Destinasi · Hang Out · kuliner

5 Alasan Untuk Mengunjungi Pasar Papringan Temanggung

Mengunjungi pasar tradisional selalu menjadi kegiatan yang menarik buat saya, alasannya sederhana karena saya suka jajan makanan lokal dengan harga yang murah. Selain jajan, saya juga bisa cuci mata melihat sayur atau buah yang dijual di pasar yang sukses bikin ngiler. Kalau mau melihat budaya masyarakat dan hasil bumi suatu daerah, pasar tradisional juga bisa jadi pilihan untuk dikunjungi.

Saat mengikuti rangkaian famtrip dinas UMKM Provinsi Jawa Tengah, blogger dan jurnalis diajak untuk mengunjungi Pasar Papringan di desa Ngadiprono Temanggung. Itu pasar apaan ya hati saya bertanya? Apa istimewanya pasar Papringan dibandingkan pasar tradisional lainnya yang sering saya kunjungi di berbagai daerah di Indonesia?. Saya sangat penasaran karena acara mengunjungi pasar ini hukumnya wajib, bahkan rombongan kami harus check out setelah sholat shubuh dari penginapan di Dieng Wonsobo agar tidak datang terlambat ke pasar Papringan. Lanjutkan membaca “5 Alasan Untuk Mengunjungi Pasar Papringan Temanggung”

Iklan
Beranda · Destinasi

Serunya Hunting Mural Art Di Georgetown Penang 

Jika saya ditanya dimana tempat di Malaysia yang selalu saya ingin datangi kembali maka dengan pasti saya akan menjawab Penang. Apa istimewanya Penang? Jawabannya sederhana karena di Penang kulinernya enak-enak dan suasana Georgetown menyenangkan untuk explore dengan berjalan kaki.

Ini kali kedua saya mengunjungi Penang karena merasa kangen untuk jajan street food di pinggir jalan kota Georgetown. Rasa char kuey teow goreng yang lembut dengan rasa gurih sedikit manis menari-nari di lidah lalu setelah itu ditutup dengan ais cendol dingin yang segar, kenikmatan hakiki seperti ini terekam dalam ingatan sehingga membuat saya selalu ingin kembali ke Penang.

Lanjutkan membaca “Serunya Hunting Mural Art Di Georgetown Penang “

Beranda · Destinasi · Jogja · Review

Omahe Bianca: Tempat Foto Lucu dan Serba Pink Di Yogyakarta

Omahe Bianca yang lucu dan serba pink ( foto by @arvernester)

Pernah nggak kalian ngebayangin dikasih hadiah sama orang tua sebuah bangunan dengan warna kesukaanmu? Seperti di dalam sebuah dongeng ya, tetapi hal ini sungguh terjadi pada Bianca, seorang gadis yang menyukai warna pink.

Sebagai cewek penyuka warna pink, saya tidak menyangka bisa menemukan tempat berfoto lucu dan serba pink ala rumah barbie di Yogyakarta. Omahe Bianca nama tempatnya atau kalau dalam bahasa Indonesia artinya Rumah Bianca. Mengapa namanya Omahe Bianca bukan Omahe Pink? Karena pemilik rumah ini namanya Bianca bukan Mbak Pink alias saya hehehe. Lanjutkan membaca “Omahe Bianca: Tempat Foto Lucu dan Serba Pink Di Yogyakarta”

Beranda · Destinasi · kuliner · Shopping

Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim

Beragam kuliner ekstrim di Wangfujing night market Beijing

Selain wisata kuliner, kegiatan paling menyenangkan saat travelling adalah belanja. Tempat belanja paling happening di kota Beijing sudah pasti di Wangfujing Street. Lokasi Wangfujing Street ini terletak di pusat kota di distrik Dongcheng. Saat berkesempatan traveling ke Beijing saya memasukkan Wangfujing Street sebagai tempat yang wajib didatangi karena saya sangat senang mengunjungi pasar entah itu beneran belanja atau hanya sekedar mengamati barang-barang yang dijual maupun interaksi diantara manusia di pasar.

Saya mengunjungi Wangfujing night market karena terinspirasi dari film Karate Kid yang dibintangi oleh Jaden Smith dan Jackie Chan, dimana ada adegan Jaden dan Mei Ying jalan-jalan ke pasar malam di Wangfujing Street dan melihat kegembiraan mereka disana. Lanjutkan membaca “Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim”

Beranda · Destinasi

Sin Tek Bio : Kelenteng Tua Di Pasar Baru Jakarta

Salah satu altar di Kelenteng Sin Tek Bio

Minggu pagi yang hangat sehangat nyala lilin-lilin di atas meja altar di dalam kelenteng tua ini. Mataku terkagum mengamati interior di dalam kelenteng, meskipun mungil tetapi meriah di dalamnya terutama hiasan lampion-lampion merah di langit-langit kelenteng dan nyala lilin-lilin di meja altar.

Selain itu, saya juga melihat seorang gadis muda berwajah oriental sedang melipat kertas berwarna kuning bergaris merah yang menjadi hiasan di dalam kelenteng sekaligus juga akan dijual ke jemaah atau pengunjung yang ingin membeli. Saya tidak bermaksud untuk menginterupsi kekhusyukan gadis muda itu dalam melipat kertas dengan mengajukan banyak pertanyaan yang sejujurnya berkelindan di dalam kepala.

Lanjutkan membaca “Sin Tek Bio : Kelenteng Tua Di Pasar Baru Jakarta”

Beranda · Destinasi

Traveling Sehari Ke Solo Dengan Budget 50 Ribu

Berfoto dengan penjaga keraton di Keraton Surakarta

Tanpa rencana matang dan segala tetek-bengek persiapan yang ribet akhirnya saya bisa traveling ke Solo bersama Lidia dan teman-temannya. Memang perjalanan yang dadakan alias tidak direncanakan dari jauh-jauh hari memiliki kemungkinan lebih besar untuk terealisasi, bukan hanya menjadi sekedar wacana saja seperti biasa.

Dua hari sebelumnya Lidia sempat bercerita kalau dia dan teman-temannya akan pergi ke Solo karena salah satu temannya yang berasal dari Bima Nusa Tenggara Barat belum pernah naik kereta seumur hidup meskipun sudah tinggal di Yogya selama 4 tahun untuk kuliah. Sebagai teman yang baik dan juga traveler dengan jam terbang tinggi, tentu saja hal ini merisaukan Lidia. Ini tidak boleh terjadi, masa teman sendiri dibiarkan saja tidak pernah naik kereta api. Lanjutkan membaca “Traveling Sehari Ke Solo Dengan Budget 50 Ribu”

Beranda · Destinasi

Mengapa Nusa Penida?

39273837
Pantai Uug Nusa Penida Bali (credit pic: http://www.nusapenida.com)

Menyebut nama Bali, ingatan saya terlempar ke beberapa tahun lalu saat backpacking melalui jalur darat bersama seorang sahabat baik. Kala itu kami menghabiskan senja di Pantai Kuta yang jingga merona. Sejak saat itu, saya berjanji akan kembali lagi ke Bali suatu hari nanti untuk menikmati keindahan Pulau Dewata ini lebih lama.

Melakukan traveling lewat darat seperti pengalaman yang pernah saya lakukan bersama sahabat yang dimulai dari kota Jakarta hingga sampai ke Bali dengan berganti-ganti transportasi, tentu saja cara ini menghabiskan banyak waktu dan energi. Kerepotan melakukan perjalanan lewat darat yang menguras emosi pernah saya curhatkan di sini sehingga membuat saya berpikir dua kali jika ingin mengulangi rencana yang sama lagi karena kelelahan di perjalanan dan terbatasnya waktu cuti membuat kami tidak bisa mengeksplorasi Bali dengan maksimal. Kami hanya sempat mengunjungi tempat-tempat yang sudah terkenal di kalangan turis domestik dan internasional yaitu area Kuta, Legian dan Ubud.

Lanjutkan membaca “Mengapa Nusa Penida?”