Destinasi

Sholat Jumat Di Masjid Niujie Beijing

masjid niujie beijing
Sholat Jumat Di Masjid Niujie Beijing

Gue biasanya browsing dulu sebelum traveling untuk mencari informasi dimana lokasi masjid di tempat tujuan terlebih lagi jika traveling ke negara dimana muslim adalah minoritas, pasalnya gue mau sekalian mencari makanan halal yang biasanya dijual di sekitar masjid. Adanya masjid di suatu tempat umumnya diikuti dengan adanya komunitas muslim di sekitarnya sehingga kemungkinan besar ada yang berjualan makanan halal.

Pas ke Beijing gue merencanakan untuk mengunjungi masjid Niujie yaitu masjid tertua di Beijing, masjid ini pertamakali dibangun tahun 996 masehi pada masa Dinasti Liao lalu direkonstruksi dan diperbesar pada masa Dinasti Qing. Masjid Niujie berlokasi di Niujie area di distrik Xicheng. Jie artinya jalan dan Niu artinya lembu, sehingga disebut juga Ox Street (Jalan Lembu/Sapi) nama lainnya. Jadi di Niujie ini memang banyak dijual daging sapi atau lembu, yang merupakan daging halal untuk dikonsumsi umat muslim di Beijing.

dscn0617
Antrian membeli daging halal yang ramai di Niujie Street

Diperkirakan ada 10 ribu muslim yang bermukim di area Niujie. Jumlah yang cukup besar untuk ukuran negara berpaham komunis. Di negara tirai bambu ini agama islam diakui dan dapat berkembang dengan baik meskipun pemberitaan media sering menyudutkan Tiongkok terkait isu agama dan politik di kawasan Xinjiang.

Sebenarnya gue menjadwalkan mengunjungi masjid Nuijie Beijing di hari Sabtu, entah dapet wangsit darimana tiba-tiba Jumat pagi setelah jalan-jalan keliling hutong (gang) di sekitar Dragon King Hostel, gue memutuskan mengubah rencana mengunjungi masjid hari Jumat saja sekalian melihat lebih dekat aktivitas sholat Jumat di negara lain. Gue emang begitu sifatnya, suka impulsif dengan tiba-tiba mengubah rencana, makanya gue lebih cocok jadi solo traveler ketimbang traveling rame-rame dalam grup.

Untuk menuju masjid Niujie gue mesti naik subway disambung naik bus, sebenarnya bisa naik subway line 7, berhubung waktu itu dapat informasi dari sebuah travel book musti naik bus ya akhirnya naik bus lalu berhenti di halte Niujie, masalahnya adalah gue nggak bisa bahasa mandarin atau membaca aksara Tiongkok, bagaimana caranya gue tahu kalau sudah berhenti di halte yang benar?.

Akhirnya gue bolak-balik bilang ke kondektur “Niujie” dan pak kondektur mengibaskan tangan. Untunglah di dalam bus ada seorang bapak tua bukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang memakai semacam kopiah berwarna putih, melihat si bapak turun, gue juga ikutan turun dan mengikuti beliau #jadistalker. Gue kehilangan jejak bapak tsb karena mendadak banyak laki-laki tua memakai peci putih di jalan-jalan.

dscn0614
Persimpangan jalan di area Niujie

Gue bingung jadinya dimana lokasi masjid Niujie ini, karena tidak tampak bangunan masjid dengan kubah dan minaretnya. untunglah gue berjalan ke arah yang benar dengan melihat kerumunan orang-orang yang berjalan ke suatu tempat, ya gue ngikut aja kemana kerumunan itu berjalan. Untunglah mereka menuju masjid bukan padepokan Aa Gatot atau Dimas Kanjeng. Alhamdulillah.

Ramai sekali jemaah sholat yang datang ke masjid sehingga untuk pengamanan dipasang pintu metal detector dan seorang polwan yang berjaga di gerbang masjid. Jadi gue harus memasuki pintu metal detector tsb sebelum memasuki komplek masjid Niujie.

Rupanya masjid Niujie ini memang tidak berbentuk masjid pada umumnya dengan kubah dan minaret melainkan berbentuk seperti kuil-kuil khas bangunan tradisional Tiongkok. Masjid Niujie ini luasnya sekitar 10 ribu meter persegi dengan hall utama untuk sholat seluas 600 meter persegi. Masjid Niujie bangunannya bukanlah sebuah masjid besar melainkan sebuah komplek masjid yang terdiri dari banyak bangunan yang lokasinya terpisah beberapa jarak antara satu bangunan dengan bangunan lainnya. Setiap bangunan memiliki fungsi-fungsi tertentu.

dscn0589
Bagian luar dari ruang sholat utama
masjid niujie
Ruang sholat utama untuk pria

Warna bangunan masjid ini abu-abu dengan sentuhan dominan merah dan hijau pada bagian interior dan detil kaligrafi bangunan. Corak gambar dan lukisan di masjid tidak ada motif hewan dan manusia melainkan gambar tumbuhan sesuai  dengan tuntunan islam.

dscn0590
Menara Azan

Bangunan tempat sholat laki-laki terpisah dengan tempat sholat perempuan. Selain itu di area masjid juga terdapat bangunan kantor pengurus masjid, tempat belajar ilmu islam (semacam Taman Pendidikan Alquran kalau di Indonesia), tempat untuk berjualan souvenir,  makam imam, rumah imam dan bangunan khusus untuk toilet dan tempat berwudhu.

dscn0579
Tempat sholat cewek, Pink berfoto jaim karena di depan masjid #sholehah
dscn0611
Rumah imam masjid Niujie yang ada di komplek masjid

Waktu sholat Jumat dimulai jam 1 siang walaupun sebenarnya waktu Zduhur dimulai jam 12 siang waktu Beijing, itu karena menunggu jemaah berkumpul lebih banyak mengingat jumlah masjid di Beijing sedikit, pastilah kegiatan sholat jumat berjamaah sangat ditunggu-tunggu umat muslim sehingga memundurkan sedikit waktu sholat adalah pilihan bijak agar lebih banyak jemaah yang memiliki kesempatan untuk dapat sholat Jumat secara berjamaah di masjid.

Masjid Niujie ini jemaah laki-lakinya ramai sekali untuk sholat Jumat sampai memenuhi halaman depan masjid. Sungguh gue terharu mengingat sekarang lagi winter yang dingin namun tidak menyurutkan muslim di Beijing untuk sholat Jumat bahkan sampai ke halaman dimana hawa dingin sangat mengigigit.

thumb108021
Jemaah lagi khusu’ sholat Jumat ditengah udara dingin menggigit

Karena gue cewek dan sedang mendapatkan period sehingga gue memutuskan untuk duduk di selasar samping masjid bersama beberapa turis cewek lainnya sambil memperhatikan kegiatan sholat Jumat di halaman masjid tepatnya memperhatikan jemaah sholat yang cowok semua (ya iyalah namanya juga sholat Jumat). Sebelum sholat dimulai diperdengarkan khotbah yang disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Mandarin dan bahasa Arab. Gue tidak mengerti kedua bahasa tersebut tetapi khusuk menyimak walaupun kepala gue dipenuhi khayalan semoga bertemu kokoh-kokoh ganteng di masjid, astaghfirullah.

masjid niujie
Selasar masjid tempat Pink mengamati kokoh-kokoh eh jemaah

Sholat jumat berlangsung khusyuk, selesai sholat jemaah bersalam-salaman sebentar lalu sedikit-demi sedikit meningglkan masjid untuk melaksanakan aktivitas lainnya. Beberapa jemaah masih tinggal di masjid untuk berbincang-bincang atau melihat-lihat komplek masjid.

dscn0606
selesai sholat jemaah masih berbincang saling silaturrahim
dscn0594
Menara Bulan, tempat untuk mengamati bulan terutama untuk penentuan awal puasa dan kalender sistem lunar

Gue berkeliling komplek masjid dan asyik membidikkan kamera, setelah puas gue kembali ke hall utama dimana merupakan ruang ibadah bagi jemaah laki-laki yang tadi dipakai untuk sholat Jumat. Karena gue berhalangan maka gue tidak bisa memasuki ruang sholat, gue cuma melihat dari pintu masjid ada prosesi jemaah yang ingin menjadi mualaf (masuk islam).

dscn0604
Prosesi masuk islam

Prosesi menjadi mualaf ini sederhana sekali, seorang Imam akan duduk di depan dua orang yang akan memutuskan menjadi mualaf, lalu si imam membimbing keduanya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, selesailah sudah prosesi menjadi mualaf tanpa harus tanda tangan sertifikat menjadi muslim atau acara foto-foto di dalam masjid untuk membuktikan telah sah menjadi muslim. Prosesi yang sangat sakral dan menggetarkan. Gue pun berkhayal pengen dinikahkan di masjid Niujie ini #drama.

dscn0605
Ada sign larangan bagi non muslim untuk masuk ke dalam ruang sholat

Bagi non muslim tetap bisa mengunjungi masjid Niujie dan mengambil foto, larangan hanya memasuki ruang sholat saja. Diharapkan pengunjung berpakaian sopan untuk menghormati aktivitas ibadah di komplek masjid.

Gue kaget banget bisa ketemu orang Indonesia yaitu seorang bapak dan dua anak perempuannya di dalam komplek masjid Niujie ini, mereka berasal dari Pekanbaru riau dan sedang berlibur tahun baru di beijing. Seneng rasanya bertemu saudara sebangsa di negeri asing.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 siang lebih, perut gue kelaperan apalagi di musim dingin bertambah-tambah pula rasa laparnya. Gue keluar masjid dan berkeliling mencari makanan halal yang ingin gue coba di sekitar masjid, sesuatu yang bisa menghangatkan badan dan harganya terjangkau. Tidak ada yang menjual Pop Mie atau Bandrek di sini.

Akhirnya gue menemukan sebuah kedai yang menjual mie hitam kuah, sate sayap ayam dan roti bundar. Mie hitamnya bertekstur kenyal seperti sagu dengan kuah pedas berminyak dan beraroma rempah yang kuat. Pokoknya rasa mie hitamnya enak, sate sayap ayamnya juga gurih dan lezat, cuma roti bundarnya aja yang aneh, teksturnya keras dan rasanya hambar. Gue makan tuh roti keras dengan dicocol ke kuah mie hitam. Alhamdulillah perut gue kenyang maksimal dan siap dibawa menjelajah kota Beijing di sore hari.

thumb108044
Berjalan kaki sejauh 1,5 km saat winter sampai menemukan stasiun subway di sini

Semakin sore suhu udara menjadi lebih dingin, gue mempercepat langkah-langkah kaki menyusuri jalan Niujie sebelum senja menjelang dan cuaca bertambah menggigit tulang. Tak nampak bus yang sama dengan arah sebaliknya ketika membawa gue ke masjid setelah gue tunggu beberapa saat. Gue putuskan untuk berjalan kaki menuju stasiun subway terdekat yang ternyata lebih dari 1,5 km gue berjalan. kalau gue dapat award sebagai travel blogger maka gue akan berterimakasih kepada kedua kaki ini yang sudah sabar banget bertahan dipake jalan kaki jauh bahkan sampai mendaki ke Great Wall.

Rupanya mie hitam dan roti keras menjadi rahasia kekuatan super Pink sore itu…..

Pink’s Info :

Cara ke masjid Niujie Beijing naik subway line 2 stop di stasiun Changchun Jie keluar exit B2 belok kiri akan bertemu zebra cross seberangi zebra cross jalan lurus sekitar 20 meter akan bertemu halte dimana bus no 10 lewat, naik bus itu dan bilang ke kondektur untuk stop di halte Niu Jie sekitar 4 x stop dari halte pertama. Jika keluar dari exit C atau D bisa berjalan kaki sekitar 1,5 KM jalan lurus saja (exit C jalan ke arah kiri kalau exit D jalan ke arah kanan). Saya naik bis no 10 perginya dan pulangnya jalan kaki karena ingin lebih dekat mengenal kawasan Niu Jie (sebenarnya karena tidak tau bagaimana pulang balik arah, ingin naik bis no 10 lagi dari arah sebaliknya tapi tak tampak, mungkin rutenya beda).

Dari hasil searching informasi di google, selain subway line 2, masjid Niujie juga bisa diakses dengan subway line 7 stop di halte Caishikou.

Happy Traveling 😀

Iklan

57 tanggapan untuk “Sholat Jumat Di Masjid Niujie Beijing

  1. Kalo di sana sempat ketemu padepokan kedua sosok yang lagi ramai di Indonesia itu malah bahaya. Berarti dia udah buka cabang kakakkakakka.

    Asyik banget ya bisa mengunjungi masjid di Negara yang Islam menjadi agama minoritas. Ada kesan indah sendiri mbak 🙂

    Suka

  2. aku beli nasi putih di sevel mbak trus bawa mie instan, lauknya aku beli ayam goreng dan cumi goreng krispi yg kebetulan ada yg jual di dekat hostel, baca bismillah saja mbak kalo aku yg penting bukan pork. selain itu aku makan buah-buahan soalnya murah dan besar ukurannya

    Suka

  3. Salut banget sama Pink bs pergi traveling tanpa tau bahasa n tulisan,sampe ngerasa lbh cocok soloan. gitu prinsipnya apa mbak kok ga kawatir nyasar ato kok ga kawatir diganggu orang asing? salam kenal ya mbak:-)

    Disukai oleh 1 orang

  4. Waah bisa pas banget sama momen ada mualaf yang lagi memasuki islam disana ^^
    Apalagi bisa ketemu orang indonesia.

    Saya belum pernah keluar negri, tapi kalau baca cerita gini selalu salut aja gitu.
    Gimana bisa kita berada di negri orang tanpa tau bahasa bahkan tulisan disana ?
    Asik ya mbaa ^^

    Disukai oleh 1 orang

  5. Iya salam kenal, kalo greatwall mah jauh, hostel yang dekat subway jarang yang banyak dekat forbidden city sm wangfujing, coba buka website http://www.booking.com tuliskan Beijing dan tanggal menginap nanti keluar hostel2 di Beijing nah pilih yg dekat wangfujing, kalo aku dulu di dragon king hostel dekat subway juga

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s