Beranda · Destinasi

Traveling Sehari Ke Solo Dengan Budget 50 Ribu

Berfoto dengan penjaga keraton di Keraton Surakarta

Tanpa rencana matang dan segala tetek-bengek persiapan yang ribet akhirnya saya bisa traveling ke Solo bersama Lidia dan teman-temannya. Memang perjalanan yang dadakan alias tidak direncanakan dari jauh-jauh hari memiliki kemungkinan lebih besar untuk terealisasi, bukan hanya menjadi sekedar wacana saja seperti biasa.

Dua hari sebelumnya Lidia sempat bercerita kalau dia dan teman-temannya akan pergi ke Solo karena salah satu temannya yang berasal dari Bima Nusa Tenggara Barat belum pernah naik kereta seumur hidup meskipun sudah tinggal di Yogya selama 4 tahun untuk kuliah. Sebagai teman yang baik dan juga traveler dengan jam terbang tinggi, tentu saja hal ini merisaukan Lidia. Ini tidak boleh terjadi, masa teman sendiri dibiarkan saja tidak pernah naik kereta api.

Alhasil dipilihlah kota Solo sebagai destinasi traveling saat weekend karena relatif dekat dengan Yogya dan bisa dijangkau dengan kereta api selama 1 jam perjalanan. Karena berencana ke Solo tanpa menginap maka dipilihlah jam keberangkatan kereta di pagi hari dan pulangnya sore hari.

Untuk mendapatkan tiket kereta Prameks yang berangkat jam tujuh dari stasiun Lempuyangan maka Lidia harus membeli tiket satu hari sebelumnya. Ternyata hari Jumat sudah banyak calon pembeli tiket, Lidia akhirnya mendapatkan nomor antrian sudah seratus sekian yang menyebabkan dia harus menunggu 3-4 jam di stasiun.

Sebenarnya membeli tiket kereta bisa dilakukan go show di hari Sabtu tetapi jam keberangkatan diatas jam delapan karena loket karcis kereta baru buka sekitar jam delapan pagi, jika mengambil jam ini pergi ke Solo maka pulangnya akan kemalaman.

Karena kereta Prameks ini seperti KRL di Jakarta maka sistemnya open ticket alias siapa cepat dia dapat dan keretanya tanpa nomor tempat duduk. Bagi siapa yang beruntung akan mendapatkan tempat duduk setelah berebut dengan ratusan penumpang. Saya tidak dapat tempat duduk sehingga duduk di lantai kereta, meski begitu tetap saja saya bisa tidur karena saya memang pelor alias nempel molor.

Setelah satu jam perjalanan, sampai juga kami di stasiun Solo Balapan, stasiun yang saya kenal pertamakali dari lagu Didi Kempot. Saya, Lidia dan ketiga temannya memutuskan untuk menggunakan transportasi taxi online untuk perjalanan dalam kota Solo. Kami menunggu taxi datang di depan stasiun, rupanya di Solo ada persaingan ketat antara taxi konvensional dan taxi online sehingga saat kami berlima menunggu mobil datang menjemput, kami dibentak seorang bapak yang bertanya kami dijemput atau naik taxi online. Kalau naik taxi online maka kami tidak boleh menunggu di depan stasiun. Akhirnya Saya dan teman-teman berjalan menuju pasar yang ada di dekat stasiun, di sanalah kami menunggu driver go car datang.

Tujuan pertama kami di Solo adalah Pasar Gede, jika waktu traveling terbatas maka saya sarankan untuk mengunjungi Pasar Gede yang merupakan pasar tua dengan arsitektur campuran Belanda dan Jawa yang dirancang oleh Thomas Karsten dan selesai dibangun pada tahun 1930 di kota Solo.

Apa yang menarik dari pasar ini? jajanan tradisional tentu saja. Di pasar ini dijual makanan otentik dan sedikit sulit ditemukan seperti Dawet Telasih, Es Gempol Pleret, Lenjongan, Pecel Ndeso dan Brambang Asem.

Penjual Dawet Telasih di Pasar Gede Solo

Harga jajanan di Pasar Gede berkisar 5 ribuan, kami membeli beberapa jajanan yang berbeda agar bisa saling mencicipi satu sama lain #tipshematjajan. Jajan di pasar Gede merupakan pengalaman yang berkesan karena bisa menikmati kuliner yang jarang dijumpai sehari-hari. Terkadang karena kangen jajanan di suatu tempat, saya rela kembali ke tempat tersebut beberapa kali meskipun lokasinya jauh.

Menikmati bangunan-bangunan tua di sekitar pasar

Selain menikmati jajanan, traveler juga dapat menikmati bangunan-bangunan tua di sekitar Pasar Gede Solo termasuk kelenteng Tien Kek Sie yang lokasinya di samping kanan Pasar Gede jika kita berdiri di tugu jam. Kelenteng ini berdiri sejak tahun 1745, sudah cukup tua usianya namun masih terawat dengan baik. Yang menarik perhatian saya di kelenteng ini adalah lampion-lampion yang menggantung diΒ  dalam kelenteng termasuk di depan altar yang bertuliskan nama-nama orang Tionghoa atau nama-nama toko. Rupanya lampion merupakan simbol doa dan harapan untuk kesuksesan dan kemakmuran. Jemaah yang ingin namanya dipasang di lampion kemudian di gantung di dalam kelenteng harus membayar IDR 250 ribu untuk 3 bulan pemasangan.

Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo

Perjalanan berlanjut ke Keraton Surakarta yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer, kami menggunakan go car kembali. Harga tiket masuk ke keraton IDR 10 ribu perorang. Terdapat aturan berpakaian di dalam keraton yang harus pengunjung patuhi demi menghormati kesakralan keraton. Setelah masuk ke dalam keraton nanti pengunjung akan bertemu sejumlah bapak-bapak yang bertugas sebagai guide. Nanti guide akan menjelaskan sejarah tentang Keraton Surakarta.

Aturan berpakaian di dalam keraton

Keraton Surakarta sedang dalam masa renovasi besar-besaran sehingga saya merasakan ketidaknyamanan mengunjungi keraton. Bagi traveler yang budgetnya terbatas sebaiknya skip saja masuk ke dalam keraton yang sedang direnovasi ini. Cukup rasanya dengan berfoto di sisi samping keraton ke arah Pasar Klewer saja untuk menghemat budget.

Cukup mengambil foto di area keraton bagian luar ini karena gratis jika budgetmu terbatas plus keraton juga dalam tahap renovasi

Tibalah saatnya makan siang, karena traveling dalam grup maka terjadi diskusi cukup panjang terkait tempat makan siang ini. Pertamakali adalah budget yang harus dikeluarkan maksimal berapa banyak untuk sekali makan, disepakati perorang hanya IDR 15 ribu maksimal untuk budget makan siang lalu diskusi berlanjut menu apa yang bisa dibeli dengan budget segitu. karena kami kelaperan maka nasi adalah yang paling benar untuk dipilih jadi menu makan siang. Untunglah diskusi berakhir manis karena kami membuka app go food di henpon, tinggal klik menu nasi maka keluarlah list tempat makan yang bisa dipilih. Thanks berat untuk gojek dan fiturnya yang membantu sekali para traveler yang pengen traveling dengan budget murah.

Paket nasi ayam harga IDR 11 ribu

Kami makan siang di Sambel Layah Solo dengan menu paket seharga IDR 11 ribu sudah dapat nasi ayam dan air es teh ukuran jumbo. Perut kenyang hatipun senang.

Perhitungan budget ke Solo yaitu transportasi naik kereta Prameks IDR 16 ribu pp ditambah naik go car dalam kota sebesar IDR 40 ribu yang dibagi 5 orang sehingga perorang cukup mengeluarkan uang IDR 8 ribu, biaya tiket masuk keraton IDR 10 ribu dan terakhir jajan dan makan siang sejumlah IDR 16 ribu. Total uang yang saya keluarkan sekitar 50 ribu. Biaya ini masih dapat ditekan jika tidak masuk ke keraton dan membawa bekal makan siang sendiri.

Traveling bisa murah asalkan tahu caranya, untuk bisa tahu harus mau mencari informasi seperti follow IG @pink_traveler atau membaca blog Mbak Pinky ini.

Happy Traveling πŸ™‚

Iklan

13 tanggapan untuk “Traveling Sehari Ke Solo Dengan Budget 50 Ribu

  1. Waduh mbak, liputanmu membuat saya seketika kangen mlipir-mlipir ke Solo. Kota yang satu ini selalu menarik buat dikunjungi. Buat saya yang dulu menetap hampir 5 tahun di Jogja, Solo itu terkesan begitu ‘Njawani’. Berada di Solo seolah berada di Jawa yang sebenarnya hehehehe.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Btw KRL di Jakarta dan Prameks beda menurutku. KRL di Jakarta lebih mirip LRT sistemnya. Beli kapanpun nggak usah antri nggak usah takut kehabisan, frekuensi KRL juga sering. Prameks nyusahin pokoknya hahahaha. Tapi emang sih naik Prameks Solo-Jogja cuma sejam, klo naik bus bisa dua jam.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Jujur aja, keratonnya nampak biasa ya. Tapi aku suka bangunan tua yang banyak ada di Solo. Pengen ngerasain tempat pak Presiden pernah memimpin. Bismillah semoga bisa ke Solo ntar.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s