5 Tempat Shopping Murah Di Hongkong Yang Kamu Harus Tahu

IMG_0506
Salah satu lapak yang menjual souvenir di Temple Street Market

Traveling rasanya tidak lengkap kalau pulangnya tidak membawa oleh-oleh apalagi kalau destinasinya memang dikenal sebagai tempat shopping seperti Hongkong. Kalau gue ditanya dimana saja tempat shopping di Hongkong maka jawabannya dimana-manaaaa, saking banyaknya tempat shopping mungkin tak ada jengkal tanah di Hongkong ini bebas dari tempat shopping, mulai dari street market yang menjual barang murah dan KW (palsu), mall, departement store dan toko-toko barang branded seperti Louis Vuitton bertebaran seantero Hongkong ini membuat siapapun yang berkunjung ke Hongkong dapat memuaskan hasrat shoppingnya #tapinafsutakpernahpuas. Istilahnya ‘you can shop untill drop’ asal kuat kaki dan dompet pastinya. Baca lebih lanjut

Ada Apa Di 798 Art Zone Beijing

thumb108483
Tulisan 798 Art Zone di salah satu bangunan

Sebelum berangkat ke Beijing gue browsing dulu informasi di tripadvisor tentang tempat apa saja yang harus dikunjungi selama traveling di Beijing, salah satu tempat yang masuk list tripadvisor adalah 798 Art Zone Beijing, lalu gue browsing lebih lanjut tempat ini takutnya ini Red Light Distict, kalau bener kan harus persiapan dulu hehehe terutama bagaimana cara ke sini dan transportasi apa yang digunakan. Sebagai pecinta seni maka 798 Art Zone ini masuk agenda wajib bagi gue, pokoknya harus berhasil ke sini jangan cemen meski gak bisa bahasa Mandarin masih bisa bahasa kalbu (ini judul lagu lawas Titi DJ). Baca lebih lanjut

Duh Enaknya Makanan Di Bazaar Ramadhan Kuala Lumpur

 

IMG_20150620_173640
Suasana Bazaar Ramadhan Di Bukit Bintang

Gue transit di Kuala Lumpur selama 2 hari sebelum berangkat ke Hongkong pada saat bulan puasa tahun lalu, nah 2 hari transit itu gue gak mau mati gaya di Kuala Lumpur  sehingga gue browsing di internet (jadi traveler jangan manja, musti rajin cari sendiri infonya) apa saja hal menarik yang bisa dilakukan selama bulan puasa di KL. Dari hasil browsing di mbah google didapatlah informasi tentang adanya Bazaar Ramadhan di KL yang berlokasi di Bukit Bintang dan Kampung Baru. Baca lebih lanjut

Serba Jumbo di Pasar Pagi Dongsi Beijing

DSCN0321
Beli sebuah sawi bisa untuk seminggu coy

Siapa sih yang tidak suka benda berukuran jumbo (sangat besar) jadi wajarlah kalau mak Erot tak pernah sepi peminat #oopss tapi tulisan ini bukan tentang mak Erot dan praktek ajaibnya melainkan cerita tentang pasar pagi. Gue perlu tegaskan ya ini blog traveling bukan buzzer atau endorser si emak #maafmembuatmukecewa bro.

Gue kepagian datang ke Hostel, jadi belum boleh check in jadinya nitip ransel dulu ke resepsionis. Gue mati gaya mau ngapain pagi-pagi di Beijing, tempat wisata pasti belum pada buka dan gue juga terlalu capek untuk jalan-jalan yang jauh maklum saja gue kurang tidur akibat baru nyampe bandara jam 2 pagi dan menginap di sana sambil menahan dingin.

Berhubung perut laper (musim dingin akan membuat kita cepat lapar), gue harus cari sesuatu yang bisa ganjel mulut agar tak nyinyir alias makan karena biskuit sudah habis. Setelah menengok kanan-kiri sekitar hostel tidak ada tempat membeli makanan (mungkin belum buka saja) akhirnya gue memutuskan untuk naik subway dan berhenti di stasiun terdekat siapa tahu gue ketemu Dao Ming Tse #korbanmeteorgarden eh bukan tempat makan atau pasar tradisonal.

“Ya Allah tolong gue laper banget, tuntunlah kaki gue menuju jodoh gue eh pasar” doa yang gue lantunkan di dalam hati. Gue menentukan akan berhenti di stasiun apa secara random saja, akhirnya gue memilih stasiun Dongsi setelah hitung kancing lalu keluar melalui exit sembarangan yaitu exit B, kaki gue melangkah beberapa meter dan tadaaa gue melihat sebuah gerbang jalan berwarna merah yang banyak kerumunan orang di sana, gue sambangi jalan tersebut yang ternyata sebuah pasar pagi yang sangat ramai.

DSCN0307
Gerbang pasar pagi Dongsi

Di sini pedagang berjualan secara kaki lima dengan membuka lapak baik di atas lantai, gerobak, meja ataupun mobil. Jam 10 pagi pedagang akan membereskan dagangannya dan jalan yang digunakan akan berfungsi sebagai jalan umum seperti biasanya.

DSCN0309
Lapak-lapak yang berjualan
DSCN0308
Seandainya ada Pol. PP kardusnya bisa langsung diangkut 😀
DSCN0310
Jaket dan mantel musim dingin dijajakan di pinggir toko, ditawar saja harganya

Gue tidak tahu nama pasar pagi ini jadi gue sebut saja sebagai pasar pagi Dongsi karena letaknya dekat dengan stasiun subway/metro Dongsi. Gue menemukan hal-hal unik di pasar pagi ini seperti ukuran sayuran dan buah-buahan yang jumbo dengan harga yang murah, penjual obat yang semangat merayu pembeli persis seperti di Indonesia serta campur aduknya barang-barang yang dijual di pasar tanpa penataan yang jelas, duh gue membayangkan kalau ada razia Satpol PP versi China, pasti pedagang-pedagang ini akan lari tunggang-langgang menyelamatkan jualannya persis seperti di…..ah sudahlah.

DSCN0312
Aksi tukang jual obat sedang merayu konsumennya
DSCN0322
Dao Ming Tse dari pasar pagi Dongsi #korbanmeteorgarden

Gue membayangkan ibu-ibu di Indonesia pasti akan senang sekali jika melihat sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo, kondisi segar dan harganya murah. Sebuah sayur sawi dan seikat daun bawang mungkin baru habis dimasak selama seminggu saking besarnya tuh sayuran. Emak-emak yang suka ribut kalau harga-harga bahan dapur naik  apalagi menjelang bulan puasa bakal mingkem kalo sayuran dan buah-buahan berukuran jumbo ini dijual juga di Indonesia karena mereka bisa ngirit pengeluaran, sehingga saat anak-anak minta duit jajan jawabannya tidak akan seperti ini  “emak lagi gak ada duit, sana minta aja sama bapak” #pengalamanwaktukecil

DSCN0339
Lobak Jumbo
DSCN0316
Seledri dan Toge Jumbo (mendukung program kesuburan)
DSCN0570
Daun bawang jumbo
DSCN0334
Kalo cabe segede ini gak usah pusing kalo harga naik menjelang puasa bisa ngirit, dipotong kecil-kecil atau satu cabe untuk satu hari 😀

Harga barang di pasar ini ada yang bisa ditawar dan ada yang harga pas (namun percayalah hati adek gak bisa ditawar bang), umumnya sayuran dan buah-buahan harganya pas tetapi produk fashion seperti baju, topi, syal dan lain-lain bisa ditawar.

 

Gue membeli sekilo anggur, sekilo pisang dan sekilo apel untuk bekal makanan selama beberapa hari, padahal gue ngiler dengan jajanan seperti kue-kue dan makanan hangat lainnya di udara yang sangat dingin tetapi gue takut makanan tersebut tidak halal, kalaupun tidak berbahan daging babi bisa jadi ada kandungan minyak babi jadi untuk amannya lebih baik tidak dibeli saja.

DSCN0325
Crepe aja segede gini, puas banget kan makannya
DSCN0315
Kue-kue hangat yang di jual
DSCN0314
Berbagai cemilan, kue dan gorengan yang dijual sungguh menggoda

Gue pulang dari pasar dengan hati riang, persediaan makanan sudah ada untuk beberapa hari dan gue mendapatkan pengalaman menyenangkan belanja di pasar tradisional Beijing.

Gue serius penasaran dan pengen tau kira-kira menurut elo apa yang membedakan ukuran sayuran di China dan Indonesia padahal di China gak ada Mak Erot lho? #tanyapadarumputyangbergoyang.

 

Taling Chang Floating Market Bangkok, Pengunjung Harus Siap Kecewa

IMG_20150725_101112
Cewek Penjual Som Tam (Salad Pepaya Muda Thailand) yang bening diantara keruhnya sungai di Taling Chan Floating Market

Pasar terapung adalah salah satu tempat wajib yang harus dikunjungi saat berlibur ke Bangkok, tetapi lokasi pasar terapung Damnoen Sadoek cukup jauh dari Bangkok sehingga gue mencari pasar terapung yang cukup dekat. Akhirnya gue memutuskan untuk mengunjungi Taling Chan Floating Market dengan memadukan transportasi BTS dan taxi yang berhasil mengantarkan gue sampai juga ke pasar terapung ini yang didominasi oleh jualan makanan terutama seafood, kalau pergi beramai-ramai makan seafood disini jatuhnya murah tetapi jika datang sendirian maka makan seafood disini jadinya mahal. Karena porsi makanan besar alangkah sayangnya jika makan sendirian dengan harga yang mahal.

IMG_20150725_100017
Udang dan Kepiting Akan Menggodamu, Besok Aja Dietnya Sist!
IMG_20150725_095714
Lebih enak makan rame-rame kalau sendirian kayak gue sumpah gak enak
IMG_20150725_095721
proses bakar membakar seafood
IMG_20150725_095618
contoh perahu yang jualan di sungai keruh

Gue mencoba Som Tam (salad pepaya muda) harganya 30 Bath atau 12 ribu yang dibuat oleh seorang gadis manis yang masih ABG, diatas perahunya dia meracik Som Tam dan rasa Som Tamnya enak.

IMG_20150725_101258
untung rasa Som Tamnya endess, ngobatin kecewa
IMG_20150725_095853
Penjual Som Tam ibu-ibu, tapi gue milih yang masih ABG cantik bening hehehe

 

IMG_20150725_101107
Air sungai butek alias coklat kotor
IMG_20150725_103556
kondisi pasar terapung di bawah jembatan
IMG_20150725_100333
perahu yang parkir di bawah jembatan
IMG_20150725_095909
Turis yang excited keliling sungai, mungkin di negaranya sungai ini eksotis sementara gue yang tinggal di Palembang sudah biasa melihat sungai kotor hehehe

Jujur gue kecewa mengunjungi pasar terapung ini karena lokasinya ternyata hanya diatas anak sungai kecil yang butek airnya (airnya berwarna abu-abu dan kotor kayak air comberan, hiiii….) dengan penjual diatas perahu yang tidak banyak jumlahnya, banyakan yang diatas kios yang jualan jadi kesan pasar terapungnya hilang menurut gue, duh kok bisa ya pemerintah Thailand mengemas pasar model begini menjadi tempat wisata.

IMG_20150725_103624
Narsis dulu ye, ntar dibilang hoax udah ke sini
IMG_20150725_095211
Deretan kios sebelum masuk pasar terapung
IMG_20150725_095414
Salah satu kios yang menjual makanan sejenis serabi dengan topping abon
IMG_20150725_095316
Yuk kita belah duren bang!
IMG_20150725_095401
Ada juga yang jualan barang-barang kerajinan tangan

Geregetan jadinya geregetan apa yang harus kulakukan (lirik lagu Sherina),  Ah… seandainya Kemeterian Pariwisata Indonesia bisa lebih membenahi pariwisata di negeri kita, pasti tempat wisata di Indonesia bisa lebih bagus dari sekedar pasar terapung ini. Kekecewaan gue bertambah karena gue ketinggalan tur seharga 99 Bath saja untuk naik perahu mengunjungi 3 pasar terapung lainnya yang dimulai  jam 9.30 pagi sementara gue nyampe kesini jam 9. 40 pagi beda 10 menit doang padahal. Adek kecewa Bang ke sini!

Cara menuju Taling Chang Floating Market Bangkok : naik BTS line Bang Wa stop di stasiun Bang Wa lalu lanjut ke Taling Chang distrik naik taksi yang ada di bawah stasiun, harga taxi sekitar 70 Bath atau 30 ribuan

Mall Terminal 21 Bangkok: Berasa Diajak Keliling Dunia

IMG_20150725_143945
Di depan Trem di Lantai Bertemaa Inggris

Traveling ke Bangkok tak lengkap rasanya kalau tidak berbelanja oleh-oleh. Sebelum berangkat gue browsing tempat-tempat belanja di Bangkok, salah satu mall yang menarik minat gue dari puluhan mall di Bangkok adalah Terminal 21. Jadi mall ini memiliki tema negara yang berbeda di setiap lantainya. Kalau ingatan gue tidak salah sih mall ini memiliki 7 lantai tapi hanya 4 negara yang diwakilinya yaitu Jepang, Inggris, Amerika dan Turki. Berhubung kakak Pink Traveler  belum pernah ke 4 negara tersebut maka untuk memotivasi  diri sendiri alias menghibur diri cukuplah main ke mall ini dulu.  Saat berada di lantai dengan tema Turki maka kita seolah-olah sedang berada di Grand Bazaar Istambul. Ornamen, lampu-lampu, hiasan dan display toko bertemakan khas Turki dan yang paling menarik adalah desain toiletnya gue suka banget ala-ala kerajaan negeri Aladdin.

IMG_20150725_134401
Display Dagangan Di Lantai Bertema Turki

Sementara di lantai yang bertemakan Inggris kita diajak jalan-jalan di kota London dengan hiasan khasnya yaitu trem, box telepon merah dan penjaga istana Buckingham, tentu di tempat semenarik ini kakak Pink Traveler tidak lupa selfie cantik hehehe, semoga suatu saat nanti kakak Pink bisa ke London yang asli.

IMG_20150725_144054
Kok Ya Patung yang Digandeng Kakak Pink, keciaan…
IMG_20150725_144300
Help…help …tolong keluarkan jomblo dari sini
IMG_20150725_134406
Butik-butik ala London

Paling membuat gue takjub adalah toilet di bagian yang bertemakan Jepang, sepertinya kloset toilet ini di impor langsung dari Jepang karena begitu banyak tombol yang bisa di pencet yang membuat kakak Pink yang udik ini kebingungan, tapi yang penting gue bisa dapet tombol untuk flush air ke toilet sehingga jejak si kuning made in Indonesia lenyap :0.

IMG_20150725_144434
Lantai Dengan tema Jepang
IMG_20150725_144511
Butik-butik yang menjual fashion ala Jepang

Sementara itu di lantai bertema Amerika di wakili oleh kota San Fransisco dengan jembatan Golden Gate yang terkenal itu dan yang istimewa di lantai bertema Amerika ini adalah deretan cafe atau tempat makan yang desainnya Amerika banget.

IMG_20150725_143415
Pamer belanja di lantai tema San Fransisco

Pokoknya di mall ini kita bisa puas foto-foto di spot yang instagramable dan kekinian banget. Harga-harga barang yang dijual di mall Terminal 21 ini memang cenderung lebih mahal karena produknya yang didominasi barang fashion dengan modelnya yang trendy, unik dan tidak pasaran dengan merek lokal maupun luar negeri.

IMG_20150725_134533

Kalau lapar di mall ini ada foodcourt Pier 21 di Lantai 5 yang makanannya bervariasi dengan harga terjangkau dan beberapa diantaranya ada yang halal.

Cara ke Terminal 21:  Naik BTS jalur hijau muda Mochit berhenti di stasiun Asok atau naik MRT turun di stasiun Sukhumvit

Ladies Market Hongkong Bukan Cuma Untuk Ladies lho!

IMG_0504
Lapak Jualan Tas di Ladies Market
IMG_0497
Suasana Ladies Market di Malam Hari

Dinamakan Ladies Market karena umumnya pengunjung pasar adalah perempuan dan barang-barang yang di jual identik dengan barang keperluan perempuan. Di pasar kaki lima ini dijual banyak kebutuhan fashion perempuan, bermacam-macam suvenir, asesoris dan barang-barang lainnya. Pasar ini berada di sepotong jalan di daerah Mongkok yang ramai dan terkenal sebagai pusat belanja, saat sore hari jalan ini di tutup bagi kendaraan sehingga pengunjung pasar dapat leluasa berjalan kaki mengelilingi pasar. Penjual di pasar ini memasang harga agak tinggi untuk jualannya sehingga diperlukan keahlian menawar.

IMG_0500
Lapak Penjual Asesoris
IMG_0505
Banyak Sekali Model dan Jenis Tas Wanita
IMG_0502
Pembeli Tampak Asyik Memilih-milih Tas

Kios-kios di ladies market ini menjual barang-barang yang hampir sama, jadi bandingkan dulu harganya di 3-4 kios jika harga yang dijual sama baru anda berpikir ingin di harga berapa anda membelinya dan tawarlah di harga tersebut, jika tidak dikasih coba datang ke kios lainnya namun jika sudah 3 kios di datangi tapi harga tidak deal berarti memang harga barang tersebut pasarannya tidak diharga yang anda inginkan. Jangan cuma iseng menawar jika tidak niat untuk membeli karena pedagang di Hongkong cenderung galak atau judes. Ladies Market ini hanya buka mulai sore hari dan akan semakin ramai di malam hari. Pakailah alas kaki dan baju yang nyaman karena tempatnya sempit, pengunjung ramai dan berada di jalanan sehingga kita mudah berkeringat dan kepanasan.

Lokasi: Ladies Market berada di Kowloon Hongkong dapat diakses lewat MTR Mongkok Station dan ambil exit E2 atau D3