Jogja · kuliner

Gudeg Bromo Gejayan Yogya: Rela Antri Sampai Tengah Malam Demi Sepiring Nasi Gudeg

Sepiring Nasi Gudeg Spesial Di Gudeg Bromo

Sepulang ngopi dan menghadiri acara diskusi buku bersama penerbit ebook Bookslife dan Windy Ariestanty di Cafe Nyata Kopi Jalan Wahid Hasyim, saya secara tiba-tiba saja berniat untuk makan Gudeg Bromo karena jalan yang dilalui untuk pulang ke kosan melewati Jalan Gejayan. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Gudeg Bromo pasti sudah buka dan dimalam Minggu saya tidak perlu takut untuk pulang lewat tengah malam karena jalanan Yogya masih ramai.

Saya tahu tentang adanya Gudeg Bromo dengan cita rasa pedas dan gurih itu setelah bercerita ke murid-murid saya yang tinggal di Yogya kalau saya tidak suka makan nasi gudeg karena rasanya yang dominan manis, sementara lidah Palembang saya ini terbiasa makan makanan pedas dan gurih. Lalu Dinno (silahkan kepoin IG nya di @dinno.prakoso ya ladies, doi ngakunya sih masih jomblo) salah satu murid saya yang sudah karatan tinggal di Jogja karena lanjut dari S1 ke S2 di Jogja (hobi banget nih anak sekolah) merekomendasikan saya untuk mencoba Gudeg Bromo di Jalan Gejayan karena tampaknya dia ingin sekali mengubah image nasi gudeg di mata saya sebagai makanan yang tidak melulu rasanya manis. Lanjutkan membaca “Gudeg Bromo Gejayan Yogya: Rela Antri Sampai Tengah Malam Demi Sepiring Nasi Gudeg”

Iklan
Destinasi · kuliner

Ramadan Di Kedah Bersama Farah

Salah satu ruko di kota Kulim

Sebelum berangkat traveling ke tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Vietnam, gue menulis status di Facebook tentang rencana tersebut. Seorang travel blogger femes asal Malaysia yaitu Farah Nadiah mengirim pesan lewat Facebook untuk main ke rumahnya di kota Kulim yang berada di wilayah Kedah Malaysia yang lokasinya tidak jauh dari kota Georgetown Penang, salah satu destinasi yang akan gue kunjungi kembali setelah beberapa tahun lalu pernah ke sana.

Pesan moral satu : Tulis status di fesbuk sebelum traveling siapa tahu ada temen yang nawarin buat ngajak jalan atau tempat tinggal, tapi dibanding temen yang nawarin lebih banyak yang nagih oleh-oleh sih hehehe Lanjutkan membaca “Ramadan Di Kedah Bersama Farah”

Beranda · kuliner

Duo Nenek, Tempat Makan Enak dan Instagramable di Jambi

dscn0154
Duo Nenek Tampak Dari Luar

Mendengar nama Duo Nenek, pikiran gue langsung mengira ini nama duet penyanyi untuk genre oldies sama seperti Duo Maia dengan genre pop atau Duo Serigala dengan genre dangdutnya. Ternyata gue salah mengira, Duo Nenek ini nama tempat makan yang manja dan menggoyang lidah pengunjungnya, tak kalah sama kemanjaan Duo Maia dan goyangan Duo Serigala. Lanjutkan membaca “Duo Nenek, Tempat Makan Enak dan Instagramable di Jambi”

Beranda · Destinasi · kuliner · Shopping

Taling Chang Floating Market Bangkok, Pengunjung Harus Siap Kecewa

IMG_20150725_101112
Cewek Penjual Som Tam (Salad Pepaya Muda Thailand) yang bening diantara keruhnya sungai di Taling Chan Floating Market

Pasar terapung adalah salah satu tempat wajib yang harus dikunjungi saat berlibur ke Bangkok, tetapi lokasi pasar terapung Damnoen Sadoek cukup jauh dari Bangkok sehingga gue mencari pasar terapung yang cukup dekat. Akhirnya gue memutuskan untuk mengunjungi Taling Chan Floating Market dengan memadukan transportasi BTS dan taxi yang berhasil mengantarkan gue sampai juga ke pasar terapung ini yang didominasi oleh jualan makanan terutama seafood, kalau pergi beramai-ramai makan seafood disini jatuhnya murah tetapi jika datang sendirian maka makan seafood disini jadinya mahal. Karena porsi makanan besar alangkah sayangnya jika makan sendirian dengan harga yang mahal.

IMG_20150725_100017
Udang dan Kepiting Akan Menggodamu, Besok Aja Dietnya Sist!
IMG_20150725_095714
Lebih enak makan rame-rame kalau sendirian kayak gue sumpah gak enak
IMG_20150725_095721
proses bakar membakar seafood
IMG_20150725_095618
contoh perahu yang jualan di sungai keruh

Gue mencoba Som Tam (salad pepaya muda) harganya 30 Bath atau 12 ribu yang dibuat oleh seorang gadis manis yang masih ABG, diatas perahunya dia meracik Som Tam dan rasa Som Tamnya enak.

IMG_20150725_101258
untung rasa Som Tamnya endess, ngobatin kecewa
IMG_20150725_095853
Penjual Som Tam ibu-ibu, tapi gue milih yang masih ABG cantik bening hehehe

 

IMG_20150725_101107
Air sungai butek alias coklat kotor
IMG_20150725_103556
kondisi pasar terapung di bawah jembatan
IMG_20150725_100333
perahu yang parkir di bawah jembatan
IMG_20150725_095909
Turis yang excited keliling sungai, mungkin di negaranya sungai ini eksotis sementara gue yang tinggal di Palembang sudah biasa melihat sungai kotor hehehe

Jujur gue kecewa mengunjungi pasar terapung ini karena lokasinya ternyata hanya diatas anak sungai kecil yang butek airnya (airnya berwarna abu-abu dan kotor kayak air comberan, hiiii….) dengan penjual diatas perahu yang tidak banyak jumlahnya, banyakan yang diatas kios yang jualan jadi kesan pasar terapungnya hilang menurut gue, duh kok bisa ya pemerintah Thailand mengemas pasar model begini menjadi tempat wisata.

IMG_20150725_103624
Narsis dulu ye, ntar dibilang hoax udah ke sini
IMG_20150725_095211
Deretan kios sebelum masuk pasar terapung
IMG_20150725_095414
Salah satu kios yang menjual makanan sejenis serabi dengan topping abon
IMG_20150725_095316
Yuk kita belah duren bang!
IMG_20150725_095401
Ada juga yang jualan barang-barang kerajinan tangan

Geregetan jadinya geregetan apa yang harus kulakukan (lirik lagu Sherina),  Ah… seandainya Kemeterian Pariwisata Indonesia bisa lebih membenahi pariwisata di negeri kita, pasti tempat wisata di Indonesia bisa lebih bagus dari sekedar pasar terapung ini. Kekecewaan gue bertambah karena gue ketinggalan tur seharga 99 Bath saja untuk naik perahu mengunjungi 3 pasar terapung lainnya yang dimulai  jam 9.30 pagi sementara gue nyampe kesini jam 9. 40 pagi beda 10 menit doang padahal. Adek kecewa Bang ke sini!

Cara menuju Taling Chang Floating Market Bangkok : naik BTS line Bang Wa stop di stasiun Bang Wa lalu lanjut ke Taling Chang distrik naik taksi yang ada di bawah stasiun, harga taxi sekitar 70 Bath atau 30 ribuan

Beranda · Destinasi

7 Hal Menarik Yang Bisa Dilakukan Di Ubud Bali

IMG_3302
Tegalalang Rice Terrace Ubud

Bali tak melulu soal pantai, olahraga air dan gemerlapnya hiburan malam. Jika kamu menginginkan ketenangan dan berhenti sejenak dari hiruk pikuk perkotaan maka Ubud dapat dijadikan pilihan destinasi ketika berlibur ke Bali. Berikut ini gue bagikan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan jika berlibur ke Ubud.

  1. Bersepeda : Banyak paket wisata bersepeda di Ubud yang rute jelajahnya melewati pedesaan, sawah bahkan menuju Kintamani. Paket tur bersepeda ini cukup mahal berkisar 500 ribu sehari dimana secara bergrup ditemani oleh guide tur mengikuti rute bersepeda yang sudah ditentukan, tetapi ada cara yang lebih murah yaitu menyewa sepeda seharga 25 ribu seharian dengan jaminan KTP. Kita bisa menikmati Ubud dengan rute pilihan kita sendiri mengandalkan peta dan GPS selama perjalanan. Kita dapat berhenti sejenak untuk beristirahat atau jajan di warung pinggir jalan sambil mengambil foto aktivitas atau pemandangan sekitar. Ubud memiliki kontur jalan yang berbukit jadi pastikan kondisi tubuh kita sehat dan bugar jika ingin bersepeda keliling Ubud.
IMG_3284
Bersepeda mengellingi pedesaan di Ubud
IMG_3277
Pemandangan Sawah saat bersepeda di pedesaan Ubud

2. Wisata Kuliner : Banyak sekali tempat makan dan nongkrong di Ubud dari jajanan kaki lima, cafe sampai restoran mewah, dari menu lokal sampai internasional dapat kita temukan di Ubud. Juga tersedia restoran bagi vegetarian dan pecinta makanan organik. Restoran terkenal di Ubud adalah Bebek Tepi Sawah yang telah memiliki banyak cabang di kota-kota besar Indonesia. Tentu saja makan di restoran aslinya lebih enak karena atmosfer alam dan pedesaan sangat mendukung cita rasa asli masakan bebek goreng ini. Sebagai Traveler kantong pas-pasan, gue tidak makan di restoran, gue makannya di warung kaki lima yaitu nasi pecel lele dan ayam goreng serta warung nasi Padang. Nasi Padang memang tak pernah gagal menyelamatkan para traveler bermodal ransel kayak gue. Tapi gue sempet nyobain Gelato yang enaaak banget seharga 35 ribu per satu cone nya dan dapat memilih sendiri rasa yang diinginkan. Mahal sih tapi setara dengan kelezatannya, kapan lagi nyobain es krim ala Italia tsb.

IMG_3276
Warung Makan Surabaya Andalan Gue Selama di Ubud
IMG_3273
salah satu cafe tempat nongkrong

3. Mengunjungi museum dan galeri seni. Ubud memiliki banyak galeri seni dan beberapa museum yaitu Museum Antonio Blanco, Museum Neka Art dan Museum Seni Agung Rai yang dapat dikunjungi, cari informasi waktu buka dan harga tiket masuk museum karena tiap museum pasti memiliki jadwal masing-masing. Ubud memang memiliki banyak galeri seni dan museum karena disanalah tempat banyak seniman Bali lahir dan berkarya. Atmosfir seni memang kental di Ubud dilihat dari banyaknya kios dan toko-toko suvenir yang menjual karya seni yang unik dan berbeda di setiap kios atau toko.

4. Yoga: tempat latihan yoga tersebar di Ubud, kita dapat memilih kelas yoga sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Gue melihat banyak orang berlatih yoga di halaman kuil pas gue lagi istirahat di depan kuil sewaktu bersepeda.

5. Menonton Pertunjukan Tari. Beberapa tempat di Ubud menawarkan pertunjukan tari tradisional Bali yang biasanya memiliki jadwal pentas di malam hari. Tiket menonton tari seharga mulai dari 75 – 200 ribu tergantung jenis tempat duduk yang dipilih.

6. Mengunjungi Monkey Forest: namanya juga hutan monyet jadi disini tempat kita dapat melihat banyak monyet yang jinak karena sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Monyet merupakan hewan yang dihormati di Bali sehingga mereka diperlakukan dengan baik dan ada kuil khusus sebagai bentuk penghormatan di dalam area Monkey Forest ini.  Berbagai perilaku dan tingkah monyet dapat kita amati di dalam hutan sehingga manusia bisa belajar banyak dari kehidupan monyet tersebut. Harga tiket masuk Monkey Forest sebesar 20 ribu dan kita dilarang membawa makanan ke dalam hutan karena monyet akan merampasnya seperti snack Chitato milik teman gue yang dirampas oleh monyet meskipun saat itu posisi kami sudah di luar hutan. Ternyata monyet juga ngerti dengan Chitato bahwa hidup memang never flat.

IMG_3256
Keluarga monyet yang Berbahagia
IMG_3242
Pohon-pohon di Monkey Forest

7. Shopping: Yes, Belanja adalah bagian yang paling menyenangkan kalau menurut gue sih, Ubud ini surga belanja bagi pecinta barang-barang bernilai seni tinggi. Berbagai macam kerajinan dan produk karya seni dapat ditemukan disini dari harga murah sampai mahal sekali. Ada banyak toko suvenir, butik dan galeri seni tersebar di Ubud tinggal pilih yang sesuai selera dan kantong. Pasar Ubud dan pasar Sukowati adalah favorit bagi turis yang ingin berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau. Saya mengunjungi pasar Ubud dan pasar Sukowati lalu membandingkan harganya, pasar Sukowati menjual barang lebih murah dibandingkan pasar Ubud tetapi ada barang-barang di pasar Ubud yang tidak ada di pasar Sukowati. Kita bisa membeli baju, tas, sepatu, kain bali, asesoris seperti gelang atau kalung, lukisan, furnitur dan berbagai jenis barang kerajinan lainnya dengan model dan motif yang sangat unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Jangan ragu untuk menawar barang belanjaan di kedua pasar tersebut terutama pasar Sukowati yang bisa ditawar sampai setengah harga dan ditawar lebih murah lagi jika membeli dalam jumlah banyak. Selamat belanja dan pusing semua ingin di borong di Bali, hati-hati nanti kalap belanja dan tak bisa pulang karena kehabisan uang (ini gue banget yang selalu nyaris gak bisa pulang karena kehabisan uang dipake belanja hahaha sehingga gue meletakkan belanja selalu di hari terakhir liburan).

IMG_3341
Pasar Sukowati Gianyar
IMG_3296
Salah satu toko kerajinan tangan dan suvenir di pinggir jalan di Ubud

Nah dari ketujuh aktivitas yang dapat dilakukan selama di Ubud, kamu bisa memilih salah satu atau beberapa diantaranya tergantung minat, waktu ataupun budget yang kamu miliki. Selamat menikmati ketenangan dan citarasa seni yang tinggi di Ubud. Hati-hati Ubud akan membuatmu jatuh cinta dan ingin kembali.

Destinasi

5 Alasan Harus Liburan Ke Palembang

IMG_20160208_152659
Jembatan Ampera, Landmark kota Palembang. Harus Berfoto disini biar sah jika berkunjung ke Palembang

Selama ini Palembang jarang dilirik sebagai salah satu destinasi untuk berlibur padahal Palembang memiliki banyak hal yang bisa dinikmati selain pempeknya yang terkenal enak dan bikin kangen (kayak kamu ya). Nah apa saja yang bisa jadi pertimbangan untuk memantapkan hati memilih Palembang (kayak milih jodoh ya jadinya hehehe) sebagai tempat berlibur untuk kamu dan keluarga. Gue rangkumkan berdasarkan hasil survey jadi-jadian selama jadi warga Palembang.
1. Kulinernya Enak Banget
Siapa yang akan menyangkal kalau makanan Palembang itu enaaak banget, bukannya gue lebay tetapi faktanya emang begitu. Selain rasa yang enak, makanan Palembang juga variasinya banyak contohnya pempek saja bisa lebih dari sepuluh macam jenis dan variannya ada Pempek Panggang, Pempek Lenggang, Pempek Kapal Selam dan masih banyak pempek-pempek lainnya. Itu baru varian pempek belum lagi makanan lainnya seperti berbagai macam pindang (Pindang Tulang, Pindang Udang, Pindang Ikan dan masih banyak lagi jenis pindang lainnya), Martabak Kuah Kari, Nasi Minyak dengan lauk Daging Malbi, Mie Celor, berbagai jenis kue atau cake seperti Delapan Jam, Engkak Ketan, Maksuba dan masih ada puluhan lagi kuliner Palembang yang tidak bisa disebutkan saking banyaknya. Tentu saja yang paling terkenal dari Palembang dan selalu dijadikan oleh-oleh adalah pempek. Pempek dijual dengan harga yang bervariasi tergantung kualitas bahan terutama jenis ikan, rasa dan tempat. Range harga pempek juga bermacam-macam dari yang paling murah sekitar Rp. 1000 – Rp. 5000 perbuah untuk pempek berukuran kecil. Restoran atau rumah makan pempek yang terkenal di Palembang itu diantaranya adalah Pempek Sudi Mampir, Pempek Viko, Pempek Candy, Pempek Nony, Pempek Pak Raden dan Pempek Beringin. Masih banyak tempat makan pempek selain rumah makan yang disebutkan diatas, jumlahnya tak terhitung saking banyaknya bahkan ada lokasi yang berjejer banyak kedai pempek di dalamnya yang akan membuat anda bingung menentukan pilihan, nama lokasi tersebut adalah pasar 26 Ilir dan pempek di Jalan Sekanak yang tak jauh dari kantor Walikota Palembang. Di lokasi ini harga pempek sangat terjangkau mulai dari Rp. 1000 untuk pempek kecil. Selain bisa makan di tempat juga bisa dibungkus sebagai oleh-oleh sepulang dari Palembang.

 

Aneka Kuliner Palembang yang Enaaak Banget

IMG_20160214_180129
Salah satu tempat makan pempek di Palembang
IMG_20160214_142521
Pasar 26 disini kedai makan pempek berjejer dengan harga terjangkau

2. Kaya Wisata Budaya dan Sejarah
Banyak sekali warisan budaya dan bangunan bersejarah di kota Palembang ini karena mendapatkan pengaruh dari Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang ditambah lagi aktivitas perdagangan dengan orang Arab dan Tiongkok sehingga Palembang kaya akan pencampuran antara tiga budaya yaitu Melayu, Arab dan Tiongkok yang dapat dilihat dari bangunan bersejarah, tampilan fisik penduduk dan kulinernya. Ada beberapa tempat bersejarah yang bisa di kunjungi di Palembang yaitu Masjid Agung Palembang, Situs Bukit Siguntang, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Museum Balaputra Dewa, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Benteng Kuto Besak dan ikon kota Palembang yaitu Jembatan Ampera. Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga yaitu Amanzi waterpark, Opi Waterfun, Taman Burung, Hutan Wisata Punti Kayu, Jakabaring Sport Center (datanglah minggu pagi ke sini), Graha Teknologi (wisata edukasi), Danau Opi, Kambang Iwak Park *Car free Day setiap pagi minggu) dan Dekranasda (kumpulan rumah adat semua kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan). Jika ingin berwisata religi dan budaya dapat mengunjungi Pulau Kemaro dimana penduduk keturunan Tiongkok sembahyang karena disana terdapat kuil dan pagoda. Ada juga kampung Arab Al-Munawar 10 Ulu Palembang dimana kita bisa melihat budaya keturunan Arab dan juga rumah-rumah tua berusia ratusan tahun yang masih kokoh berdiri selain itu ada juga masjid Cheng Ho yang arsitekturnya kental akan budaya Tiongkok. Bisa dikatakan kota Palembang ini sangat lengkap tempat wisatanya, jika Thailand punya kota Bangkok maka Indonesia punya Palembang dan gue bangga jadi warga Palembang dan akan mempromosikan Palembang sebagai destinasi wisata di Indonesia selain Bali, Lombok, Yogyakarta dan Bandung.

thumb57575
Bundaran Air Mancur dan Masid Agung adalah Jantung Kota Palembang
IMG_20160214_144300
Monpera (berlokasi di samping Masjid Agung Palembang)
IMG_20160214_135502
Museum SMB II
IMG_20160214_200201
Benteng Kuto Besak di Tepi Sungai Musi
IMG_20160214_163223
Alquran Akbar di Ponpes Insaniah Gandus

Kampung Arab A-Munawar, Masjid Cheng Ho dan Suasana Malam Imlek

3. Banyak Tempat Belanja
Bagi yang hobinya belanja pasti merasa senang berkunjung ke Palembang karena kota ini memiliki banyak tempat belanja yang akan membuat kalap, paling terkenal adalah pasar 16 yang berada di tepi sungai musi, pasar ini berupa gedung 5 lantai yang menjual produk fashion baik itu dijual secara grosir maupun satuan, harganya cukup murah dan terjangkau tetapi untuk membeli barang di pasar ini harus pandai menawar agar mendapatkan harga yang murah. Selain pasar 16 di luar bangunan ada pasar kaki lima yang berada di area yang kondang disebut Lorong Basah oleh warga lokal, tetapi Lorong Basah ini baru ramai setelah jam 12 siang, sementara itu dibawah jembatan Ampera ada pasar barang bekas di sore hari. Songket dan bermacam-macam suvenir banyak di jual di daerah Tangga Buntung tepatnya di jalan Ki Ronggo Wirasantiko, beberapa toko songket yang terkenal adalah Zainal Songkoet, Cek Ipah dan Fikri Collection. Selain di jalan tsb songket dan produk fashion khas Palembang juga bisa ditemukan di pertokoan samping Ramayana depan Palembang Indah Mall (PIM) dengan harga yang lebih murah. Kalau kamu suka cuci mata atau belanja di Mall maka Palembang memiliki sejumlah mall yang bisa memuaskan hasrat cuci mata dan belanja yaitu Palembang Square, PSX, PIM, PTC, Palembang Icon, International Plaza dan Opi Mall ditambah lagi supermarket seperti Lotte Mart, Giant, JM, Pasaraya JM, Megaria, Indotraco, Hypermart, Carrefour dan lain-lain. pilih saja tempat belanja tergantung isi dompet, kebutuhan dan selera anda.

IMG_20160214_140224
Pasar 16 Denyut Nadi Ekonomi Palembang

4. Memiliki Wisata Sungai
Palembang memiliki Sungai Musi yang membagi wilayahnya menjadi dua yaitu Ulu dan Ilir dengan penghubung jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang. Di pinggir Sungai Musi terdapat rumah-rumah rakit yaitu rumah yang mengapung diatas sungai. Banyak ketek (perahu kecil) yang berseliweran di sungai karena ketek merupakan alat transportasi yang membantu masyarakat yang tinggal di dekat sungai. Salah satu tempat wisata yang dapat dikunjungi di Palembang yaitu Pulau Kemaro yang unik karena ada daratan yang terdapat di atas sungai sebagai tempat etnis Tionghoa beribadah. Di pulau ini terdapat kelenteng dengan pagodanya beserta kisah cinta yang romantis antara Putri Siti Fatimah yang seorang Putri Palembang dengan Tan Bun An yang seorang jejaka Tiongkok. Bagaimana isi kisah cinta tersebut silahkan datang sendiri ke Pulau Kemaro ya. Untuk menuju Pulau Kemaro bisa menggunakan ketek yang banyak parkir di dekat Pasar 16 dengan biaya sekitar 20 ribu sekali jalan perorang, nikmatilah wisata sungai dan pemandangan di sepanjang Sungai Musi . kota Palembang dengan Sungai Musi tidak beda jauh alias sebelas dua belas dengan kota Bangkok yang memiliki sungai Chao Phraya. Sungai Musi dengan Jembatan Ampera yang gagah akan tampak romantis dan dramatis di malam hari dengan lampu-lampu yang bersinar di jembatan maupun di perumahan pinggir sungai. Jadi berliburlah ke kota Palembang untuk menimati keromantisan Sungai Musi di malam hari.

IMG_20160214_195813
Ketek Menjadi Transportasi di Sungai Musi

5. Masyarakatnya Terbuka, Ramah dan Senang Membantu
Jika berwisata ke Palembang dan menemukan kesulitan di jalan atau tersesat tidak usah sungkan untuk meminta bantuan kepada penduduk lokal dengan cara yang sopan. Orang Palembang tidak sungkan untuk membantu orang lain. Masyarakat disini ramah dan terbuka kepada wisatawan dan terbiasa untuk menyambut atau memuliakan tamunya. Kasus pencopetan dan penodongan berlaku umum di semua tempat jika kita tidak pandai membawa diri dan waspada dimanapun berada misalnya tidak menggunakan perhiasan berlebihan atau membawa uang tunai terlalu banyak.

Nah buat traveler dan teman-teman di Indonesia masukkanlah Palembang sebagai salah satu destinasi liburan, Palembang memiliki keunikan sendiri yang bisa di eksplore jika datang langsung kesini.