Beranda · kuliner

Pisang Aroma : Oleh-Oleh Istimewa Dari Temanggung

Ibu-ibu sedang membuat pisang aroma

Beberapa tahun yang lalu saya pernah berlibur ke Yogyakarta, sebelum balik ke Palembang, saya mampir ke toko oleh-oleh yang ada di sekitar Malioboro. Banyak jenis oleh-oleh yang dijual di toko, salah satunya pisang aroma. Selain bakpia, saya juga membeli pisang aroma karena unik dan penasaran bagaimana rasanya karena oleh-oleh yang terbuat dari pisang yang pernah saya beli itu adalah sale pisang dari Bandung dan keripik pisang dari Lampung.

Beruntung bagi saya mendapatkan undangan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Propinsi Jawa Tengah untuk mengunjungi salah satu tempat pembuatan pisang aroma di Dusun Sarangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Tidak menyangka oleh-oleh yang pernah saya beli dulu bisa dilihat secara langsung proses pembuatannya dikemudian hari.

Saat masuk ke dalam tempat produksi pisang aroma, saya melihat tempatnya sederhana saja seperti sebuah rumah tanpa sekat di dalamnya sehingga wangi pisang menyeruak di udara tercium ke dalam hidung hingga mampu menerbitkan rasa lapar seketika, apalagi diluar hujan rintik-rintik. Tapi di dalam tempat ini suhu terasa hangat karena api yang menyala dari tungku untuk menggoreng pisang aroma.

Pertama kali masuk, mata saya tertuju pada kedua ibu yang sedang sibuk membuat kulit pisang aroma. Di depan kedua ibu tersebut berjejer beberapa wajan anti lengket, lalu tangan-tangan terampil mereka memasukkan adonan tepung langsung menggunakan tangan ke penggorengan tanpa sendok atau alat lain sehingga terbentuk bulatan kulit krispi seperti kulit lumpia. Ini dilakukan dengan cepat agar kulit tidak gosong. Wow daebakkk! Luar biasa sekali keahlian kedua ibu pembuat kulit pisang ini.

Membuat kulit pisang aroma
Kulit pisang aroma yang selesai dibuat

Menurut Mbak Erni, penanggung jawab produksi pisang aroma, dalam sehari dibutuhkan sekitar 100-125 sisir pisang dan lima sak tepung terigu yang mana satu sak sama dengan 25 kilogram, artinya dibutuhkan tepung terigu sekitar 125 kilogram setiap harinya untuk membuat kulit. Tidak ada masalah dalam pasokan bahan baku karena pisang yang digunakan merupakan pisang yang banyak tumbuh di desa. Jenis pisang yang digunakan yaitu Pisang Raja Nangka dan Pisang Belitung (Pisang Lilin namanya kalau di Palembang).

Usaha pembuatan pisang aroma ini dirintis sejak tahun 2001, jadi sudah 17 tahun berjalan usaha pisang aroma. Cukup lama usia UKM (Usaha Kecil dan Menengah) ini dan mampu bertahan melewati berbagai tantangan dan hambatan merupakan sebuah prestasi. Ide sederhana dari Ibu Sri Mulyati, pemilik usaha pisang aroma untuk memanfaatkan pisang yang banyak tumbuh di desa menjadi cemilan renyah yang tahan lama karena sifat buah pisang yang cepat sekali busuk maka harus dicari cara pengolahannya yang dapat mengawetkan pisang sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ibu Sri memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di desanya dengan menjadikan mereka karyawan pisang aroma agar ibu-ibu bisa memiliki penghasilan sendiri dan membantu ekonomi keluarga. Oleh karena itu di UKM pisang aroma ini sekitar 90% karyawannya perempuan.

Tangan-tangan cekatan ibu-ibu karyawan pisang aroma saya perhatikan saat membuat pisang aroma, dimulai dari membentangkan kulit kemudian memasukkan irisan pisang lalu ditaburkan gula menggunakan sendok setelah itu dilem dengan cairan tepung terigu lalu digulung. Semua kegiatan ini dilakukan dalam waktu yang cepat karena sudah terlatih.

Tangan ibu-ibu yang cekatan menggulung pisang aroma
Pink mencoba membuat pisang aroma

Gulungan pisang aroma dipotong kecil-kecil lalu digoreng di wajan besar dengan api dari kayu, aroma wangi pisang menyerbu hidung dan seluruh ruangan sehingga air liur ini menetes-netes rasanya. Saya meminta izin dengan karyawan yang sedang menggoreng untuk mencicipi pisang aroma yang baru saja diangkat dari penggorengan, masih hangat begini pasti rasanya nikmat sekali. Benar saja perkiraanku, pisang aroma hangat yang baru diangkat dari penggorengan rasanya enaaak banget gaes.

Pisang aroma digoreng di wajan besar
Masih menggunakan tungku dan kayu bakar untuk menggoreng pisang aroma

Setelah pisang aroma diangkat dan ditiriskan kemudian dimasukkan ke dalam mesin yang berputar untuk menghilangkan sisa minyak yang menempel dan mengeringkan pisang aroma. Pisang aroma siap dikemas menjadi beberapa ukuran berdasarkan beratnya. Kemasannya cantik sehingga akan menarik pembeli untuk memilih pisang aroma sebagai oleh-oleh. Selain itu harganya terjangkau dimulai dari IDR 14 ribu-25 ribu tergantung beratnya.

Pisang Aroma Yang Istimewa

Pisang aroma dapat ditemukan di toko-toko yang menjual oleh-oleh di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jika mampir ke toko oleh-oleh jangan lupa ya gaes untuk membeli pisang aroma yang diproduksi di Temanggung ini.

Pisang aroma adalah oleh-oleh yang istimewa karena dibuat dari tangan penuh cinta ibu-ibu di dusun Sarangan dan juga menggunakan pisang lokal yang tumbuh di tanah subur Temanggung.

Harum aroma pisang yang memberi arti dan menghidupi masyarakat Temanggung semoga senantiasa bertahan melewati jaman.

Di daerahmu adakah oleh-oleh yang juga terbuat dari pisang? Share yuk di kolom komen!

Happy Travelling ๐Ÿ™‚

 

Iklan

30 tanggapan untuk “Pisang Aroma : Oleh-Oleh Istimewa Dari Temanggung

  1. Nah ini nih..lemahnya UKM kita mau bersaing karena proses produksinya..maaf, kurang terstandar.
    1. Tuk kebersihan tempat,
    2. Higienis proses pembuatan..contohnya..saat menggulung itu baiknya pake sarung tngan plastik..
    Tapi..semngat usahanya luar biasa..moga usaha pisang aroma ini akan semakin jaya..amin

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s