Beranda · Destinasi

Serunya Hunting Mural Art Di Georgetown Penang 

Jika saya ditanya dimana tempat di Malaysia yang selalu saya ingin datangi kembali maka dengan pasti saya akan menjawab Penang. Apa istimewanya Penang? Jawabannya sederhana karena di Penang kulinernya enak-enak dan suasana Georgetown menyenangkan untuk explore dengan berjalan kaki.

Ini kali kedua saya mengunjungi Penang karena merasa kangen untuk jajan street food di pinggir jalan kota Georgetown. Rasa char kuey teow goreng yang lembut dengan rasa gurih sedikit manis menari-nari di lidah lalu setelah itu ditutup dengan ais cendol dingin yang segar, kenikmatan hakiki seperti ini terekam dalam ingatan sehingga membuat saya selalu ingin kembali ke Penang.

Selain bisa puas jajan di Penang, ada satu aktivitas lagi yang sangat menarik dan tidak membutuhkan biaya alias gratis yaitu hunting mural yang tersebar di banyak tempat di Georgetown. Saya tidak menyangka jika menikmati mural art di Georgetown bisa menjadi salah satu aktivitas wisata di sebuah kota yang bisa dijual ke turis.  Seni mural jalanan ternyata bisa laku dijual dan menjadi identitas sendiri bagi kota Georgetown.

Dialah Ernest Zacharevic, sosok dibalik seni mural jalanan di kota Georgetown. Ernest Zacharevic adalah seorang seniman muda yang lahir di Lithuania pada tahun 1986, dia tiba di Georgetown sekitar tahun 2011 dan tinggal di sana sebagai seorang backpacker yang membiayai hidupnya dari melukis. Salah satu lukisannya dijual ke pemilik toko sepeda di Armenian Street.

Salah satu mural art yang dilukis Ernest yang menjadi favorit turis, untuk berfoto di sini harus antri

Lukisan Ernest di toko sepeda menarik perhatian penggemar seni  Tan Chor Whye, penduduk lokal yang kebetulan menemukan dan membeli lukisannya di toko sepeda tersebut. Menyadari bakat seniman muda itu, Tan mencari Ernest dan memintanya untuk melukis mural di dinding Armenian Street.

Sayangnya mural itu sudah tidak ada lagi, pudar karena menggunakan cat lukis yang tidak sesuai dan ditambah lagi belum mendapatkan izin dari pemerintah berwenang. Kemudian bakat Ernest menarik minat Joe Sidek, direktur Georgetown Festival. Dia mengundang Ernest untuk mengajukan proposal konsep lukisan muralnya yang nanti akan didiskusikan dengan Georgetown World Heritage Incorporated. Dato Patahiyah, Presiden Dewan Kota Pulau Pinang menyukai gagasan tersebut, kemudian memberikan Ernest izin untuk melukis muralnya.

Begitulah cerita asal-usul dibalik pembuatan mural art di Georgetown. Demi melihat dan menikmati karya seni jalanan dari Ernest, pagi hari jam 9 saya sudah keluar dari Kimberley House, hostel tempat saya menginap selama beberapa hari di kota Georgetown, berbekal peta wisata kota Georgetown yang saya ambil di meja resepsionis hostel, mulailah saya berpetualang untuk hunting mural art di jalanan kota ini.

Saya sangat menikmati berjalan kaki di kota Georgetown karena trotoar cukup luas, kendaraan bermotor relatif sepi dan banyak hal di sepanjang jalan yang menarik seperti bangunan-bangunan tua dan aktivitas penduduk lokal sehingga perjalanan saya selalu terdistraksi untuk berhenti mengambil foto.

Peta lokasi dimana mural tersebut berada saya tandai namun rute yang saya tempuh tidak mengikuti peta karena saya ingin menikmati kejutan yang saya temui diperjalanan dengan mengambil jalan secara acak tapi tujuannya tetap menuju di lokasi mural yang saya cari. Ternyata dengan menempuh jalan secara acak saya mendapatkan mural yang jarang orang dapatkan karena lokasinya ada di gang kecil yang tersembunyi yang agak sedikit susah dicari.

mural art yang ada di gang kecil, relatif susah dicari

Selain mendapatkan mural art yang susah dicari, menyusuri gang-gang kecil di jalanan Georgetown juga akan menemukan hal-hal unik seperti kedai makanan, toko suvenir dan gedung-gedung tua yang unik. Saya merasa terlempar ke masa lalu dimana baba dan nyonya sedang melakukan perniagaan di kota ini sekitar abad ke 17 Masehi karena bangunan-bangunan toko di sini arsitekturnya kental campuran unsur Tiongkok dan Melayu.

Coffee Shop lokal di Georgetown
Menikmati blusukan ke dalam gang-gang di Georgetown

Bangunan-bangunan rumah toko di Georgetown ini mengingatkan saya dengan bangunan-bangunan rumah toko di kota Palembang tempat saya berasal, hanya saja bangunan di Palembang kurang terawat jika dibandingkan dengan di Georgetown. Sayang sekali ya.

Kita akan sering melihat rumah toko yang cantik di Georgetown

Meski rute perjalanan yang saya ambil tidak mengikuti rute di peta yang ada di brosur pariwisata Penang, saya dengan mudah dapat mencapai lokasi dimana mural-mural ikonik berada karena penunjuk jalan sangat jelas yang memudahkan turis untuk menemukan nama jalan disamping itu kita juga bisa menggunakan Google maps sebagai penunjuk jalan.

Paling mudah ditemukan mural ikonik  yang berada di Jalan Penang, Jalan Armenian, Jalan Victoria dan Jalan Cannon. Tentu saja risikonya kita akan berjumpa dengan banyak turis dan harus rela antri untuk berfoto di mural ikonik tersebut. Untuk menyiasatinya, kita harus datang pagi-pagi sekali selagi tempat tersebut masih sepi.

Mural Little Children on a Bicycle

Sebagai solo traveller saya sering kesulitan untuk mendapatkan foto diri di tempat wisata terkenal sementara saya tidak begitu suka selfie atau membawa tripod yang merepotkan. Jadi tips dari saya adalah meminta sesama turis untuk mengambilkan saya foto dengan terlebih dahulu saya menawarkan bantuan untuk memfoto mereka. Biasanya sih saya meminta turis yang masih muda dan kalau bisa cowok cakep yang juga solo traveller biar sekalian berkenalan, modus sedikit nggak apa-apa kan, selagi masih single hehehe.

Pink tidak mau ketinggalan ikut berfoto di mural yang dibantu bapak pengemudi beca wisata

Selama hunting mural art saya berkenalan dengan beberapa turis yang berasal dari negeri Tiongkok, beberapa turis yang masih muda menggunakan outfit yang lucu dan trendy, misalnya gaun yang berwarna cerah untuk mendapatkan foto yang cantik di instagram.

Pusat kota Georgetown yang kecil membuat saya sering berpapasan dengan bapak pengemudi beca wisata yang sama karena sering mengantarkan turis untuk hunting mural art karena relatif lebih cepat jika diantar menggunakan beca karena pengemudinya sudah hapal dimana tempat-tempat mural art itu berada, tidak harus kepanasan dan berkeringat terutama bagi turis dengan outfit dan dandanannya yang sudah dipersiapkan untuk photo session.

Bapak pengemudi beca wisata yang saya tidak tahu namanya ini, dia sangat ramah dan berdedikasi tinggi kepada semua turis yang dijumpainya termasuk saya karena dia tidak segan-segan menawarkan diri untuk membantu para turis mengambilkan foto. Beberapa foto saya berhasil diambil berkat bantuannya.

Selama saya hunting mural art, sudah tiga kali saya berpapasan dengan bapak pengemudi beca wisata ini dengan ada atau tidak ada penumpang, dia selalu tersenyum menyapa kepada para turis yang dijumpainya. Keramahan yang tulus yang membuat saya selalu terkenang dengan Penang.

Saat jalan pulang ke hostel, saya bertemu kembali dengan bapak pengemudi beca wisata ini, lalu dengan meminta izin kepadanya saya ingin mengambil fotonya sebagai kenang-kenangan.

Bapak pengemudi beca wisata yang selalu ramah kepada turis

Ernest dengan seni mural karyanya berhasil memberikan ciri khas kepada Georgetown. Penang dikenang sebagai tempat wisata yang dirindukan karena memberikan tidak hanya fasilitas fisik semata bagi wisatawan namun juga memberikan sentuhan rasa dan jiwa lewat seni, kuliner yang enak di lidah dan keramahan penduduknya.

Nah bagi traveller  yang mupeng (muka pengen) untuk ikut merasakan keseruan saya hunting mural art di Georgetown, segera rencanakan jadwal mengunjungi Penang apalagi kalender dan hari libur tahun 2018 sudah keluar dan banyak hari liburnya lho.

Saya akan datang lagi ke Penang janjiku dalam hati sambil tangan melambai dari atas jembatan indah diatas laut yang memisahkan Georgetown dan Butterworth.

Kaki saya melangkah pergi tetapi hati saya tertinggal di Penang.

Happy Travelling 🙂

Iklan

19 tanggapan untuk “Serunya Hunting Mural Art Di Georgetown Penang 

  1. Wah, saya belum pernah ke situ. Kalau ke Penang lagi insyaAllah ke nasi briyani n laksa Penang pasar air hitam. Terima kasih lho rekomendasi nya. Dan satu lagi brosur dari kementerian pelancongan Malaysia yg di airport itu lho bagus2. Klo di bandara Bali kan cuma brosur rental mobil dan paket tur.😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s