10 Tips Solo Traveling untuk Cewek

Banyak orang yang sering bertanya kepada saya “kapan nikah?” eh, lalu terjadilah krik…krik…. hening sesaat hahaha, lalu saya mengalihkan topik ke hosip di instahram atau twitter yang lagi viral sambil diselipin ngomongin skin kere yang lagi hits diulas beauty vlogger. Tetapi untungnya sih masih lebih banyak orang yang nggak kepo dengan kehidupan pribadi saya, sehingga bertanya hal yang lebih penting untuk kesejahteraan bangsa, bangsa traveler.

Apakah saya tidak takut solo traveling sebagai seorang cewek? Takut cuy, gila aja pergi ke tempat asing sendirian nggak takut, saya bukanlah Kera Sakti, justru karena merasa takut, saya melakukan banyak persiapan. Untuk traveling selama satu minggu, persiapannya bisa berbulan-bulan lho, udah kayak wedding aja hihihi. Traveling sendirian saja perlu persiapan ya Mas, apalagi traveling berdua sama kamu untuk menuju rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, mulai curhat wkwkwk…..

Sebenarnya risiko cowok dan cewek dalam melakukan solo traveling sama saja, termasuk kemungkinan untuk menjadi korban kejahatan dan pelecehan seksual. Tetapi, cewek mendapat porsi lebih banyak untuk dikhawatirkan, mereka dianggap lebih rentan menjadi korban karena jauh lebih lemah dari cowok, jadilah terasa aneh saat ada cewek terutama yang tinggal di Indonesia untuk melakukan perjalanan seorang diri, sehingga banyak orang tua tidak mengizinkan anak gadisnya untuk solo traveling dengan alasan berbahaya.  Padahal sendirian di rumah lebih bahaya Bu, apalagi jika anak gadisnya nelpon cowoknya minta main ke rumah karena di rumah sedang sepi :)))

Daripada terus cuap-cuap menjelaskan saban ditanya tips agar aman solo traveling trus yang diajak ngomong sibuk main hape, mendingan saya tulis di blog biar pada mau rajin membaca, meskipun sudah segambreng dijelasin, ujung-ujungnya juga masih nanya hal yang sama yang sudah ditulis di blog, cape deh!

Saya tulis saja tips-tips solo traveling untuk cewek berdasarkan pengalaman saya ya, bukan hasil googling semata macam wisata digital sebelah (cukup tahu aja, yang tahu silahkan ngakak) wkwkwkw.

  1. Searching informasi yang banyak

Kumpulkan informasi yang cukup sebelum berangkat traveling seperti transportasi, rekomendasi hostel, peta subway, tempat –tempat wisata termasuk juga macam-macam scams, tempat-tempat yang rawan kejahatan dan juga kontak KBRI atau pihak keamanan setempat. Setidaknya bekal informasi yang kita punya akan membuat traveler lebih percaya diri di perjalanan, sehingga tidak bengong atau planga-plongo saat baru tiba di tempat tujuan. Hal ini bisa mengurangi potensi kejahatan, ingat pesan Bang Napi “kejahatan bukan cuma karena ada niat tapi juga kesempatan”

  1. Memilih jadwal transportasi yang aman

Sebagai solo traveler, saya menghindari pergi atau tiba di tempat tujuan saat tengah malam atau pagi buta. Jika terpaksa dapat flight yang pergi atau tiba tengah malam maka saya akan memilih untuk menginap di bandara. Saya tidak akan mau naik kereta api atau bus yang pergi atau tiba di tempat tujuan saat tengah malam atau dini hari karena banyak stasiun dan terminal yang sepi diwaktu tersebut, terutama di stasiun atau terminal kecil, kecuali ada keluarga atau teman yang mengantar atau menjemput di stasiun atau terminal bus. Pengecualian jika stasiun dan terminal bus diketahui aman, traveler bisa stay di sana sambil menunggu pagi seperti pengalaman saya saat menunggu kamu pagi di Terminal Bersepadu Selatan dan KL Sentral Kuala Lumpur Malaysia .

  1. Booking hostel, hotel atau host yang ulasannnya bagus

Sebelum memilih hostel, sebaiknya lihat review dari customer hostel, travel blogger atau sesama traveler, jika reviewnya bagus maka hostel tersebut akan saya pilih. Traveler bisa melihat nilai review di situs online booking hostel maupun tripadvisor. Faktor utama saya memilih hostel selain review adalah lokasi. Saya memilih hostel yang lokasinya strategis, dekat keramaian kota dengan akses transportasi umum karena saya merasa lebih aman, meskipun hostel yang strategis harganya cenderung lebih mahal dan suasananya sedikit berisik dibandingkan hostel yang jauh dan sepi walaupun lebih murah.

  1. Mengatur jam keluar malam

Saya memiliki batasan keluar malam saat traveling demi keamanan, saat saya traveling ke tempat yang dikenal aman seperti Singapura dan Hongkong, maka saya sudah harus sampai ke hostel jam 11 malam, jika tempatnya tidak diketahui tingkat keamanannya, maka saya akan pulang ke hostel paling telat jam 9 malam. Biasanya subway atau metro juga tidak beroperasi diatas jam 11 malam, jika naik taxi pulang ke hostel larut malam ditakutkan akan rawan tindak kejahatan, selain itu juga biayanya lebih mahal.

  1. Jangan mudah percaya orang asing

Selama traveling, saya menghindari memakan makanan atau minuman yang diberikan oleh orang asing, menerima titipan barang atau diajak bepergian ke suatu tempat. Berhati-hatilah dan selalu waspada karena kita adalah pendatang yang tidak mengenal daerah atau orang lain di tempat tersebut. Curigalah dengan orang yang sok akrab dan sok baik apalagi jika penampilan mereka cantik atau cakep yang bisa membuatmu kehilangan fokes hehehe, karena penipu kebanyakan orang yang ramah dan memikat.

  1. Update di socmed

“Hai gaes gue sekarang ada di….., coba tebak deh”, template opening naq instahram saat bikin story, dia yang bikin story dia yang nanya sama netyjen huahaha. Mungkin banyak orang yang mengganggap update foto atau story di socmed saat traveling itu pamer, ada benernya sih buat pamer tapi itu di satu sisi, sisi lainnya untuk digunakan update ke teman dan keluarga bahwa saya sedang berada di tempat tersebut, jika terjadi hal buruk kepada saya (semoga nggak pernah kejadian ya) maka keluarga dan teman bisa melacak keberadaan saya dari tempat terakhir saya update foto, kedengarannya konyol tapi ini penting sih menurut saya.

  1. Cermat menyimpan uang dan dokumen

Jangan simpan uang di satu tempat, sebaiknya pisahkan beberapa di ransel, di tas selempang dan dompet atau secret pocket di badan. Sementara itu, biasakan membuat copy dokumen pribadi seperti fotokopi paspor, KK dan KTP, selain itu juga scan dan simpan di email. Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika paspor hilang, kita bisa mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KBRI sebagai pengganti paspor sementara.

  1. Tinggalkan pesan kepada keluarga

Sebelum berangkat biasakan memberikan informasi yang lengkap tentang flight, alamat hostel dan itenary kita kepada keluarga termasuk alamat dan nomor telpon KBRI dimana kita berada, jika terjadi sesuatu, keluarga kita dapat mengontak KBRI setempat. Jangan berbohong kepada orang tua atau keluarga karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kepada kita selanjutnya. Berpikirlah dari perspektif mereka yang menyayangi kita.

  1. Simpan kontak KBRI, teman, keluarga atau nomor penting

Simpan kontak gebetan baru eh KBRI, keluarga, teman atau nomor penting seperti alamat kantor polisi atau rumah sakit setempat yang berguna saat kondisi darurat terjadi.

  1. Berdoa

The last but not least, berdoalah sebelum berangkat memohon perlindungan kepada Tuhan, doa memberikan efek psikologis menenangkan sehingga kita merasa yakin dengan perjalanan yang akan dilakukan karena sesungguhnya kita tidak pernah sendirian, ada malaikat Rakib dan Atid yang selalu disisimu menemani mencatat apa yang kamu lakukan termasuk mengaku orang lokal agar harga tiket masuk tempat wisata lebih murah huahahaha.

Sepuluh tips diatas semoga berguna, jangan takut untuk solo traveling karena kejahatan bisa terjadi dimana saja, takut itu hal yang wajar, tetapi jika tidak bepergian karena takut maka selamanya kita tidak akan kemana-mana.

Happy traveling 🙂

Iklan

13 comments

  1. Aku mau nulis ah tips untuk cowok ahaha. Betewe klo aku jalan selalu positif aja sih sama orang asing. Entah ketemu aja temen baru. Nggak dibahas neh busana di tempat-tempat tertentu.

    Suka

  2. Hahaha iya, ibu juga nggak main sosmed sementara adekku ada yang main sosmed jadi bisa ngecek kakaknya ini lagi dimana pas instastory, jaman sekarang ngecek keluarga dan teman dari IG ya hehehe. Aku wa pas mau pergi dan udah sampai tempat tujuan

    Suka

  3. Tips2nya mantab! Jadi klo ada yg nanya sekarang tinggal suruh baca aja ya, itupun klo mau baca😅
    Yg no.6 justru sangat aku hindari. Selama liburan, aku malah jauh2 dari medsos, log off. Pertama karena pengen fokus dengan liburan itu sendiri jadi ga sibuk update. Kedua menghindar potensi kejahatan cyber. Maksudnya, klo liburan kan ninggalin rumah, nah klo update2 gitu rawan terjadi tindak kriminal thdp rumah yg ditinggalkan karena kejahatan dunia cyber yg ga ketebak. Dan juga selama di tempat liburan. Banyak kejadian kayak gini. Jadi aku update langsung ke wa keluarga terdekat.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Iya update di sosmed itu serba salah, ada dua kemungkinan risikonya, kita bisa jadi target kejahatan tapi juga penting untuk ninggalin jejak, tapi wa ada story nya juga mbak, bisa di private kok siapa aja yang bisa lihat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s