Beranda · Jogja · Student Life · TIPS

Biaya Hidup Mahasiswa Di Yogyakarta 

Wah enak ya tinggal di Yogya, apa-apa murah! Begitulah komentar yang sering saya dengar dari banyak orang begitu mereka tahu saya tinggal di Yogya sekarang.  Iya sih, nggak salah juga mereka berpikir seperti itu.

Bayangkan dengan modal duit 2 ribu perak, kamu bisa membeli satu bungkus nasi kucing yang isinya 3 sendok nasi dengan lauk sambel teri atau sambel tempe seuprit, lalu supaya kenyang kamu perlu membeli 4 bungkus nasi kucing, yang itu berarti sebenarnya kamu keluar uang 8 ribu dengan kualitas gizi yang payah, padahal dengan uang segitu kamu bisa beli nasi Padang lauk telur atau nasi ikan di warteg wkwkwk.

Coba pikirkan, membeli nasi kucing itu jatuhnya murah atau mahal gaesss?

Karena mengira apa-apa murah di Yogya membuat saya memutuskan untuk pindah ke Yogya dan melanjutkan kuliah saya di sini. Awal-awal tinggal di Yogya, saya tetap merasakan kalau Yogya memang biaya hidupnya murah, tentu saja saya memakai perbandingan dengan kota Palembang, tempat saya tinggal selama 14 tahun lamanya. Namun setelah saya tinggal selama hampir delapan bulan di Yogya, saya bisa katakan kalau Yogya itu tidak murah-murah amat.

Yogya memiliki banyak kampus negeri ataupun swasta sehingga kota ini menjadi pilihan untuk menimba ilmu bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, selain itu Yogya menjadi destinasi wisata favorit turis mancanegara karena keistimewaan alam dan budayanya. Akibatnya Kota Gudeg ini menjadi kota yang dihuni banyak pendatang dengan beragam budaya yang mereka bawa.

Karena banyak pendatang, harga-hargapun jadi ikut menyesuaikan. Sekarang saya bisa bilang Yogya tidak murah-murah amat, tetapi yang lebih tepat adalah kota dengan rentang harga yang lebih luas dibandingkan kota-kota lainnya sehingga siapapun yang tinggal di sini bisa memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

Nah bagi teman-teman yang tertarik untuk kuliah di Yogya, saya coba rangkum berdasarkan pengalaman saya mengenai rincian perhitungan biaya hidup sebagai mahasiswa di Yogya.

Biaya Tempat Tinggal

Mau tinggal di asrama mahasiswa, kost atau ngontrak rumah semua ada plus dan minusnya. UGM tempat saya kuliah juga menyediakan beberapa asrama untuk mahasiswa, yang dekat dengan kostan saya di area Pogung itu asrama Kinanti, yaitu asrama khusus cewek. Biaya tinggal di asrama mulai dari Rp 450 ribu rupiah perbulan untuk satu orang dengan kamar yang dihuni untuk dua orang.

Pembayaran uang asrama harus dilunasi untuk satu tahun. Tinggal di asrama bukan pilihan saya karena harus berbagi kamar dengan orang asing sehingga privasi terganggu tapi kalau kamu nggak masalah dengan itu silahkan pilih asrama.

Kost juga ada beragam tipe dari kamar kost eksklusif sampai kamar kost rakyat jelata macam kost saya hahaha. Harga kamar kost tergantung lokasi dan fasilitas. Semakin lengkap fasilitas dan semakin dekat dengan kampus harga kamar kost semakin mahal. Ono rego ono rupo.

Fasilitas kost itu seperti AC, kamar mandi di dalam kamar, perabotan (tempat tidur, lemari dan TV), water heater, free wifi bahkan free air galon dan laundry. Oleh karena itu perlu untuk membandingkan harga dan fasilitas yang ditawarkan setiap kost.

Kost eksklusif memiliki banyak fasilitas, kebanyakan dibanderol dengan harga minimal Rp. 1, 5 juta sebulan, itu harga kamar kost di daerah Pogung yang saya tahu. Bahkan ada teman saya harga kamar kost nya sebulan 1, 8 juta di Pogung Raya.

Harga kamar kost standar di dekat kampus itu sekitar 600-700 ribuan sebulan untuk satu orang. Dengan harga segitu biasanya kamar mandi ada di luar dan sudah terdapat tempat tidur dan lemari di dalam kamar atau istilahnya isian plus ada juga yang sudah free wifi.

Apakah ada kamar kost yang lebih murah dari 600 ribu? Ada dong, kan Yogya menyediakan rentang yang lebih luas. Mau murah atau mahal ada, tergantung anggaran. Kost saya harganya 300 ribu sebulan, dengan kamar mandi di luar, tanpa AC dan wifi, tetapi tempat tidur dan lemari sudah disediakan. Harga tersebut belum termasuk biaya listrik, gas dan sampah. Bahkan teman saya ada yang harga kosannya Rp 1,5 juta setahun karena sudah lama kost di tempatnya sehingga tidak ada kenaikan harga sejak pertamakali ngekost.

Saya bisa mendapatkan kost murah karena rekomendasi teman SMA yang pernah ngekost di tempat itu, jadi mendapatkan kost murah memang agak sulit karena peminatnya banyak sehingga cepat sekali ada penghuni baru menggantikan penghuni lama yang keluar karena selesai kuliah.

Jadi sebelum ke Yogya, coba cari informasi dari teman yang pernah kuliah di Yogya, dimana kost murah. Di daerah Pogung Dalangan masih banyak kost murah yang dekat kampus UGM jika kamu kuliah di Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, FMIPA dan Fakultas Biologi.

Kontrak rumah juga bisa jadi pilihan, bersama beberapa teman bisa kontrak rumah dengan sejumlah kamar, kemudian biaya sewa dibagi rata sehingga jatuhnya menjadi lebih murah dibandingkan ngekost. Lokasi rumah di tengah kota lebih mahal dibandingkan di pinggir kota. Harga sewa rumah yang umumnya disewa mahasiswa mulai dari 5 juta sampai 10 juta setahun.

Maunya harga tempat tinggal murah tapi lokasi jauh dari kampus sehingga perlu uang transportasi sehingga jatuhnya jadi mahal. Tidak mengapa memilih kost yang harganya sedikit lebih mahal tapi bisa berjalan kaki ke kampus untuk antisipasi jika uang saku kiriman orang tua habis, kamu tetap bisa pergi kuliah.

Biaya Makan

Mau masak sendiri atau makan di angkringan, warteg atau cafe tergantung anggaran yang kamu miliki. Awal tinggal di Yogya, saya selalu membeli makanan di luar karena menganggap harga makanan murah tetapi ternyata itu boros sekali. Sekarang saya lebih banyak masak sendiri dan sekali-sekali saja membeli makanan di luar.

Untuk gambaran harga makanan di warteg kalau membeli nasi saja itu seharga 3 ribu, sayur seharga 2-3 ribu sementara lauk itu bervariasi tergantung jenisnya misal tempe goreng sepotong seribu, telur 3 ribu dan ikan 5 ribu. Jadi jika membeli nasi telur dengan sayur maka harganya sekitar 8 ribu dan nasi ikan beserta sayur harganya 10 ribu.

Enaknya beli makanan di warung nasi, kita bisa mengambil nasi sesukanya, jadi saat makan di warung nasi ataupun dibungkus, isilah nasi sebanyak yang kita mau supaya kenyang maksimal.

Sarapan yang dijual disekitar kost atau rumah penduduk biasanya nasi kuning, nasi gudeg dan nasi soto. Harga nasi kuning sekitar 3-5 ribu rupiah, sementara nasi gudeg dan nasi soto seharga 5-7 ribu rupiah.

Kalau ingin makan malam di luar seperti di warung tenda pecel lele atau ayam geprek siapkan saja uang sekitar 15 ribu, kamu sudah dapat sepiring nasi dengan lauk lele atau ayam, lalapan dan sambal beserta segelas es teh.

Nah dari gambaran di atas, kamu bisa memperkirakan berapa besar biaya makan yang dibutuhkan untuk satu hari, kalikan 30 hari maka kamu bisa tahu berapa harga biaya makan yang dibutuhkan untuk satu bulan.

Jika saya masak sendiri maka jumlah pengeluaran biaya makan saya bisa berkurang sampai separuh dari biaya makan di luar. Kalau saya belanja lauk dan sayur seharga 20 ribu itu bisa dibuat makanan untuk dua hari, diluar dari membeli beras dan bumbu.

Tips Pink: Beberapa tempat makan menyediakan makan gratis di hari senin dan kamis untuk orang yang berpuasa, selain itu sering ada diskon makan bagi pemegang kartu mahasiswa dan diskon makanan untuk cafe yang baru buka. Selain itu kamu juga bisa dapat konsumsi dari berbagai kegiatan kemahasiswaan. Kuncinya jadilah mahasiswa yang aktif di kampus.

Biaya Transport

Di Yogya kendaraan umum hanya ada trans Yogya, tidak ada angkot, bajai atau bus kota sehingga kendaraan yang lazim dipake mahasiswa adalah motor dan mobil. Jadi jangan heran di jam rawan macet seperti pagi saat masuk kuliah atau kantor dan sore saat pulang kerja, lalu lintas kota Yogya juga macet di banyak titik. Jalan raya akan penuh sekali dengan motor dan mobil.

Tidak usah heran jika melihat parkiran kampus akan menjadi lautan motor di Yogya. Selain menggunakan motor, mahasiswa dan dosen juga banyak yang menggunakan sepeda ke kampus.

Sementara saya pergi ke kampus berjalan kaki karena kost saya cukup dekat dengan kampus, hanya dibutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki, sekalian berolahraga pagi ye kan. Itulah keuntungan jika lokasi kost dekat dengan kampus, dapat menghemat biaya transport.

Untuk kebutuhan transportasi, banyak mahasiswa yang membeli motor bekas atau baru baik secara tunai ataupun kredit. Bahkan ada yang mengangkut motornya dari daerah ke Yogya, tentu saja ongkos angkutnya tidak murah, tetapi jika kuliah dalam waktu lama tentu saja ini dapat membantu meringankan biaya transport.

Tips: Cari pacar yang punya motor untuk antar jemput hehehe.

Bagi yang tidak memiliki motor dapat menggunakan ojek online seperti Gojek atau Grab. Biayanya masih tergolong murah tergantung jauh-dekatnya. opsi naik trans Yogya saya pilih jika saya sedang tidak terburu-buru karena dibutuhkan waktu satu jam jika menggunakan bus trans Yogya mulai dari menunggu sampai  tiba di tempat tujuan.

Ongkos naik bus trans Yogya itu flat, dengan uang Rp 3500 untuk jarak jauh ataupun dekat, kita bisa keliling kota Yogya karena bus trans Yogya melewati banyak area di kota Yogya.  Biasanya agar biaya transport menjadi murah saya menggabungkan antara naik bus trans Yogya dengan ojek online atau dengan berjalan kaki.

Jika ingin menyewa motor atau mobil untuk keperluan tertentu seperti jalan-jalan atau wisuda, banyak tempat yang menyewakan kendaraan khususnya untuk mahasiswa dengan jaminan kartu tanda mahasiswa dan KTP. Harga sewa juga relatif terjangkau, harga sewa motor mulai dari 40 ribu tergantung jenis motor yang dapat dipakai selama 24 jam, sementara sewa mobil mulai dari 275 ribu diluar sopir dan bensin yang dapat dipakai selama 12 jam.

Biaya Kebutuhan Kuliah

Tugas kuliah bejibun terutama mengumpulkan paper atau karya ilmiah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, berikut ini kebutuhan kuliah yang harus disediakan anggarannya.

  1. Fotokopi dan print

Biaya fotokopi dan print untuk kertas hitam putih berkisar dari 120-250 rupiah tergantung tempat fotokopi dan print nya, coba beberapa tempat fotokopi dan print, lalu pilih tempat yang paling murah. Sementara print warna berkisar 500-1000 rupiah tergantung banyak sedikitnya warna yang dipakai.

Jika kamu memiliki printer bisa menjual jasa print kertas ke teman-teman kuliah atau kost, bisa juga sharing cartridge dan tinta bersama teman-teman kuliah. Pokoknya diatur saja bagaimana caranya bisa berhemat dibagian ini.

  1. Buku

Buku adalah kebutuhan penting bagi mahasiswa. Kalau mau mencari buku murah, tempatnya ada di Shopping, di belakang Taman Pintar. Tempat tersebut ramai dikunjungi mahasiswa saat weekend. Bisa juga fotokopi buku teks di tempat fotokopi, banyak yang melayani jasa fotokopi buku teks kuliah dengan harga lebih murah daripada harga asli buku teks tersebut yang kebanyakan susah didapat di Indonesia.

Untuk menghemat biaya membeli buku, saya meminjam buku ke perpustakaan kampus dengan komitmen tidak terlambat mengembalikannya karena denda keterlambatan pengembalian cukup mahal.

  1. Internet dan Pulsa

Koneksi internet sudah jadi kebutuhan primer sehingga setiap orang mendambakan wifi kencang termasuk mahasiswa. Musti ngumpul tugas dan browsing jurnal, sehingga mahasiswa sangat tergantung dengan internet sekalian mengupload instastory di instagram.

Untuk kebutuhan internet siang hari di hari kerja, saya menggunakan wifi kampus yang disediakan untuk mahasiswa. Di luar kampus saya menggunakan paket data pribadi.

Saya menggunakan dua simcard yaitu Simpati dan XL. Sinyal XL kacrut di area kost saya, sehingga saya jarang menggunakan XL sebagai paket data internet. Setiap bulan saya menghabiskan sekitar 50-100 ribu biaya membeli paket data Simpati sekali pakai kemudian simcard dibuang dan ganti baru setiap bulan. Kalau pas bokek, saya akan mengisi pulsa Xl dan membeli paket data secukupnya. Cara ini cukup menghemat pengeluaran.

Di Yogya banyak internet cafe dengan konsep yang keren, berkecepatan tinggi dan harga terjangkau. Di dekat kampus UGM cukup banyak internet cafe, salah duanya yang sangat ramai adalah Luxury dan Platinum. Harga internet cafe ini 8-10 ribu untuk 2 jam. Kalau perlu mengerjakan tugas dengan internet cepat atau download drama Korea terbaru silahkan datang ke internet cafe bawa eskternal hard disk sekian tera karena puluhan film baru dan drakor anyar tersedia di internet cafe yang bisa pengunjung copy sesukanya. Asyeeek bukan…….

Biaya Gaul, Nongkrong dan Hiburan

Mahasiswa juga perlu bergaul dan menikmati hiburan biar hidupnya seimbang dan nggak gampang stress. Soalnya kalau stress nanti gampang nyebar hoax di sosmed atau ikut aliran sesat. Di Yogya sering diadakan konser yang panitia penyelenggaranya mahasiswa sehingga konser musik banyak yang gratis, kalaupun berbayar harganya tidak begitu mahal. Saya menonton konser Sheila on 7 dan Payung Teduh satu panggung, harga tiketnya cuma 55 ribu saja. Kalau mau hemat pilih konser gratisan yang bejibun banyaknya terutama saat acara Dies Natalis di kampus.

Selain konser, di Yogya juga sering diadakan pameran, workshop, dan berbagai pawai budaya yang menarik. Jalan-jalan juga bisa jadi pilihan untuk menghilangkan stress, cukup naik motor atau trans Yogya ke berbagai destinasi wisata yang tersebar di Yogya dengan tiket masuk 2-5 ribu rupiah. Pergi jalan-jalan bersama teman-teman itu seru dan menyenangkan.

Kalau mau nongkrong di cafe untuk ngopi bersama teman-teman kuliah siapkan uang 30-50 ribu per sekali nongkrong. Harga segelas kopi di cafe di Yogya sekitar 10-25 ribu, masih cukup terjangkau di kantong mahasiswa.

Banyak ajakan nongkrong dan jalan dari teman-teman namun saya membatasi kegiatan nongkrong ini karena selain untuk berhemat juga karena tujuan utama saya datang ke Yogya untuk belajar. Saya membuat aturan ke diri saya sendiri untuk nongkrong sebulan dua atau tiga kali saja dengan budget sekali nongkrong 30-50 ribu rupiah.

Setelah tahu biaya beberapa kebutuhan mahasiswa di Yogya, kamu bisa menghitung perkiraan biayanya sehingga bisa mempersiapkan diri sebelum kuliah di Yogya. Murah atau mahal tergantung dari gaya hidupmu dan kemampuanmu dalam mengendalikan diri untuk membelanjakan uang sesuai kebutuhan bukan untuk memenuhi keinginan, karena keinginan tidak akan pernah ada habisnya.

Jadi nggak nih kamu kuliah di Yogya 🙂

 

 

 

Iklan

45 tanggapan untuk “Biaya Hidup Mahasiswa Di Yogyakarta 

  1. wah mbak nana bikin beginian. hahaha
    aku setuju banget kalo jogja itu sebenernya nggak murah-murah banget tapi juga nggak mahal. bener banget itu di paragraf2 awal kalau sebenernya makan nasi kucing di angkringan itu sebenernya mahal. soalnya habisnya lebih dari satu bungkus.

    tapi alhamdulillah, kalo tinggal di jogja, aku dulu sejuta lebih dikit itu udah cukup. termasuk bensin, pulsa, internet, dan keperluan pribadi. ya pinter pinter atur duit sih meski aku termasuk orang yg boros sebenernya. nggak tau deh ini kalo aku kerja di jogja, nanti gaya hidupnya naik apa tetep. semoga masih bisa tetep. hehe~

    Disukai oleh 2 orang

  2. Kalo pas jaman2 aku kuliah di UGM mungkin emang murah ya. Cuma sekarang aku ngerasa mahal. Hahaha. Wah nostalgia pogung dalangan aku jadinya. Dulu kos di situ. Tapi kalo makan banyakan pogung kidul kayanya. Btw sewa buku dan majalah di pogung masih ada ngga ya sekarang?

    Disukai oleh 1 orang

  3. yang paling saya suka tinggal di jogja yakni biaya makan murah dan mengenyangkan, hahahaa sungguh hal yang menyenangkan. Apalagi kulinernya enak dengan perempuan jogja yang ayu pula…

    Disukai oleh 1 orang

  4. Iki piye toh? Judulnya rincian tapi detail perkalian tambah-tambahan selama sebulan kagak ada. Jadi udah bisa ngomong Jawa? Aku kok gak seneng ya makan nasi kucing. Pernah nganterin temen makan, katanya mau nyobain pengalaman makan nasi kucing di Yogyakarta yang katanya seribu angkringan. Pas bayar ya mehong karena kita ambil segala macam haha.

    Disukai oleh 1 orang

  5. Pembaca sendiri yang harus melakukan perkalian dan tambah-tambahannya mas hehehe. Baru sedikit mas bisa bahasa Jawa, iya pernah nyesek makan nasi kucing di dekat Tugu bayarnya mahal padahal lauknya cuma 4 tusuk sate

    Suka

  6. Cieee delapan bulan di Jogja udh bs ngomong Jowo😁

    Kalopun hanya berwisata sebentar, aku jg ngerasain kok biaya hidup di Jogja itu sbenernya ga murah-murah amat. Dan betul, banyak pendatang bikin standar biaya hidup cenderung naik.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Haha dulu awal² aku berkomitmen beli aja, gausa bawa rice cooker, nyuci ya laundr aja, ngeprint ya di jasa, pas dapet 2 bulan ngerasa kok boros kali, apalagi dibagian makan, rasanya makan sama jajan ini sama² bikin boros. Akhirnya bulan ketiga aku nyoba beli printer, karena tugas yg diprint itu banyak bgt, disusul beli setrika dan rice cooker. Alhamdullilah skrg jadi sangat hemat, kdg sehari gak keluar duitpun sudah bisa wkwkw

    Semua emg tergantung orgnya 😂😂

    Disukai oleh 1 orang

  8. Dulu awal2 aku kuliah S1, range harga masih lebih murah dibandingkan sekarang. Mungkin diikuti dengan banyaknya harga barang dan bahan pokok jadi dijogja mulai agak mahal untuk biaya hidup. Itu diluar biaya nongkrong di cafe gitu ya.

    Dan satu lagi, w ngakak deh mbak sama tips buat cari pacar biar hemat ongkos ke kampus hahahaha luvvv :*

    Disukai oleh 1 orang

  9. Ada ya kos 300 ribu per bulan di area kampus. Kosku juga 300 ribu dengan fasilitas sama tapi Jogja pinggiran, wkwkkk… pinggir sawah.
    Btw, kalo pecel lele di warung tenda itu 10 ribu udah dapet di sini.

    Disukai oleh 1 orang

  10. balik lagi lah jadi mahasiswa biar bisa makan gratis wkwkwk. sekarang dmana-mana udah mahal kecuali di kampung. tapi kampung jg sekarang udah mahal. belajar buat hemat kali ye..klo gak part time buat mahasiswa.

    Disukai oleh 1 orang

  11. Saya malah pengen kuliah di jogja bukan karena masalah murah atau mahalnya, tetapi karena tempat wisata nya banyak n menarik. Kalau masalah mahal atau murahnya hidup di jogja, atau kota manapun itu tergantung dari management keuangan kita sendiri.

    Disukai oleh 1 orang

  12. Kalau di lihat dari sini,aku hidup seorang diri jkt untuk kuliah, pandangan aku jg jogja itu adem kental dengan tradisi jg budayanya yg unik, pengin sih hidup disana, walau sementara tp mungkin nekt time

    Disukai oleh 1 orang

  13. Ada Yun kosku 300 ribu, malah kos ebret lebih murah lagi. Aku buletin aja harganya soalnya ada pecel lele yang 10 ribu ada yang 12 ribu plus minum es teh jadi dibuat 15 ribu aja lebih baik lebih daripada bawa uang kurang

    Suka

  14. Kuliah di Bandung, Semarang atau Bali juga banyak tempat wisatanya, intinya tiap orang punya alasan sendiri kenapa pilih suatu tempat untuk kuliah. Management keuangan memang penting, makanya saya kasih gambaran biaya hidup di Jogja biar bisa dimanage

    Suka

  15. Hohoho ulasannya lengkap banget ^_^
    yg pasti di Jogja biaya makan nasi kuning lebih murah di bandingkan di Makassar hahahah
    Soalnya disini harga nasi kuning standar dengan lauk tempe dan telur mulai dari 8.000-10.000 rupiah wkwkwk kalo di Jogja bisa dapat dua bungkus hahah

    Disukai oleh 1 orang

  16. Dulu sempat daftar salh satu perguruan tinggi di jogja, tp karena sesuatu hal malah jadinya kuliah di palembang (kayaknya tukaran nasib sama kamu, Pink)

    menurut aku yg (pernah) tinggal di Jawa, biaya hidup di jogja itu mahal dibanding kota besar lainnya seperti solo atau semarang 🙂 tapi kalo di bandingin sumatera kaya palembang ya kaya bumi dan langit haha …

    Disukai oleh 1 orang

  17. Iya biaya hidup di Jogja tidak semurah yang orang pikir selama ini, kalau tinggal sebentar ya terasa murah kalau dibandingkan Palembang tapi kalau tinggal lama ya berasa tidak terlalu jauh bedanya

    Disukai oleh 1 orang

  18. “Soalnya kalau stress nanti gampang nyebar hoax di sosmed atau ikut aliran sesat” wkwk aku ngekek. Ya sekali-kali tep butuh refreshing mba 🙂 apalagi kala tugas bertumpuk-tumpuk, butuh penyegaran.
    Iyaa… aku setuju, masak sendiri memang cara ampuh untuk sedikit menghemat. Udah gitu terjamin sehat dan bersih 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  19. aaaah aku pengen banget tinggal di yogyaaa :/ tapi kenapa ya berat lepas aktivitas di jabodetabek. Scara dapet banyak informasi dgn mudah di sini

    Suka

  20. Emang jogja tuh dulu terkenal murah. Tapi sekarang uda engga. Haha. Lhawong banyak pendatang. Temen2ku pun banyak yang kuliah di jogja. Tapi aku milih di unnes semarang yang biaya hidupnya dulu lebih murah dan ga banyak godaan gaya hidup karena lokasinya di gunung

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s