Beranda · Destinasi

Melihat Salju Di Beihai Park Beijing

Alasan saya ke Beihai Park sederhana saja, ingin cuci mata melihat kokoh-kokoh cakep berwajah oriental seperti di dalam drama-drama Taiwan semacam Meteor Garden (kelihatan umurnya yak) atau di film-film mandarin. Adek sungguh lemah mas jika melihat kokoh-kokoh cute seliweran hehehe. Apalagi tiket masuk ke sini tidak mahal yaitu 10 Yuan atau sekitar 20 ribu rupiah. Harga yang sangat terjangkau untuk sebuah tempat wisata yang sangat luas dan memiliki nilai sejarah.

Demi melihat kokoh, adek rela bangun pagi lho di musim dingin, trus mandi pagi karena sudah kebiasaan di tanah air. Diantara angin dingin yang menampar pipi dan membuat hidung meler keluar air, saya mempercepat langkah kaki menuju subway alias metro bawah tanah. 

Seperti kebiasaan orang Indonesia yang mau pergi piknik, saya juga membawa bekal pisang dan apel yang saya beli di Pasar Dongsi, tak lupa juga membawa air hangat di dalam botol Tupperware. Untuk memudahkan saya menemukan lokasi taman, saya sudah mencetak peta Beihai Park dan juga transportasi ke sana karena akses Gmaps dan produk google lainnya di Tiongkok itu banned alias terlarang, kecuali memakai VPN yang entah kenapa di hapeku waktu itu nggak bisa.

Setelah naik subway jalur 4 dan turun di Stasiun Ping’anli, saya keluar melalui pintu selatan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 20 menit ke arah timur, tapi saya buta arah jadi ikutin saja orang-orang kemana banyak berjalan. 

Akhirnya saya sampai juga ke Beihai Park, meskipun agak bingung karena dari luar tidak tampak ada taman karena taman ini tertutup dengan dinding beton dan pepohonan. Setelah membeli tiket seharga 10 Yuan, sayapun masuk ke taman.

Setelah masuk, saya kebingungan akan memulai dari mana mengelilingi Beihai Park ini karena setelah di dalam,  taman ini ternyata luas sekali, lebih luas dari stadion bola. Cuaca dingin menggigit membuat langkah kaki terasa berat dan napas juga susah, ku tengoklah kanan-kiri barangkali ada kereta atau mobil wisata untuk membantu pengunjung berkeliling seperti yang pernah saya lihat di Kebun Raya Bogor, rupanya tak ada. Jadilah mau tidak mau saya harus berjalan kaki di taman yang seluas ini.

Beihai Park ini luasnya 70 hektar dan dibangun pada abad ke 11. Bisa dibayangkan kaki gempor kalau harus berjalan keliling taman. Separuh taman merupakan danau dan di tengah taman terdapat sebuah pulau yang disebut Pulau Bunga Giok. Taman ini merupakan salah satu taman terbesar di Tiongkok dengan desain meniru tempat yang indah dan terkenal yang ada di seluruh wilayah Tiongkok, istilahnya sekarang adalah replika dari keindahan wilayah-wilayah di tanah Tiongkok yang sangat luas.

Bisa dikatakan kalau Beihai Park ini tempat yang sangat instagramable dimasanya. Pasti raja, ratu, pangeran dan putri kalau main ke taman ini sering selfie dan weifie meminta jasa pelukis kerajaan untuk melukis mereka sedang nongkrong berbagai pose di taman persis seperti anak milenial sekarang.

Pagoda Putih di atas Pulau Bunga Giok

Sabtu pagi ternyata ramai juga pengunjung Beihai Park ini, namun sayang khayalan indah saya tentang kokoh-kokoh cakep yang banyak datang ke taman pupus sudah, ternyata yang datang ke sini didominasi manula alias kakek dan nenek, beberapa keluarga dengan anak-anak, sisanya adalah orang yang sedang pacaran. Asem tenan nasibku ya, sudah jauh pikniknya, hilal kokoh pun nggak ada :)))

Ada pertunjukan menyanyi dan menari

Banyak aktivitas masyarakat lokal yang dapat dilihat di taman yaitu bernyanyi, menari, bermain kartu dan berolahraga. Saya merasa senang melihat masyarakat lokal memanfaatkan taman untuk kegiatan positif terutama mengasah rasa seni dan merawat kewarasan dengan olahraga dan bersosialisasi di dunia nyata biar nggak julid kayak netyjen yang hobi komen luar biasa ajaib di sosmed. Yha kok saya yang julid sama kegiatan netyjen hehehe.

Romantis sama pacar dengan request lagu
Berlatih bela diri bersama
Berlatih senam dengan pita

Karena kelelahan berjalan kaki, saya memutuskan beristirahat dengan duduk di bangku taman sekaligus memakan bekal buah yang saya bawa dari hostel. Setelah mengeluarkan bekal, saya terkejut dengan bekal saya yang berubah seperti batu saking kerasnya hahaha. Wajarlah ya kan musim dingin, buah pisang dan apel yang saya bawa tidak dapat digigit karena keras sementara air minum juga jadi sangat dingin yang membuat gigi ngilu kalau diminum.

Saya celingak-celinguk melihat banyak orang membawa kantong kresek yang isinya makanan, mencoba mencari tahu darimana mereka membeli makanan karena sedari tadi saya berjalan tidak menemukan penjual makanan. Setelah mengamati sesaat, saya jadi tahu kalau orang membawa makanan setelah keluar dari salah satu gerbang taman, rupanya di sebelah gerbang ada pasar tradisional. Saya meminta ijin penjaga gerbang untuk keluar sebentar membeli makanan.

Berada di dalam pasar membuat saya bingung untuk membeli makanan halal, akhirnya saya memutuskan membeli cake gula merah yang dijual dengan cara ditimbang di sebuah toko kue dan membeli sekantong plastik telur asin berisi sebelas butir telur. Setelah sampai di taman, cake yang saya makan juga terasa keras dan dingin, begitu juga telur asin yang super asin dan sangat dingin seperti menggigit es tetapi ini telur, nasib….nasib.

Musim dingin hanya cantik difoto  

Keapesan nasib saya terobati karena bisa melihat salju di Beihai Park setelah gagal dua kali dalam melihat kokoh cakep dan mengenyangkan perut di taman ini. Sebagai gadis tropis, melihat salju bagaikan mimpi yang menjadi nyata. Meski saya belum pernah ke Eropa tapi melhat salju di Tiongkok saja senangnya bukan main, saya emang mudah dibahagiakan kok mas. Salju ini berasal dari air danau yang membeku, sehingga terhampar seperti padang luas berwarna putih seperti taburan garam, saya ingin berlari dan loncat di sana, tapi nggak bisa sebab danau ditutup karena berbahaya masuk ke danau saat musim dingin.

Hamparan putih danau yang mengeras dan tertutup salju

Pada musim dingin, atraksi di taman juga menyesuaikan. Di sini terdapat permainan dan olahraga khusus musim dingin seperti ice skating yang banyak dinikmati oleh anak-anak. Saya tidak ikut permainan apapun di taman ini, hanya menikmati melihat aktivitas masyarakat lokal di taman.

Anak-anak main ice skating
Orang tua bermain kartu

Saya kedinginan sekaligus lapar saat berada di Beihai Park, tetapi hati saya terasa hangat melihat masyarakat lokal yang tinggal di kota metropolitan seperti Beijing yang masih menikmati pagi mereka di hari Sabtu yang dingin membekukan tulang dengan bercengkrama bersama keluarga dan sahabat. Gempuran aktivitas di media sosial membuat saya sendiri enggan melangkahkan kaki untuk pergi berolahraga atau mengunjungi taman kota.

Jadi, kapan nih kamu mengajak saya pergi ke taman kota?

Iklan

5 tanggapan untuk “Melihat Salju Di Beihai Park Beijing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s