Beranda · Curhat Cewek

Resign Demi Traveling, Perlukah? 

Ada hari-hari dimana saya merasa sangat cemburu. Bukan, bukan cemburu dengan gebetan yang jalan dengan cewek lain tetapi perasan mellow di hati melihat teman-teman yang posting foto-foto seru liburan atau traveler idola yang bisa traveling dalam jangka waktu lama sementara diriku sedang hectic di meja kerja mengerjakan pekerjaan kantor seperti tidak ada habisnya. Kapan ya saya bisa puas traveling dalam waktu lama kayak mereka?

Saya berpikir tentang pekerjaan yang saya jalani sekarang yang hanya memiliki jatah libur tiga kali dalam setahun (kayak bang Toyib) yaitu pas libur semester satu sekitar 2 minggu di bulan Juli, libur lebaran dan libur semester dua akhir Desember, dimana tiga bulan tersebut masa peak season yang artinya tiap kali saya traveling biayanya membengkak kek jerawat menjelang mens plus tempat-tempat wisata yang ramainya ampun-ampunan kayak kolam cendol.

Tulisan-tulisan fulltime traveller dan travel blogger asal dalam negeri dan luar negeri tentang enaknya atau indahnya hidup mereka setelah resign dari kantor atau tempat mereka bekerja meracuni pikiran saya. Sepertinya hidup saya akan bahagia jika resign dari kantor dan pergi traveling sesuka hati ke berbagai tempat tidak terikat waktu. Lalu pertanyaan lain muncul, bukankah traveling membutuhkan biaya? Wait… wait, buyar sudah khayalan indah itu.

Lantas darimana saya mendapatkan uang untuk biaya traveling dalam jangka waktu yang lama jika saya resign? Saya tak punya papa sakti seperti Setnov apalagi sugar daddy yang bisa kasih transferan kapan aja minta hahaha.

Pusing ya kan, ya iyalah mikirnya aja udah pusing apalagi menjalaninya.

Mulailah saya melakukan observasi ke beberapa fulltime traveler (saya sebut begini untuk yang traveling dalam waktu lama atau nomad istilahmya) dan travel blogger femes lokal dan internasional. Saya pisahkan antara fulltime traveler dan fulltime travel blogger karena banyak fulltime traveler yang tidak menjadi travel blogger. Saya mengamati medsos traveler dan membaca banyak blog travel blogger.  Hasilnya ternyata fulltime traveler resign dari kantor atau perusahaan tempat mereka bekerja tetapi mereka tetap bekerja dengan berbagai skill yang mereka miliki, hanya saja mereka bekerja secara mandiri misalnya jualan online, web developer, konsultan, content writer, freelancer dan masih banyak lagi.

Sementara fulltime travel blogger resign dari kantor karena ingin total traveling sekaligus menulis cerita perjalanannya di blog. Travel blogger jenis ini umumnya memiliki skill kuat di bidang penulisan, fotografi, videografi, self branding, digital dan sosial media specialist sehingga skill mereka sering digunakan oleh perusahaan, brand atau institusi tertentu untuk berbagai keperluan, umumnya untuk promosi pariwisata. Para travel blogger femes ini membiayai traveling mereka dari hasil menjual skill tersebut.

Saya ambil contoh dua cewek traveler idola saya sepanjang masa yaitu Trinity dan Claudia Kaunang. Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang kak T dan CK adalah mbak-mbak kantoran lalu memutuskan resign karena ingin lebih sering traveling tanpa terganjal cuti yang terbatas. Kak T ini menulis blog, lalu penerbit melirik tulisannya hingga menjadi buku seri TNT (The Naked Traveler) kemudian diangkat ke layar lebar menjadi film The Nekad Traveler yang dibintangi Hamish Daud dan Raisa eh Maudy Ayunda. Mbak T bisa membiayai aktivitas traveling salah satunya dari hasil royalti buku-buku TNT.

Claudia Kaunang juga menulis banyak buku panduan perjalanan berdasarkan pengalamannya traveling. Saya suka membeli dan membaca buku-buku CK karena detil sekali menjelaskan destinasi wisata berikut budgetnya. Kak CK selain menulis buku juga menjual trip ke beberapa destinasi wisata ke luar negeri dengan budget murah dan bahkan bisa ikut arisan traveling.

Dari dua contoh traveler diatas, saya menarik kesimpulan bahwa mereka memang tidak bekerja di kantor tapi tetap bekerja. Bukan bekerja tetap tapi tetap bekerja itu poinnya. Masyarakat awam yang menganggap bahwa bekerja itu musti di kantor dari jam 7 atau 8 pagi sampai jam 4 sore akan mengganggap bekerja mandiri tanpa kantor sebagai pengangguran, hiks.. hiks. Siap-siap saja resikonya kamu dianggap pelihara tuyul atau pasang lilin untuk aktivitas babi ngepet karena bisa jalan-jalan tanpa bekerja 🙂

Tidak banyak fulltime traveler dan travel blogger yang mau menceritakan rahasia dapurnya darimana mereka membiayai travelingnya. Bisa saja fulltime traveler atau travel blogger tersebut adalah juragan kebun jengkol, nerima warisan dari orang tua, punya jaringan bisnis waralaba, pemilik saham perusahaan multinasional dan bisa jadi pemilik usaha travel.  Citizen dan netizen sering terpukau dengan foto-foto traveler di instagram yang cetar dan memikat, begitu juga cerita-cerita indah di blog tentang destinasi wisata di berbagai negara. Mereka tidak tahu pengorbanan dan kerja keras seperti apa yang dilakukan untuk bisa seperti itu.

Kesimpulan dari hasil observasi yang saya lakukan adalah jika saya memutuskan resign dari kantor, pekerjaan apa yang akan saya lakukan selama traveling dalam waktu lama. Lalu saya galau, hati saya mengkeret mengingat tidak ada skill yang bisa saya jual, tidak punya koneksi ke agency atau brand, tidak ada saham dan deposito yang saya miliki, tabungan juga jumlahnya bikin mengelus dada, dada sendiri, ditambah lagi masih ada cicilan kredit Tupperware, daster dan panci, tidak punya warisan dan bukan ani-ani yang punya gadun tajir yang bisa diporotin duitnya.

Trus gimana dong kalau sudah begini?

Saya harus menerima nasib tetap jadi karyawan kantoran yang dikejar deadline, musti ketemu bos yang nggak saya suka, musti bangun pagi sambil menggerutu dan pulang kecapekan saat malam. Begitu terus setiap hari selama 6 tahun, rutinitas yang harus saya jalani demi bisa terima gaji rutin ditanggal 28 setiap bulan.

Tujuh bulan lalu saya memutuskan untuk resign dari kantor tempat saya bekerja selama 6 tahun. Sungguh ini keputusan yang tidak mudah bagi saya, terlalu banyak what if di kepala yang membuat saya maju-mundur mengambil keputusan tersebut .

Saat saya menulis cerita ini di blog dan mempostingnya hari ini, saya sedang berada di perpustakaan kampus UGM Yogyakarta untuk menikmati paket internet gratis untuk mahasiswa agar cerita ini bisa diposting :). Resign adalah keputusan yang saya syukuri pada akhirnya meskipun saya harus menanggung konsekuensi menjadi mahasiswa perantauan, hidup sebagai anak kos yang harus berhemat dan tidak bisa traveling ke luar negeri seperti saat bekerja dulu tapi saya hepi menjalaninya.

Keluar dari zona nyaman memang sulit dan berat oleh karena itu jangan resign karena ikut-ikutan orang lain yang menceritakan betapa enaknya traveling setelah resign, setiap orang memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda-beda. Hanya kamu sendiri yang paling tahu tentang dirimu, kekuatan, kelemahan, ketakutan-ketakutan dan kegalauanmu, berilah cukup waktu ke dirimu sendiri untuk berpikir, menimbang, menghitung dan mempersiapkan sebelum mengambil keputusan untuk resign karena setelah resign kamu tidak bisa mundur atau memutar waktu untuk kembali.

Banyak uang tapi tidak bisa puas liburan kemudian punya banyak waktu liburan tapi tidak punya banyak uang, hayoo kamu akan pilih yang mana :)))

#laiff

Iklan
Beranda · Destinasi · kuliner · TIPS

Panduan Traveling Ke Bangkok Untuk Muslim

Bangkok merupakan salah satu destinasi traveling favorit orang Indonesia karena bisa puas belanja dengan harga sangat murce alias murah banget. Di tempat-tempat shopping di Bangkok loe bakalan sering ketemu orang Indonesia yang kalap belanja.

Bukan cuma belanja sih andalan pariwisata Bangkok, ada banyak hal yang ditawarkan Bangkok sebagai destinasi wisata dunia. Memang negara Thailand itu siap banget menerima turis sehingga bisa mengemas tempat wisata yang biasa menjadi hits.

Mereka tau cara jualan dan menarik pembeli untuk datang, sehingga traveler dengan latar belakang agama apapun atau malah tidak beragama, jomblo atau merid, lurus atau belok orientasi seksualnya, semua diterima di Bangkok. Yang jelas kamu nggak bakal ditanya agama loe apa atau kapan nikah? .

Lanjutkan membaca “Panduan Traveling Ke Bangkok Untuk Muslim”

Beranda · TIPS

6 Alasan Memilih Naik Kereta Api

img_3405

Merencanakan perjalanan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus merepotkan buat traveler karena menghabiskan banyak waktu dan bikin senewen banget. Pasalnya gue musti memilih destinasi, merencanakan budget dan memilih alat transportasi yang tepat. Hadeuh benar-benar ngabisin energi. Untuk traveling dalam waktu seminggu, gue udah bikin planning sejak berbulan-bulan sebelumnya meskipun zodiak gue bukan Virgo hehehe. Lanjutkan membaca “6 Alasan Memilih Naik Kereta Api”

Beranda · TIPS

Memilih Outfit Untuk Traveling

dscn2551
Pink di Love Locked Penang Hill Georgetown Penang

Kalau mau traveling persiapannya sekarang bukan cuma beli tiket pesawat atau booking hostel saja tetapi juga heboh mikirin outfit apa yang akan di pake selagi traveling. Sejak instagram mulai ngehits, banyak traveler memakai outfit yang keren untuk berfoto di tempat-tempat wisata incaran mereka.

Menurut gue sih patut diapresiasi jika traveler mempersiapkan outfit mereka dengan baik karena pergi ke destinasi impian itu biaya dan usahanya tidak murah dan mudah sehingga perlu mengambil foto yang kece, jangan sampai nyesel pas udah pulang nggak punya foto diri buat di upload pamerin di socmed. Lanjutkan membaca “Memilih Outfit Untuk Traveling”

Beranda · Destinasi

Pahit dan Manisnya Traveling Ke Bali Lewat Darat

img_3191
Sunset Terindah Ada Di Pantai Kuta Bali

“Wah asyik ya bisa jalan-jalan terus”, “fotonya keren”, “jangan lupa oleh-olehnya”. Begitulah contoh beberapa komen di media sosial gue ketika habis upload  pamer foto-foto traveling. Sesungguhnya mereka tidak tahu kalau traveling itu bukan cuma enak tetapi enaaak banget hehehe. Untuk dapet yang enak banget itu, tentulah gue mengalami kejadian-kejadian seru selama perjalanan. Lanjutkan membaca “Pahit dan Manisnya Traveling Ke Bali Lewat Darat”

Beranda · Destinasi

6 Alasan Memilih Bangkok Sebagai Destinasi Traveling Favorit

IMG_20150724_132628
Grand palace Bangkok

Seringnya orang bingung atau belum bisa memutuskan memilih tempat traveling yang ingin didatangi. Banyak sekali pertimbangan sebelum memutuskan, untuk itu gue menuliskan beberapa alasan mengapa Bangkok bisa menjadi destinasi pilihan untuk traveling. Semoga setelah membacanya banyak orang dapat pencerahan untuk memutuskan tempat untuk traveling berikutnya. Syukur-syukur mau ngajak kakak Pink ikut belanja #eh salah ya tapi kalo diajak beneran mau kok hehehe. Berikut gue intisarikan berdasarkan pengalaman pribadi, tenang saja kok nama dan tempat bukan kebetulan tetapi kenyataan.

1. Biaya hidup murah
Nilai kurs mata uang Baht Thailand sangat ramah terhadap rupiah sehingga Bangkok adalah pilihan yang tepat untuk berlibur karena biaya hidup di sana murah. Harga hostel atau penginapan mulai dari 50 ribuan permalam dengan kondisi yang baik dan bersih (hampir mustahil ditemukan di Indonesia). Harga makanan juga sangat terjangkau dengan uang 30 Baht atau 12 ribuan kita sudah bisa makan berat seperti Nasi Goreng, Mi Kuah, Mie Goreng atau Tom Yam di warung kaki lima. Di tambah lagi biaya transportasi murah, kita bisa memilih beragam jenis transportasi disesuaikan dengan kantong dan kenyamanan yang diinginkan. Biaya masuk tempat wisata tidak menguras kantong, memang ada yang mahal seperti tiket masuk ke Grand Palace seharga 500 B (sekitar 200 Ribuan) tetapi tiketnya terusan artinya dengan membeli satu tiket Grand Palace kita berhak mengunjungi beberapa tempat lainnya secara gratis tentu dengan batas hari penggunaan.
2. Surga belanja
Belanja, belanja dan belanja, kalau ke Bangkok kita akan sulit mencegah diri sendiri untuk tidak belanja, dimana-mana tempat belanja dan harganya murah-murah. Ada pasar terapung, pasar malam, pasar pagi, pasar kaki lima, Asiatique, Chatuchak Weekend Market (pasar terluas se Asia Tenggara) dan puluhan mall. Jangan sampai kalap belanja di Bangkok ya dan pastikan bagasimu cukup untuk menampung semua hasil belanjaanmu. Favorit gue belanja di Bangkok adalah barang=barang fashion, asesoris dan kosmetik dengan harga yang sama bahkan lebih murah bisa mendapatkan barang dengan kualitas dan model yang lebih baik. Sekedar catatan ukuran baju di Bangkok itu cenderung kecil alias banyak yang cuma muat untuk body yang tipis alias langsing karena rata-rata cewek di Bangkok itu langsing dan kurus (semangat buat dieettt).

IMG_20150725_191259
butik dan cafe dengan konsep yang unik
IMG_20150725_101112
Penjual Papaya Salad (Som Tam) di Taling Chang Floating Market

 

IMG_20150726_114727
Keramaian di Chatuchak Weekend Market
IMG_20150726_134253
Mall Siam Center di Area Siam Square

3. Cuaca yang sama dengan indonesia
Cuaca di Bangkok itu mirip dengan di Indonesia jadi kita tidak akan mengalami salah kostum ataupun harus beradaptasi terhadap perbedaan cuaca selama di sana. Bangkok itu cuacanya panas terutama di siang hari jadi siapkan topi atau payung, kacamata hitam dan krim sunblock untuk melindungimu dari sinar matahari.
4. Kulinernya enak dan bervariasi
Salah dua hal dari beberapa hal yang gue suka di Bangkok adalah kulinernya. Bangkok menawarkan wisata kuliner yang bervariasi baik dari segi menu, tempat maupun harganya. Dari jajanan pinggir jalan yang murah meriah tepi enak sampai cafe lucu, bar yang happening bahkan restoran rooftop di gedung pencakar langit dengan pemandangan kota yang spektakuler yaitu sunset dan suasana kerlap-kerlip lampu malam hari dari gedung-gedung di Bangkok, tinggal sesuaikan saja dengan budget yang dipunya. Masalah rasa jangan khawatir, makanan Thailand bisa diterima dengan mudah oleh lidah orang Indonesia karena bumbu dan bahannya banyak yang sama. Satu lagi yang penting kuliner Thailand itu rasanya enak banget, harganya murah dan variasinya banyak. Mango sticky rice, Tom Yam dan Coconut Ice Cream menjadi menu wajib untuk dicicip selama traveling ke Bangkok.

IMG_20150725_155537
Tom Yam yang lezaaat
IMG_20150726_234325
Nyobain Coconut Ice Cream itu wajib di Bangkok

5. Banyak Tempat Wisata Maupun Atraksi Wisata yang Bisa Dikunjungi
Bangkok menawarkan banyak sekali tempat wisata dan atraksi wisata yang bisa di kunjungi. Banyak sekali kuil bertebaran di kota ini mulai dari yang terkenal seperti Wat Pho dan Wat Arun (wat = Kuil) maupun yang tidak terkenal. Ada Grand Palace dan istana raja lainnya, berbagai macam museum, taman, wisata sungai dan pasar terapung, menonton Kabaret Show (biasanya lady boy yang melakukan pertunjukan), pertarungan tinju Muay Thai, Madame Tussaud dan lain sebagainya. Untuk informasi yang lengkap silahkan baca referensi dan ulasan dari http://www.tripadvisor.com

IMG_20150726_143346
Gandengan sama abang ganteng Leonardo Dicaprio
IMG_20150724_153255
Foto pake kostum tradisional Thailand di Wat Arun

6. Alat Transportasi Banyak dan Beragam
Banyak sekali alat transportasi di Bangkok mulai dari alat transportasi di air maupun di darat, pemerintahnya sangat memaksimalkan peran transportasi untuk menunjang aktivitas warganya mapun wisatawan yang berkunjing ke kota yang sering disebut land of smile ini. Untuk transportasi sungai masyarakat bisa menggunakan perahu kecil dan kapal besar menuju tempat-tempat di Bangkok yang lebih mudah dan cepat dijangkau dengan transportasi air. Kondisi dermaga untuk naik perahu atau kapal memang sederhana kebanyakan terbuat dari kayu. Sementara transportasi darat lebih beragam dan memiliki harga yang berbeda-beda tapi secara umum biaya transportasi di Bangkok itu murah. Kita bisa memilih naik ojek, tuk-tuk, songtheow, bus, taxi, MRT (kereta bawah tanah) dan BTS (sejenis monorail = kereta di atas tanah). Beberapa keunikan alat transportasi di Bangkok salah satunya adalah taxinya berwarna-warni cerah seperti pink, hijau, kuning dan biru. Selama traveling ke Bangkok gue mengandalkan naik BTS karena hampir semua tempat yang ingin gue kunjungi dilewati BTS dan lebih mudah dimengerti rutenya (jarang nyasar) karena ada keterangan dalam bahasa inggris dibandingkan naik bus dengan keterangan aksara Thailand yang keriting mirip cacing.

IMG_20150724_130426
Taksi di depan Grand Palace
IMG_20150724_120432
Naik kapal menyusuri sungai Chao Praya

 

IMG_20150725_111443
suasana di dalam BTS

Gue selalu ingin kembali ke Bangkok karena memang tempatnya membuat kangen untuk balik dan balik lagi. Enam hal diatas bisa jadi alasan kamu menjadikan Bangkok sebagai destinasi traveling berikutnya. Yuk kemasi ranselmu dan segera traveling ke Bangkok!

Terimaksih sudah baca dan tinggalkan komentar biar bisa kenalan, tak kenal maka taaruf….

TIPS

Tips Packing Ringan dan Muat Banyak

Berapa haripun gue traveling cuma bawa ransel Eiger 25 Liter dan satu tas selempang untuk barang penting. Sepulang dari Vietnam, gue membeli ransel Deuter 45 Liter meskipun lebih besar daya tampungya tapi rule gue dalam packing tetap sama. Adapun beberapa tips tentang packing berikut ini semoga membantu.


1).Bawa CD/panty disposable sekali pake yang langsung bisa dibuang setelah dipake, banyak di jual di Indomaret atau Hypermart jadi praktis dan tak perlu mencuci di tempat kita stay selama liburan, ditambah lagi menghemat space di dalam ransel sehingga pulangnya bisa nyelipinoleh-oleh.


2). Baju digulung bukan dilipat, bawalah baju yang tidak mudah lecek, bahannya adem dan ringan, sehingga tidak perlu menyetrika atau membawa setrikaan seperti beberapa temen gue ketika pergi ke luar kota. Kita mau berlibur bukan pindahan rumah jadi jangan direpotkan membawa-bawa benda berat.


3). Kabel, charger, colokan dan barang sejenis dimasukkan ke dalam satu tempat di dalam pouch plastik. Mengapa harus dimasukkan ke dalam satu tempat? agar segala kabel-mengabel tsb tidak tercecer dan akhirnya jatuh atau hilang. Rasanya nyesek kehilangan colokan universal #curcol di negara lain, pas mau beli baru di negara kita tinggal, mata uang rupiah tiarap kursnya #pingsan.


4). Kamu tim sabun cair atau tim sabun batang? kalau bawa sabun cair dipindahkan ke dalam botol kecil, kalau bawa sabun batang di potong kecil-kecil sebanyak hari elo traveling jumlah potongannya lalu masukin plastik. Shampoo,deodorant dan detergen beli sachet, pasta gigi beli yang kecil. Bungkus peralatan mandi ke dalam plastik atau tempat khusus alat mandi kalau punya.


5). Baju yang ringan susun paling bawah, baju yang berat susun di atas, agar bebanmu tidak ke pinggang. Kalau salah susun akibatnya kamu akan sakit pinggang dan punggung, makanya elo berasa pegal dan kapok bawa ransel padahal itu karena salah susun barang.


6). Barang yang sering kamu keluar masukkan karena sering di pake seperti kamera, mukena atau sikat gigi letakkan di dalam tas selempang atau bagian paling luar/atas dari ransel.


7). Ransel atau backpack bagi seorang traveler atau backpacker  adalah investasi maka belilah ransel yang kualitasnya baik karena bahannya kuat terutama bagian lengan dan kerangka ransel yang lebih empuk sehingga punggung dan pinggang lo gak mudah cedera. Harga tak pernah bohong, ransel berkualitas harganya juga mahal tetapi dijamin awet pemakaiannya.

thumb105475
Packing yang benar akan memaksimalkan isi ransel

Happy backpacking guys :0