Beranda · Destinasi

10 Hal Menarik Di Beijing

dscn0371
Tiananmen Square Beijing

Entah mengapa gue penasaran dengan negara Tiongkok karena mereka berhasil menjadi salah satu negara terkuat di dunia terutama dalam bidang ekonomi, coba sebutkan barang apa saja disekitarmu yang made in China. Yup setelah gue perhatikan banyak banget produk yang gue pakai itu buatan China termasuk gadget alias gawai, soalnya harganya lebih murah dengan kualitas yang beti alias beda tipis dengan produk buatan Jepang dan Korea.

Kesempatan ke Beijing dengan tiket promo dari maskapai dengan tagline “Everyone can fly” yang gue beli dari teman tidak gue sia-siakan, saatnya bisa melihat lebih dekat negara Tiongkok melalui ibukotanya, meskipun ini belum menggambarkan Tiongkok secara keseluruhan. Namanya juga berkah tiket promo, cuma bisa ke Beijing selama 7 hari sudah membuat gue bersyukur banget apalagi perginya pas liburan tahun baru #gampangbersyukur.

Selama traveling ke Beijing, gue menikmati liburan dengan santai kayak ke pantai, nggak buat itenary yang detil, pokoknya fleksibel saja tergantung mood. Dengan gaya liburan santai membuat gue melihat dan mengamati lebih dalam apa saja yang ada disekitar gue, alesan saja sih padahal karena faktor U hehehe.

Ada 10 hal menarik yang gue amati di Beijing yang coba diulas di sini, apa saja ke 10 hal tersebut, silahkan lanjut scroll ke bawah ya hihihi.

1. Di setiap Stasiun Subway Ada X-Ray

Gara-gara ada X-Ray di setiap stasiun subway jadi agak merepotkan mobilitas karena tas kita mau tidak mau harus masuk mesin pemindai ini dulu sebelum naik subway. Hal seperti ini memang bikin repot terutama jika masuk ke stasiun dimana stasiun tersebut tempat masuk daerah wisata ternama macam Tiananmen Square atau Bird Nest Stadium, pemeriksaanya bakal lebih ketat.

Tapi bisa dimaklumi, negara benar-benar ingin menjaga keselamatan warganya karena subway adalah fasilitas umum dan sarana transportasi masal yang penting bagi masyarakat dan tidak murah bagi pemerintah. Investasi transportasi seperti subway mahal cyiin, musti balik modal dulu #nggakmaurugi. Pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati” benar-benar diterapkan oleh pemerintah Tiongkok meskipun mereka tidak belajar sastra Indonesia.

2. Bus Sedot Tenaga Listrik di Jalan Raya

Jadi keinget forum Kaskus kalau kayak gini, dengan kalimat “izin sedot gan” ketika akan mendownload suatu file yang dibagikan di forum, terutama jika berkaitan dengan film. Entah karena polusi di Beijing yang tinggi atau mereka teknologinya sudah canggih, alat transportasi di Beijing menggunakan tenaga listrik mulai dari sepeda listrik, motor listrik, bajai listrik, mobil listrik bahkan bus listrik. Mungkin listrik di sana tidak byar pet atau warganya tidak terkena pemadaman bergilir sehingga semua alat bantu aktivitas sehari-hari bertenaga listrik #eh.

dscn0566
Penampakan Bajai yang lewat perumahan di Beijing

Gue sering kaget kalau dilewati dari belakang secara tiba-tiba oleh kendaraan bermotor karena tidak mendengar sama sekali bunyi mesin, beda sekali ketika bajai atau angkot di dekat rumah gue yang lewat, dari suaranya yang menderum-derum sudah kedengaran meskipun jaraknya jauh. Itupun ditambah dengan asap hitam mengepul yang keluar dari knalpot yang bikin batuk.

thumb108394
Sedot listrik saat lampu merah

Uniknya bus bertenaga listrik ini akan mengisi alias charge listriknya ke kabel listrik saat lampu merah, “sedot gan” berlaku tapi bukan untuk download film apalagi film bokep, astaghfirullah. Bus syariah seperti ini harus segera didatangkan ke Indonesia.  Sambil nunggu lampu hijau buat jalan, listrik diisi, lumayan kan daripada waktunya dipake untuk ngupil atau melamun jorok.

3. Orang Tua Seneng Nongki di Taman

Biasanya yang suka nongkrong dan pacaran di taman itu anak-anak ABG (Anak Baru Gede), nah kalau di Beijing sebaliknya, yang suka nongkrong di taman itu orang tua alias kakek-nenek tapi mereka termasuk ABG juga (Angkatan Babe Gue). Banyak kegiatan yang dilakukan kakek-nenek di taman seperti bermain kartu, berlatih Tai Chi, menyanyi dan menari. Usia boleh 70 tahun tetapi semangat tetap 17 tahun.

dscn0793
Kakek-nenek berlatih Tai Chi
dscn0862
Kakek-nenek bermain kartu di taman

Taman-taman di Beijing memang luas dan indah, saat ke sana di musim dingin, meskipun suhunya sekitar 4 derajat tetapi pengunjungnya rame saat weekend, terutama orang tua yang melakukan berbagai aktivitas fisik. Cuaca dingin tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi bersama, sementara gue yang masih muda belia lebih memilih membungkus tubuh dengan selimut untuk melanjutkan tidur di pagi minggu saat di rumah. Jadi wajar kiranya jika di Tiongkok orang-orang tua berjumlah banyak karena harapan hidup di sana lebih tinggi, mungkin salah satu faktornya adalah aktifitas fisik.

4. Cake dan Cookies Kiloan

Musim dingin membuat gue cepet laper, alhasil waktu main ke taman Beihai gue kelaperan. Tidak ada yang jualan di dalam taman setelah gue celingak-celinguk, berharap ada tukang bubur naik haji jualan di dalam taman seperti di Kambang Iwak Park Palembang. Ternyata nggak ada satupun pedagang asongan di dalam taman, sekedar untuk membeli pop mie atau mijon.

Akhirnya gue membujuk penjaga pintu taman sebelah barat untuk membiarkan gue keluar sebentar membeli makanan karena gue melihat banyak orang yang masuk dari pintu tersebut menenteng sekantong kresek kue dan pangsit goreng. Penjaga pintu mengizinkan gue keluar setelah melihat muka gue yang imut dan lucu, tapi sebentar saja pesannya kepadaku, padahal gue gak ngerti bahasa Mandarin pokoknya anggukkan kepala saja.

Ternyata di dekat gerbang sebelah barat taman Beihai ada pasar tradisional yang toko-tokonya menjual makanan. Bingung gue pilih makanan mana yang bisa dimakan oleh muslim. Akhirnya gue masuk ke toko kue namun justru membuat gue tambah bingung karena banyak sekali jenis cake dan cookies di toko ini.

Gue minta kue yang tidak berbahan babi sambil memperagakan wajah dengan moncong babi, tak ada satupun yang memahami bahasa ini, gue stres karena kelaparan dan pelayan stres karena gak ngerti gue ngomong apa. Akhirnya gue ambil cake warna gula merah dan beraroma kayu manis karena gue biasa masak cake  di Indonesia dan berpikir positif kalau cake gula merah tidak mengandung babi sambil gue membaca bismillah sebelum makan.

Kue bolu alias cake yang gue pilih ditimbang, kemudian gue membayar seharga berat kue tersebut. Harganya terhitung murah jika dibandingkan dengan kue yang sama di Indonesia. Selain kue bolu, toko kue ini juga menjual berbagai jenis cookies. 

dscn0632
Cake dan cookies yang dijual perkilo

Ada puluhan jenis cookies dan cake yang akan membuat kita pusing pilih yang mana, makanya gue tidak memilih cake yang macam-macam bentuk dan rasanya. takut nggak halal. Kue tersebut dikasih label harga perkilonya. Setelah kita pilih kue, ditimbang lalu dibayar di kasir. Toko kuenya kecil saja tapi yang datang membeli ramai sekali, maklum lokasinya cuma sepelemparan batu dari gerbang Beihai Park. Tapi yang melemparnya harus Jet Li atau Jacky Chan hehehe

5. Lautan Sepeda di Kampus Ternama

Gue berkesempatan main ke kampus paling hits di Beijing yaitu Peking University semacam kampus UI kalau di Indonesia. Di parkiran kampusnya banyak banget sepeda, gue mikirin gimana cara inget sepeda kita diparkir dimana, soalnya parkir motor di mall yang tidak begitu rame saja udah kelimpungan nyarinya. Salut deh sama mahasiswa yang bisa ingat posisi sepedanya di parkir.

thumb108770
Dimana sepeda gue diparkir ya kalo segini ramenya?

6. Sayur dan Buah Ukuran Jumbo

Entah tanah di Tiongkok emang subur atau teknologi pertaniannya yang maju sehingga buah dan sayuran ukurannya bisa jumbo. Ibu-ibu pasti seneng banget belanja buah dan sayur yang harganya murah dan ukurannya besar karena bisa berhemat uang belanja, jadi sisa uang belanja bisa beli lipstik alias gincu merah.

dscn0321dscn0330dscn0316dscn0334

7. Pasar Barang Antik dan Vintage Yang luas

Di Beijing ada pasar barang antik yang bernama Panjiyuan Antique Market yang ramai di saat weekend. Kalau elo penggemar barang antik dan vintage alias jadul, tempat ini surga banget. Berhubung gue hobinya window shopping alias belanja jendela maka gue tidak belanja di sini cuma lihat-lihat saja karena tidak paham mana yang barang antik asli mana yang KW alias pelsong.

thumb108374
Panjiyuan Antique Market yang luas dan rame

Pasar Panjiyuan ini gede banget, bisa dibilang seluas stadion bola, elo bakal gempor jika mengelilingi pasar ini. Pakailah alas kaki yang nyaman untuk berkeliling di sini. Barang-barang yang dijual di pasar Panjiyuan dibagi-bagi los tempatnya berdasarkan jenis produk, misalnya barisan khusus keramik, batu-batuan, logam, lukisan dan lain-lain.

thumb108334 thumb108349

thumb108335 thumb108336

Gue nafsu banget pengen belanja tapi apa daya keuangan tidak mendukung ditambah lagi pasti berat membawa-bawa barang semisal keramik ke dalam backpack, ditambah lagi gue nggak ngerti kualitas barang antik itu yang kayak gimana, dimata gue semua barang di Pasar ini bagus-bagus banget.

Selain barang antik di sini juga dijual barang-barang second alias bekas yang udah jadul banget, yang menarik perhatian gue adalah buku-buku bekas yang dijual dari tahun jebot banget sampe majalah yang udah expired, tapi sayangnya buku-buku jadul tersebut berbahasa Mandarin, jadi kalaupun beli tidak bisa dibaca.

thumb108384
Buku-buku loak alias bekas

thumb108386

8. Street Food Yang Bikin Ngiler

Beijing ini surganya street food bagi orang yang bisa makan segalanya, banyak banget makanan yang dijajakan di pinggir jalan yang bermacam-macam jenisnya yang akan membuat siapapun jadi ngiler kepengen jajan. Inilah yang disebut makan Chinese food di China.

dscn0545 dscn1047

dscn0554dscn0630

Banyak banget variasi jajanan pinggir jalan tapi yang paling sering dijumpai adalah permen buah segar. Jadi buah-buahan segar seperti apel, kiwi, stroberi dan lain-lain ditusuk di tusukan bambu lalu cairan kental gula yang bening disiramkan setelah itu gula akan mengeras menutupi buah. Permen buah segar ini laris dibeli turis karena menjadi jajanan khas atau signature dish kota Beijing semacam pempek kalau di Palembang.

Makanan pinggir jalan yang gue coba di Beijing itu bubur ketan hitam (di Palembang banyak padahal), sate domba Xinjiang, ubi rebus, jagung rebus dan ayam goreng crispy. Kesemuanya bukan Chinese food kecuali sate domba Xinjiang yang rasa dan aromanya khas banget.

9. Banyak Gang di Kawasan Kota

Menyusuri pemukiman penduduk kota Beijing adalah hal yang menarik, kita akan menemui banyak gang-gang kecil dengan rumah-rumah penduduk yang berwarna abu-abu. Ternyata rumah-rumah diperkotaan tipikalnya sama yaitu ukurannya tidak besar dan berjarak sangat rapat antara satu rumah dengan rumah lainnya.

Dari yang gue amati sepertinya penduduk kota Beijing menggunakan toilet umum yang ada di pinggir jalan untuk kebutuhan BAK dan BAB karena di tiap pengkolan perumahan gue temukan toilet umum. Sebaiknya tidak menggunakan toilet umum di area perumahan ini karena bisa dipastikan kondisinya akan membuatmu pengen muntah.

dscn0563 dscn0565

dscn0567 dscn0564

10. Lomba Lari Di Stasiun

Gue ikutan lomba lari di stasiun kereta api menuju Badaling Great Wall karena akan memperebutkan kursi di dalam kereta karena sistemnya hukum rimba, siapa cepat dia dapat. Jumlah penduduk dan wisatawan yang ramai membuat acara lari-lari di stasiun ini heboh banget. Siapapun pengen dapat kursi di kereta sehingga berjuang agar larinya cepat.

Kondisi seperti ini yang paling dirugikan adalah anak-anak dan orang tua, tetapi biasanya yang duluan dapat kursi akan mengklaim kursi-kursi di sekitarnya untuk keluarga dan teman-teman mereka. Hadeuh yang begini ini yang bikin lari-lari jadi sakit hati. Persiapkan fisik yang oke jika ingin ke Badaling Great Wall menggunakan kereta api karena peluang untuk dapat duduk di kursi kereta tidaklah besar.

Setiap tempat memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing. Beijing bisa teman-teman masukkan sebagai salah satu destinasi wisata karena sebagai ibukota negara maju yang modern namun masih memelihara warisan budaya leluhur mereka dengan sangat baik. Seperti kata pepatah tak kenal maka taaruf, banyak hal yang bisa kita pelajari dari negara tirai bambu ini terutama bagaimana mereka membangun ekonominya sehingga bisa menguasai dunia.

Happy Traveling πŸ™‚

Iklan

49 tanggapan untuk “10 Hal Menarik Di Beijing

  1. Huaaaa Beijing! Kangen kesana lagi.. hehehe. Tempo hari lumayan puas di Beijing dan Xi’an, total 9 malam di dua kota itu. Cina memang luar biasa ya, aku aja pingin balik lagi rasanya buat eksplor kota-kota lainnya.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Musim dingin memang bikin susah kemana-mana ya, secara beku gitu kena anginnya. Hahaha. Aku kesana pertengahan Oktober 2015 lalu, jadi pas musim gugur. Udaranya enak dan sejuk aja.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ada ubi rebus juga disana ya, amanlah kalo gitu. Jajanan pinggir jalannya memang bikin laper mata, asli ngiler #tapitakutgakhalal
    Manteb deh, trus jadi berhasil turun berapa kilo dari lomba lari ke stasiun na?

    Suka

  4. Cina adalah negara dengan sejarah budaya yang sudah berusia ratusan tahun. Tak heran adab tersebut tercermin pada fasilitas kota yang mereka bangun. Semoga suatu saat Jakarta juga bisa se teratur seperti Beijing πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  5. entah kenapa sampai sekarang belum kepingin mengarahkan perjalanan ke asia timur macam jepang, china, taiwan, hongkong dll. rada males kalau destinasinya ribet buat sholat hahaha. tapi 10 hal menarik di beijing ini gokil juga ya, apalagi pasar barang antiknya, bikin pingin borong semua. trus disana harganya murah-murah ya ternyata.

    Disukai oleh 1 orang

  6. Waktu baca bagian kakek dan nenek yang sering ke taman jadi inget waktu tinggal di Vietnam. Di hampir tiap sudut Hanoi ada taman yang tiap sore ramai dengan orangtua. Mungkin negara ini sama-sama surplus generasi tua?

    Disukai oleh 1 orang

  7. Btw mbak lumayan tuh 4.5 jt itu sudah all in one ya, itu kalau ada promo ya? Kalau seumpama gada promo berapa mbak kria kira harganya? Kemarin aku ke bangka habis sekitar 2jt-an. :’) Mending langsung ke luar negeri ajah ya kwkwkkw.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s