Beranda · TIPS

Belajar Blogging dengan Cumilebay

Kenangan bersama Cumilebay di Gramedia Grand Indonesia

Sudah lama saya ingin menulis tentang om Cumi, begitu saya memanggilnya namun niat itu selalu tertunda karena saya selalu sedih kalau ingat beliau.  Om Cumi memiliki arti yang istimewa bagi saya sebagai blogger pemula. Saya ingat betul 2 tahun yang lalu saat baru mulai menulis di blog, blogger yang komen di postingan blog saya itu cuma dua orang yaitu Haryadi Yansyah alias Omnduut dan Moechammad Adi Mariyanto alias Om Cumi. Saya merasa begitu tersanjung ada blogger ngetop mampir dan kasih komen di blog.

Sejak saat itu,  saya jadi kenal Om Cumi dan jadi pembaca setia blognya. Selain jadi pembaca blognya, saya juga follow Om Cumi di twitter dan IG lalu di folbek sama beliau. Kualitas kepribadian yang saya kagumi dari beliau adalah sifat rendah hatinya, tidak gengsi untuk berkenalan dengan blogger pemula seperti saya dan folbek ketika difollow meskipun kalau nggak folbek juga nggak masalah sih, itu hak personal Om Cumi. Tapi itulah Om Cumi berteman sama siapa saja tanpa merasa ‘lebih besar’ dari orang lain.

Setelah beberapa bulan kenal Om Cumi lewat blog dan media sosial, Om Cumi berkesempatan ke Palembang karena diundang dinas pariwisata provinsi Sumatera Selatan untuk mempromosikan beberapa tempat wisata potensial di Sumsel sekaligus menyaksikan gerhana matahari dari atas jembatan Ampera Palembang.

Malam sebelum acara melihat gerhana tersebut, saya, Deddy Huang, Yayan, Maman dan Farah (blogger Malaysia) meet up di Plaza Benteng Kuto Besak sambil jajan di food truck yang disponsorin Om Cumi. Dia bilang “sebut saja nama gue ke food truck, jajanan kalian gratis”. Asyik kan ya hehehe. Tanpa sungkan dan malu saya dan teman-teman jajan ke food truck modal nyebut nama Om Cumi. Habis itu kita ngobrol bareng rame-rame sampai malam dan saya dikasih no WA Om Cumi.

Seiring berjalannya waktu, saya belajar banyak hal dari blog dan sosial media Om Cumi. Saya mulai memperbaiki kualitas blog saya dengan mulai mencari branding yang menarik, mengubah theme dan akhirnya membeli domain di WordPress sehingga lahirlah blog Pink Traveler setelah sembilan bulan memakai domain gratis milik WordPress. Udah kayak melahirkan bayi yang perlu waktu sampai sembilan bulan untuk melahirkan Pink hingga siap menjadi blogger seutuhnya #eaaaa.

Saya rajin diskusi dengan Om Cumi tentang blog lewat personal message, lebih banyak lewat dm di twitter karena pasti langsung dibalas saat Om Cumi online di twitter. Pertanyaan paling penting buat saya adalah soal rate karena Pink sudah mulai dapat beberapa tawaran lewat email dari agency untuk pasang backlink, endorse maupun sponsored post. Saya catat baik-baik dalam ingatan semua nasehat Om Cumi terkait rate card. 

Sekitar awal bulan Februari 2016 saya ada urusan di Jakarta dan mengabari Om Cumi, sehingga kami menyepakati untuk meet up di Grand Indonesia karena dekat dengan kosan Om Cumi dan tempat saya stay selama beberapa hari di Jakarta. Di GI kami nongkrong di Food Mart sambil ngobrol tentang dunia blog termasuk segala drama dan gosip-gosipnya 🙂

Sebagai pecinta pedas, saya mau makan di Jeng Kelin karena di blognya Om Cumi pernah mengulas tempat makan tersebut. Jadilah Om Cumi mengajak saya ke Jeng Kelin meskipun dia bilang tidak bisa makan pedas lagi tapi dia tetap pesan makanan, alhasil sebagian besar makanan yang kami pesan saya yang menghabiskan. Saya nggak jaim di depan Om Cumi, dia sampai terkagum-kagum melihat betapa tahan mulut saya makan pedas.

Setelah makan dari Jeng Kelin, Om Cumi mengantar saya pulang sampai ke penginapan saya di dalam gang di jalan Kebon Kacang. Bertambah satu lagi kesan positif saya tentang Om Cumi yaitu beliau pria yang sangat bertanggung jawab dengan bersedia mengantar seorang perempuan yaitu saya pulang hingga sampai ke depan penginapan.

Saya juga sampaikan ke Om Cumi bahwa bulan depan saya akan kembali ke Jakarta karena ada urusan. Rencana saya dan Om Cumi berikutnya adalah berbuka puasa di Masjid Menteng atau Masjid Sunda Kelapa sekalian mendengarkan pengajian. Om Cumi rajin berpuasa Senin dan Kamis jadi sekalian saja jika saya ingin melihat masjid bersejarah di Jakarta.

Tapi rencana manusia tinggal rencana, Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri. Saya tidak percaya Om Cumi dipanggil secepat itu, meskipun tidak lama mengenal beliau saya merasa sedih. Saya ingin melakukan sesuatu untuk Om Cumi agar beliau memiliki legacy ilmu blogging kepada blogger atau orang yang berniat menjadi blogger .

Berikut ini saya rangkum ilmu blogging yang saya dapat selama mengenal Om Cumi baik secara personal maupun sebagai blogger senior agar Om Cumi mendapatkan pahala amal jariah karena ilmunya dibagikan dan bermanfaat.

1. Mulailah menulis

Om Cumi mulai menulis di blog tahun 2012 kalau saya tidak salah ingat waktu beliau cerita. Tulisan beliau awalnya alay dan banyakan curhat. Atas saran sahabatnya untuk serius menulis di blog akhirnya Om Cumi mulai serius menulis tema traveling karena dia banyak melakukan traveling. Om Cumi tidak peduli soal kaidah penulisan yang bikin ribet, yang terpenting menulis dulu seiring dengan waktu maka kita akan menemukan gaya menulis sendiri dan memperbaiki apa yang kurang.

Saya juga begitu, pada awal menulis tulisan saya jauh dari kesan layak baca, bebas lepas seperti curhat di buku harian saja. Saya juga tidak begitu paham tentang tata bahasa yang baik, alur cerita berantakan, kaku dan nggak jelas banget. Tapi saya terus menulis sehingga lama-kelamaan tulisan saya mengalami perbaikan dengan catatan saya mau belajar memperbaiki tulisan.

2. Branding atau “jual” dirimu

Setiap hari ada ribuan blog baru lahir. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya blogmu bisa diingat dan mencuri perhatian? Om Cumi sangat sadar akan kelebihan dan kekurangannya sebagai blogger. Dia merasa bukan pencerita yang baik, gaptek dan keahlian foto serta videonya biasa saja (beliau merendah) oleh karena itu dia harus menonjolkan sisi lain dari blognya agar mudah diingat. Lihatlah blog Om Cumi, tulisannya penuh warna-warni dengan gaya penceritaan yang kocak dan candaan sedikit mesum. Gaya tulisan Om Cumi sulit untuk ditiru karena sudah sangat melekat dengan sosoknya. Genre tulisan yang kocak dan sedikit “menjurus” merupakan genre tulisan yang sulit dan tidak semua orang bisa. Om Cumi berhasil masuk ke genre tersebut.

Selain branding di blog, Om Cumi juga berhasil membranding dirinya dengan ciri khas foto-fotonya menggunakan kancut pada momen yang pas. Jadi Om Cumi sadar betul bagaimana “mencuri” perhatian di dunia media dengan menampilkan keunikan dirinya agar berbeda dengan blogger lain. Om Cumi pandai menempatkan diri, beliau tidak memakai kancut di semua tempat hanya untuk keperluan foto-foto tertentu.

Saya belajar membranding blog dan personality dari Om Cumi. Saya juga sadar kemampuan menulis dan fotografi saya tidak bagus oleh karena itu saya belajar untuk terus memperbaiki diri melalui kegiatan workshop atau pelatihan menulis dan fotografi agar terjadi peningkatan kualitas. Dari perjalanan menulis di blog akhirnya saya menemukan branding Pink agar lebih mudah diingat pembaca blog.

Sekarang coba pikirkan branding apa yang ingin kamu pakai agar mudah diingat dan mencuri perhatian pembaca?

3. Blogwalking

Om Cumi adalah blogger yang sangat rajin blogwalking alias mampir membaca blog sesama blogger. Dia membaca banyak blog dan meninggalkan komen ke blog blogger pemula atau senior.

Beliau sadar betul manfaat dari blogwalking, selain sebagai sarana silaturrahim ke sesama blogger juga dapat menaikkan page range atau link blog kita. Om Cumi baik sekali sebagai blogger karena dia rajin blogwalking dan mengingatkan sesama blogger yang sudah jarang posting tulisan terbaru.

Jadi saya merasa bersyukur sekali sering diingatkan di twitter dengan sindiran khas Om Cumi “mana postingan terbaru, ngakunya blogger?” makjleb banget setelah disindir, buru-buru bikin draft buat postingan baru hehehe.

Bagaimana orang lain tahu kamu punya blog keren dan kece kalau kamu tidak mengenalkan blogmu ke orang lain? Nah salah satu cara mengenalkan dan mempromosikan blogmu dengan cara blogwalking ke blog orang lain. Setelah mampir ke blog orang jangan lupa tinggalkan komen. Om Cumi berpesan ” jangan mengerjakan pekerjaan yang sia-sia, kalau sudah mampir ke blog tinggalkan komen”.

Setelah komen di blog orang lain biasanya mereka akan mengunjungi balik blogmu, nggak usah kecewa kalau nggak dikunjungi balik, bisa jadi blogger tersebut sedang sibuk sehingga tidak sempat BW balik atau hiatus dari blognya tapi sebenarnya mereka mulai tahu keberadaanmu sebagai blogger, terus saja blogwalking jangan patah semangat.

Agen asuransi saja semangat lho jualan asuransi dan ngomong sampai berbusa-busa di telepon meski akhirnya ditolak, apalagi kamu yang nggak jualan tetapi mengenalkan blogmu yang keren dan kece itu.

Saat blogwaking dibaca baik-baik blog orang lain ya biar bisa dapat manfaatnya jangan cuma baca judul lalu komen yang sebenarnya jawaban pertanyaanmu ada di blog hehehe. Dengan rajin blogwalking, saya mendapatkan manfaat yaitu pengetahuan baru dan memperbaiki kualitas tulisan. Banyak blog yang tulisannya bagus, punya ciri khas dan ceritanya mengalir sehingga enak dibaca. Melalui blogwalking, saya dapat memperbaiki tulisan saya di blog karena belajar dari blog-blog yang saya baca, bahkan saya sering mendapatkan ide tulisan dari membaca di blog orang lain.

Saya bisa memiliki banyak teman-teman blogger juga karena sering blogwalking, dari awalnya kenal di dunia maya hingga menjadi teman baik di dunia nyata. Teman-teman blogger itu seru dan asyik orangnya apalagi pas bisa travelling atau hangout bareng mereka. Yuk kita rajin blogwalking.

4. Konsisten Menulis dan Posting

Awal jadi blogger saya rajin posting dan blogwalking, maklum sedang semangat-semangatnya dapat aktivitas baru selain kerja kantoran tetapi lama-kelamaan rasa malas mendera, dari setiap minggu posting menjadi sebulan sekali bisa posting satu tulisan sudah bersyukur banget.

Secara umum orang menulis di blog sebagai sarana curhat, ingin berbagi informasi atau menyalurkan hobi menulis. Menjadi blogger belum begitu dilirik sebagai profesi yang menjanjikan materi yang cukup sehingga menulis di blog dilakukan disela-sela pekerjaan utama, akibatnya postingan di blog tidak konsisten seperti saya contohnya.

Sebagus apapun konten yang saya buat kalau update postingan 6 bulan sekali atau setahun sekali, lama-kelamaan blog saya ditinggalkan pembaca dan akhirnya dilupakan, mirip rumah yang nggak dihuni lalu dipenuhi sarang laba-laba sehingga orang pasti nggak mau mampir, jangankan mampir, ditoleh saja enggak hiks…hiks. Apalagi jika konten nggak bagus ditambah jarang update, alamat blog kita akan tenggelam diantara ribuan blog-blog baru yang terus lahir setiap hari.

Berbeda dengan Om Cumi, beliau sangat konsisten update blog. Seminggu bisa dua kali atau bahkan tiga kali jika ada tulisan pesanan klien yang deadlinenya musti cepat. Om Cumi rutin posting di hari Senin dan Rabu atau hari lainnya setelah dia pelajari dahulu di hari apa dan jam berapa traffick blog meningkat tajam maka dia akan posting di hari dan jam tersebut. Selain itu, dia juga sering melempar topik ke netizen di twitter, ingin postingan tentang apa, apakah kuliner, destinasi atau review hotel manja, jadi dia ingin membaca tingkat kesukaan netizen terlebih dahulu sebelum posting sekalian pengumuman bahwa akan ada postingan baru diblognya jadi pembaca bisa bersiap untuk meluncur di blognya.

Selain rutin dan konsisten update postingan terbaru, Om Cumi juga rajin menulis draft postingan blognya sehingga beliau memiliki stock tulisan sampai setahun ke depan. Om Cumi memang blogger panutan yang visioner. Dia membuat banyak draft siap posting untuk mengantisipasi jika kegiatannya padat dan dia tidak punya waktu untuk menulis sehingga dengan draft yang siap publish maka dia bisa tetap update postingan di blog rutin seperti biasanya. Saat Om Cumi punya ide untuk menulis maka dia akan menulisnya di email sehingga secara otomatis tulisannya akan tersimpan di draft, tinggal copy paste saja di blog lalu diedit dan ditambahkan foto, begitulah cara Om Cumi bisa memiliki banyak draft tulisan sehingga bisa rutin posting.

Saya sendiri masih sulit meneladani kebiasaan rutin dan konsisten posting di blog seperti Om Cumi, apalagi rajin menulis draft blog hehehe, jadi wajar kiranya jika Pink masih jauh langkahnya jika ingin sukses seperti Om Cumi.

5. Jangan Nyinyir

Duh rasanya nggak tahan pengen nyinyir di sosial media apalagi pas buka twitter melihat buzzer memenuhi linimasa, ngebuzz produk-produk yang menurut saya tidak seharusnya dibuzz ditambah lagi hestek-hestek yang super ajaib, belum lagi berbagai lomba blog atau lomba foto penuh drama. Tetapi saya nggak jadi nyinyir karena selalu teringat pesan Om Cumi untuk tidak usah nyinyir di sosmed karena kita mencari makan di lahan yang sama.

“Biarkan saja orang ngebuzz menuhin linimasa, jangan dinyinyirin. Jika tidak suka suasana linimasa yang lagi banjir hestek dan buzzing maka tinggalkan saja dulu twitternya, nggak usah dibuka, kerjakan hal lain yang lebih bermanfaat. Pihak-pihak yang ingin bekerjasama dengan kita sering melihat isi sosmed kita, jika isinya kebanyakan nyinyir maka calon klien tidak akan melirik kita untuk bekerjasama”. Begitulah nasehat Om Cumi yang selalu saya ingat dan tanamkan dalam hati, sehingga jika sudah mulai HIN (hasrat ingin nyinyir) tinggi selalu terhempas saat teringat pesan Om Cumi.

Jangan sampai blog saya tidak terurus karena saya lebih sibuk ngerasani dan nyinyiri blogger lain. Jadi orang baik saja masih ada yang enggak suka apalagi jadi orang yang enggak baik. Menurut pengalaman saya, sebagian besar rezeki itu perantaranya dari pertemanan dan networking yang baik jadi jagalah hubungan pertemanan dengan tidak nyinyir atau menebar kebencian di sosmed. Gunakan sosmed untuk berkarya dan membranding diri kita sebaik-baiknya.

6. Perkara Rate Card

Ngomongin duit selalu menjadi isu yang sensitif tapi bagi saya itu hal biasa saja untuk dibahas sehingga saya tanpa ragu sering diskusi soal rate card dengan Om Cumi. Awalnya karena saya bingung saat ada email tawaran job dari agency masuk dengan fee tertentu sehingga saya menghubungi Om Cumi untuk minta pendapat karena beliau sudah senior sebagai blogger. Saya katakan dengan Om Cumi kalau saya dapat tawaran job dengan fee sekian tapi belum saya jawab karena harganya terlalu murah bagi saya (mulai songong nih). Saya sudah sering menolak job dari klien karena harganya tidak cocok.

Om Cumi kasih masukan kepada saya untuk mencoba menaikkan fee yang mereka tawarkan, lalu email dari calon klien saya jawab dengan menaikkan tawaran fee yang pada akhirnya calon klien setuju dengan penawaran saya. Alhamdulillah ya akhirnya pecah telor juga nerima job. Saya kabari Om Cumi bahwa saya jadi bekerjasama dengan klien tersebut, Om Cumi ikut senang dan berkata itu akan menjadi pembuka rezeki saya berikutnya. Amiiin…..

Hari lainnya saya curhat lagi kalau dapat tawaran untuk endorse dari UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan fee sekian tapi belum saya jawab. Menurut Om Cumi, rate card instagram dan twitter dilihat berdasarkan jumlah follower sehingga saya jadi mengerti kenapa ada orang yang mau membeli follower palsu dan like palsu di akun instagram dan twitternya.

“Jangan jadi blogger receh, tingkatkan terus kualitas kamu sebagai blogger sehingga kamu layak dibayar mahal, jadilah berbeda, punya ciri khas sendiri, jangan mengikuti orang lain”. Begitulah pesan Om Cumi yang selalu saya ingat sehingga saya terus belajar dan meningkatkan kualitas tulisan saya di blog, menjadi diri sendiri dan tidak ikut-ikutan yang lain agar menjadi blogger yang pantas menerima transferan dolar (cita-citanya) 🙂

7. Jaga Attitude

Om Cumi curhat kalau dia mendapatkan tawaran dari brand baru untuk sebuah produk tetapi sebelumnya dia pernah kerjasama dengan sebuah brand untuk jenis produk yang sama dan hubungan kerjasama dengan brand sebelumnya itu sangat baik sehingga Om Cumi masih sering dikirimin produk dari brand tersebut walaupun kontraknya sudah selesai sehingga Om Cumi merasa tidak enak jika langsung menerima kontrak dari brand lain sebelum menanyakan lebih dahulu ke brand sebelumnya adakah kemungkinan untuk kontrak Om Cumi diperpanjang karena dia tidak berniat untuk pindah brand.

Itu adalah contoh bagaimana Om Cumi menjaga hubungan baik dengan brand yang mengontraknya meskipun kontrak sudah berakhir tapi dia merasa tidak enak jika langsung pindah brand sebelum bertanya lebih dulu kemungkinan perpanjangan kontrak kembali. Selain itu sebagai blogger juga harus profesional dalam bekerja seperti mematuhi deadline tanpa banyak alasan, komitmen dalam bekerja bersama klien dan memiliki sopan santun dalam berkomunikasi.

Jika blogger tidak memiliki attitude yang baik maka klien atau agency bakalan kapok untuk memberi job dimasa yang akan datang. Dunia media adalah dunia dimana penting untuk membangun citra yang baik dan positif. Ingatlah berita negatif akan lebih cepat menyebar dibandingkan berita positif, brand dan klien di dunia media memiliki jaringan yang sangat luas sehingga harum atau busuk nama kita mudah sekali tercium.

Tujuh hal diatas adalah ilmu blogging yang saya dapatkan dari Om Cumilebay, saya tidak ingin ilmu ini berhenti di saya oleh karena itu saya tuliskan agar siapapun bisa belajar ngeblog dari Om Cumi, meskipun beliau sudah nggak ada di dunia tapi ilmu dan amalnya terus mengalir.

Selain ilmu blogging tersebut, Om Cumi adalah blogger yang cerdas dan pekerja keras. Dua karakter penting yang akan membuat seseorang sukses apapun pekerjaan yang dilakukan.

Bercerita tentang Om Cumi nggak bakal ada habisnya, selalu ada hal seru yang bisa diceritakan dari sosoknya. Teman-teman bisa share di kolom komen jika ada pengalaman tentang blogging dari Om Cumilebay.

Selamat Hari Blogger Nasional tanggal 27 Oktober kepada blogger Indonesia, semoga tulisan-tulisan kita di blog dapat menghibur dan menginspirasi pembaca.

Salam Pinky 🙂

 

Iklan

74 tanggapan untuk “Belajar Blogging dengan Cumilebay

  1. eh komen aku masuk dak yo tadi udah komen..

    kopdar samo om cumi emang enak di Grand Indonesia, deket trus biso kopdar bareng temen-temen blogger lain.. cuma sejak dak ado om cumi pas aku ke jakarta bingung mau kopdar samo siapo 😦

    Disukai oleh 1 orang

  2. Alu belum sempat ketemu om cumi… 😦 — tapi beberapa komennya di update facebook ku dan blog terasa udah kenal lama, layaknya sahabat.
    .
    .
    Kangen komennya mas cumi 😦

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wah saya jadi penasaran nih ama sosok om cumi ini. Maklum saya blogger baru. Boleh minta blognya beliau Mba? Saya pengen belajar juga dari tulisan beliau. Soal rate card jujur saya kurang paham. Bagaimana cara kita menentukan rate card. Saya sempet diajak kerja sama tpi sata tolak karna anak sakit. Jdi blum tau soal rate card ini 😃

    Disukai oleh 1 orang

  4. Wah, jadi inget almarhum mas cumi. Alfatihah buat beliau. Semoga ilmu dan kebaikan beliau menjadi pahala yang terus mengalir kepadanya. Aamiin YRA..

    Disukai oleh 1 orang

  5. Mas Cumi blogger kesayangan banyak orang. Yang paling terasa itu kerendahanhatinya, blogger udah seleb tapi rajin bw ke blog jelata macam saya dan ninggalin komen. Membuat kita merasa dekat meski belum pernah sua langsung. Ah jadi kangen Mas Cum.

    Disukai oleh 1 orang

  6. Rest in peace Om Cumi Lebay.

    Terima kasih banyak sudah berbagi pengalaman yang di-share oleh Om Cumi. Sayang sekali, aku baru mampir ke blognya beberapa saat menjelang kepergian beliau, jadinya aku nggak terlalu paham banyak selain dari cerita cerita kebaikan yang di share blohher tentangnya.

    Semoga ilmu nge-blog dari Om Cumi ini bisa menjadi amal jariyah untuknya ya. Aamiin.

    Terima kasih banyak juga sudah berbagi mba.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Aku belum pernah ketemu, tapi selalu suka ngeliat foto-foto dia, walau kadang geli-geli lucu sih ngeliat pose dengan kancutnya.

    Makasih share-annya mba pink, aku masih belajar banget, apalagi urusan branding. masih belum dapat yang pas 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  8. Wah banyak bloger muncul di sini. Ayo blogwalking dong….
    Kadang ampe bosan nih ngajak blogwalking. 😭
    Tenang dijamin dibalas komentarnya.

    Saya sendiri penasaran, siapa yang bakal ngerawat blog cumilebay .com lagi. Di sini sebagai bloger tanpa beli domain sendiri ada hikmahnya juga. Walau sudah wafat, blog tetap hadir karena tidak perlu memperpanjang domain.

    Suka

  9. Ah langsung kangen Kak Cum. Kalo aku lagi menggalau di twitter ttg kangen makanan ini itu, selalu disahutin “nanti kalo ke Jakarta aku traktir sambel belut” huhuhu kecepeten Kak Cum perginya. Tapi ilmunya akan selalu mengalir jadi amalan buat Beliau. Insya Allah. Yg aku salut itu adalah selalu ada waktu dan ga males BW. Salut

    Disukai oleh 1 orang

  10. terimakasih sudah berbagi tulisan ini mbak. Saya sudah lama blogging, tapi sebelumnya hanya curhatan saja. baru mulai untuk serius dengan blog baru ini. Salam kenal ya mbak 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  11. Mb Pink, aku emang gak kenal om Cumi. Tau namanya aja dari para blogger. Pas aku mulai ngeblog, om Cumi udah gak ada kayaknya

    Emang bener, baca blognya om Cumi tuh seru banget. Warna-warni. Ceria terus

    Ngebaca ulasan Mb Pink, bikin aku melihat om Cumi secara nyata

    Disukai oleh 1 orang

  12. Kangen banget sama almarhum. Hiks. Sedih karena kami belum sempat ketemu lagi. 😦
    Nasihatnya Mas Cumi almarhum yang gak saya ikutin justru bagian nyinyirnya euy. Huhuhu.

    Makasih Mbak sudah berbagi kenangan tentang almarhum….

    Disukai oleh 1 orang

  13. Iya kangen komen di blog dan candaan receh di twitter. Hasrat nyinyir emang kadang tinggi mas Dan, dulu sih nggak parah banget yang ngebuzz di twitter cuma ya harus ditahan, nggak kuat kalo punya haters. Saya senang sih bisa berbagi kenangan, agar yang lain bisa mengambil hikmah dan ilmu dari om Cumi

    Suka

  14. salam kenal mba.pinkie! *hmmp. panggilnya apa ya baiknya? hehe. blog-mu di share mas dani, langsung aku cuss buka karena ada mas cumi-nyaa.. huuu.. masih ga percaya sampe skrng klo mas cum udah di tempat lain.. tapi aku bener2 setuju soal mas cumi yg super humble.. thanks for sharing yaa mba.. =)

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s