Coffee & Cafe · Hang Out · Jogja · kuliner

English Ivy Coffee Yogyakarta: Menunggu Senja Ditemani Secangkir Kopi

Hari Sabtu sore yang hangat, seorang blogger Jogja dengan hestek hitsnya #NgopiTiapPekan alias Aqied mengajak saya dan Lidia yang juga blogger yang baru pindah ke Jogja untuk nongki manja di English Ivy Coffee karena mau icip-icip kopi di sana. Kami musti bergegas ke sana karena tidak boleh melewatkan hal istimewa di English Ivy Cofeee. Saking buru-burunya untuk mengejar β€˜hal istimewa’ tersebut kami tidak sempat makan siang, alhasil kami mampir dulu ke Olive Chicken untuk beli nasi dan ayam goreng yang musti dibungkus karena nggak cukup waktu kalau makan di Olive Chicken.

Rupanya jauh juga perjalanan menuju English Ivy Coffee ini, lokasinya ada di pinggir jalan yang dekat dengan perkampungan sehingga suasana kampung terasa kental karena dari cafe ini kita bisa melihat sawah dan kebun karena letaknya persis ada di belakang cafe.

Begitu sampai di depan English Ivy Coffee, saya langsung suka dengan bangunan dan suasananya. Halaman cafe sekaligus tempat parkir masih berupa tanah dengan pagar bambu rendah yang mengelilinginya. Tanaman dan bunga-bunga menghiasi halaman cafe ditata sedemikan rupa sehingga sedikit mirip halaman rumah ala penduduk desa di Inggris.

Di depan pintu cafe terdapat papan tulis kecil berisikan info promo dari cafe bahwa ada kopi gratis dari jam 10.00-13.00, promo yang sangat menarik bagi mahasiswa yang suka nongki atau pecinta kopi yang senang minum kopi gratisan di tempat fancy.

Bangunan cafe ini tidak begitu luas dengan dinding yang semuanya kaca-kaca lebar tembus pandang, artinya dari luar kita dapat melihat dengan jelas suasana di dalam cafe. Tidak ada sekat di dalam cafe untuk memberi kesan lapang dan luas di dalam cafe yang mungil ini.

Saya suka dengan interior dan detil di dalam English Ivy Coffee. Memadukan warna putih, coklat dan hijau di dalam ruangan ternyata menghasilkan kesan yang segar dan manis di dalam cafe meskipun minimalis. Penempatan banyak pot-pot tanaman di dalam cafe termasuk di atas meja sungguh mencuri perhatian, ditambah lagi motif ubin yang unik dibagian tengah lantai memberi kesan retro.

Selain di dalam ruangan, pengunjung juga bisa nongki dan minum kopi di halaman belakang cafe yang langsung bisa melihat sawah di belakang. Halaman belakang merupakan tempat favorit pengunjung sehingga meja yang jumlahnya terbatas cepat sekali penuh. Beruntung kami masih kebagian meja setelah pengunjung sebelumnya pergi, itupun juga karena kami datangnya sore hari sehingga bisa mengincar meja di halaman belakang.

Pengen nongki di cafe tapi nggak suka atau nggak bisa minum kopi bukan masalah karena English Ivy Coffee juga menyediakan minuman non kopi bagi pengunjung seperti saya yang sore itu memesan hot mint tea (teh hangat rasa mint). Selain itu English Ivy Coffee juga menyediakan infused water gratis di depan meja pemesanan yang bisa diambil sesukanya.

Pesanan kami datang, diletakkan diatas meja yang terdiri dari segelas Capuccino, Choco Blend dan hot mint tea sambil menunggu sesuatu yang istimewa datang di English Ivy Cafe. Jam menunjukkan pukul 5 sore, langit mulai berubah menjadi jingga dengan semburat merah muda dengan bulatan matahari berwarna kuning yang sedikit demi sedikit mulai tenggelam ditelan cakrawala.

Cahaya matahari yang keemasan menerpa tiap-tiap meja di bagian belakang cafe menyajikan pencahayaan yang romantis. Ternyata keromantisan suasana ini juga dirasakan pengunjung di dalam cafe dimana mereka juga bisa menyaksikan matahari tenggelam dari jendela kaca yang memang menjadi dinding cafe.

Menikmati sun set sambil minum kopi di halaman belakang cafe

Sungguh ini malam Minggu yang istimewa bagi saya karena bisa menikmati teh dan kopi bersama sahabat sambil menatap langit yang berubah warnanya karena matahari kembali ke peraduannya dimalam hari.

Matahari tenggelam yang dilihat dari dalam cafe

Untuk nongki di English Ivy Coffee pengunjung tak perlu khawatir akan merogoh kocek yang dalam, harga minuman di sini mulai dari 15 ribu untuk minuman non kopi sementara harga kopi rata-rata 25 ribuan.

Biasanya pengunjung nongki cukup lama di cafe terutama yang sengaja menunggu sun set sementara English Ivy Coffee tidak menyediakan mushola bagi pengunjung, namun bagi pengunjung muslim yang ingin sholat bisa keluar dari cafe dan pergi ke masjid yang berada di kampung yang tidak terlalu jauh dari cafe jika menggunakan kendaraan, silahkan bertanya ke waitress cafe lokasi masjid tersebut.

Jadi kamu ingin mengajak siapa nih untuk nongki bareng di English Ivy Coffee sambil menyaksikan sun set kalau boleh tahu?

Info: Ivy Cafe tidak menyediakan makanan berat yang membuat kenyang, hanya ada roti atau cake sementara ada aturan tidak boleh membawa makanan dari luar. Jadi sebelum nongki lebih baik makan yang kenyang lebih dulu.Β 

Enjoy your coffee, enjoy your time πŸ™‚

Alamat English Ivy Coffee : Jl. Sidomukti, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

 

Iklan

20 tanggapan untuk “English Ivy Coffee Yogyakarta: Menunggu Senja Ditemani Secangkir Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s