Menikmati Weekend di Melaka

Becak Hias di Red Building Melaka

Sering transit di Kuala Lumpur sebelum melanjutkan destinasi berikutnya atau mendapatkan tiket murah dari Air Asia ke tujuan Kuala Lumpur tapi kamu sudah sering main ke KL terutama melihat menara Petronas atau hang out di Bukit Bintang. Jangan sedih gaess, kenapa nggak main ke Melaka? Emang ada apaan di Melaka? Banyaaak yang seru terutama bagi kamu yang suka sejarah dan bangunan heritage.

“Tapi gue nggak suka sejarah” jawabmu males. Tenang gaess, bagi yang nggak suka sejarah, Melaka tetap menawarkan cukup banyak pilihan kegiatan. Makanya baca terus ya tulisan Mbak Pink tentang Melaka.

Saya memilih Melaka karena penasaran dengan tempat ini yang sering disebut di pelajaran Sejarah saat di sekolah, sebagai tempat yang diperebutkan oleh penjajah karena letaknya yang strategis. Selain itu saya sering transit di KL dan bingung mau ngapain lagi karena udah khatam berapa kali mengunjungi Petronas dan Bukit Bintang.

Akhirnya saya memilih melipir ke Melaka saat weekend karena kalau weekday, Melaka itu sepi gaess. Tapi kalau kamu suka tempat yang sepi ya nggak masalah sih, enjoy aja.

Dari bandara KLIA2, ada bus yang langsung ke Melaka, biayanya sekitar 24 RM kalau belum naik ya. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam dari bandara menuju Melaka Sentral. Dari Melaka Sentral, saya lanjut naik bus Panorama no 17 yang akan berhenti di kompleks bangunan merah atau Stadthuys sebagai pusat kota Melaka yang dekat dengan jalan paling hits yaitu Jonker Street.

Stadhthuys atau Red Building
Red Building

Saya memilih menginap di Melaka selama 2 malam yaitu malam Sabtu dan malam Minggu, agar puas menikmati weekend di Melaka. Saya menginap di Sayang Selalu Guest House yang berjarak sekitar  500 meter dari bangunan merah dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Melaka itu cuacanya panas menyengat ya gaess, maklum posisinya berada di tepi laut, jadi kebayang kan kalau pagi hari jam 9 saja sudah terik, yang akan membuatmu berkeringat dan kehausan. Jadi persiapkan dirimu untuk menjelajahi Melaka dengan nyaman biar nggak ngeluh sepanjang jalan karena panas.

Kegiatan seru apa saja yang bisa dilakukan di Melaka?

Pagi Hari

Karena Melaka cuacanya panas yang bikin kamu bakalan ngumpat dan ngeluh, maka keluarlah pagi-pagi sekali meskipun kamu bukan morning person tapi bukan juga vampir, paksakan untuk keluar pagi sekitar jam 7 pagi waktu Malaysia ya, bukan waktu Indonesia untuk memulai menjelajahi Melaka. Jam 7 pagi masih sepi sehingga kamu bisa menyusuri jalan di kota Melaka dan mengambil foto di bangunan bersejarah tanpa bocor (banyak orang).

Sungai Melaka
Suasana Melaka di pagi hari

Paling enak di pagi hari mencari sarapan yang dijual di pinggir jalan, cari random saja seketemunya atau ke Jonker street yang sejak pagi sudah banyak yang menyusuri jalan tersebut pas weekend untuk mencari makanan atau sarapan di kedai kopi.

Jonker Street

Menyusuri pusat kota Melaka dan Jonker street, saya menemukan hal menarik seperti rumah-rumah dan pertokoan tua, mural art, bangunan bersejarah, tempat-tempat cantik yang instagramable, kedai kopi, museum dan river cruise.

Melaka River Cruise

Melaka akan menjadi surga bagi pecinta sejarah terutama bagi yang suka berkunjung ke museum. Saya mengunjungi museum untuk berfoto di depan bangunannya yang ikonik seperti Maritime Museum yang bentuknya seperti kapal.  Masih banyak museum lain di Melaka kalau kalian suka menikmati museum dan biaya masuknya juga terjangkau, tapi berhubung saya tidak begitu suka mengunjungi museum kecuali museum tertentu yang saya minati, jadi saya hanya berfoto saja.

Maritime Museum

Bagi kamu yang senang mengunjungi rumah ibadah, Melaka memiliki bangunan rumah ibadah seperti masjid Kapitan Keling, temple dan juga beberapa gereja tua. Dunia dan akhirat seimbang, jalan-jalan iya, ibadah tetep nggak tinggal. Mantap bosqu….

Siang Hari

Karena siang hari sangat panas, maka sangat pas kalau siang hari itu cari tempat buat ngadem sambil minum dan makan. Saya memilih pergi ke mall Dataran Pahlawan yang tidak jauh dari bangunan merah untuk shopping dan makan. Sebenarnya saya nggak belanja juga sih cuma lihat-lihat saja alias window shopping, tapi kalau makan pastilah biar kuat menghadapi kenyataan hehehe.

Mall Dataran Pahlawan

Saya memilih makan sushi di Sakae Sushi yang harganya per plate sekitar 5 RM dan free refill ocha dingin. Mantaplah minum ocha dingin bolak-balik refill. Kenyang dan hauspun hilang….

Kalau kamu nggak suka ngemall, bisa nongkrong di banyak tempat makan dan kedai es di Jonker street. Minum es di siang hari sangat cocok, tapi sering tempatnya ramai karena turis juga memilih buat ngadem di tempat makan.

Sore Hari

Waktu yang tepat untuk menjelajahi Melaka kembali karena cuaca udah adem, sore hari kayak gini saya keluar dari mall Dataran Pahlawan menuju Benteng Famosa yang berada di samping mall. Awalnya saya kira benteng ini besar, ternyata ukurannya kecil karena yang tersisa tinggal gerbangnya saja.

Benteng Famosa

Berdampingan dengan Benteng Famosa, saya selanjutnya naik ke atas bukit yang sudah diberi tangga untuk mengunjungi St. Paul Hill atau bukit St. Paul. Di tempat ini terdapat Gereja St. Paul dan kuburan Belanda dengan bentuk nisan yang khas dan berwarna putih. Saya merinding saat menengok kuburan Belanda dari jendela belakang Gereja St. Paul, sehingga saya buru-buru keluar jendela. Rupanya hari hampir Magrib saat itu.

St. Paul Church
Senja dari Bukit St. Paul

Dari bukit St. Paul saya melihat matahari terbenam dengan semburat merah dan orange di langit di atas pantai yang dapat dilihat dari atas bukit. Setelah sun set menyelesaikan tugasnya, saya pun segera beranjak turun dari bukit menuju Jonker Street.

Malam Hari

Waktu yang tepat untuk menikmati keramaian dan keseruan Jonker Night Market. Di jalan ini akan sangat meriah saat weekend karena becak-becak hias akan dilengkapi lampu, ada manusia patung dengan pakaian yang menarik dan beragam penjual yang berjualan macam-macam  barang dan makanan serta hiburan musik dari panggung yang menyanyikan lagu mandarin.

Pokoknya seru ke Jonker Street Night Market, saya merekomendasikan untuk dikunjungi, tidak boleh dilewatkan. Pasar malam ini hanya ada saat weekend, malam Sabtu dan malam Minggu saja. Jadikan alasan untuk mengunjungi Melaka saat weekend.

Kita bisa beli oleh-oleh di Pasar Malam Jalan Jonker, selain itu bisa mencicipi street food yang beragam mulai dari air buah semangka yang semangkanya di bor langsung buahnya, makan omelet kerang, es krim dan beragam minuman buah karena Melaka panas jadi minum yang segar memang paling pas.

Kalau ingin kegiatan berbeda yang membayar sedikit mahal, kamu bisa naik ke menara Taming Sari untuk melihat kota Melaka dari ketinggian.

Jajan di Jonker Street belum membuat saya kenyang, menjelang tengah malam saya mengunjungi kedai Mamak (warung makan khas India) lalu memesan menu Dosa dan Roti Prata yang dimakan dengan 3 jenis kari India, minumannya saya pilih teh tarik. Pengalaman kuliner yang tak terlupakan di Melaka.

Dosa yang enak
Roti Prata dan kari

Saya menikmati weekend saya di Melaka yang hanya dua hari, menurut saya 2 hari belum cukup untuk menjelajahi Melaka. Jadi selalu ada alasan untuk kembali.

Yuk kita ke Melaka…..

Happy traveling J

 

Iklan

15 comments

  1. Aku belum pernah sekalipun ke malaysia.. nanti kalo ada rezeki kesana pasti deh melipir ke melaka… apalagi katanya disana cocok untuk wisata sejarah… bangunan2 tuanya sepertinya cocok untuk jadi objek foto mbak…

    makasih infonya mbak..
    happy traveling juga… hhehe

    Disukai oleh 1 orang

  2. Walaupun nggak suka sejarah, tapi pasti bakal tetep suka sama Melaka karena bangunan-bangunannya cantik-cantiiikkk! Menurutku mengunjungi mall lokal itu (apalagi saat traveling ke luar negeri) adalah salah satu cara menarik untuk mengamati kehidupan setempat.

    Selain Melaka, Ipoh juga bisa jadi side trip dari KL. Bisa cobain naik keretanya yang mirip shinkansen pun.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Aku dua kali naik bus dari klia2 yang langsung ke Melaka, dan asli bikin gregetan. Nggak tepat waktu, terakhir telat 2.5 jam grrrr. Untung bus balik ke klia2 nggak pernah telat 😀

    Melaka tetap seru untuk wiken getaway, palagi es semangkanya ngangenin hhehe.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Kalau pengalamanku pernah kurang dari 2,5 jam karena itu bulan puasa sih jalanan sepi. Tapi tetap agak lama ngetem di bandara nunggu penumpang yang memang nggak bisa banyak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s