Visit Tidore Island- Harum Rempah Tidore Dan Surat Untuk Pak Jokowi

Pemandangan indah dari puncak gunung Kie Matubu Tidore (sumber foto: http://tips-wisata-indonesia.blogspot.co.id)

Dear Pak Jokowi,

Perkenalkan saya Pink, seorang warga negara Indonesia yang hobinya traveling dan menulis. Saya sangat mengapresiasi program bapak untuk memajukan bidang pariwisata Indonesia dengan target mendatangkan wisatawan mancanegara berlibur ke Indonesia sebanyak 20 juta orang.

Setiap kali saya traveling ke luar negeri dan berkenalan dengan bule, lalu menyebutkan asal negara dari Indonesia, kebanyakan mereka tidak tahu ada negara bernama Indonesia, tetapi ketika saya menyebut pulau Bali, mereka tahu bahwa ada pulau bernama Bali di dunia, kemudian saya memberitahu bahwa Bali itu berlokasi di Indonesia.

Saya semangat sekali menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya Bali karena negara kita adalah negara yang luas dengan jumlah pulau sebanyak 17 ribu lebih yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Membutuhkan waktu bertahun-tahun jika ingin keliling Indonesia dari Aceh sampai Papua. Ditambah lagi setiap daerah di Indonesia memiliki potensi wisata dan keindahan alam yang berbeda-beda.

Saya menulis surat ini lewat travel blog untuk menceritakan sebuah pulau kecil yang indah yang terletak di Timur Indonesia, lebih tepatnya berada di propinsi Maluku Utara. Pulau kecil bak noktah itu bernama Pulau Tidore.

Gambar peta propinsi Maluku Utara (sumber : Wikipedia)

Daerah yang berwarna kuning adalah wilayah Pulau Tidore yang masuk ke dalam propinsi Maluku Utara. Pulau Tidore terletak di sebelah barat Pulau Halmahera, letak pulau ini sangat dekat dengan Ternate, perjalanan ke Tidore sendiri hanya memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan speedboat dari Ternate. Pulau Tidore sedikit lebih luas dibandingkan pulau Ternate. Tidore dan Ternate terletak bersebelahan, Tidore di sebelah selatan dan Ternate dibagian utara. Kedua pulau ini berada di barat pulau Halmahera. Tidore didominasi oleh Gunung Kie Matubu yaitu gunung berapi tua dengan ketinggian 1730 mdpl.

Gambar peta Pulau Tidore (sumber: Wikipedia)

Pulau Tidore telah harum namanya sejak jaman dahulu karena rempah-rempahnya yang telah mengubah sejarah dunia. Rempah-rempah seperti lada, kayu manis, cengkeh dan pala adalah komoditas perdagangan yang diperebutkan oleh dunia, sehingga negara-negara yang jauh mau mengarungi ganasnya lautan selama bertahun-tahun lamanya untuk mencari rute baru ke tempat yang kaya rempah di wilayah Asia Tenggara.

Rempah-rempah tanah Tidore yang berharga (foto : koleksi Pink Traveler)

Telah lama rempah-rempah digunakan untuk ritual keagamaan, membalsem mayat bangsawan dan raja-raja, membuat parfum, mengawetkan daging, memberi warna dan rasa pada makanan dan bahan obat tradisional.

Siapa yang menguasai perdagangan rempah-rempah maka akan menguasai dunia. Sejak abad ke-7 masehi pedagang dari Tiongkok telah memperjualbelikan rempah-rempah berharga, namun menjaga kerahasiaan asal dari rempah-rempah tersebut. Kemudian pada abad ke-14 masehi, perdagangan rempah-rempah dikuasai oleh pedagang-pedagang dari Arab. Masa dimana agama islam mulai masuk ke Nusantara. Pada saat itu pedagang Arab yang mendapatkan banyak kekayaan dan keuntungan dari perdagangan rempah-rempah karena mereka mengetahui dimana tempat membeli dan asal rempah-rempah tersebut kemudian menjaga kerahasiaannya.

Hal ini menyebabkan harga rempah-rempah di pasar dunia sangat tinggi, bahkan harganya melebihi harga emas. Untuk perbandingan harga 1 pound atau kurang lebih 453 gram pala, harganya setara dengan 7 ekor sapi yang gemuk. Sementara lada dapat menggantikan pembayaran uang dengan nilai fantastis sampai dihitung perbutir lada. Eropa Barat membayar 10 pound atau kurang lebih 4,5 kilogram lada kepada Inggris untuk mendapatkan akses perdagangan dengan pedagang Inggris.

Kerajaan-kerajaan di Eropa merupakan  pengimpor rempah-rempah terbesar, karena negara mereka bersuhu dingin, sehingga membutuhkan banyak pasokan rempah yang digunakan sebagai bahan campuran pembuatan anggur dan masakan untuk menghangatkan badan. Oleh karena itu mereka mulai berusaha keras untuk dapat membeli dan mengirim sendiri rempah-rempah dari tempat asalnya.

Pada abad ke-15, saat teknologi peralatan navigasi telah berkembang untuk melakukan pelayaran yang lama, menyebabkan raja dan ratu dari Eropa memutuskan untuk mengubah keseimbangan dunia perdagangan dengan mendanai sendiri misi perburuan rempah-rempah.

Peta periode kolonial mulai dibentangkan selama bertahun-tahun secara sengit, ketika semua negara Eropa menuntut bagian untuk berdagang rempah menggunakan intrik bahkan taktik kejam demi menancapkan pijakan di India dan Asia Tenggara.

Tersebutlah seorang pelayar bernama Ferdinand Magellan yang lahir di Sabrosa, Portugal utara. Dia bekerja untuk Raja Charles I dari Spanyol dalam rute pencarian ke arah barat menuju Kepulauan Maluku atau “Spice Island”.

Magellan adalah orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia, orang Eropa pertama yang melayari Samudra Pasifik, dan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia. Pada tahun 1519, Magellan berangkat melalui Samudera Atlantik, setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Saat itu dia mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, tetapi Magellan akhirnya terbunuh.

Meskipun Magellan sendiri tewas terbunuh dalam persinggahannya di Hindia Timur sebelum menuju Eropa, delapan belas anggota kru dan armadanya berhasil kembali ke Spanyol pada tahun 1522, setelah berhasil mengelilingi bumi.

Benteng Torre, bangunan peninggalan Portugis yang tersisa (sumber : IG @visit.tidoreisland)

Selanjutnya Magellan digantikan oleh Sebastian De Elcano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu terjalin kerjasama antara Spanyol dan Tidore. Kerjasama itu tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Sementara Portugis yang membuka kantor dagang di Ternate, merasa terancam dengan kehadiran Spanyol di Tidore karena tidak mau disaingi sesama bangsa Eropa, yang dianggap akan mengganggu monopoli perdagangan rempah.

Kemudian Spanyol dan Portugis bersengketa, lalu dibuatlah perjanjian di Saragosa pada tahun 1526 yang diperantarai oleh Paus. Isi perjanjian itu membagi dua area kekuasaan antara Spanyol dan Portugis dimana Spanyol meninggalkan Maluku dan memusatkan kegiatan di Filipina sementara Portugis tetap di Maluku. Akibat dari perjanjian ini Spanyol harus meninggalkan Tidore.

Tugu Penanda Kedatangan El Cano di Tidore (sumber : IG @visit.tidoreisland)

Tidore menjadi salah satu kerajaan paling merdeka di wilayah Maluku. Terutama di bawah kepemimpinan Sultan Saifuddin (memerintah 1657-1689), Tidore berhasil menolak penguasaan VOC terhadap wilayahnya dan tetap menjadi daerah merdeka hingga akhir abad ke-18.

Kesultanan Tidore adalah kerajaan islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara, Indonesia sekarang. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat.

Kesultanan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Sultan Nuku dapat menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate. Sementara itu, Inggris tidak mendapat apa-apa kecuali hubungan dagang biasa.

Sultan Nuku memang cerdik, berani, ulet, dan waspada. Sejak saat itu, Tidore dan Ternate tidak diganggu, baik oleh Portugal, Spanyol, Belanda maupun Inggris sehingga kemakmuran rakyatnya terus meningkat. Wilayah kekuasaan Tidore cukup luas, meliputi Pulau Seram, sebagian Halmahera, Raja Ampat, Kai, dan sebagian Papua. Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya, Sultan Zainal Abidin. Ia juga giat menentang Belanda yang berniat menjajah kembali Kepulauan Maluku.

Melihat sejarah panjang  Tidore yang dimulai dari rempah-rempah, menjadikan Pulau Tidore begitu istimewa. Itu baru cerita tentang sejarah kolonialisasi karena perebutan rempah belum menceritakan budaya dan keindahan alam pulau Tidore.

Semoga Bapak Presiden Jokowi dalam keadaan sehat dan tidak bosan membaca surat saya yang panjang ini karena banyak hal yang ingin saya sampaikan.

Sultan Tidore ke-37 yaitu bapak H. Husain Sjah dan seluruh rakyat Tidore pasti sangat bahagia jika bapak presiden Jokowi dapat hadir di acara Ulang Tahun Tidore yang ke-909, usia yang sudah tua dan angkanya juga cantik sekali.

Jika Pak Jokowi hadir nanti, maka bapak adalah tamu kehormatan Sultan dan masyarakat Tidore sehingga akan disambut dengan Tarian Kapita, tarian khas Tidore Maluku Utara, yaitu berupa seruan “cakalele” para pasukan atau prajurit Nuku. Kapita artinya seorang pemimpin perang. Tarian ini dilakukan oleh sejumlah laki-laki yang menceritakan perlawanan masyarakat Tidore atas penjajah di kepulauan Maluku. Sekarang pertunjukan Tarian Kapita dilakukan untuk penjemputan tamu agung atau acara adat kesultanan di istana Kedato Kie Kesultanan Tidore.

Tarian Kapita (sumber : IG @visit.tidoreisland)

Di Tidore, bapak presiden juga akan menyaksikan ritual tradisi Dama Nyili-Nyili Kesultanan Tidore. Apa itu Dama Nyili-Nyili?. Dama Nyili-Nyili berasal dari kata Dama yaitu Api dan Nyili-Nyili yang artinya negeri-negeri. Dama atau api diambil dari gunung Kiematubu sebagai sumber semangat kebersamaan, perekat persatuan yang tak pernah padam di daerah-daerah kesultanan Tidore. Masyarakat Tidore sangat memegang teguh adat yang menjadi dasar falsafah hidup sehingga dalam melakukan aktivitas hidupnya selalu berpatokan dengan tata cara adat. Dama Nyili-Nyili dianggap sebagai salah satu ritual yang bisa membawa berkah bagi masyarakat Tidore.

Tradisi Dama Nyili-Nyili bersama Petaka (simbol atau lambang daerah) dan Ake Dibu Marijang diarak keliling kota Tidore melewati seluruh perkampungan di pulau Tidore, setiap masuk gerbang pintu kelurahan atau desa akan dibacakan “Warkatullikas” dan “Borero Gosimo” yang artinya pesan untuk anak cucu dan tarian khas Tidore.

Ritual Dama Nyili-Nyili (sumber: IG @visit.tidoreisland)

Ake Dibu Marijang adalah air untuk penyejuk dahaga, pembersih diri dan penyubur tanaman yang sumbernya diambil dari negeri Soa Romtoha (Gurabunga wilayah adat kesultanan Tidore). Air tersebut lalu diisi dalam sepotong bambu (dibu), kemudian dibu yang bermakna kesatuan yang berisi air sebagai sumber kehidupan ditutupi Goliho berdaun rimbun (bermakna rakyat banyak) yang dibungkus dengan kain putih sebagai lambang pelindung (pemimpin) yang berhati suci melindungi rakyat.

Semua makna itu mengajarkan untuk menciptakan kehidupan rakyat yang lebih berkualitas dengan pemimpin yang satu hati, langkah dan tekad bersama rakyatnya tanpa melupakan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas rahmat dan karunia-Nya. Air tersebut lalu dibasuh dan dipercikkan ke wajah pemimpin untuk mengingatkan agar selalu suci dalam berpikir, perkataan dan tindakan.

Sebuah tradisi yang indah dan kaya akan falsafah kepemimpinan dimana rakyat mendoakan dan mengingatkan pemimpinnya agar menjadi pemimpin yang bersih pikiran, perkataan dan tindakan.

Sebagai tamu Sultan dan rakyat Tidore, Pak Jokowi akan disambut dan diantar untuk memasuki Kedaton Kie atau Kedaton Sultan Tidore. Sebuah istana indah yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Taher yaitu Sultan Tidore yang ke 28 pada tahun 1812. Pembangunannya memakan waktu selama 50 tahun akibat politik adu domba Belanda. Kedaton ini hancur total pada akhir pemerintahan Sultan Syah Juan pada tahun 1912.

Kedaton Kie (sumber: IG @visit.tidoreisland)

Pada masa pemerintahan Sultan Jafar Syah dilakukan pembangunan kembali. Selanjutnya pada tahun 2005, Kedaton ini menerapkan aturan berkunjung bagi perempuan yaitu harus memakai busana muslim atau menutup aurat dengan kain sarung dan berkerudung. Sedangkan laki-laki harus menggunakan kain sarung atau songkok.

Jika Bapak Presiden Jokowi dapat hadir, maka sebagai bentuk keramahan dan penghormatan Sultan dan rakyat Tidore terhadap kedatangan tamu agung, akan diadakan acara “Munara Fou Saro” (jamuan makan adat). Acara Jamuan Kehormatan Makanan Adat ini merupakan salah satu acara kehormatan dari tuan rumah untuk dipersembahkan kepada tamu negara, keluarga Sultan dan kerabat istana sebagai bentuk rasa hormat atas kehadirannya. Sebagai tuan rumah sudah seharusnya memberikan jamuan makan bersama dengan berbagai ragam jenis kuliner khas Tidore.

Munara Fao Saro (Acara Jamuan Makan Adat) sumber foto : IG @visit.tidoreisland

Jamuan makan adalah waktu dimana tamu dan tuan rumah akan berbincang-bincang akrab dan santai. Pak Jokowi nanti akan mendengar seni bertutur atau sastra lisan dari Tidore yang disebut Dalil Tifa, Dalil Moro dan Dolobalolo yang hingga sekarang masih dapat dijumpai di tengah-tengah masyarakat. Menurut Sofyan Daud, seorang budayawan Tidore, isi tiga sastra bertutur tersebut adalah pantun-pantun berbahasa Tidore yang mengandung banyak pesan tersirat. Salah satu contoh sastra bertutur adalah Dolobalolo yaitu semacam peribahasa yang singkat hingga mirip pantun kilat. Ditempatkan sebagai “kalimat kunci” di awal atau di akhir pembicaraan. “Guraci no eli ua kara banga no bonofo (emas tidak engkau jaga dengan baik sementara belukar kau engkau pedulikan).

Sebagai pribadi yang senang bergurau dan berfalsafah dalam kata-kata, Pak Jokowi pasti akan menikmati sastra bertutur dari Pulau Tidore ini.

Di acara jamuan makan adat ini Pak Presiden akan mencicipi kuliner khas Tidore yaitu Sagu Singkong yang menjadi makanan pokok pengganti nasi di Tidore. Sagu Singkong ini dibuat dari parutan singkong kering yang dimasukkan ke dalam sebuah cetakan yang terbuat dari gerabah yang terlebih dahulu dibakar diatas sebuah tungku panjang. Setelah cetakan diangkat, didiamkan dulu beberapa saat, baru kemudian bubuk singkong dimasukkan ke dalam cetakan yang panas tersebut. Setelah ditunggu selama 10 menit, bubuk singkong yang dituangkan tadi akan matang. Bentuknya seperti roti tawar panggang. Diambil satu persatu, kemudian ditaruh di atas seng yang telah dipersiapkan di atas tungku atau di samping tungku supaya bisa matang sempurna.

Proses pemanggangan Sagu Singkong (sumber : Foto Annie Nugraha dalam IG @visit.tidoreisland)

Sagu Singkong ini merupakan makanan yang awet sampai satu tahun, sehingga sering dibawa oleh para pejuang dan pelaut Tidore ataupun pelaut kolonial yang singgah di Tidore sejak jaman dahulu sebagai bekal untuk perang ataupun pergi berlayar di lautan.

Masyarakat Indonesia terutama anak-anak sangat mengidolakan Bapak Presiden. Jika Bapak Presiden makan Sagu Singkong di Tidore lalu diliput media dan menjadi viral, maka masyarakat terutama anak-anak akan belajar tentang diversifikasi makanan, bahwa makanan pokok rakyat Indonesia tidak hanya nasi dan mie instan saja, melainkan bisa diganti dengan sagu atau singkong, tergantung hasil bumi di daerahnya, sehingga rakyat tidak tergantung dengan nasi atau mie instan sebagai sumber karbohidrat.

Minuman yang wajib dicicipi oleh bapak presiden di Tidore adalah Guraka yaitu minuman yang terbuat dari air gula aren yang dicampur rempah-rempah khas tanah Tidore yaitu pala, cengkeh, jahe, daun pandan dan kayu manis. Keistimewaan minuman ini ada pada toppingnya yaitu biji Kenari, karena pohon Kenari banyak ditanam di Tidore dan diolah menjadi berbagai jenis campuran pada makanan dan minuman.

Minuman Guraka (sumber: foto Travelerien yang diambil dari IG @visit.tidoreisland)

Saya berharap Bapak Presiden Jokowi mau membuat Vlog, sama seperti saat makan dan beramah-tamah dengan Raja Salman. Pasti Vlog tersebut akan menjadi viral dan menjadi sarana promosi yang baik untuk memperkenalkan budaya dan keindahan alam Tidore.

Diam-diam saya sering menonton Vlog Pak Jokowi dan Kaesang di kanal Youtube karena saya “kepo” ingin tahu kegiatan sehari-hari bapak sebagai presiden Indonesia. Penonton Vlog pak Jokowi sudah tembus sampai 2,8 juta penonton. Jumlah angka penonton yang fantastis, sehingga bisa menjadi sarana promosi pariwisata yang murah dan kreatif.

Saya juga bermimpi untuk bisa membuat travel Vlog bersama Bapak Presiden Jokowi di Tidore jika bapak dapat hadir di acara Ulang Tahun Tidore ke-909 dan saya memenangkan kompetisi menulis blog Visit Tidore Island yang berhadiah trip ke Tidore selama 6 hari 5 malam.

Nanti ketika bapak presiden Jokowi memberikan sambutan di acara ulang tahun Tidore ke-909, tolong berikan juga kuis kepada anak-anak Tidore yang berhadiah sepeda, sepatu bola, alat musik dan kamera. Pertanyaannya jangan susah ya pak, misalnya nama-nama rempah yang tumbuh di tanah Tidore atau nama-nama makanan khas Tidore. Selain bermain sepeda, anak-anak kepulauan pun juga ingin bermimpi dapat menjadi pemain bola dunia, musisi ternama maupun fotografer National Geographic. Jangan sampai cita-cita anak Tidore hanya sebatas menjadi nelayan atau buruh tani tanaman rempah.

Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati,

Indonesia bagian timur ini alamnya sangat indah, sehingga memiliki potensi wisata yang besar, tidak kalah dengan keindahan alam di Indonesia bagian barat. Lihatlah potensi wisata yang ada di Pulau Tidore. Selain sumber daya alam berupa rempah-rempah, pulau kecil ini juga kaya akan sejarah dan budaya ditambah dengan pemandangan alam yang mempesona.

Lukisan dimana Pink menatap indahnya pemandangan pulau-pulau dari Puncak Gunung Kie Matubu Tidore (1730 mdpl)

Lukisan ini merupakan imajinasi seorang Pink Traveler yang berharap suatu hari nanti dapat mengunjungi Tidore dan mendaki Puncak Kie Matubu untuk melihat negeri diatas awan. Lukisan ini terinspirasi dari foto instagram akun pariwisata Tidore @visit.tidoreisland. Keindahan pulau Tidore dapat menginspirasi seorang seniman untuk berkarya salah satunya lewat lukisan.

Jika Bapak Presiden Jokowi berkesempatan datang ke Tidore, luangkanlah waktu sejenak untuk menikmati beberapa objek wisata di pulau ini. Tidore memiliki banyak sekali objek wisata alam terutama di sektor bahari atau kelautan yaitu Pulau Failonga yang airnya jernih seperti kristal dengan ikan dan karang cantik yang cocok untuk snorkeling dan diving atau dapat juga sekedar berjalan-jalan di Pantai Cobo, Pantai Ake Sahu dan Tanjung Konde. Pilihan lainnya adalah mengunjungi Pulau Maitara dan yang sangat istimewa, kita dapat melihat lumba-lumba di Pulau Mare.

Masih ada objek wisata lain di Tidore yaitu Danau Gurua Marasai, Mata Air Luku Celeng, Mendaki Gunung Kie Matubu dan Agro Wisata Guru Bunga. Sementara wisata sejarah juga berlimpah yaitu Masjid Sultan Tidore, Museum Sonyine Malige, Kie Kedaton, Benteng Torre  dan Benteng Tahula.

Untuk wisata budaya, Tidore memiliki banyak festival yaitu Festival Legu Gam, Lufu Kie dan Paji Nyili-Nyili, sementara kesenian ada Tarian Soya-Soya, Tarian Kapita, Debus dan Bambu Gila.

Peta pariwisata Tidore (sumber: IG @visit.tidore.island)

Memiliki banyak potensi wisata dan dianugrahi alam yang indah tidak akan serta merta menaikkan sektor pariwisata di Tidore di kalangan wisatawan dunia jika tidak didukung oleh infrastruktur, fasilitas, transportasi dan promosi dari pemerintah. Oleh karena itu amat besar harapan saya Bapak Presiden Jokowi akan mengembangkan pariwisata di Timur Indonesia.

Bagi rakyat Indonesia Bapak Presiden Jokowi tidak hanya pemimpin negara, tetapi juga seperti orang tua yang mengayomi anaknya, tempat kami berkeluh kesah dan menaruh harapan.

Saya ingin berkontribusi meskipun kecil, setidaknya nama saya pernah tercatat sebagai orang yang memperjuangkan pariwisata di daerah kepulauan di Timur Indonesia yaitu Pulau Tidore melalui tulisan sederhana di blog ini.

Saya mendoakan Bapak Presiden Jokowi selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk dapat memimpin negeri ini sehingga menjadi negeri yang sejahtera lahir dan bathin. Sehingga negara Indonesia menjadi harum laksana harumnya rempah-rempah dari tanah Tidore.

Demikianlah surat ini saya tulis, semoga kalimat “To Ado Re” yang artinya aku telah sampai kelak Pak Presiden Jokowi ucapkan ketika sampai di tanah Tidore.

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi menulis blog Visit Tidore Island. Mohon doanya agar Pak Jokowi membaca tulisan ini dan beliau bisa menghadiri acara Ulang Tahun Tidore yang ke-909.

Sumber referensi tulisan:

catatan kaki: Lukisan Pink Traveler di atas Puncak Gunung Kie Matubi dilukis oleh Naidi Atika Zundaro atas permintaan Pink Traveler yang terinspirasi keindahan Pulau Tidore di foto  Instagram @visit.tidoreisland

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

54 thoughts on “Visit Tidore Island- Harum Rempah Tidore Dan Surat Untuk Pak Jokowi

  1. rhodoy 18 Maret 2017 / 9:47 am

    Pulau Tidore memang kaya akan rempah-rempah, waktu masih SD dulu ada guru saya yang menjelaskan tentang sejarah Tidore yang kaya akan rempah.

    Suka

  2. Iwan Tantomi 18 Maret 2017 / 10:31 am

    Semoga dibaca pak Jokowi, ya, Banana. Btw, itu lukisanmu sendiri kak? Tjakep!

    Disukai oleh 1 orang

  3. Pink Traveler 18 Maret 2017 / 10:43 am

    bukan lukisan aku tom, gila banyak banget bakat gue hahaha. itu dipesan khusus ke temen

    Suka

  4. Pink Traveler 18 Maret 2017 / 10:43 am

    iya pas baca banyak sumber jadi lebih tahu tentang sejarah rempah di Tidore

    Suka

  5. AMIR 18 Maret 2017 / 1:16 pm

    Wah pengen deh ke Tidore, moga ada kesempatan berkunjung kesana

    Disukai oleh 1 orang

  6. Pink Traveler 18 Maret 2017 / 1:24 pm

    Amiin, aku juga belum pernah ke Tidore dan indonesia Timur makanya ikut lomba ini

    Suka

  7. AMIR 18 Maret 2017 / 7:14 pm

    Tidore emang keren banget. Pengen sekali berkunjung ke pantai pantainya seperti Maitara yang ada di uang kertas pecahan 1000 rupiah, lalu berenang sambil liat ikan ikan dan trumbu karangnya, pasti seru banget. Btw moga sukses ya artikelnya ^_^

    Disukai oleh 1 orang

  8. Pink Traveler 18 Maret 2017 / 8:04 pm

    Amiin, makasih mas atas support dan doanya

    Suka

  9. Pritahw 19 Maret 2017 / 12:17 am

    Salam knal mbak, atau udah ya, hehe 🙂 Aku pecinta rempah2 akut mbak, terutama untuk minuman hangat. Wish us luck ya, kali2 rejeki, amiennn 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  10. Fajrin Herris 19 Maret 2017 / 12:45 am

    Ah aku tahu nya Pulau Tidore Gunung yg ada di uang seribuan mbak. Tapi tahu nya Pulau Tidore banyak juga tempat wisata nya dan lain nya ya..

    Disukai oleh 1 orang

  11. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 5:58 am

    Amiin, iya aku suka bikin kopi pake rempah2.

    Suka

  12. sinyonyanyablak 19 Maret 2017 / 1:20 pm

    Benteng Torre keren!! aku liat picnya sekilas mirip bangunan Yunani padahal peninggalan Portugis #padahalakujugabelumpernahkeYunani #sotoymodeon

    Disukai oleh 1 orang

  13. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 1:37 pm

    Iya keren tp nggak utuh sih bentengnya sekitar 30% cuma yg tertinggal kalo menurut sumber yg aku baca

    Suka

  14. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 2:33 pm

    Amiin ya mbak, makasih sdh mampir ke blog ala2 yg kepedean hihibi

    Suka

  15. Bama 19 Maret 2017 / 6:52 pm

    Selama saya berada di Ternate dan Tidore selama sekitar satu minggu di tahun 2015 yang lalu, seingat saya cuma ada delapan turis mancanegara yang saya lihat. Bahkan di antara masyarakat Indonesia sendiri kedua pulau ini memang masih kalah pamor dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya, padahal keduanya memegang peranan penting tidak hanya dalam sejarah Indonesia, tapi juga dunia. Ternate sendiri kotanya cukup ramai, sedangkan Tidore itu cocok untuk melepas penat karena suasananya yang terasa seperti kota kecil yang tenang.

    Disukai oleh 2 orang

  16. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 7:00 pm

    Abis baca buku bagus judulnya Pulau Run yang ada di dekat pulau Banda Maluku Utara, ternyata pulau itu ditukar dengan Manhattan NY oleh Inggris jadi Belanda boleh menjajah ke pulau Run dan Manhattan diambil Inggris

    Suka

  17. Bama 19 Maret 2017 / 7:05 pm

    Banyak yang belum tahu mengenai pertukaran Pulau Run dengan New Amsterdam ini (yang sekarang menjadi Manhattan). Setiap kali saya belajar sejarah selalu ada informasi menarik yang saya pelajari, dan mengunjungi tempat-tempat yang disebutkan di buku-buku sejarah jelas merupakan suatu keasyikan tersendiri. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  18. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 7:50 pm

    Banyak yg tulisannya keren2, jurinya pasti pusing milih pemenang

    Suka

  19. ghozaliq 19 Maret 2017 / 8:27 pm

    Semoga gambar di puncak Kie Matubu jadi kenyataan ya Kak… 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  20. Pink Traveler 19 Maret 2017 / 8:31 pm

    Amiin, entahlah nggak PD akyu, soalnya tulisan2 blogger2 yang ikut bagus2 banget.

    Suka

  21. wisnutri 20 Maret 2017 / 9:52 am

    gile-gileee…jadi minder kalau saingannya kece-kece gini mbak pink ^^
    lengkap plus apik banget penyajiannya *standing applause*

    itu pertanyaan buat hadiah sepeda nggak nama-nama ikan aja mbak ?*eh

    Suka

  22. omnduut 20 Maret 2017 / 11:49 am

    Pak Jokowi, aku mau sepeda #eh 😀

    Lengkap nulisnya. Dewan juri, selamat berpusing ria hehehe

    Disukai oleh 1 orang

  23. Pink Traveler 20 Maret 2017 / 1:31 pm

    Hahaha pak Jokowi aku mau babang Hamish soalnya doi udah jadi milik Raisa

    Suka

  24. inayah 20 Maret 2017 / 1:33 pm

    waaaa semoga ka Pink bisa ke Tidore ya, amiin

    Disukai oleh 1 orang

  25. Pink Traveler 20 Maret 2017 / 2:02 pm

    Amiin, tulisan blogger2 yang ikut kompetisi bagus2 semua nay

    Suka

  26. Rifqy Faiza Rahman 22 Maret 2017 / 3:04 am

    Good luck, Mbak Pink! Tidore sudah melambai-lambai tuh hehehe. Saya malah mendambakan tinggal di daerah kepulauan gitu kayak Tidore ini hahaha, pasti bikin betah meski dengan keterbatasan 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  27. Pink Traveler 22 Maret 2017 / 8:03 am

    Iya nih aku juga pengen, kalau ada kegiatan volunteer di kepulauan aku mau gabung buat mengajar

    Suka

  28. Mydaypack 23 Maret 2017 / 5:06 pm

    wah tulisannya panjang banget, ada berapa karakter tuh??

    anyway semoga menang yah, saya doain dahh

    Disukai oleh 1 orang

  29. Pink Traveler 23 Maret 2017 / 5:43 pm

    2600 udah pengumuman kok, nggak menang cuma masuk 15 besar aja, nanti ada like voting utk hadiah hiburan, makasih sudah mampir

    Suka

  30. Mydaypack 23 Maret 2017 / 5:45 pm

    wah itu sudah hebat… domisili mana neng ?

    Disukai oleh 1 orang

  31. Mydaypack 23 Maret 2017 / 6:53 pm

    wah wong kito galo yah,,, palembang keren… ada mie celor, martabak har, pulau kemaro, pempek, pindang dan masih banyak lagii,,,,,, love palembang pokoknya

    Disukai oleh 1 orang

  32. Pink Traveler 23 Maret 2017 / 6:58 pm

    Iyo, yuk main lagi ke Palembang makan pempek cuy

    Suka

  33. Mydaypack 23 Maret 2017 / 7:11 pm

    kamu tinggal di ilir berapa di palembang ?

    Disukai oleh 1 orang

  34. Pink Traveler 24 Maret 2017 / 7:18 am

    Tinggal di Jakabaring dekat stadion bola

    Suka

  35. Mydaypack 25 Maret 2017 / 7:00 am

    oh dekat jakabaring, desember kemarin saya kesana sampai malam dan ternyata ga ada angkot hahaa

    Suka

  36. Roy Vandi Tambunan 26 Maret 2017 / 10:26 am

    Tidore emang cakep ya. kepengen kesana juga ni tapi belum cukup waktu dan badget

    Disukai oleh 1 orang

  37. Pink Traveler 26 Maret 2017 / 10:53 am

    Cakep sayang belum rezeki ke sana karena belum menang lomba blognya. Makasih sudah mampir ya, salam kenal

    Suka

  38. Fahmi (catperku) 27 Maret 2017 / 10:48 am

    Kalau ke tidore yang paling dicari pertama kali pasti deh kulinernya 😀

    Disukai oleh 1 orang

  39. Pink Traveler 27 Maret 2017 / 10:53 am

    Wah iya penasaran dengan kulinernya tapi aku pernah cicip makanan dari Tidore oleh2 yang dibawa muridku ke sekolah waktu ada acara di Tidore

    Suka

  40. Pink Traveler 27 Maret 2017 / 11:14 am

    Iya aku pengen juga secara belum pernah ke Indonesia timur makanya semangat ikut lomba

    Suka

  41. cK 27 Maret 2017 / 11:29 pm

    Aku jadi belajar sejarah baca postingan ini. XD

    Disukai oleh 1 orang

  42. Pink Traveler 28 Maret 2017 / 8:42 am

    Iya, topiknya berat tentang sejarah, gimana caranya bisa lebih ringan disampaikan 😁

    Suka

  43. Dewi Rieka 29 Maret 2017 / 5:36 am

    Wawww setara tujuh sapi ndutt, kaya banget dulu ya Tidore, beneran berjaya kita..

    Disukai oleh 1 orang

  44. Dewi Rieka 29 Maret 2017 / 5:37 am

    Wawww setara tujuh sapi ndutt, kaya banget dulu ya Tidore, beneran berjaya kita..tulisanmu bagus bingiit

    Disukai oleh 1 orang

  45. Pink Traveler 29 Maret 2017 / 8:04 am

    Makasih mbak Dewi, iya baru tahu berharganya rempah Maluku setelah ikut lomba ini mbak

    Suka

  46. tarjiem 28 Mei 2017 / 3:53 pm

    Semoga dibaca sama Pak Jokowi. Indonesia itu kaya akan alam dan budayanya. Mangkanya saya gak ada cita-cita keliling dunia, karena tahu masih banyak tempat di Indonesia yang terlalu indah dilewatkan. Cita-cita saya paling keliling kakbah.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s