Kena Scam Taxi Di Bangkok 

dscn0637
Taxi di Bangkok warnanya unyu-unyu seperti warna Pink ini

Inilah akibatnya kalau jadi orang gampangan kayak gue, iya gue emang gampangan alias gampang banget tergiur harga murah termasuk ongkos taxi seharga 100 Baht yang ditawarkan sopir taxi untuk mengantar dari Wat Pho menuju mall MBK di Siam. Setelah dua kali negosiasi harga dengan dua sopir taxi berbeda namun mentah karena mereka minta ongkos yang mahal seharga 300 Baht, paling mentok mau turun diharga 250 Baht. Di taxi ketiga gue justru dikasih harga murah 100 Baht yang membuat gue gerak cepat masuk ke dalam taxi sebelum sopir berubah pikiran.

Sedikit mencurigakan sih, masa dari dua kali nego dengan sopir taxi yang berbeda, mereka semua nggak mau turun dari harga 250 Baht dari Wat Pho ke MBK mall, ini too good to be true wajib curiga. Ternyata kecurigaan gue bener, setelah sekitar 5 menit berada di dalam taxi, sopir bilang sebagai ganti uang bensin,  dia akan mengantar gue ke toko pusat kerajinan pemerintah Thailand karena toko tersebut memberikan kupon untuk mengisi bensin. Karena ini kunjungan gue kedua kali ke Bangkok, gue jadi penasaran juga seperti apa toko pusat kerajinan milik pemerintah Thailand tersebut, sekaligus bisa menjadi bahan cerita di blog.

img_20150724_133008
Taxi yang lewat di area Grand Palace, sebaiknya tidak naik taxi di area ini karena mahal dan rawan scam

Pengalaman naik taxi di Bangkok memang agak susah menemukan taxi di area wisata yang mau menyalakan argo, kebanyakan mereka meminta harga tertentu ketika kita menyebut lokasi tujuan, nah diperlukan kemampuan negosiasi. Taxi yang menggunakan argo, harga buka pintu sebesar 35 Baht lalu nanti dihitung perkilometer dengan harga 2 Bath dan ada tambahan harga lagi sebesar 1,25 Baht perkilometer jika berada di kemacetan apabila kecepatan dibawah 6 kilometer perjam menurut situs di http://www.Bangkok.com. Tapi secara umum ongkos taxi di Bangkok itu sekitar 50 Baht jika lokasi tujuan hanya beberapa kilometer. Makanya gue nafsu banget waktu mendengar sopir kasih harga 100 Baht untuk tujuan mall MBK yang ada di pusat kota dan daerah padat kendaraan.

Sudah lebih dari 15 menit taxi berjalan di jalanan kota Bangkok, tapi belum juga sampai ke toko pusat kerajinan tersebut, dari jendela taxi gue bisa melihat istana Dusit yang artinya rute yang dilewati daerah Dusit, di area ini banyak bangunan tua yang arsitekturnya cantik dan megah yang juga dilengkapi dengan taman yang indah,  lumayan menghibur juga melihat pemandangan kota Bangkok ala-ala kerajaan Eropa.

Perasaan gelisah melanda,  mengapa sudah selama ini taxi belum berhenti ke toko yang dimaksud, apakah tokonya masih jauh? itulah pertanyaan yang menggelayuti pikiran gue. Sungguh gue takut diculik oleh sopir taxi ini, trus daging gue yang banyak lemaknya di mutilasi kayak film horor Thailand berjudul “Meat Grinder”, hiii….. Segera gue enyahkan pikiran tersebut dengan bertanya ke sopir  “apakah tokonya masih jauh?”, pak sopir menjawab kalau tokonya dibalik perempatan yang ada di depan jalan ini. Gue bernapas lega….

Setelah sampe ke gedung yang dimaksud, sopir menyuruh gue masuk dan dia akan menunggu di parkiran. Gue turun dari taxi dan berjalan ke arah toko. Bangke!!!, ternyata sopir taxi ini telah menipu gue. Toko pusat kerajinan milik pemerintah Thailand yang dia maksud adalah toko batu permata alias Gem Stone Jewelry. Gue kan budget traveler alias turis kere, buat apa coba ke toko batu permata.

Sepertinya bukan gue saja turis yang ditipu untuk masuk ke toko permata, di parkiran gue melihat beberapa bus dan taxi parkir di depan toko ini. Ya sudah kepalang tanggung sudah di toko, gue memutuskan masuk saja.

dscn0627
Parkiran di depan toko batu permata dan perhiasan

Gue masuk ke lobby toko, sudah disediakan welcome drink untuk para tamu. Gue memutuskan tidak mau minum welcome drink karena gue khawatir di minuman itu sudah dicampur semacam pelet gitu biar pengunjung rela dengan ikhlas membeli batu permata hahaha.

Pelayan-pelayan toko alias pramuniaga yang cantik, kurus dan tinggi dalam balutan busana warna hitam yang elegan menyambut pengunjung, lalu pelayan tersebut bertanya asal negara setiap pengunjung, rupanya disediakan pramuniaga yang bisa berbahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea atau bahasa lain untuk menyesuaikan dengan pengunjung toko yang berasal dari berbagai negara. Setiap pengunjung didampingi satu pramuniaga cewek yang cantik yang akan menemani berkeliling toko batu permata dan perhiasan ini. Mantep ya service toko ini, apalagi buat cowok pasti seneng kalo begini, sambil belanja bisa nyepikin pramuniaga.

Jadi gini, pasti cowok-cowok bakal belanja batu permata atau perhiasan karena merasa tidak enak atau gengsi kalau tidak membeli di depan cewek secantik pramuniaga toko. Teknik sales yang mumpuni, dengan memanfaatkan ego laki-laki. Hati-hati lho teknik ini lebih banyak berhasil, entah untuk pengunjung yang budget traveler mungkin sedikit anomali.

Gue yang solo traveler dan gak punya banyak duit mencari akal bagaimana bisa mengulur waktu agar tak banyak dihabiskan di toko batu permata dan perhiasan ini. Akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke toilet dulu menyelesaikan urusan,  mulai dari buang air besar lalu buang air kecil dan buang air sedang-sedang saja hehehe. Setelah buang air berbagai ukuran, gue mulai make up wajah gue yang udah berminyak dan kucel. Sepuluh tahapan skin care ala Korea dipraktekkan berikut tutorial make up ala beauty youtuber Suhay Salim dan Rachel Goddart cukup menyita waktu sampai-sampai pramuniaga menyusul gue ke toilet hahaha.

Gue yang udah cantik maksimal keluar dari toilet dengan rasa percaya diri, emang bener sih kalau cewek dandan bakalan nambah rasa pede beberapa derajat. Gue didampingi pramuniaga masuk ke dalam ruangan dengan pintu kaca otomatis terbuka seperti di mall, kemudian tampaklah banyak bapak-bapak pengrajin batu permata yang duduk di meja-meja hitam kayak kubikel kantor petak-petak. Terlihat banyak batu-batu mentah di atas meja dan mereka sedang memotong maupun mengasah batu tersebut dengan serius.

Lalu dilanjutkan masuk ke dalam ruangan display perhiasan, masuk ke ruangan ini pengunjung tidak boleh membawa kamera, jadi gue nggak bisa memoto cantiknya perhiasan-perhiasan di sini ya guys. Sebagai cewek jelas mata gue melotot melihat banyak perhiasan cantik dengan batu-batu permata berwarna-warni. 

Pramuniaga menjelaskan dengan sabar, berbagai jenis perhiasan dan nama-nama batu yang menghiasinya seperti Ruby, Delima, Saphire, Pyrus, Amethys, Zamrud, Kecubung, Giok bahkan Intan dan Berlian. Kerangka perhiasannya kebanyakan terbuat dari emas putih.

Harga perhiasan di sini bervariasi mulai dari puluhan ribu Baht sampai ratusan ribu Baht, yang jelas sukses membuat gue geleng-geleng kepala saking gak mungkin bisa gue beli karena memang tidak punya duit sebanyak itu plus buat apa buang-buang duit beli perhiasan karena gue berhijab,  jadi punya perhiasan mahal pun nggak bisa dipamerin ke cewek-cewek sosialita karena ketutupan hijab kecuali cincin. Lucu rasanya kalau ngobrol sama cewek-cewek gue musti ngibasin tangan biar kelihatan kalau pake cincin mahal gitu hahaha. Lagian pergaulan gue juga bukan cewek-cewek sosialita, meskipun pake barang mahal temen-temen gue juga nggak bakal tahu kalau itu barang mahal jadi percuma juga kan.

Lepas dari display perhiasan, gue diajak ke tempat display tas dan dompet berbahan kulit, segala macam kulit dari kulit ikan Pari sampai kulit ular dan buaya namun sayangnya nggak ada kulit buaya darat. Bagus-bagus desain dompet dan tas di sini, lagi-lagi harganya mahal. Ya iyalah kulit asli pasti mahal, ada rupa ada harga.

Mbak pramuniaga yang cantik ini tetap tersenyum manis meskipun gue tidak membeli, tidak ada muka cemberut dan asem seperti kebanyakan pramuniaga di tanah air kalau kita tidak membeli.  Sepertinya si mbak sudah sadar kalau turis dari Indonesia seperti gue yang budget terbatas tidak mampu membeli perhiasan dan tas kulit yang mahal, akhirnya dia menunjukkan display untuk souvenir, beberapa souvenir termasuk perhiasan imitasi dijual. Harganya tidak mahal, sekitar 250 Baht. Kalau perhiasan imitasi tidak usah jauh-jauh sampai ke Thailand dan musti kena scam juga, di Pasar 16 Palembang banyak. Bahkan 250 Baht aja gue berat mau membeli perhiasan ini meskipun gue kasihan juga dengan si mbak karena dia nggak dapat komisi akibat dapat pelanggan kere macam gue yang tidak melakukan pembelian sama sekali.

Mbak pramuniaga tetap tersenyum dan mengucapkan salam ketika gue sudah sampai di pintu keluar, sudah tidak sabar rasanya keluar dari gedung perhiasan yang bikin panas hati karena menghabiskan waktu.

dscn0629
Inilah toko batu permata dan perhiasan berstandar ISO

Diluar dari scam taxi yang bikin kesal, gue mengakui kalau toko batu permata dan perhiasan ini dikelola dengan manajemen dan service yang baik untuk menarik minat turis dan pengunjung berbelanja. Meskipun gue kesal menjadi korban scam tapi setidaknya gue membawa cerita pernah masuk toko batu permata dan perhiasan, dilayani dengan baik dan tidak dipaksa untuk membeli.

Gue tidak kehilangan uang akibat scam dari sopir taxi ini, cuma kehilangan waktu sekitar 2 jam yang bisa dipakai untuk keliling MBK mall, yang terpenting gue selamat dan sopir taxi mengantarkan gue ke MBK mall setelah selesai dari toko batu permata dan perhiasan.

Pesan moral dai cerita ini, jangan gampang tergiur tawaran murah dari siapapun yang tidak masuk akal karena bisa jadi kita akan menjadi sasaran korban scam. Ingatlah Tuti alias tukang tipu pasti akan menarik calon korbannya dengan berbagai tawaran menarik terutama bagi turis.

Tetaplah waspada, jangan takut untuk traveling sendirian, dengan searching informasi,  traveler bisa mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang akan ditemui di perjalanan. Banyaklah membaca blog Pink sebelum pergi traveling karena bakalan banyak kasih info penting untuk traveler.

Happy Travelling 🙂

Iklan

23 thoughts on “Kena Scam Taxi Di Bangkok 

  1. Fajrin Herris 2 Maret 2017 / 10:10 am

    Ya benar mbak. Jangan gampang tergiur dengan tawaran murah disaat traveling. Maka ny kalau aku traveling ditawar para calo atau lain nya aku diam saja..

    Disukai oleh 1 orang

  2. BaRTZap 2 Maret 2017 / 10:49 am

    Fyi ya Na, ini triknya terjadi hampir di banyak negara. Pokoknya kuncinya, jangan tergiur harga murah begitu aja. Ambil harga rasional aja. Jangan sampai karena ingin murah, kita malah jadi kesal sendiri.

    Di Thailand aku sering tolak-tolakin sih penawaran macam ini. Ada yang oke-oke aja, ada juga sopir yg sampai marah-marah. Lah, dia nawarin, kita tolak kok marah? Hahaha … Tapi ya itulah traveling, kadang harus ada dramanya dikit. Ibarat bumbu, harus ada, biar sedap 😊

    Disukai oleh 1 orang

  3. Inayah 2 Maret 2017 / 11:32 am

    heu ngeri kalau sendiri ya,,,btw taxi nya emang super unyu

    Disukai oleh 1 orang

  4. Pink Traveler 2 Maret 2017 / 1:11 pm

    Iya mas Fajrin itu karena bawaan lelah jadi pengen cepet, eh malah ditipu

    Suka

  5. Pink Traveler 2 Maret 2017 / 1:13 pm

    Karena lelah, lapar dan haus jadi pengen cepet aja jadinya malah semakin lama nyampe tujuan, jadi pelajaran sih ke depannya bakal lebih waspada dengan tawaran murah

    Disukai oleh 1 orang

  6. Pink Traveler 2 Maret 2017 / 1:22 pm

    Iya warnanya unyu2 jadi naik taxi, tapi harus hati2 juga karena kebanyakan mereka gak mau pasang argo

    Suka

  7. Hendi Setiyanto 2 Maret 2017 / 5:32 pm

    duh jadi inget jaman SMP pas pertama kali ke jogja dan kena scam tukang becak hehehe, saat hampir ke toko kaos, cuma aku yang kekeuh ga beli kaos barang satu pun padahal sudah diintimidasi gitu

    Suka

  8. Nasirullah Sitam 3 Maret 2017 / 7:16 am

    Hahahahhaah, kalau tidak pernah terjebak pasti nggak seru. Yang penting mah selamet orangnya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  9. Ami 3 Maret 2017 / 9:10 am

    saya juga mbak kemarin dikasih 100 THB, terus ke sini juga malah satu lagi ke tempat madu madu gitu. Tapi karena kebetulan saya lagi gak ada acara dan gak buru-buru saya iyain aja, dan kebetulan service tempat memang bagus dua-duanya jadi saya nyantai dan supir habis itu mengantarkan saya sampai benar-benar di tujuan 😁

    Disukai oleh 1 orang

  10. Pink Traveler 3 Maret 2017 / 9:30 am

    Iya karena kemarin buru2 plus kelaparan ya jelas jadinya kesal plis gak ada duit juga buat belanja jadi ya gitu kesal

    Suka

  11. Pink Traveler 3 Maret 2017 / 9:32 am

    Iya alhamdulillah selamat mas, kalo nggak ceritanya gak bakal ada di blog

    Suka

  12. omnduut 9 Maret 2017 / 5:09 pm

    Kalo di Palembang paling scam diajak masuk ke warung pempek. Eh itu bukan scam ya hehehe, keinginan pengunjung.

    Disukai oleh 1 orang

  13. Pink Traveler 9 Maret 2017 / 5:19 pm

    Di arah bkb sering ado tukang kapal yang nawarin ke pulau kemaro tapi bikin ngeri, nawarinnya kayak makso diikuti padahal sudah ditolak baik2

    Suka

  14. omnduut 9 Maret 2017 / 5:25 pm

    Hahaha, dijawab, “idak mang, kami ni wong Plembang sinilah”

    Alhamdulillah aku ga pernah dipaksa sampe ngotot banget.

    Disukai oleh 1 orang

  15. mysukmana 9 Maret 2017 / 8:19 pm

    yah emak emak mah gitu, klo ada harga miring dikit gak bisa merem hahaha…jangan diuangi ya

    Disukai oleh 1 orang

  16. Pink Traveler 9 Maret 2017 / 8:48 pm

    Ya Allah Tuhan YME aku belum jadi emak2 kak masih remaja unyu2 hiks..hiks..

    Suka

  17. Pink Traveler 9 Maret 2017 / 8:54 pm

    Hahaha gak boleh nanya umur sama cewek, sensitif kaak

    Suka

  18. mysukmana 9 Maret 2017 / 8:57 pm

    kalau kamu bilang sensitif berarti udah saatnya tuh…xixix

    Disukai oleh 1 orang

  19. aji ichiban 4 April 2017 / 12:42 pm

    lumayan lha ngirit ongkos taxi 200 baht tp bs keliling2 liat batu permata…..

    Disukai oleh 1 orang

  20. Pink Traveler 5 April 2017 / 9:19 pm

    Lumayan kalau lagi banyak waktu klo lagi mepet ya sebel

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s