Wisata Malam Seru Tanpa Menguras Kantong Di Hong Kong

img_0480

Matahari baru saja kembali ke peraduannya, langit yang terang benderang di musim panas mulai berubah menjadi gelap. Tapi bukan Hong Kong namanya jika tidak memberikan gemerlap dan keriuhan baik siang maupun malam yang menjadi magnet traveler untuk bertandang. Satu persatu gedung menyalakan lampu hingga membuat malam begitu menawan.

Baca lebih lanjut

Ada Apa Di 798 Art Zone Beijing

thumb108483
Tulisan 798 Art Zone di salah satu bangunan

Sebelum berangkat ke Beijing gue browsing dulu informasi di tripadvisor tentang tempat apa saja yang harus dikunjungi selama traveling di Beijing, salah satu tempat yang masuk list tripadvisor adalah 798 Art Zone Beijing, lalu gue browsing lebih lanjut tempat ini takutnya ini Red Light Distict, kalau bener kan harus persiapan dulu hehehe terutama bagaimana cara ke sini dan transportasi apa yang digunakan. Sebagai pecinta seni maka 798 Art Zone ini masuk agenda wajib bagi gue, pokoknya harus berhasil ke sini jangan cemen meski gak bisa bahasa Mandarin masih bisa bahasa kalbu (ini judul lagu lawas Titi DJ). Baca lebih lanjut

Book Cafe Tempat Nongkrong Asyik Di Ho Chi Minh City

DSCN3655
Book Cafe yang asyik buat nongkrong manja

Kalau gue diminta memilih tempat untuk ngedate atau kencan dengan kekasih tersayang, gue pasti maunya ke Book Cafe ini karena suasana dan konsep cafe ini sangatlah menarik dan bikin betah untuk berlama-lama nongkrong. Baca lebih lanjut

Jus Mangga Termahal Ada Di Heli Bar Ho Chi Minh City

DSCN4427
View kota HCMC dari Heli Bar Di Sore Hari

Besok lusa trip gue selesai di Ho Chi Minh City (HCMC) tapi gue belum ada ide mau ngapain lagi di sini, untuk trip di bulan puasa kali ini gue santai abis sama sekali tidak pakai itenary selama 16 hari backpacking,  pokoknya berjalan mengikuti kemana langkah kaki membawa, duileh sampe segitunya ya. intinya sih gue gak dikejar-kejar target musti ke sana atau ke sini, capek kali main kejar-kejaran kan niat ngetrip buat liburan dan bersantai jadi lakukan saja yang membuat gue happy tanpa beban karena pakai duit sendiri #bukantripDPR Baca lebih lanjut

Dusun Bambu, Tempat Makan Yang Membuat Jomblo Jadi Baper

 

IMG_20141230_185723
Danau Buatan Di Dusun Bambu

Bandung memang tak pernah berhenti menawarkan tempat wisata yang baru. Para pelaku bisnis usaha pariwisatanya seakan terus berinovasi untuk mengundang lebih banyak wisatawan mengunjungi Bandung dan memanjakan mereka agar datang lagi dan selalu datang. Setiap tahun gue jalan-jalan ke Bandung tapi tak pernah bosan juga karena tempat wisatanya selalu bertambah. Setelah browsing tempat wisata di Bandung dan juga mendapatkan referensi dari teman akhirnya gue memasukkan Dusun Bambu sebagai destinasi saat liburan akhir tahun bersama emak gue.

Untuk berlibur ke daerah sedikit di luar kota Bandung gue membooking mobil agar lebih praktis soalnya liburan bersama orang tua maka kenyamanan adalah faktor utama. Gue memiliki teman seorang penulis yaitu Imazahra namanya yang gue kenal lewat dunia maya tetapi belum pernah bertemu maka gue sekalian mengajak mbak Ima untuk ikut trip bareng gue dan emak hits karena beliau tinggal di Bandung sehingga bisa kopdar sekalian menjadi guide gratis hehehe.

Cukup lama perjalanan dari Dago (tempat kami menginap) menuju Dusun Bambu di Cisarua Bandung Barat sekitar satu jam kalau tidak salah karena kota Bandung yang sekarang sering macet dimana-mana. Sampai di Dusun Bambu, mobil masuk secara gratis lalu kami menuju tempat parkir yang cukup luas setelah itu kami antri menuju loket, setiap orang harus membayar Rp. 10.000 untuk masuk ke kawasan Dusun Bambu. Setelah membeli tiket kami harus menunggu di tempat semacam halte dimana nanti mobil hias dengan hiasan rumbai warna-warni semarak akan mengantarkan kami menuju venue Dusun Bambu. Metode yang unik dalam menyambut kedatangan pengunjung.

IMG_20141230_102412
Mobil Rumbai Warna-Warni Akan Mengantar Jomblo Ke Pelaminan Opps Salah Ke Lokasi
IMG_20150102_200827
Tempat Mobil Ngetem Nunggu Penumpang Kembali Ke Halte

Di bagian informasi mbak Ima meminta peta lokasi Dusun Bambu agar lebih mudah menjelajahinya, tapi ternyata mereka mengaku kehabisan peta, entahlah apa benar habis karena banyak pengunjung yang datang atau memang tidak ada peta karena setelah pulang dari ekplore tempat ini gue jadi tahu kalau tempat ini tidak begitu luas dan pemberian nama Dusun Bambu juga agak tidak nyambung dengan tempatnya yang tidak begitu banyak unsur bambunya.

Jadi sebenarnya tempat apa sih Dusun Bambu ini? Gue penasaran abis dalam benak gue ini tempat seperti desa yang banyak pohon bambunya, wah jadi horor nih. Dusun Bambu ini adalah tempat makan dengan bonus pemandangan alam buatan seperti danau buatan, taman bunga buatan, air terjun dan sungai kecil buatan ditambah fasilitas tempat menginap kalau mau stay disini. Tempat ini cocok bagi keluarga yang tinggal di perkotaan yang ingin menghabiskan liburan weekend daripada harus ke mall terus. Kalau jomblo ke sini ya udah lah bawaannya pasti baper (bawa perasaan). Kaciaaan ya blo nasibmu….

IMG_20141230_111623
Seuprit pohon bambu yang mungkin mengilhami penamaan Dusun Bambu

Di dalam Dusun Bambu ini ada beberapa tempat makan dengan konsep bangunan berbeda, ada yang berupa pondok berbentuk rumah kayu minimalis di atas danau buatan, ada yang seperti sarang burung berada diatas jembatan besi, ada yang di bawah tenda besar dan tenda kecil dan ada juga restoran. Setiap tempat makan diberi nama berbeda yang ada kaitannya dengan legenda di tanah Sunda, Lutung Kasarung untuk tempat makan kayak sarang burung, Saung Purbasari untuk pondok-pondok di atas danau dan Burangrang untuk nama restorannya.

IMG_20141230_103242
Lutung Kasarung Nama Tempat Makan Mirip Sarang Burung (Entahlah Apa Hubungan Lutung (sejenis kera) dengan Burung
IMG_20141230_103332
Pink Traveler yang Sedang Tidak Pink bersama Emak Paling Hits yang Jadi Sosialita Komplek OPI Palembang

I

IMG_20141230_103105
Interior di Dalam Lutung Kasarung , inget ya untuk reservasi dulu
IMG_20141230_111536
Naksir Gue Sama Bentuk Saung Purbasari, Pengen Bangun Rumah Pondok Kayak Gini Sama Abang (Tuh Baper Lagi)
IMG_20141230_111451
Interior Di Dalam Saung Purbasari

Nah untuk bisa makan di dalam resto berbentuk sarang burung atau pondok kita harus reservasi dan membayar biaya reservasi dulu karena jumlah tempatnya terbatas sehingga ditakutkan cuma pengen foto doang tapi gak pesen makanan cuma minum aja (hayoo ngaku siapa yang suka gini di tempat makan hehehe).

Dimana-mana tempat makan yang menjual suasana umumnya harga makanannya mahal, begitu juga makanan yang dijual di Dusun Bambu ini overpriced kalau menurut gue contohnya pempek Kapal Selam seharga Rp. 35.000 dan hampir semua makanan dan minuman harganya di kisaran minimal 30 ribuan tapi ya itu ada kelebihannya kita bisa menikmati keindahan alam dan mengajak anak-anak bermain. Kalau kamu jomblo jangan ke sini bakalan pahit banget hahaha  (tertawa jahat). Tak heran tempat makan yang berbentuk sarang burung dan pondok di atas danau sepi alias sedikit sekali di pakai sebagai tempat makan. Pengunjung lebih banyak makan di restoran Burangrang karena tidak harus reservasi tempat dulu (ya iyalah masa mau makan aja ribet).

IMG_20150102_200904
Restoran Burangrang
IMG_20150102_201625
Adek Pengen Makan Berdua Sama Abang di sini
IMG_20141230_110131
Emak Yang Baper Mikirin Calon Menantu Idamannya
IMG_20141230_105958
Mbak Ima Tersenyum Manis Karena Dia Tidak Jomblo Cuma Lagi LDR Aja

Kalau mau naik perahu di Danau Buatan pengunjung harus membayar biaya lagi sebesar Rp. 10 ribu begitu juga kalau ingin masuk ke dalam bola plastik di atas danau juga di kenakan biaya, gak ada yang gratis wahana di sini kecuali toilet. Karena gue, emak dan mbak Ima sudah kenyang makan serabi yang dibawa mbak Ima sehingga kami tidak makan di sini cuma foto-foto cantik dan manja saja jadi gue tidak tahu bagaimana rasa makanan di Dusun Bambu ini apakah enak atau enak bangeet…Cus lihatin aja ya foto-foto Dusun Bambu di sini siapa tau kamu tertarik buat foto pra-wedding trus bikin sirik pengunjung yang jomblo biar tambah baperan ke sini

IMG_20150102_201218
Masuk Ke Balon Ini Bayar Lagi
IMG_20141230_110227
Si Abang Operator Yang Setia Menunggumu
IMG_20141230_105824
Gelindingkan Saja Mantanmu Ke Sini
IMG_20141230_221022
Bang, Naik Perahu Yuk
IMG_20141230_185826
Keliling Danau Naik Perahu
IMG_20141230_104835
I am Free…(Princess ala-ala)
IMG_20141230_105223
Gak bisa mandi di Air Terjun Cuci Kaki Aja
IMG_20141230_103707
Mau Main Ayunan Adek, Bang!
IMG_20141230_105517
Pemandangan Dusun Bambu
IMG_20141230_105309
Emang Bikin Baper Tempatnya
IMG_20141230_105320
Hanyutkanlah Galaumu Di Sungai Ini
IMG_20141230_105513
Bukan Tenda Biru, Alhamdulillah Ya…
IMG_20150102_201532
Memang Cocok Untuk Liburan Keluarga

Tips hemat ala Pink Traveler : bawalah bekal makanan sendiri lalu piknik di sini

Alamat Dusun Bambu : Jl. Kolonel Masturi KM 11, Situ Lembang, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia

Telp:+62 22 82782020

Buka dari jam 8.00-21.00 WIB

Mall Terminal 21 Bangkok: Berasa Diajak Keliling Dunia

IMG_20150725_143945
Di depan Trem di Lantai Bertemaa Inggris

Traveling ke Bangkok tak lengkap rasanya kalau tidak berbelanja oleh-oleh. Sebelum berangkat gue browsing tempat-tempat belanja di Bangkok, salah satu mall yang menarik minat gue dari puluhan mall di Bangkok adalah Terminal 21. Jadi mall ini memiliki tema negara yang berbeda di setiap lantainya. Kalau ingatan gue tidak salah sih mall ini memiliki 7 lantai tapi hanya 4 negara yang diwakilinya yaitu Jepang, Inggris, Amerika dan Turki. Berhubung kakak Pink Traveler  belum pernah ke 4 negara tersebut maka untuk memotivasi  diri sendiri alias menghibur diri cukuplah main ke mall ini dulu.  Saat berada di lantai dengan tema Turki maka kita seolah-olah sedang berada di Grand Bazaar Istambul. Ornamen, lampu-lampu, hiasan dan display toko bertemakan khas Turki dan yang paling menarik adalah desain toiletnya gue suka banget ala-ala kerajaan negeri Aladdin.

IMG_20150725_134401
Display Dagangan Di Lantai Bertema Turki

Sementara di lantai yang bertemakan Inggris kita diajak jalan-jalan di kota London dengan hiasan khasnya yaitu trem, box telepon merah dan penjaga istana Buckingham, tentu di tempat semenarik ini kakak Pink Traveler tidak lupa selfie cantik hehehe, semoga suatu saat nanti kakak Pink bisa ke London yang asli.

IMG_20150725_144054
Kok Ya Patung yang Digandeng Kakak Pink, keciaan…
IMG_20150725_144300
Help…help …tolong keluarkan jomblo dari sini
IMG_20150725_134406
Butik-butik ala London

Paling membuat gue takjub adalah toilet di bagian yang bertemakan Jepang, sepertinya kloset toilet ini di impor langsung dari Jepang karena begitu banyak tombol yang bisa di pencet yang membuat kakak Pink yang udik ini kebingungan, tapi yang penting gue bisa dapet tombol untuk flush air ke toilet sehingga jejak si kuning made in Indonesia lenyap :0.

IMG_20150725_144434
Lantai Dengan tema Jepang
IMG_20150725_144511
Butik-butik yang menjual fashion ala Jepang

Sementara itu di lantai bertema Amerika di wakili oleh kota San Fransisco dengan jembatan Golden Gate yang terkenal itu dan yang istimewa di lantai bertema Amerika ini adalah deretan cafe atau tempat makan yang desainnya Amerika banget.

IMG_20150725_143415
Pamer belanja di lantai tema San Fransisco

Pokoknya di mall ini kita bisa puas foto-foto di spot yang instagramable dan kekinian banget. Harga-harga barang yang dijual di mall Terminal 21 ini memang cenderung lebih mahal karena produknya yang didominasi barang fashion dengan modelnya yang trendy, unik dan tidak pasaran dengan merek lokal maupun luar negeri.

IMG_20150725_134533

Kalau lapar di mall ini ada foodcourt Pier 21 di Lantai 5 yang makanannya bervariasi dengan harga terjangkau dan beberapa diantaranya ada yang halal.

Cara ke Terminal 21:  Naik BTS jalur hijau muda Mochit berhenti di stasiun Asok atau naik MRT turun di stasiun Sukhumvit

MALAM MINGGU MIKO #EH NGENES DI MAKAU

IMG_0576
Bagian Dalam Venetian Resort Dengan Ikon Bola Emas
IMG_20150627_230527
Kemegahan Venetian Resort Dari Luar

Nasib jomblo kayak gue yang harus terdampar dengan sengaja tanpa paksaan di Makau tepat di malam minggu bener-bener ngenes deh, berharap akan terjadi kisah romantis seperti Geum Jan Di dan Go Jun Pyo di drama Korea Boys Before Flower tapi apalah daya beda rupa dan dompet menyebabkan beda nasib guys. Setelah naik ferry dari pelabuhan Tseung Wan Hongkong ke pelabuhan Cotai Makau, gue lanjut naik bus biru tujuan Venetian Resort, bus ini gratis disediakan oleh resort tersebut sebagai fasilitas bagi pengunjung resort (Alhamdulillah ya…) nih resort emang baek banget manjain calon pemain judi yang datang eh salah maksudnya para traveler gak semua yang datang ke Makau mau berjudi seperti di film Mandarin God of Gambler kesukaan gue yang dibintangi Steven Chow yang membuat gue pernah membatin pengen ke Makau yang akhirnya di kabulkan Tuhan makanya sering-seringlah membatin yang baik-baik hehehe. Setelah sampai di resort langsung titip tas di bagian informasi di lobby resort dengan membayar 10 HKD (20 ribuan) per tas, Venetian Resort ini adalah gabungan 3 tempat One Stop Entertainment yaitu hotel, mall dan kasino sehingga wisatawan bisa memenuhi kebutuhan hiburan di satu tempat sehingga tidak perlu keluar lagi dari resort ini. Resort ini desainnya memang mengadopsi bangunan Italia terlihat dari pilar-pilar besar bangunan, tangga melingkar dan langit-langit yang di lukis seperti di gereja-gereja Italia yang paling istimewa adalah tiruan Venesia dengan kanal-kanal buatan dan langit-langit yang berawan buatan tetapi mirip sekali dengan awan asli.

IMG_20150628_134021
Naik Gondola di Venetian Di Kanal Buatan
IMG_20150628_133921
Ini Mall Berdesain Venice Berasa Kayak Ada di Venice Italia Tapi Dalam Ukuran Mini (V Jangan Dibaca P atau Logat Sunda :0 )

Makau terkenal akan kasinonya maka tidak buang waktu gue menuju kasino di Venetian ini, disini kita boleh melihat-lihat orang bermain kasino tetapi kita dilarang memotret, banyak penjaga kasino disini yang akan menegur kita secara langsung apabila kita kedapatan mengambil foto. Setelah melihat kasino gue lanjut menuju mall Venetian untuk melihat gondola dan kanal buatan, di samping kiri kanan gondola terdapat jejeran pertokoan cantik, salah dua yang gue kunjungi adalah toko resmi pernak-pernik klub bola Manchester United dan Portugis egg tart di toko kue terkenal Lord Stow dengan harga 10 HKD per buah (mahaal hiks..hiks). Setelah keliling mall gue memutuskan untuk duduk di foodcourt dengan bekal yang gue bawa dari Hongkong yaitu roti isi coklat dan jus buah kiwi karena makanan di foodcourt ini hampir semuanya tidak halal hanya ada satu gerai makanan India yang terdapat label halal di gerainya tetapi gue tidak ingin makan makanan India disamping juga harganya yang sangat mahal untuk paket makanan lengkap alias bukan cemilan harganya lebih dari 100 Ribu Rupiah.
Dalam 2 jam gue kelar keliling Venetian Resort ini dan keluar resort untuk menyeberang ke City of Dream tempat kasino lainnya, di lobby ini terdapat pertunjukan LED putri duyung di dalam akuarium yang benar-benar tampak nyata padahal hanya permainan teknologi LED. Dari City of Dream gue turun tangga ke bawah ke lantai basement dimana bus warna ungu (gratis juga) tujuan hotel Sintra ngetem, hotel Sintra ini berdekatan lokasinya dengan Grand Lisboa (kasino juga) dan Senado Square tujuan gue sebenarnya, hebat banget ada tempat kasino yang menyediakan transportasi gratis menuju tempat judi saingannya ini mirip sama cowok yang ngasih pulsa ke cewek gebetannya buat nelpon cowok lain (ada nggak ya…hehehe).
Hanya 15 menit perjalanan menuju Hotel Sintra, dengan pemandangan cantik gedung-gedung megah, jembatan serta Makau Tower yang gemerlap di malam hari. Gue gak punya waktu banyak jadi gak sempat ke Grand Lisboa dan kasino-kasino lainnya jadi gue melangkah langsung ke Senado Square karena dikejar waktu bukan dikejar cinta hiks..hiks, gue bertanya sama penduduk lokal sepasang muda-mudi berwajah oriental dimana lokasi Senado Square dalam bahasa Inggris tapi mereka tidak mengerti tampaknya ada bahasa lokal untuk menyebut Senado Square ini sehingga mereka tidak tahu jadi yang gue lakukan hanya mengikuti kemana banyak orang melangkah dan alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Senado Square, alamaaak mati gaya disini masa di tempat wisata terkenal jam 9 malam udah sepi, toko-toko pada tutup padahal wisatawan banyak yang datang kesini sungguh mengecewakan padahal malam minggu. Malam minggu saudara-saudara gue pertegas kembali di tempat wisata terkenal tapi toko-toko, cafe dan tempat nongkrong sudah tutup dan gue kecewa (terlampau besar ekspektasi tentang Makau membuat diri ini berharap lebih lalu kecewa….berasa kayak di PHP in sama gebetan yang justru jadian sama orang lain hiks…hiks) kisah romantis bak drama Korea dimana gue si Pink Traveler yang unyu bertemu oppa Korea cute musnah sudah.

IMG_20150627_210812
Keramaian Senado Square Di Malam Minggu tapi Pertokoan Tutup

 

IMG_20150627_205614
St. Paul Ruin Di Malam Minggu
IMG_20150627_205013
Jomblo Dilarang Sirik Ya, Suasana Gang-Gang Kecil Di Senado Square
IMG_0573
Dek Terimalah Cinta Suci Abang, Begitulah Kira-kira Isi Percakapan Mereka
IMG_0580
Cinta Sampai Tua, So Sweet Banget Kan…Kan Bikin Gue Baper dan Meleleh

Gue memutuskan segera angkat kaki balik ke Hotel Sintra dimana bus ungu ngetem dan pulang ke City of Dream lalu menyeberang ke Venetian Resort untuk ambil tas ransel yang dititipin dan naik bis biru menuju airport tempat gue menginap sambil menunggu penerbangan gue di pagi hari jadi intinya gue menghabiskan malam minggu gue di bandara Makau yang kecil dan fasilitasnya minimalis tidak support untuk backpacker macam bandara Changi Singapura atau KLIA 2 Malaysia.

IMG_20150628_081645
Bandara Makau Yang Kecil, Dingindan Sepi, Tempat Gue Bermalam Minggu

Penghuni bandara sepi, semua tempat makan dan nongkrong tutup dan gak ada cowok cakep yang bisa dipandangin dan diajak ngobrol sungguh ini beneran Malam Minggu Miko eh ngenes di Makau….