Review Hostel: Batavia Old Capsule Hostel, Budget Hostel Di Pusat Kota Jakarta

Foto Bersama Traveler di Lobby Old Batavia Capsule Hostel

Beberapa minggu yang lalu gue ke Jakarta karena ada kerjaan di kantor Bappenas RI di daerah Menteng Jakarta Pusat. Berhubung kerjaan di kantor Bappenas dimulai dari siang sampai sore hari maka gue memutuskan untuk memilih tempat menginap di kawasan Menteng biar dekat dan gue nggak datang telat (takut macet euy).

Jadinya gue buka website pemesanan online langganan yaitu booking.com trus masukin tanggal dan lokasi, muncul daftar hotel yang banyak banget. Langsung deh gue sortir berdasarkan harga terendah biar cepet. Dari beberapa hostel dan hotel budget yang gue banding-bandingkan dari sisi feng shui dan kecocokan weton lahir serta  zodiak, akhirnya gue mantap memilih Batavia Old Capsule Hostel di area Cikini Menteng Jakarta Pusat tanpa disertai banyak drama kayak iklan Indoeskrim.

Apa sih yang loe pertimbangkan kalo memilih tempat menginap selagi traveling?. Sebagai budget traveller, alasan utama gue memilih tempat menginap adalah harga. Tentu saja gue menerapkan prinsip ekonomi, pengen harga murah tetapi dengan keuntungan yang berlipat ganda alias ogah rugi.

Hati gue mantap memilih Old Batavia Capsule Hostel, semantap membalas chat gebetan dibanding chat dari mantan #eh.  Ini pertamakalinya gue bakal menginap di hostel di Indonesia terutama di Jakarta, biasanya gue nginep di hostel itu pas lagi traveling ke luar negeri.

Pintu Old Batavia Capsule Hostel

Gue sampai di hostel sore hari sekitar jam 5 dengan naik ojek dari Grab, agak susah awalnya menemukan hostel ini karena letaknya di dalam deretan ruko. Setelah bertanya dengan seorang bapak di pinggir jalan, barulah gue dan tukang ojek berhasil menemukan Old Batavia Capsule Hostel ini yang berada agak sedikit masuk ke dalam deretan ruko. Jadi lokasinya tidak dipinggir jalan Cikini Raya.

Patokan untuk mencari alamat hostel ini adalah SMP Negeri 1 Jakarta, di seberang SMP ini terdapat Texas Chicken, masuk saja lurus ke dalam ruko-ruko, lokasi hostel ini tepat di ujung ruko yang ada bangunan kursus Bahasa Inggris.

Masuk ke dalam deretan ruko di belakang Texas Chicken

Setelah masuk hostel, gue menunjukkan kertas bukti booking hostel lewat web trus dikasih kunci kamar di lantai 4, gue masuk saja ke kamar Fatahillah, eh nggak tahunya ada cowok lagi main laptop, terang saja gue shock banget. Ternyata gue masuk ke kamar dorm cowok, untung di kamar ada orangnya dan langsung gue lihat ada cowok meskipun tuh cowok nggak lagi topless, coba kalo topless, bisa rezeki dududu.

Lobby Hostel

Segera gue turun dari lantai 4 ke resepsionis di lantai 1 untuk menanyakan kamar gue yang benar. Menurut resepsionis gue memesan kamar dorm untuk male padahal seinget perasaan gue, gue pesen kamar tipe dorm female. Ya sudahlah, mungkin gue emang khilaf pas mencet pilihan kamar karena male dan female mirip beda di ‘fe’ aja. Gue segera minta kamar gue diganti ke dorm female dan langsung diganti saat itu juga. Yeay….selamet…selamet.

Pesan moral : saat pilih kamar hostel atau hotel, teliti jenis kamarnya dulu supaya tidak salah kayak gue, untung saja kamar dorm female ready kalo enggak gue musti upgrade ke kamar private itupun kalau ada yang kosong.

Gue masuk ke dorm cewek yang isinya cuma ada dua bule dari Belanda dan Jerman yang bernama Katya dan Dominique. Malam harinya kami jalan kaki untuk dinner bareng di D’Cost Menteng Huis.

Setelah menginap di Old Batavia Capsule Hostel semalam dan setengah hari, gue akan sharing pengalaman gue tersebut.

Nilai Review

Bukti Hostel Banyak Yang Merekomendasikan

Alasan gue memilih Old Batavia Capsule Hostel karena nilai review traveler di web booking.com 8,8 aka Excellent dari 590 orang yang menginap dan memberikan review. Nilai review ini penting, semakin tinggi nilai dan jumlah yang memberi review semakin baik kualitas sebuah tempat menginap. Patokan gue ada di angka 8, jika sebuah tempat menginap bernilai 8 maka gue akan memilih hotel atau hostel tersebut.

Lokasi

Bisa dibilang lokasi Old Batavia Capsule Hostel ini sangat premium, berada di kawasan Menteng, tepatnya di area Cikini yang dekat dengan berbagai tempat wisata, contohnya Taman Ismail Marzuki hanya sepelemparan kolor saja. Mau ke cafe atau makan makanan kaki lima macam Mie Ayam Roxy juga dekat. Diapit oleh dua stasiun KRL yaitu Stasiun Cikini dan Gondangdia.

Pokoknya mau ke lokasi yang ada di jantung Jakarta mudah dan dekat. Bermodalkan naik ojek online paling tinggi hanya menghabiskan 10 ribu saja ke berbagai tempat di kawasan Jakarta Pusat dan beruntung gue tidak terjebak macet selama mondar-mandir di Jakarta Pusat.

Menginap di hostel ini membuat gue bisa jogging pagi-pagi di kawasan Menteng yang sejuk karena banyak pohon dan taman.

Fasilitas

Hostel ini menyediakan pantry dan ruang makan di lantai paling atas alias rooftop, terdapat kulkas, teko listrik, dispenser dan kompor di pantry. Juga ruang makan indoor dan outdoor sehingga tamu bisa makan makanan yang di bawa dari luar di ruang makan atau ingin menyeduh Pop Mie juga bisa.

Sarapan disediakan mulai jam 7 sampai jam 10 pagi dengan menu roti, selai, sereal, susu dan buah potong. sementara teh atau kopi bisa loe bikin sendiri karena disediakan di pantry. Jangan lupa setelah makan gelas, sendok dan piring yang digunakan dicuci sendiri karena itu sudah peraturan di hostel ini.

Pantry di rooftop hostel
Tempat makan outdoor di rooftop hostel

Terdapat wifi gratis di hostel dan juga komputer di lobby hostel. Kamar mandi dan toilet berada di luar kamar dorm namun masih dalam lantai yang sama dengan jumlah memadai. Fasilitas di kamar mandi ada pemanas air dan hair dryer.

Kamar Mandi Hostel
Barisan shower dan toilet di hostel

Perhatian: tidak disediakan personal care seperti sabun mandi dan shampoo jadi bawa sendiri ya kedua benda tersebut. Handuk disediakan dengan membayar deposit sebesar 50 ribu yang akan dikembalikan setelah check out.

Terdapat AC di setiap kamar dan setiap traveler yang menginap memegang kunci kamar sendiri berbentuk kartu dengan kunci pintu berupa sensor. Sementara pintu luar hostel dilengkapi bel yang harus dibuka dengan password sehingga keamanan hostel ini terjaga.

Kondisi Kamar

Kamar memiliki AC dan locker. Terdapat upper dan lower bed. Ukuran setiap bed cukup luas dan panjang sehingga bagi traveler yang tubuhnya tinggi tetap dapat di tampung di kasur. Ada colokan dan lampu baca di dalam tiap bed. Seprei kasur, selimut dan bantal terasa empuk di badan, enak banget lah.

Kondisi kamar female dorm

Ada satu kekurangan di kamar ini, yaitu masing-masing tempat tidur tidak disediakan tirai yang dapat menjaga privasi masing-masing traveler saat tidur. Namun demikian kekurangan ini masih bisa ditoleransi.

Kondisi bed di dalam capsule

Yang paling penting kondisi kamar bersih dan AC bekerja dengan baik alias dingin.

Service

Pelayanan resepsionis dan petugas hostel ramah kepada traveler dan cekatan dalam bekerja. Saat sarapan, roti tawar habis langsung diisi kembali tanpa perlu turun kel lantai 1 untuk memberitahu. Kebayang kalau tamu musti turun ke lantai 1 hanya untuk memberitahu menu sarapan habis.

Buku-buku yang disediakan di lobby hostel untuk tamu dan sticky note pesan dan kesan dari tamu yang menginap

Hostel bersih termasuk toilet dan kamar mandi. Gue orang yang termasuk ‘strict’ untuk urusan kekersihan toilet. Kalau toilet kotor gue bisa batal ke kamar mandi sampai toilet tersebut dibersihkan atau gue memilih cabut dari hostel jika kebersihan kamar mandi dan toilet tidak terjaga.

Old Batavia Capsule Hostel juga menyediakan tur ke kota tua dengan biaya IDR 100.000 meskipun pesertanya cuma satu tetap dilayani. Waktu itu hanya seorang bule pesertanya, nggak tahu kalau orang lokal apakah masih dilayani jika cuma satu orang. Gue kira jika orang lokal atau orang Indonesia mending nggak usah ikut tur, pergi saja sendiri naik taksi atau ojek online ke kota tua, nggak sampe IDR 100.000 biayanya :).

Harga

Harga hostel atau hotel berubah-ubah tergantung apakah musim liburan atau tidak, termasuk juga ada faktor ‘luck’ alias keberuntungan. Harga yang gue dapat di website booking.com untuk menginap satu malam sebesar IDR. 150.000, harga yang sedikit mahal untuk menginap di kamar tipe dorm di hostel. Tetapi harga tersebut masih termasuk wajar mengingat lokasi yang strategis, kebersihan dan pelayanan yang ramah dan juga sudah termasuk sarapan pagi.

Namun gue iseng melihat harga untuk akhir bulan Juli 2017 di booking.com, harga hostel hanya IDR 110.000. Harga yang sangat murah. Jadi harga hostel itu bisa naik dan turun ya guys. Banyak-banyak berdoa dan meminta restu orang tua sebelum booking hostel.

Siapkan uang deposit sebesar IDR 100.00 yang akan dikembalikan setelah tamu check out dari Batavia Old Capsule Hostel

Ada hostel lain yang lebih murah tetapi lokasinya cukup jauh dari kantor Bappenas, tempat dimana gue ada urusan seharian. Jika memilih hostel yang lebih murah tetapi ongkos transportasi yang dikeluarkan lebih mahal maka jika dihitung akan sama saja harganya.

Memilih hostel memang sedikit ‘tricky’, gue nggak masalah membayar lebih mahal sedikit demi lokasi hostel yang premium yaitu dekat dengan berbagai tempat wisata atau belanja tanpa harus membayar ongkos transportasi yang lebih mahal, sekaligus dapat menyimpan lebih banyak energi dibanding habis waktu diperjalanan.

Kalau gue ke Jakarta lagi dan ada urusan di sekitar area Jakarta Pusat, gue ingin kembali menginap di Old batavia Capsule Hostel karena merasa puas, ditambah lagi beberapa tempat wisata di Jakarta Pusat belum sempat gue kunjungi.

Happy Traveling 🙂

Alamat Old Batavia Capsule Hostel: Jalan Cikini Raya No 60 Z-AA Menteng Jakarta Pusat

 

 

Iklan

30 thoughts on “Review Hostel: Batavia Old Capsule Hostel, Budget Hostel Di Pusat Kota Jakarta

  1. omnduut 12 Juli 2017 / 10:13 am

    Penginapan yang sediain buku dan ruang baca MESTI kece! 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. rahmadteguh 12 Juli 2017 / 10:21 am

    mbak nana udh bahasa nya udh sesuai logat ibu kota = Gue wkwkwkwkw

    http://www.cekmolek,com

    kalau mampir di djakarta boleh juga dicoba nginep disini

    Suka

  3. Pink Traveler 12 Juli 2017 / 12:10 pm

    kece dong, kalo Pink mau nulis reviewnya artinya tempatnya jaminan mutu

    Disukai oleh 1 orang

  4. Pink Traveler 12 Juli 2017 / 12:11 pm

    hahahaha, udah lama kali Teguh pake bahasa loe gue hehehe

    Suka

  5. Sandra Nova 12 Juli 2017 / 2:02 pm

    Keren kak pink! Aku blm berani nginep di hostel kayak gini, apalagi kalau kamarnya beramai-ramai (meski dipisah cewe-cowo) ntah kenapa aku orangnya parnoan, jadi belum pernah ngalamin nginep di tempat kayak gini…
    Btw aku salfok sama texas FC ahahahha… dah lama banget ngga liat 😀

    Disukai oleh 1 orang

  6. Pink Traveler 12 Juli 2017 / 3:59 pm

    Klo sudah berkeluarga nggak usah nginep di hostel mbak, jatuhnya harganya sama saja dengan hotel. Lebih nyaman di hotel karena privacy lebih terjaga. Texas chicken emang langka sekarang

    Suka

  7. Johanes Anggoro 12 Juli 2017 / 4:12 pm

    Lagi tren ya penginepan ala dormitory kayak gini. Mungkin krn menghemat space drpd model kamar 😀

    Di semarang juga ada bbrp hostel yg menawarkan konsep dormitory. Tapi belum pernah aku coba kak 😀

    Disukai oleh 1 orang

  8. Pink Traveler 12 Juli 2017 / 4:17 pm

    Memberi pilhan untuk traveler yang budgetnya pas2an sih trus nggak perlu bangunan yang besar untuk membuat hostel. Sekali-sekali dicoba biar traveler dari luar kota bisa tahu ada hostel dorm asik di Semarang

    Suka

  9. Fajrin Herris 12 Juli 2017 / 6:00 pm

    Wah hostel ditengah Kota seperti di Jakarta itu sangat murah banget itu Mbak.. Eh untung ya Mbak kagak satu kamar dengan pria. Mungkin dikira Mbak Nana pria *eehh 😂😂

    Hostelnya sangat bagus Mbak.. Recomended nih kalau menginap di Jakarta

    Disukai oleh 1 orang

  10. Pink Traveler 12 Juli 2017 / 7:54 pm

    Menteng cuy mas Fajrin, udah termasuk sarapan pula, murah itu mah. Iya untung nggak sekamar sama cowok 🙂

    Suka

  11. gegelin2 13 Juli 2017 / 8:24 am

    Reviewnya mantep nih Pink nanti kalo lagi bosen sama rumah staycation disini ah 😂 tinggi juga itu skornya 8,8/10

    Disukai oleh 1 orang

  12. Pink Traveler 13 Juli 2017 / 9:28 am

    Bolehlah staycation di sini nyobain jajanan deket Cikini

    Suka

  13. iyoskusuma 13 Juli 2017 / 1:56 pm

    Wah… Masih di Jakarta ngga, Kakak?

    *pesan moral: kalo nginep di hostel, mau salah booking kamar perempuan dulu* 😂

    Disukai oleh 1 orang

  14. Pink Traveler 13 Juli 2017 / 1:59 pm

    udah enggak, tapi nanti aku ke Jakarta lagi jadi volunteer sebuah acara literasi di kota tua nah nanti mau nginep di hostel dekat kota tua. halah alasan bilang aja mo lihat cewek bule hahaha

    Suka

  15. iyoskusuma 13 Juli 2017 / 2:01 pm

    Hahahaha 😂

    Udah dapet hostelnya yang deket Kota Tua? Dulu pernah liputan di The Packer Lodge. Bersih dan tenang suasananya. Hehe.

    Disukai oleh 1 orang

  16. delinarahayu 13 Juli 2017 / 5:37 pm

    Aku waktu ke jkt juga lebih milih kosan dgn harga lebih mahal drpd kosan murah tp jauh dari tempat yg dituju. Males bgt soalnya kalau macet, haha. Makasih reviewnya kaak

    Disukai oleh 1 orang

  17. Pink Traveler 13 Juli 2017 / 5:41 pm

    Baru hunting liat di web tapi belum booking kaak

    Suka

  18. Pink Traveler 13 Juli 2017 / 5:43 pm

    Aku juga ada kosan favorit di dekat Plaza Indonesia harganya murah cuma 130 ribu tapi pengen ganti suasana nginep di hostel

    Suka

  19. cK 16 Juli 2017 / 3:39 am

    Tumben ya hotel kapsul gini gak ada tirai. Tapi untung kepalanya di dalem, jadi gak gitu berasa. Btw ACnya dingin gak? Waktu nyobain hotel kapsul di Jepang, ACnya dingin banget sampe masuk ke dalem, padahal udah pakai penutup. :)))

    Disukai oleh 1 orang

  20. loshame 16 Juli 2017 / 4:46 am

    I like that ☺

    Suka

  21. Pink Traveler 16 Juli 2017 / 11:21 am

    AC nya dingin tapi masih dingin yang wajar Chika, iya Kekurangannya nggak ada tirai jadi privasi kurang tapi untuk ukuran di Jakarta sudah lumayan ada hostel seperti ini bisa jadi pilihan traveler

    Suka

  22. Inayah 17 Juli 2017 / 11:54 am

    kalau sendirian ga berani aku hahaha

    Disukai oleh 1 orang

  23. Pink Traveler 17 Juli 2017 / 12:07 pm

    Harus coba, ntar ketagihan nginep di hostel tapi kalo sial bisa jadi tamu yang sendirian di kamar dorm hahaha

    Suka

  24. Aji Sukma 19 Juli 2017 / 9:10 pm

    Penasaran eh pengin coba juga nginep ala capsule hotel gini, belum pernah. 😀

    Disukai oleh 1 orang

  25. Adiitoo 20 Juli 2017 / 5:01 pm

    Mau coba tapi takut nggak bisa napas. bukan phobia tempat yang sempit tapi rada gimana gitu aja. hahaha :)))

    Disukai oleh 1 orang

  26. Pink Traveler 20 Juli 2017 / 5:38 pm

    Hahaha iya klo nggak biasa berasa sempit dan nggak bisa napas, so far aku masih bisa napas kok

    Suka

  27. Pink Traveler 20 Juli 2017 / 5:40 pm

    Cobaaa kaak kayaknya di Jogja banyak hostel keren kayak ginu, see you di Jogja ya

    Suka

  28. febridwicahya 23 Juli 2017 / 10:39 am

    Hahahaaaaaak itu serem amat sempet masuk ke doom male 😀 untung bisa diganti saat itu juga ya :p wkwkkw

    Eeeh, keren banget eeeh hostelnya terbilang murah yaaaaak itu 110ribu 😀

    Di Jogja ada banyak sih sebenernya hostel-hostel gini, tapi kalau yang sekeren ini, nda tau ._.

    Suka

  29. Pink Traveler 23 Juli 2017 / 9:14 pm

    Iya malu plus salah tingkah lalu melipir

    Suka

  30. Puputs 23 Juli 2017 / 11:45 pm

    Kecil sie, tapi buat tidur aja cukup klo buat cowok. Dan memang buat cewek kudu kasih tirai lagi sie, takutnya ada kamera dimana2 kan.. Bukanya nuduh, takut aja ada orang jahat. Karena saat ini banyak yg cari2 masalah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s