9 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Umroh 

dscf0971
Lapak jualan di sekitar Jabal Nur

Tahun 2010 gue berkesempatan pergi umroh secara gratis karena memenangkan lomba menulis review film dari salah satu PH (Production House) ternama di Indonesia #udahkelihatansongongbelum. Cerita tentang bagaimana gue bisa dapat umroh gratis akan diposting terpisah. Dari perjalanan umroh selama 9 hari tersebut gue mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga.

Berhubung emak Pink baru saja berangkat umroh yang membuat gue teringat kembali kenangan selama beribadah di sana #bukankenanganmantan, sehingga ingin berbagi informasi apa saja yang musti diwaspadai selama berada di tanah suci agar teman-teman yang akan berangkat umroh atau naik haji bisa mempersiapkan diri dan menghindari hal-hal berikut agar perjalanan umroh berjalan dengan baik dan lancar.

Dimanapun kita pergi ada kemungkinan akan menemui hal-hal yang baik dan kurang baik selama di perjalanan dan di tempat tujuan. Sesuai dengan kata pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Beberapa hal yang harus diwaspadai saat umroh yaitu:

1. Copet

Di tempat-tempat yang ramai pengunjungnya merupakan sasaran empuk kejahatan terutama pencopetan, apalagi jika berjubel manusia tumplek blek jadi satu di suatu tempat, menjadikan peluang besar untuk copet beraksi, tidak terkecuali di tempat ibadah.

Seorang jemaah dalam rombongan gue kecopetan dompetnya di masjid saat berdesak-desakan di pintu masuk mesjid, arus jemaah yang padat keluar masuk masjid adalah kesempatan si copet untuk bergerilya tangannya. Jika jemaah lengah dompet pun melayang.

Selain di pintu keluar masuk masjid, copet juga beraksi di toilet masjid saat jemaah melepaskan tas atau perhiasan di tangan seperti jam saat berwudhu. Lengah sedikit saja tas atau jam tangan jemaah raib. Copet juga beraksi di toko-toko suvenir dan oleh-oleh yang ramai pembeli. Berhati-hatilah dan waspada selalu.

Gue tidak mengalami musibah kecopetan tetapi sendal gue hilang yang disimpan di dalam rak sepatu yang ada di masjid Nabawi. Nasib gue pulang nyeker dari masjid ke hotel, untunglah jalannya sudah di paving sehingga kaki gue gak nginjek tanah (hantu dong). Mungkin gue harus kembali ke cara lama dengan memasukkan sendal ke dalam kantong kresek lalu disimpan di dalam tas. Maling sendal juga sudah go internasional, tidak cuma di Indonesia hehehe.

secret-pocket
Beberapa jenis dompet rahasia untuk traveling (pict credit: http://www.travelfashiongirl.com
secretpocket
salah satu jenis secret pocket (pict credit: http://www.ebay.com)

Pink Tips :

Untuk menghindari copet, dompet ditinggal saja di hotel, bawalah uang secukupnya dan simpan di kantong rahasia di dalam baju. Elo berangkat umroh untuk beribadah bukan belanja. Jemaah Indonesia sungguh sangat impulsif saat belanja seolah-olah besok akan kiamat. Padahal barang-barang yang loe beli di Arab itu sudah banyak yang dijual di tanah air karena sebagian besar produk di sana made in China.

Emak membeli singlet (kaus dalam) yang memiliki kantung Doraemon di bagian perut untuk menyimpan uang, kaus yang berdesain khusus tersebut bisa di beli di toko perlengkapan haji atau cari saja di toko online. Selain kaus dalam juga ada bra atau celana dalam yang juga didesain untuk menyimpan uang agar lebih aman. Tinggal pilih mana yang bikin teman-teman nyaman #eh.

secretpocket1
model kaus dalam yang dipake emak untuk umroh (pict credit: http://www.clevertravelcompanion.com)

2. Pengemis

Niat gue baik, pengen sedekah ke pengemis, ternyata niat baik yang tidak tepat sasaran justru memberi petaka buat gue. Setelah memberikan uang kepada salah satu pengemis seorang ibu, tiba-tiba dari berbagai arah muncul pengemis-pengemis lainnya yang berwajah Afrika mengerubuti untuk minta duit juga, OMG matik lah gue, sisa-sisa uang riyal lembaran pecahan kecil dan rupiah buru-buru gue kasih dan gue segera kabur sebelum pengemis-pengemis yang lebih banyak nyamperin gue.

Pink Tips:

Jangan memberikan uang kepada pengemis atau elo bakal didatangi pengemis-pengemis lainnya. Kalo mau sedekah berilah uang kepada TKI yang bekerja bersih-bersih di dalam masjid-masjid yang ada di Arab Saudi terutama di masjid Nabawi dan masjidil Haram atau bisa juga belikan alquran lalu letakkan di dalam masjid. Bersedekah itu perbuatan mulia tapi harus tepat sasaran. Bersedekah dengan pengemis di jalanan, dikhawatirkan justru menyuburkan tindakan mengemis dan bertambahnya pendatang yang berniat mengemis.

3. Pelecehan Seksual

Gue tidak mengalami pelecehan seksual secara fisik tetapi pelecehan seksual secara verbal. Waktu itu gue dan rombongan jemaah umroh berjalan menuju Jabal Rahmah (tempat bertemunya Adam dan Hawa).

Ada seorang pria Arab yang sedang naik ATV di jalan, posisinya di belakang gue, lalu dia berteriak “hei indon, you are so sexy” mendidih hati ini, rasanya pengen gue cabein pake cabe rawit mulut tuh cowok karena mulutnya gak disekolahin alias kurang ajar. Gue beristighfar berkali-kali mengingatkan kalau sedang beribadah harus banyak bersabar.

Kata ‘indon’ diucapkan oleh penduduk negara-negara yang TKI banyak bekerja di sana kepada orang Indonesia sebagai bentuk hinaan yang artinya bodoh, rendah dan gak berguna. Jadi kalau ada orang yang panggil elo ‘indon’ elo berhak untuk sakit hati dan marah.

Ini bukanlah yang pertama gue menemukan cowok di Arab Saudi yang sifatnya arogan kepada perempuan dan mulutnya kasar, masih banyak kejadian lainnya. Jadi kalau ada cerita pedih TKW yang mengalami pelecehan di Saudi oleh majikannya atau laki-laki tak usah heran begitulah kenyataanya.

Pink Tips:

Untuk muslimah, saat umroh pakailah baju muslim seperti standar di Arab yang modelnya tidak macam-macam, sangat tertutup dan berwarna gelap. Baju muslim seperti di Indonesia yang berdesain cantik dengan warna-warna cerah dapat menimbulkan hasrat ‘berbeda’ di mata pria Arab yang tidak biasa melihat keberagaman dan variasi baju muslimah.

Meskipun orang Indonesia dikenal ramah dan sering tersenyum, khusus di Arab jangan tersenyum saat bertemu cowok Arab nanti elo bakal dianggap menggoda mereka. Beda tempat berbeda budaya, hargailah perbedaan itu dengan mengikuti nilai-nilai yang dianut masyarakat lokal.

Di tanah haram yaitu Madinah dan Mekkah ada kewajiban memakai cadar untuk muslimah penduduk Saudi dan ada polisi syariah yang berpatroli untuk mengawasi penerapan syariah berpakaian dan bergaul antara lawan jenis. Jadi berpenampilanlah dan bersikaplah layaknya penduduk lokal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Jebakan Belanja

Banyak sekali penjual souvenir asongan di tempat-tempat ziarah yang bersejarah menjajakan dagangannya,  beberapa diantara penjual adalah anak-anak yang lucu dan imut. Jebakan belanja ini gue alami di depan masjid Quba saat gue ingin masuk ke dalam masjid, gue dicegat oleh serombongan anak-anak kecil berwajah tampan dan cantik, mereka menawarkan dagangannya, namanya juga cewek ya kalo disamperin sama anak-anak kan seneng, trus gue melihat-lihat barang-barang yang mereka jual seperti gelang dan tasbih.

Gue tanya berapa harganya, OMG harganya mahal banget membuat mood langsung drop shay lalu gue urungkan belanja dan mengembalikan barang-barang yang dipegang, ternyata anak-anak tsb tidak selugu yang gue pikir, mereka menahan tangan gue dan bersikeras kalau gue harus membayar dagangan yang sudah dipegang, ajegile gue dijebak anak-anak.

Tapi gue bersikeras tidak mau membeli karena uang yang gue punya tidak cukup untuk membayar dagangan yang mereka paksa beli. Akhirnya anak-anak tersebut gue tinggal kabur sebelum orang tuanya datang untuk lebih menekan gue membayar barang yang sudah dipegang.

Ini disebut ‘pegang berarti membeli’, makanya jangan suka pegang-pegang kalau gak ada duit hehehe.

Pink Tips:

Hati-hati belanja pada pedagang asongan terutama anak-anak, kalau sial barang yang loe pegang terpaksa loe harus beli dengan harga yang berkali lipat dari harga normalnya. Ini salah satu bentuk scam di Arab.

5. Kriminalitas

Meskipun di tempat ibadah tidak menghilangkan niat manusia untuk berbuat jahat, setan tetap ada di mana-mana dalam wujud manusia. Seperti kata emak nih “Kepala sama hitam, hati siapa yang tahu”. Hati-hati dan selalu waspada terhadap tindakan penipuan, hipnotis dan kejahatan lainnya. Khususnya untuk perempuan jangan bepergian sendirian, harus ditemani oleh mahram kemana-mana. Jangan sampai terpisah dari rombongan jemaah. Berjalan-jalan di dalam dan di sekitar masjid termasuk aman karena ramai, jadi jangan terlalu khawatir juga.

Pelaku kriminalitas bisa siapa saja termasuk dari bangsa sendiri, jadi jangan mudah percaya orang lain yang baru dikenal dan sangat ramah meskipun itu sama-sama orang Indonesia. Percayalah dengan firasat atau insting, jika merasa ada yang aneh atau ganjil lebih baik tinggalkan.

Pink Tips:

Jangan pergi ke suatu destinasi tertentu sendirian, pergilah beramai-ramai bersama rombongan dengan sharing taxi, rombongan sesama cewek juga harus ditemani oleh cowok-cowok demi keamanan jika ingin pergi keluar. Di tanah suci ada askar (polisi syariah) yang berpatroli memeriksa penduduk jangan sampai ditangkap karena bepergian tanpa mahram.

6. Tertular penyakit

Karena banyaknya jemaah yang berasal dari berbagai negara berkumpul di satu tempat menyebabkan mudahnya penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri menyebar. Lakukanlah vaksinasi sebelum berangkat dan jagalah kondisi fisik tetap fit selama umroh.

Persiapan fisik diperlukan sejak dari tanah air dengan berolahraga dan menjaga makanan. Selama umroh gue terkena penyakit batuk parah sampai sepulang umroh belum juga sembuh sehingga ibadah gue kurang maksimal. Jangan sampai apa yang menimpa gue terjadi kepada calon jemaah umroh yaitu jatuh sakit karena daya tahan tubuh lemah.

Pink Tips :

Bawalah masker, krim anti matahari, kacamata hitam, obat-obatan standar seperti minyak angin, obat diare, obat batuk dan obat-obatan khusus jika elo menderita penyakit tertentu seperti alergi atau bengek.

7. Demi Hajar Aswad Apapun Dilakukan

Katanya cewek itu makhluk yang lemah-lembut namun di depan Hajar Aswad gue temukan paradoks, perempuan-perempuan amat ganas sampe dorong-dorongan, sikut-sikutan dan bertengkar hebat dengan sesama perempuan lainnya sampe kerudung lepas demi hasrat dapat mencium Hajar Aswad, padahal mencium Hajar Aswad bukanlah ibadah wajib sementara bertindak kasar dengan sesama muslim apalagi sampe aurat terbuka itu dilarang.

Akhirnya gue menyadari bahwa perempuan makhluk yang lemah dan lembut itu cuma mitos.

sbyciumhajaraswad
Tamu negara kerajaan Arab Saudi (credit :tandapagar.com)
jemaah-umum
Keramaian jemaah berkumpul untuk mencium Hajar Aswad (batu hitam di sudut Ka’bah, credit : merdeka.com)

Di dekat Hajar Aswad bakalan loe temui beberapa orang Indonesia laki-laki dan perempuan yang akan menawari untuk membantu elo mencium Hajar Aswad, tapi ini tidak gratis melainkan bayar dan mahal. Biaya membantu elo mencium sekitar 250 riyal. Modus operandi mereka dengan menyikut jemaah lain lalu memagari elo dan mendorong kepala elo sampai mencium Hajar Aswad. Astaghfirullah ciuman yang tidak syariah sekali, harus membayar orang untuk melakukannya. Mendingan uangnya dipake untuk melamar dedek Pink ya kan kan.

Pink Tips:

Kalau ada tamu negara yang lagi umroh atau naik haji, elo bisa numpang nyempil untuk mencium Hajar Aswad. Jadi sebelum berangkat, coba stalking socmed pejabat negara siapa tahu mereka mengumumkan jadwal umroh atau naik haji. Semoga berhasil!.

Hukum mencium Hajar Aswad itu sunnah, jemaah cukup melambaikan tangan saja, jadi sayangilah nyawamu yang cuma selembar agar jangan sampai tergencet oleh ribuan jemaah.

8. Kesasar Tidak Bisa Pulang Ke Hotel

Masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu luas sekali bangunannya dan memiliki banyak pintu yang mirip satu sama lain. Setiap pintu memiliki nama masing-masing dan akan tembus ke area berbeda. Hapalkanlah nama pintu kita masuk, maka di pintu itulah kita keluar. Kalau untuk jemaah yang masih muda hal ini tidak akan menjadi masalah tetapi untuk jemaah yang sudah sepuh ini akan menjadi masalah besar.

Banyak gue temukan ibu-ibu dan bapak-bapak yang berusia lanjut tidak dapat kembali ke hotel karena tersesat, oleh karena itu hendaklan jemaah yang sudah sepuh tersebut didampingi oleh jemaah yang masih muda sehingga mereka tidak tersesat. Siapa tahu kegiatan mendampingi orang tua menemukan jalan berbuah jodoh. Selalu banyak jalan untuk berjodoh, masalahnya elo lewat kagak ke jalan itu hehehe.

9. No Vandalisme

Banyak sekali situs-situs bersejarah di dunia yang di vandal oleh pengunjung sehingga merusak situs tersebut. Begitu juga di tanah suci jemaah yang beribadah justru melakukan tindakan merusak situs bersejarah karena ikut-ikutan apa yang dilakukan orang-orang sebelumnya dan tidak mengerti kalau yang mereka lakukan itu merusak situs bersejarah penting.

Contoh vandal yang memprihatinkan adalah coretan di tugu penanda bertemunya Adam dan Hawa di Jabal Rahmah. Banyak orang percaya mitos jika menuliskan nama kita dan pasangan maka akan menjadi jodoh. Duh emang ya kalau jualan cinta, jodoh dan kekayaan banyak banget yang percaya dan rela melakukan apa saja. Jangankan cuma mencoret situs bersejarah, datang ke dukun dan guru spiritual macam Dimas Kanjeng dan AA Gatot pun dilakukan.

Cinta, jodoh dan kekayaan didapatkan dengan ilmu, usaha, kerja keras dan doa. Jadi kalau ada yang menawarkan semua itu dengan mencoret situs bersejarah, memasang gembok, jaga lilin ataupun melakukan sesuatu yang tidak logis meskipun di tempat ibadah yang sakral jangan dipercaya. Kalau emang bener, gue mau nulis nama abang Leonardo Dicaprio biar berjodoh dengannya, kalau mau gue minta sekalian yang besar dan banyak #jangannanggung.

dscf0967
Tugu penanda pertemuan Adam dan Hawa di Jabal Rahmah yang di vandal jemaah dengan tulisan

Bayangkanlah jika ada satu orang memulai untuk menulisi batu di sebuah bukit, maka jutaan jemaah lainnya juga akan ikutan menulisi batu-batu di bukit itu sampai seluruh bukit menghitam. Serem banget efek dari vandalisme terhadap situs bersejarah jadi please jangan lakukan ya.

Sebelum berangkat umroh jangan kebanyakan membaca majalah Hid*yah (masih adakah majalah ini?) nanti apa-apa yang terjadi dikait-kaitkan dengan hal-hal yang tidak logis. Berhentilah berpikir negatif kalau Tuhan akan membalas perbuatan dosa yang sering kita lakukan di tanah air ketika kita umroh di tanah suci.

Tuhan itu maha baik, maha pengampun, maha pengasih dan penyayang. Hal-hal buruk seperti pada tulisan di atas dapat menimpa siapa saja karena kurangnya informasi dan kewaspadaan jadi berhati-hatilah selalu.

Jemaah yang terkena musibah janganlah diasumsikan mereka banyak dosa lalu dibalas oleh Tuhan, padahal siapapun punya kemungkinan untuk mengalami ujian. Tugas kita sebagai manusia adalah mempersiapkan diri dengan baik dan berdoa semoga dijauhkan dari keburukan dan kejahatan.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang akan berangkat umroh maupun naik haji.

Happy Umroh 🙂

Iklan

49 thoughts on “9 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Umroh 

  1. ekahei 29 November 2016 / 12:01 pm

    Aku waktu itu dikasih tau sama TKI yg kerja di masjidil haram ttg copet — gara ngeletaki tas begitu saja…

    Terusss..m sendal hilang pas di mesjid kuba. Ngadu ke petugas cewek gituh di suruh ambil another sandal yg ada si kuba. Lah manaaa mauuuu akunyaa -_- wong lagi berusaha berlaku baik selama umroh.

    Dan… pelecehan, arght ini benar bikin nangis, marah, kesal entah apalah namanya..

    Tulisan ini bikin aku teringat pas di sana.

    Tulisan yg bagus kakak… info yg bermanfaat 🙂

    in

    Disukai oleh 1 orang

  2. Pink Traveler 29 November 2016 / 1:01 pm

    Iya bener meskipun di tempat ibadah masih banyak manusia yg akhlaknya gak baik, kita harus mempersiapkan diri untuk umroh salah satunya dengan banyak browsing, aku nulis ini biar gak kejadian sama yg lain trus nanti diejek pula kalo banyak dosa padahal yg namanya musibah bisa menimpa siapa saja

    Suka

  3. omnduut 29 November 2016 / 1:35 pm

    Suka yg bagian majalah Hidayah itu 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. Nasirullah Sitam 29 November 2016 / 2:25 pm

    Waaah udah muroh toh. Keren mbak.

    Nggak sekalian nemanin emakmu mbak umroh lagi? 😀

    Disukai oleh 1 orang

  5. Pink Traveler 29 November 2016 / 3:05 pm

    Entek duite mas, entar aja sama suami biar lebih khusyuk ibadah 🙂

    Suka

  6. Pink Traveler 29 November 2016 / 3:06 pm

    Hahaha jadi kita hidup di jaman yg sama ya om korban majalah Hidayah hehehe

    Suka

  7. Fajrin Herris 29 November 2016 / 6:08 pm

    Emang harus hati” y mbak. Sama seperti dkota” lain jg.. 🙂

    Eh y tuh mendingan untuk lamaran yak *Mang calon ny sudah ada mbak pink :p

    Disukai oleh 1 orang

  8. Pink Traveler 29 November 2016 / 6:12 pm

    Dimanapun berada harus hati2, meski calon belum ada aku selalu optimis kak, demi indonesia yg lebih bahagia 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  9. dewinielsen.com 29 November 2016 / 8:48 pm

    Ngeri ya masalah copet ini…ditempat yang orang beramai-ramai ingin kesana untuk beribadah, kok nggak nyaman.

    Disukai oleh 1 orang

  10. Pink Traveler 29 November 2016 / 9:24 pm

    Dimana banyak gula di sanalah semut banyak datang, yang penting hati2 aja mbak, mau ibadah gak usah bawa2 dompet yg banyak isinya, jemaah emang sasaran empuk kejahatan apalagi yg sudah berumur

    Suka

  11. dewinielsen.com 29 November 2016 / 9:32 pm

    Iyaaa…kasihan yang tua tua jadi target…aku ngebayangin makmu mbak disana nanti..kan nggak enak kita mau ibadah tapi harus alert setiap waktu bukannya tenang gt..Heran sama pemda nya ya..kok nggak diprioritaskan keamanan.

    Disukai oleh 1 orang

  12. Pink Traveler 29 November 2016 / 9:41 pm

    Jutaan orang yg datang dari berbagai bangsa mbak, sudah nggak ke handle lagi pemdanya. Habis itu suasana sekitar masjid itu dibangun kemewahan, gedung2 tinggi dimana-mana plus ratusan toko membuat jemaah semakin konsumtif

    Suka

  13. asambackpacker01 30 November 2016 / 7:00 am

    Memang Indon artinya begitu ya mbak?dapat definisi darimana (kamus bahasa mana)? Saya kira itu singkatan buat menyebut asal negara, misal Malay, Pinoy, Thai dll. Pengalaman umroh saya pramugari Saudia galak ke penumpang bapak2 di sebelah yang jelalatan (mantengin muka pramugari), kotak makanan dilempar/bukan diletakkan ke meja bapak2 itu, kebetulan bapak itu “agak spesial”orangnya. Trus di salah satu toko souvenir di Madinah pelayan cowoknya melirik genit dan senyum menggoda ke pengunjung cowok, ada kelainan barangkali. Selebihnya umroh is the best my travel experience.hahaha

    Disukai oleh 1 orang

  14. Pink Traveler 30 November 2016 / 7:26 am

    Sepanjang pengetahuan saya bergaul dengan TKI dan traveler, indon disebut ketika memaki orang Indonesia. Teman2 saya yg traveler yg berasal dr negara lain belum pernah menyebut asal negara saya dengan indon mereka menyebutnya lengkap yaitu indonesia, begitu jg saat saya menyebut negara teman2 saya tidak pernah menyingkat philiphina jd pinoy atau malaysia jadi malay

    Disukai oleh 1 orang

  15. ghozaliq 30 November 2016 / 8:13 am

    makasih penjelasannya dan tipsnya mba, beda lokasi beda budaya dan beda cara menyikapinya.
    Jadi sedikit khawatir kalau nanti bapak sama ibu jadi umroh kalau keadaanya memang seperti itu,
    kemarin paman habis haji, pulangnya bawa iphone palsu seharga duajuta, baru seminggu sudah rusak, kasihan…

    Disukai oleh 1 orang

  16. Pink Traveler 30 November 2016 / 8:18 am

    Berjuta-juta orang ada di sana dengan membawa macam-macam karakter, tidak semuanya baik jadi memang harus hati-hati dan waspada

    Suka

  17. asambackpacker01 30 November 2016 / 4:46 pm

    Betul juga. di Malaysia banyak orang yang baik dan santun, tapi ada juga yang gampang marah, memaki, mungkin beban hidupnya berat. 😎

    Disukai oleh 1 orang

  18. herva yulyanti 2 Desember 2016 / 3:42 pm

    Wah pengalamannya seru mba ga disangka y pdhl tmpt ibadah masih ada aja yg memanfaatkan kesempatan ckckck
    smga bisa melangkahkan kaki kesana aamiin-kan y mba ^^

    Disukai oleh 1 orang

  19. Pink Traveler 3 Desember 2016 / 8:47 am

    Aamiin, dimana-mana yg tempatnya rame sangat mungkin banya kejahatan terjadi, semoga nanti bisa ke Mekkah ya untuk ibadah dan dilancarkan

    Suka

  20. Rudi Chandra 4 Desember 2016 / 7:26 am

    Wah… Ternyata di tanah haram pun ada scam dan kriminalitas.

    Disukai oleh 1 orang

  21. Pink Traveler 4 Desember 2016 / 9:23 am

    Iya kak dimanapun tempat yang ramai pengunjungnya akan banyak yang memanfaatkan situasi untuk mrngambil keuntungan

    Suka

  22. Leli 6 Desember 2016 / 11:58 am

    Wuaaaaah banyak banget..
    Apalagi prinsip yang pegang harus beli,
    Ngeriii kayak lagi di todong wkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

  23. cumilebay.com 6 Desember 2016 / 12:20 pm

    Ih seriusan menang umroh gratis ??? aku mauuuuuuuuuu

    Suka

  24. Pink Traveler 6 Desember 2016 / 1:41 pm

    serius om nanti ku ceritakan di postingan berikutnya

    Suka

  25. Pink Traveler 6 Desember 2016 / 1:42 pm

    hati-hati saja tidak disemua tempat kok kayak gini

    Suka

  26. elma 6 Desember 2016 / 2:40 pm

    terimakasih banyak informasinya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  27. Pink Traveler 6 Desember 2016 / 5:31 pm

    Pas punya suami aja win lbh nikmat ibadahnya

    Suka

  28. bukanrastaman 7 Desember 2016 / 8:16 am

    Aku lagi berfikir ngajak umroh istri ma anakku. huhuhuhu tapi kalo masih dibawh 5 tahun agak mikir ya

    Disukai oleh 1 orang

  29. Pink Traveler 7 Desember 2016 / 9:16 am

    Banyak juga pasangan yang bawa balita, tapi agak lebih repot misalnya pas ibunya sholat anaknya diikat pake selendang ke tubuh ibunya biar pas anaknya lepas gak hilang tetap nempel di tubuh ibu. Sebaiknya emang nunggu agak gede sekitar SD

    Suka

  30. sarah 14 Desember 2016 / 2:51 pm

    Beruntung dirimu ya na,bisa berangkat umroh gratis..#akujugamau..
    Tipsnya oke banget lah. Jadi ngerti persiapan sebelum berangkat kesana.

    Disukai oleh 1 orang

  31. Pink Traveler 14 Desember 2016 / 4:39 pm

    Ya namanya rezeki tp itu byk dramanya kok sebelum berangkat

    Suka

  32. Alma Wahdie 16 Desember 2016 / 11:04 pm

    Waah, bermanfaat sekali infonya ini. Semoga nanti bisa berangkat ke tanah suci juga aamiin.

    Disukai oleh 1 orang

  33. Pink Traveler 16 Desember 2016 / 11:30 pm

    Aamiin mbak saya doakan, salam kenal ya makasih sdh mampir

    Suka

  34. carpon bahasa sunda 19 Desember 2016 / 8:38 am

    ingat kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelaku, tapi karena ada kesempatan waspadalah waspadalah

    Disukai oleh 1 orang

  35. Tikha 20 Desember 2016 / 5:28 am

    Copet. Iyes pernah pengalaman mergokin ibu-ibu india ngerogoh tas papa. Aku sentak dianya kabur.

    Kalau masalah digodain sering banget. Pernah ada yang ngajakin kawin katanya mau dituker hotel. Biasanya kalau ke masjid, kututup aja mukaku pakai masker

    Disukai oleh 1 orang

  36. Pink Traveler 20 Desember 2016 / 9:29 am

    Iya memang harus hati2 di sana terutama copet dan pelecehan seksual

    Suka

  37. Sandi Iswahyudi 20 Desember 2016 / 7:16 pm

    wouw… pengalaman yang berharga mbak, ternyata di sana juga ada pencopet ya. berarti emang, di mana pun hati2 itu penting

    Disukai oleh 1 orang

  38. Pink Traveler 20 Desember 2016 / 7:23 pm

    Di tempat yg ramai umumnya kejahatan meningkat jadi perlu hati2 dan waspada

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s