Beranda · Shopping

[Event] Grand Opening Ada Store Di Jogja City Mall

Jika saya berencana membeli sebuah baju di toko maka syarat utama baju yang saya pilih adalah kenyamanan bahannya karena saya mudah sekali berkeringat. Selain bahannya yang nyaman, syarat lainnya adalah harganya terjangkau dan modelnya trendy. Umumnya baju yang bahannya nyaman di badan harganya tidak nyaman di kantong atau pilihan model bajunya terbatas. Lanjutkan membaca “[Event] Grand Opening Ada Store Di Jogja City Mall”

Iklan
Beranda · Destinasi · kuliner · Shopping

Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim

Beragam kuliner ekstrim di Wangfujing night market Beijing

Selain wisata kuliner, kegiatan paling menyenangkan saat travelling adalah belanja. Tempat belanja paling happening di kota Beijing sudah pasti di Wangfujing Street. Lokasi Wangfujing Street ini terletak di pusat kota di distrik Dongcheng. Saat berkesempatan traveling ke Beijing saya memasukkan Wangfujing Street sebagai tempat yang wajib didatangi karena saya sangat senang mengunjungi pasar entah itu beneran belanja atau hanya sekedar mengamati barang-barang yang dijual maupun interaksi diantara manusia di pasar.

Saya mengunjungi Wangfujing night market karena terinspirasi dari film Karate Kid yang dibintangi oleh Jaden Smith dan Jackie Chan, dimana ada adegan Jaden dan Mei Ying jalan-jalan ke pasar malam di Wangfujing Street dan melihat kegembiraan mereka disana. Lanjutkan membaca “Wangfujing Night Market Beijing: Dari Souvenir Hingga Kuliner Ekstrim”

Beranda · Destinasi · Shopping

5 Tempat Shopping Murah Di Hongkong Yang Kamu Harus Tahu

IMG_0506
Salah satu lapak yang menjual souvenir di Temple Street Market

Traveling rasanya tidak lengkap kalau pulangnya tidak membawa oleh-oleh apalagi kalau destinasinya memang dikenal sebagai tempat shopping seperti Hongkong. Kalau gue ditanya dimana saja tempat shopping di Hongkong maka jawabannya dimana-manaaaa, saking banyaknya tempat shopping mungkin tak ada jengkal tanah di Hongkong ini bebas dari tempat shopping, mulai dari street market yang menjual barang murah dan KW (palsu), mall, departement store dan toko-toko barang branded seperti Louis Vuitton bertebaran seantero Hongkong ini membuat siapapun yang berkunjung ke Hongkong dapat memuaskan hasrat shoppingnya #tapinafsutakpernahpuas. Istilahnya ‘you can shop untill drop’ asal kuat kaki dan dompet pastinya. Lanjutkan membaca “5 Tempat Shopping Murah Di Hongkong Yang Kamu Harus Tahu”

Destinasi · Hang Out · Shopping

Ada Apa Di 798 Art Zone Beijing

thumb108483
Tulisan 798 Art Zone di salah satu bangunan

Sebelum berangkat ke Beijing gue browsing dulu informasi di tripadvisor tentang tempat apa saja yang harus dikunjungi selama traveling di Beijing, salah satu tempat yang masuk list tripadvisor adalah 798 Art Zone Beijing, lalu gue browsing lebih lanjut tempat ini takutnya ini Red Light Distict, kalau bener kan harus persiapan dulu hehehe terutama bagaimana cara ke sini dan transportasi apa yang digunakan. Sebagai pecinta seni maka 798 Art Zone ini masuk agenda wajib bagi gue, pokoknya harus berhasil ke sini jangan cemen meski gak bisa bahasa Mandarin masih bisa bahasa kalbu (ini judul lagu lawas Titi DJ). Lanjutkan membaca “Ada Apa Di 798 Art Zone Beijing”

Destinasi · kuliner · Shopping

Duh Enaknya Makanan Di Bazaar Ramadhan Kuala Lumpur

 

IMG_20150620_173640
Suasana Bazaar Ramadhan Di Bukit Bintang

Gue transit di Kuala Lumpur selama 2 hari sebelum berangkat ke Hongkong pada saat bulan puasa tahun lalu, nah 2 hari transit itu gue gak mau mati gaya di Kuala Lumpur  sehingga gue browsing di internet (jadi traveler jangan manja, musti rajin cari sendiri infonya) apa saja hal menarik yang bisa dilakukan selama bulan puasa di KL. Dari hasil browsing di mbah google didapatlah informasi tentang adanya Bazaar Ramadhan di KL yang berlokasi di Bukit Bintang dan Kampung Baru. Lanjutkan membaca “Duh Enaknya Makanan Di Bazaar Ramadhan Kuala Lumpur”

Beranda · Destinasi · Shopping

Serba Jumbo di Pasar Pagi Dongsi Beijing

DSCN0321
Beli sebuah sawi bisa untuk seminggu coy

Siapa sih yang tidak suka benda berukuran jumbo (sangat besar) jadi wajarlah kalau mak Erot tak pernah sepi peminat #oopss tapi tulisan ini bukan tentang mak Erot dan praktek ajaibnya melainkan cerita tentang pasar pagi. Gue perlu tegaskan ya ini blog traveling bukan buzzer atau endorser si emak #maafmembuatmukecewa bro.

Gue kepagian datang ke Hostel, jadi belum boleh check in jadinya nitip ransel dulu ke resepsionis. Gue mati gaya mau ngapain pagi-pagi di Beijing, tempat wisata pasti belum pada buka dan gue juga terlalu capek untuk jalan-jalan yang jauh maklum saja gue kurang tidur akibat baru nyampe bandara jam 2 pagi dan menginap di sana sambil menahan dingin.

Berhubung perut laper (musim dingin akan membuat kita cepat lapar), gue harus cari sesuatu yang bisa ganjel mulut agar tak nyinyir alias makan karena biskuit sudah habis. Setelah menengok kanan-kiri sekitar hostel tidak ada tempat membeli makanan (mungkin belum buka saja) akhirnya gue memutuskan untuk naik subway dan berhenti di stasiun terdekat siapa tahu gue ketemu Dao Ming Tse #korbanmeteorgarden eh bukan tempat makan atau pasar tradisonal.

“Ya Allah tolong gue laper banget, tuntunlah kaki gue menuju jodoh gue eh pasar” doa yang gue lantunkan di dalam hati. Gue menentukan akan berhenti di stasiun apa secara random saja, akhirnya gue memilih stasiun Dongsi setelah hitung kancing lalu keluar melalui exit sembarangan yaitu exit B, kaki gue melangkah beberapa meter dan tadaaa gue melihat sebuah gerbang jalan berwarna merah yang banyak kerumunan orang di sana, gue sambangi jalan tersebut yang ternyata sebuah pasar pagi yang sangat ramai.

DSCN0307
Gerbang pasar pagi Dongsi

Di sini pedagang berjualan secara kaki lima dengan membuka lapak baik di atas lantai, gerobak, meja ataupun mobil. Jam 10 pagi pedagang akan membereskan dagangannya dan jalan yang digunakan akan berfungsi sebagai jalan umum seperti biasanya.

DSCN0309
Lapak-lapak yang berjualan
DSCN0308
Seandainya ada Pol. PP kardusnya bisa langsung diangkut 😀
DSCN0310
Jaket dan mantel musim dingin dijajakan di pinggir toko, ditawar saja harganya

Gue tidak tahu nama pasar pagi ini jadi gue sebut saja sebagai pasar pagi Dongsi karena letaknya dekat dengan stasiun subway/metro Dongsi. Gue menemukan hal-hal unik di pasar pagi ini seperti ukuran sayuran dan buah-buahan yang jumbo dengan harga yang murah, penjual obat yang semangat merayu pembeli persis seperti di Indonesia serta campur aduknya barang-barang yang dijual di pasar tanpa penataan yang jelas, duh gue membayangkan kalau ada razia Satpol PP versi China, pasti pedagang-pedagang ini akan lari tunggang-langgang menyelamatkan jualannya persis seperti di…..ah sudahlah.

DSCN0312
Aksi tukang jual obat sedang merayu konsumennya
DSCN0322
Dao Ming Tse dari pasar pagi Dongsi #korbanmeteorgarden

Gue membayangkan ibu-ibu di Indonesia pasti akan senang sekali jika melihat sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo, kondisi segar dan harganya murah. Sebuah sayur sawi dan seikat daun bawang mungkin baru habis dimasak selama seminggu saking besarnya tuh sayuran. Emak-emak yang suka ribut kalau harga-harga bahan dapur naik  apalagi menjelang bulan puasa bakal mingkem kalo sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo ini dijual juga di Indonesia karena mereka bisa ngirit pengeluaran, sehingga saat anak-anak minta duit jajan jawabannya tidak akan seperti ini  “emak lagi gak ada duit, sana minta aja sama bapak” #pengalamanwaktukecil

DSCN0339
Lobak Jumbo
DSCN0316
Seledri dan Toge Jumbo (mendukung program kesuburan)
DSCN0570
Daun bawang jumbo
DSCN0334
Kalo cabe segede ini gak usah pusing kalo harga naik menjelang puasa bisa ngirit, dipotong kecil-kecil atau satu cabe untuk satu hari 😀

Harga barang di pasar ini ada yang bisa ditawar dan ada yang harga pas (namun percayalah hati adek gak bisa ditawar bang), umumnya sayuran dan buah-buahan harganya pas tetapi produk fashion seperti baju, topi, syal dan lain-lain bisa ditawar.

 

Gue membeli sekilo anggur, sekilo pisang dan sekilo apel untuk bekal makanan selama beberapa hari, padahal gue ngiler dengan jajanan seperti kue-kue dan makanan hangat lainnya di udara yang sangat dingin tetapi gue takut makanan tersebut tidak halal, kalaupun tidak berbahan daging babi bisa jadi ada kandungan minyak babi jadi untuk amannya lebih baik tidak dibeli saja.

DSCN0325
Crepe aja segede gini, puas banget kan makannya
DSCN0315
Kue-kue hangat yang di jual
DSCN0314
Berbagai cemilan, kue dan gorengan yang dijual sungguh menggoda

Gue pulang dari pasar dengan hati riang, persediaan makanan sudah ada untuk beberapa hari dan gue mendapatkan pengalaman menyenangkan belanja di pasar tradisional Beijing.

Gue serius penasaran dan pengen tau kira-kira menurut elo apa yang membedakan ukuran sayuran di China dan Indonesia padahal di China gak ada Mak Erot lho? #tanyapadarumputyangbergoyang.

 

Beranda · Destinasi · kuliner · Shopping

Taling Chang Floating Market Bangkok, Pengunjung Harus Siap Kecewa

IMG_20150725_101112
Cewek Penjual Som Tam (Salad Pepaya Muda Thailand) yang bening diantara keruhnya sungai di Taling Chan Floating Market

Pasar terapung adalah salah satu tempat wajib yang harus dikunjungi saat berlibur ke Bangkok, tetapi lokasi pasar terapung Damnoen Sadoek cukup jauh dari Bangkok sehingga gue mencari pasar terapung yang cukup dekat. Akhirnya gue memutuskan untuk mengunjungi Taling Chan Floating Market dengan memadukan transportasi BTS dan taxi yang berhasil mengantarkan gue sampai juga ke pasar terapung ini yang didominasi oleh jualan makanan terutama seafood, kalau pergi beramai-ramai makan seafood disini jatuhnya murah tetapi jika datang sendirian maka makan seafood disini jadinya mahal. Karena porsi makanan besar alangkah sayangnya jika makan sendirian dengan harga yang mahal.

IMG_20150725_100017
Udang dan Kepiting Akan Menggodamu, Besok Aja Dietnya Sist!
IMG_20150725_095714
Lebih enak makan rame-rame kalau sendirian kayak gue sumpah gak enak
IMG_20150725_095721
proses bakar membakar seafood
IMG_20150725_095618
contoh perahu yang jualan di sungai keruh

Gue mencoba Som Tam (salad pepaya muda) harganya 30 Bath atau 12 ribu yang dibuat oleh seorang gadis manis yang masih ABG, diatas perahunya dia meracik Som Tam dan rasa Som Tamnya enak.

IMG_20150725_101258
untung rasa Som Tamnya endess, ngobatin kecewa
IMG_20150725_095853
Penjual Som Tam ibu-ibu, tapi gue milih yang masih ABG cantik bening hehehe

 

IMG_20150725_101107
Air sungai butek alias coklat kotor
IMG_20150725_103556
kondisi pasar terapung di bawah jembatan
IMG_20150725_100333
perahu yang parkir di bawah jembatan
IMG_20150725_095909
Turis yang excited keliling sungai, mungkin di negaranya sungai ini eksotis sementara gue yang tinggal di Palembang sudah biasa melihat sungai kotor hehehe

Jujur gue kecewa mengunjungi pasar terapung ini karena lokasinya ternyata hanya diatas anak sungai kecil yang butek airnya (airnya berwarna abu-abu dan kotor kayak air comberan, hiiii….) dengan penjual diatas perahu yang tidak banyak jumlahnya, banyakan yang diatas kios yang jualan jadi kesan pasar terapungnya hilang menurut gue, duh kok bisa ya pemerintah Thailand mengemas pasar model begini menjadi tempat wisata.

IMG_20150725_103624
Narsis dulu ye, ntar dibilang hoax udah ke sini
IMG_20150725_095211
Deretan kios sebelum masuk pasar terapung
IMG_20150725_095414
Salah satu kios yang menjual makanan sejenis serabi dengan topping abon
IMG_20150725_095316
Yuk kita belah duren bang!
IMG_20150725_095401
Ada juga yang jualan barang-barang kerajinan tangan

Geregetan jadinya geregetan apa yang harus kulakukan (lirik lagu Sherina),  Ah… seandainya Kemeterian Pariwisata Indonesia bisa lebih membenahi pariwisata di negeri kita, pasti tempat wisata di Indonesia bisa lebih bagus dari sekedar pasar terapung ini. Kekecewaan gue bertambah karena gue ketinggalan tur seharga 99 Bath saja untuk naik perahu mengunjungi 3 pasar terapung lainnya yang dimulai  jam 9.30 pagi sementara gue nyampe kesini jam 9. 40 pagi beda 10 menit doang padahal. Adek kecewa Bang ke sini!

Cara menuju Taling Chang Floating Market Bangkok : naik BTS line Bang Wa stop di stasiun Bang Wa lalu lanjut ke Taling Chang distrik naik taksi yang ada di bawah stasiun, harga taxi sekitar 70 Bath atau 30 ribuan