Beranda · Destinasi · kuliner · Shopping

Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim

Beragam kuliner ekstrim di Wangfujing night market Beijing

Selain wisata kuliner, kegiatan paling menyenangkan saat travelling adalah belanja. Tempat belanja paling happening di kota Beijing sudah pasti di Wangfujing Street. Lokasi Wangfujing Street ini terletak di pusat kota di distrik Dongcheng. Saat berkesempatan traveling ke Beijing saya memasukkan Wangfujing Street sebagai tempat yang wajib didatangi karena saya sangat senang mengunjungi pasar entah itu beneran belanja atau hanya sekedar mengamati barang-barang yang dijual maupun interaksi diantara manusia di pasar.

Saya mengunjungi Wangfujing night market karena terinspirasi dari film Karate Kid yang dibintangi oleh Jaden Smith dan Jackie Chan, dimana ada adegan Jaden dan Mei Ying jalan-jalan ke pasar malam di Wangfujing Street dan melihat kegembiraan mereka disana.

Angin malam di musim dingin yang menggigit sampai ke tulang dan membuat pipi maupun jari tangan menjadi kebas tak mampu menghalangi saya untuk menikmati Wangfujing Street yang sangat meriah terutama menjelang perayaan natal dan tahun baru dimana semua jalanan dihiasi dengan lampu-lampu berbagai karakter.

Pintu masuk Wangfujing Street di malam hari

Memasuki jalan pada sisi sebelah kiri, saya mendapati ada mall Oriental Plaza yang cukup megah. Saya memutuskan masuk mall karena kebelet ingin ke toilet, sudah pernah saya ceritakan di blog kondisi toilet umum di Beijing, oleh karena itu saya memutuskan untuk menggunakan toilet di mall. Setelah keluar mall, saya mengamati deretan toko-toko di Wangfujing Street, ada toko jam, toko sutra, toko buku yang sangat besar, gerai KFC bahkan restoran muslim. Wangfujing Street menyediakan beragam kebutuhan wisatawan.

Toko buku besar yang tidak sempat saya datangi
Restoran muslim sebagai pilihan tempat makan halal

Sayang karena keterbatasan waktu saya tak sempat memasuki toko buku yang bangunannya cukup besar dan menyolok mata di Wangfujing Street. Saya menyimpan asa kelak akan kembali ke Beijing dan mengunjungi toko buku tersebut.

Beberapa puluh meter dari jalan utama saya berbelok ke sbelah kiri jalan menuju jalan yang lebih kecil mirip gang, di jalan tersebut terdapat Wangfujing Night Market yang sangat ramai. Berupa-rupa produk dijual baik itu di dalam kios kecil maupun lapak-lapak kaki lima. Saya terkagum-kagum dengan produk hasil kerajinan tangan dan souvenir asal negeri Tiongkok ini, selain beraneka ragam jenisnya motifnyapun kaya sekali.

lapak-lapak kaki lima yang menjual suvenir

Saya memasuki toko batu giok, beragam jenis baik ukuran dan rupa batu giok ada di toko. Saya tertarik untuk membeli perhiasan dari batu giok yaitu gelang atau liontin tapi harganya cukup mahal rupanya dan satu hal yang paling penting saya tidak paham mana batu giok asli mana yang KW, semua tampak indah dimata saya. Itulah persoalan utama belanja di negeri Tiongkok ini yaitu susah membedakan mana barang yang asli dan KW kan ya hehehe.

Kemudian saya masuk ke gerai Miniso, toko ini kecil saja namun produk yang dijual sangat banyak variannya dan harganya sangat murah jadi wajar saja jika Miniso sangat penuh pembeli. Sebelum Miniso membuka banyak gerainya di Indonesia, saya sudah mencicipi tokonya lebih dulu langsung di negeri asalnya. Jadi Miniso itu bukan produk atau brand dari Jepang melainkan produk dan brand asal Tiongkok yang bungkusnya meniru habis-habisan produk dan brand asal Jepang yang sudah lebih dulu terkenal yaitu Daiso. Apa sih yang tidak bisa ditiru atau dibikin KW oleh Tiongkok?

Di tanah air saja harga produk-produk Miniso ini terhitung murah, apalagi di negeri asalnya Tiongkok, harganya sangat murah. Kalau tidak memikirkan bagasi yang terbatas, saya ingin membeli banyak barang namun berhubung bagasi sudah penuh dengan baju-baju musim dingin apalah daya saya tak bisa membeli banyak produk Miniso ini. kalau dipikir-pikir saya bersyukur tidak banyak belanja di Miniso karena di Indonesia sekarang sudah banyak gerainya meskipun ada beberapa barang yang tidak dijual di sini karena Miniso di Wangfujing Street menjual banyak sekali kosmetik dan perawatan tubuh yang harganya sangat murah. jadi kalau berkesempatan ke Wangfujing Street tidak ada salahnya mampir ke Miniso untuk belanja atau sekedar melihat-lihat saja.

Kelar dari Miniso, kaki saya beranjak ke arah lapak-lapak yang menjual souvenir. Apalagi yang traveler cari kalau bukan souvenir murah meriah dan cukup ringan seperti magnet kulkas atau gantungan kunci. Saya pun mencari beberapa hadiah kecil untuk bos dan teman-teman di kantor. Mulailah saya hunting dari satu lapak ke lapak lainnya untuk mendapatkan harga yang murah. kemampuan tawar menawar sangat diperlukan di pasar malam ini karena penjual tahu kita adalah turis sehingga mereka memberikan harga tinggi. Jika penjual tidak mau memberikan harga yang saya mau maka saya pindah ke lapak lain, jangan diharap penjual akan memanggil-manggil kita untuk kembali ke tokonya karena pembeli yang ramai datang ke Wangfujing Street.

Saya berhasil mendapatkan souvenir yang saya inginkan dengan harga miring karena saya membeli barang yang cukup banyak disalah satu lapak yaitu magnet kulkas seharga 5 yuan atau IDR 10 ribu saja dan beberapa barang lainnya juga mendapatkan diskon.

lapak-lapak kuliner

Semakin malam udara bertambah dingin, saya mempercepat langkah menuju arah lapak yang menjual kuliner karena cuaca dingin membuat perut mudah sekali lapar. Banyak sekali kuliner yang dijual di Wangfujing night market ini mulai dari ragam makanan, tampilan dan warnanya sungguh menggoda selera. Ada yang menjual gulali berbentuk karakter yang mengingatkan saya dengan masa kecil dulu, penjual gulali ini tentu saja dikelilingi oleh banyak anak kecil. Sayapun ikut memperhatikan bagaimana proses pembuatan gulali tersebut hingga menjadi bentuk beraneka ragam hewan. Ternyata masa kecil anak Indonesia dan Tiongkok tidak berbeda jauh ya.

Lalu saya beralih ke lapak-lapak dengan asap yang mengepul. Segala jenis bakar-bakaran dijual, sungguh menerbitkan air liur namun saya tidak berani membelinya karena khawatir meskipun hewan yang dibakar itu halal seperti ikan atau seafood tetapi bumbu olesannya bisa jadi menggunakan lemak babi biar lebih lezat. Hadeeh godaan banget melihat kuliner bakar-bakaran ini.

Lapak yang paling menarik tentu saja kuliner ekstrim. Beragam jenis hewan yang tidak biasa dipajang sebagai jajanan untuk cemilan. Hewan tersebut yaitu kalajengking, ulat, bintang laut, laba-laba dan lain sebagainya. Hewan-hewan tersebut bisa kita pilih mau dipanggang layaknya sate atau digoreng. Bagi penyuka kuliner ekstrim wajib datang ke pasar malam Wangfujing, puaskan hasrat petualangan lidah kalian di sini.

Melihat pemandangan kuliner yang menggoda ditambah cuaca yang semakin dingin membuat perut semakin menjadi-jadi laparnya. Saya mengelilingi pasar malam ini mencari street food halal yang terjangkau sembari berdoa semoga Tuhan menuntun jalan saya agar bisa makan malam. Saya keluar dari gang kecil dimana pasar malam Wangfujing ini digelar menuju jalan Wangfujing besar lalu sampailah saya diujung jalan ini kemudian melihat keramaian di jalan sebelah kiri yaitu Donghuamen Street.

Sate domba halal di Donghuamen Street

Rupanya Donghuamen street ini adalah pusat dari street food di malam hari. Di tempat ini saya menemukan jajanan halal yaitu bubur ketan hitam, jagung rebus dan sate domba lezat ala Xinjiang. Di booth sate domba halal terdapat tulisan Arab sehingga saya yakin makanan ini halal. Jangan lupa untuk menawar makanan yang dijual karena ini di Tiongkok 🙂

Saya menutup malam yang dingin di akhir bulan Desember dengan kehangatan semangkuk bubur dan setusuk sate domba yang sangat lezat. Sate domba yang tidak akan pernah bisa saya lupakan rasanya karena dimakan saat hampir putus asa antara lapar dan ngiler kepengen makan sate yang seperti saya lihat di Wangfujing Street.

Ah saya jadi kangen Beijing setelah menulis ini….

Share ya kalau kamu juga punya kenangan di pasar malam.

Happy Travelling 🙂

 

Info: Cara ke Wangfujing Street               

         Naik subway line 1 lalu berhenti di Wangfujing Station

         ambil exit A lalu berjalan mengikuti petunjuk

 

 

Iklan

14 tanggapan untuk “Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim

  1. Aku juga ngiranya begitu awalnya, cuma heran kok produk Jepang bisa hits di China trus harganya murah banget. Pas baca-baca artikel ternyata itu produk China yang mencontek habis brand Jepang biar tampak lebih berkelas

    Suka

  2. “Welcome to miniso!” Kalimat itu aku dapati pas di KL central dan fix ngira ini brand asal Jepang jepang karena tiba-tiba ingat :”welcome to uniqlo!”

    Heheheh bubur ketan hitamnya rasanya sama nggak ya kak dengan di Indonesia?

    Disukai oleh 1 orang

  3. Waaaahhhhh aku sempet k pasar malam ini pas ke beijing. Tp wkt itu ga icip2 kuliner, krn pas dtg aku lg hamil 1 bulan, dan ga napsu ama makanannya mba hahahaha.. Nyiumnya aja ga suka.. Makanya slama di beijing aku makannya di kafe sebelah hostel tempat nginep krn sesuai ama lidah dan penciuman :p

    Di wangfujing kita cm beli souvenir thok wkt itu.. Eh btw, aku baru tau loh miniso dr tiongkok. Hahahaha selama ini mikirnya jepang..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s