin dan halaman belakang dengan AC (angin cepoi-cepoi)..

dscn0178
Interior di ruangan be-AC
dscn0172
Ruangan dengan kipas angin dihiasi testimoni pengunjung di potongan kayu
dscn0165
Tempat makan di area halaman belakang dengan AC (angin cepoi-cepoi)
dscn0176
Pantry tempat pesan minuman

Biasanya tempat makan berdesain cakep sering berbanding terbalik dengan rasa makanan, karena tempat makan yang seperti itu menjual suasana bukan rasa, tetapi Duo Nenek ini pengecualian bagi gue, rasa makanan dan tempatnya sungguh patut dipujikan #bukanbuzzer.

Melihat ada sambal Jengkol Cabe Hijau di display kaca membuat air liur gue menetes-netes, gemesss pengen gigit tuh jengkol #vampirjengkol. Selain Jengkol Cabe Hijau, gue juga menunjuk Sayur Sambung dan Dendeng Sapi Cabe Hijau (gue ngefans dengan cabe hijau soalnya). Pelayan mempersilahkan gue mencicip dulu Sayur Sambung sebelum memesan karena menu ini unik, takutnya nggak cocok sama lidah gue. Bagi gue Sayur Sambung ini enak banget.

Selain memilih lauk dan sayur di display kaca kayak di warteg, ada juga menu yang bisa dipilih di buku menu baik itu menu satuan (ala carte), minuman atau menu paket hemat. Duo Nenek tampaknya menyasar semua kalangan untuk makan di tempatnya.

Apa saja menu-menu otentik yang gue pesan di Duo Nenek?

 Sop Ikan Nila

Gue belum pernah makan atau masak sop ikan, selama ini sop yang gue kenal ya sop ayam atau sop daging sapi. Oleh karena itu gue pesan Sop Ikan Nila, sop ini rasanya gurih, pedas dan sedikit asam ditambah lagi daging ikannya terasa manis karena ikan dimasak dalam kondisi segar. Meskipun kuahnya berwarna pucat namun rasa bumbunya nendang terutama rasa pedasnya. Gue pengen bisa memasak menu ini di rumah karena susah kalo kangen masa gue harus ke Jambi dulu.

dscn0179
Kuahnya boleh pucat tapi rasanya pedas (penampilan bisa menipu)

2. Pindang Kelapa

Sebagai orang Palembang, makan pindang itu sudah biasa tapi kalau yang disajikan di dalam kelapa belum pernah, jadi pesan menu ini karena penasaran lebih tepatnya, duh sama makanan aja sampe segininya apalagi sama kamu huahahaha.

Gue bisa pilih, mau ikan Nila, Patin atau Gabus untuk dipindang. Karena gue sudah pesan Sop Ikan Nila maka untuk pindang, gue pilih ikan Gabus #banyakmaunyaemang. Ikan Gabus digoreng lalu dipindang, kemudian saat ada pembeli, pelayan akan membuka kelapa muda, mengerok isinya dan mengeluarkan airnya digantikan dengan kuah pindang.

Pindang Kelapa ini rasanya lezat dengan sensasi rasa sedikit manis dikuahnya, sangat otentik kerena kita memakan daging kelapa muda yang kenyal-kenyal bersama kuah pindang yang gurih manis. Kayaknya gue bakal susah masak Pindang Kelapa ini karena bumbunya banyak sekali jenisnya terlihat dari kuahnya yang penuh asesoris daun-daunan dan juga rempah-rempah.

dscn0189
Pindang Kelapa ini menggoyang lidah gue maksimal

3. Ikan Bakar Bambu

Gue juga asing dengan menu ini, biasanya ketan alias lemang yang dibakar di dalam bambu, kali ini ikan. Ikan gabus digoreng dan dibumbui dengan bumbu bersantan lalu dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar. Rasa ikan bakar ini khas dengan aroma bakaran bambu. Ikan bakar ini dimakannya dengan dicocol dua jenis sambel yaitu sambel kecap dan sambel terasi, kedua sambel sama nampol pedasnya.

dscn0181
Ikan Bakar Bambu yang sambelnya pedes nonjok

4. Trio Bikin Nafsu (Sambung, Jengkol dan Dendeng)

Sayur Sambung ini adalah tumisan ikan teri dengan cabe hijau, cabe merah, bawang putih, bawang merah dan yang istimewa adalah bunga kecombrang. Semua bumbu diiris lalu ditumis bersama teri, wah…wah bikin nafsu makan Sayur Sambung ini.

dscn0168
Sayur Sambung yang berwarna merah karena bunga kecombrang

Nah kalo Jengkol Cabe Hijau kayaknya kelezatannya nggak usah dideskripsikan lagi dah, penggemar jengkol pasti ngerti kalau makan ini, mertua lewat aja nggak ketahuan, aduh maaf ya calon mertua masa depan, nanti gue inget kok kalo kalian lewat #janjipalsu.

Dendeng Sapi Cabe Hijau nggak usah diragukan lagi, pasti enak. Sebagai pecinta cabe hijau, gue nafsu banget lah kalo lihat apa-apa di sambelin cabe hijau, mungkin sendal jepitpun bakal gue kira dendeng kalo di cabein dengan cabe hijau hahaha.

dscn0196
Semua menu pesenan gue di Duo Nenek ludes tak bersisa

Menu lezat, manja dan menggoda ini berasal dari racikan tangan 2 nenek yang mendirikan tempat makan ini. Dua nenek ini bernama nenek Efni Deti dan nenek Nurmaini. Kedua nenek ini sering memenangkan lomba masak dan memiliki resep-resep otentik sehingga mereka memutuskan untuk membuka rumah makan atau restoran bernama Duo Nenek karena digawangi oleh mereka berdua.

dscn0197
Nenek Efni, satu dari dua nenek yang mendirikan tempat makan Duo Nenek

Gue bangga telah mencicipi kuliner tradisional Jambi dengan resep otentik dari dua nenek, sudah seharusnya kuliner warisan dari orang tua bisa dilestarikan oleh generasi muda agar tak hilang ditelan kemajuan zaman.

Jika traveler berkesempatan jalan-jalan ke Jambi, gue merekomendasikan  untuk makan di Duo Nenek ini, selain menunya enak, tempatnya kece dan yang sangat mengejutkan gue, harganya terjangkau banget.

Untuk semua menu diatas yang gue pesen segitu banyaknya, cukup membayar Rp. 148.000 sudah termasuk pajak. Murah bukan?

Pink’s Info:

Alamat : Duo Nenek Jambi

Jalan Hayam Wuruk No 53 Simpang Royal Jelutung Jambi

Price Range : Rp.5000 – 25.000

Happy Traveling 😀

Iklan

31 tanggapan untuk “Duo Nenek, Tempat Makan Enak dan Instagramable di Jambi

  1. aku eksplore sendirian kak, rara kerja cuma pas malem dia nemenin. dari pagi sampe sore aku ke jembatan gentala, ke pasar lama, sarapan di gg megahria, ke mall, ke pasar angso duo, ke pempek asiong dan duo nenek, malem ke ancol makan jagung bakar trus minum es bidadari huahaha byk kulineran sih

    Disukai oleh 1 orang

  2. wuidih harganya mursidah banget harganya yaak,, terutama pindangnya keliatan seger banget tuh..
    oiya, itu di atas tv kan bahasa jambi yah, mirip2 bahasa palembang yaa ternayata.. pernah beberapa kali ke palembang soalnya..

    Suka

  3. wah jadi kayak makan di museum ya pink, kreatif banget duo nenek mengembangkan masakan tradisional dengan penampilan tradisi yang masih ada. ada area berbahasa jambi pula.
    keren ini nenek, lanjutkan travelling pink.

    Suka

  4. wah pilihan menunya menggiurkan semua ini. agak nga kebayang aja pindang ditaruh didalam kelapa. dan suasana tempat makannya pun menarik yach plus harganya dengan menu sebanyak itu bisa dibilang aman buat kantong bangat ini.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s